
sudah lebih 10x di tolak yang part ini semoga kali ini lulus ya,adegan nya juga sudah di revisi ini yang membuat memperlambat up nya,,mohon do'a ya...🙏🙏
***
Malam ini Shasa mengenakan daster pendek di atas lutut berwarna merah dengan rambut yang di kuncir tinggi membuat leher jenjang nya terlihat jelas
Setelah pulang tadi Shasa langsung masuk ke kamar mandi untuk berendam di bathtub,dia ingin merilekskan tubuh nya sejenak dan melupakan bayangan Alex karena dia sudah berjanji pada Raihan akan menjalani pernikahan ini
Shasa sengaja menunggu Raihan di dalam kamar karena suami nya itu sedang di ruang kerjanya,tadi Raihan izin pada Shasa karena masih ada yang harus yang harus dia kerjakan sebentar, karena sudah pukul sembilan lewat Raihan belum juga kembali Shasha sengaja keluar untuk menyusul ke ruang kerjanya
" Rai...." panggil Shasa membuka pintu ruangan kerja Raihan tanpa permisi
" Maaf mengganggu kalian" ucap Shasa menatap kearah Alex yang juga ada di ruangan tersebut,Alex menelan saliva nya melihat penampilan seksi Shasa, meskipun pakaian yang di kenakan Shasa tidak ketat tapi terlihat jelas paha mulus Shasa dan dada nya yang membusung tanpa Bra, Shasa tidak mengetahui kalau ada Alex di rumah mereka karena setelah masuk kedalam kamar tadi sore Shasa tidak keluar lagi
" Sayang ada apa?" tanya Raihan lembut, Raihan bisa melihat tatapan Alex pada istri nya membuat Raihan cemburu
" Kamu masih bekerja?" tanya Shasa mengalihkan pandangannya pada Raihan
" Tidak hanya ngobrol sebentar dengan kak Alex tapi ini sudah mau selesai"
" Hmmmm....aku tunggu di kamar" bisik Shasa sengaja bicara selembut mungkin pada Raihan agar Alex tau diri karena saat ini dia istri Raihan bukan perempuan lajang yang bisa di tatap dengan penuh nafsu lagi pula Shasa tidak berniat untuk kembali pada Alex karena sudah pasti Zizi akan tersakiti dan keluarga nya pun tidak akan setuju untuk itu
Raihan mengangguk dan tersenyum kecil melihat penampilan Shasa yang sangat menggoda iman nya
" Kenapa Shasa malah berpenampilan menggoda di saat dia sedang datang bulan" pikir Raihan frustasi, sudah pasti dia akan kesulitan untuk tidur dengan penampilan Shasa saat ini
Alex mengepal kan tangan nya geram melihat Shasa dan Raihan yang begitu mesra di hadapan nya apa maksud Shasa begitu, apa dia sedang menunjukkan kalau dia sudah move on dari Alex,kalau iya Alex tidak tinggal diam dia akan berusaha meluluhkan hati Shasa kembali
__ADS_1
****
" Kak Alex sudah pulang?" tanya Shasa pada Raihan yang baru masuk kedalam kamar
" Tidak, mereka menginap disini malam ini di kamar kak Zizi" jawab Raihan
"Di mana kamar kak Zizi?" tanya Shasa yang memang tidak tau di mana letak kamar kakak ipar nya itu,sejak mereka menikah baru kali ini Zizi menginap di sini
" Di sebelah kamar kita" jawab Raihan berjalan kearah Shasa yang sedang duduk di meja hias untuk memakai krim malam nya
Tangan Raihan sudah bergerak aktif meremas bahu Shasa pelan seraya memijit dan lama kelamaan turun masuk kedalam daster Shasa membuat Shasa memejamkan mata nya menikmati sentuhan tangan Raihan
" Kenapa pakai daster begini Sha bukan nya kamu lagi dapat,jangan menyiksa ku" ucap Raihan yang terus meremas gundukan kenyal Shasa dan sesekali memberikan gerak memutar karena gemas
" Siapa yang bilang aku dapat" jawab Shasa gemetar menahan geli akibat perbuatan Raihan
" Aku atau kamu?" tanya Shasa membuat Raihan berhenti sejenak dari aktivitas nya dan berpikir
" Aku....!!!"
"Terus kenapa malah bilang aku"
" Habisnya kamu tiba-tiba seperti orang kehilangan mood tadi saat di restoran"
" Kehilangan mood bukan berarti lagi dapat kan" tekan Shasa
" Jadi kamu nggak dapat?" tanya Raihan sekali lagi memastikan nya dan di jawab gelengan oleh Shasa membuat Raihan terpekik bahagia
__ADS_1
" Yes.......!!!" seru nya
tanpa aba-aba Raihan segera m*l*m*t bibir Shasa lembut,lama kelamaan menjadi dalam membuat Shasa kewalahan mengimbanginya
" Kamu cantik" ucap Raihan saat melepas kan tautan bibir mereka, Shasa mengulum bibirnya karena menahan senyum, jantung nya berdegup lebih kencang dan pipinya merona merah begitu saja,dia membiarkan Raihan menatap tubuh seksi nya yang masih di balut daster, Raihan melepaskan daster yang di kenakan Shasa. Raihan sungguh takjub melihat pemandangan indah itu meskipun dia sudah pernah melihat sebelum nya tapi kali ini Shasa dalam keadaan sadar tanpa pengaruh obat apapun
Shasa menutup bagian d*d*nya dengan tangan,dia malu berpenampilan polos membuat Raihan gemas sendiri dengan tingkah istri nya ini
Tubuh Shasa benar-benar mulus nyaris tanpa cacat segores pun dan bagian-bagian tertentu tubuh nya masih sangat kencang.Gila, Raihan terasa panas dingin dan miliknya di bawah sana sudah mengeras saat menatap terlalu lama tubuh Shasa, Raihan meraih pinggang Shasa agar lebih dekat dengan nya, Shasa menggigit bibir bawahnya kecil dan memejamkan mata nya sejenak menikmati sentuhan Raihan
" Rai...."
Raihan membekap mulut Shasa dengan ciuman sambil memejamkan mata nya menikmati ciuman yang semakin dalam tersebut, mereka sama-sama menikmati permainan ini
Raihan menuntun Shasa kearah ranjang dan membaringkan kan nya agar dia lebih leluasa bermain di sana
Di bukan nya penutup yang hanya tinggal selembar itu lalu Raihan membuka pakaian nya sendiri membuat Shasa mengalihkan pandangannya nya karena malu...ya Shasa malu saat ini meskipun Raihan suaminya dia belum terbiasa dengan situasi seperti ini
Raihan mencium leher Shasa seperti seorang anjing pelacak Raihan mengendus-endus pelan dan mengecup nya,tangan Shasa melingkar di leher Raihan saat merasakan ada yang berkedut di bawah sana sungguh gairah Shasa bangkit karena ulah Raihan,Shasa sekuat tenaga menahan agar tak mengeluarkan suara dia tidak ingin terdengar oleh Zizi dan Alex di sebelah kamar nya padahal kamar Raihan cukup luas tidak akan ada yang mendengar suara aneh yang mereka ciptakan
Ciuman itu perlahan turun kebagian bawah membuat Shasa meremas rambut Suami nya ini,Raihan meremas apa yang bisa dia gapai saat ini membuat Shasa terlena
" Rai....ak-u-"nafas Shasa memburu dan dada nya berdegup kencang ketika seluruh tubuh nya terasa menegang saat sesuatu mendesak ingin di keluarkan dari dalam sana
Perlahan Raihan memasuki Istri nya ini sama-sama pengalaman pertama hanya saja untuk teori Raihan lebih pengalaman dan lebih mengetahui dari pada Shasa
"Pelan-pelan Rai" ucap Shasa saat Raihan menekan lebih dalam merasakan sensasi sempit, Shasa terkulai lemas di samping tubuh kekar Raihan saat mereka selesai melakukan aktivitas panas nya.
__ADS_1