
Raihan keluar dari kamar sudah mengenakan pakaian rapi dia berniat ingin keliling kota dulu bersama Rendra hari ini sebelum mereka pulang ke Jakarta
" Mau kemana Rai?" tanya Melinda curiga menatap anak lelakinya ini
" Keliling sebentar mi sama Rendra"
" Istri mu mana?" tanya Melinda lagi
" Dia masih capek, Mami tau sendiri kan apa yang terjadi di saat malam pertama" bisik Raihan pada mami nya ini membuat Melinda mencubit pinggang Raihan kecil
" awww......mami sakit" ringis Raihan memegang pinggang nya
" Aku harus menyelidiki siapa aku ini sebenarnya seperti anak tiri yang selalu di siksa lahir dan batin" ucap Raihan seolah bersedih membuat Vira menggeleng kan kepalanya melihat anak dan mami ini,Raihan orang yang humoris sangat cocok dengan Shasa yang jutek dan ketus
Rendra sudah menunggu nya di luar, Sam,Aira dan Zizi pulang ke Jakarta pagi ini karena ada urusan sedang kan Melinda, Byan masih menemani Raihan
" Kelamaan bro" ujar Rendra kesal
" Tin...tin...tin..." terdengar suara klakson mobil berkali-kali di depan gerbang rumah Dani membuat Rendra dan Raihan kesal
" Berisik" ucap Raihan
Keluar perempuan cantik dari mobil mewah yang baru saja masuk ke pekarangan rumah membuat Rendra terpesona
" Ada Abi om?" tanya Abel pada Rendra yang terlihat bengong di hadapan nya
__ADS_1
" Om....." Panggil Abel membuat Rendra terkaget
" Ya....." Sahut Rendra salah tingkah
"Ada Abi?" tanya Abel lagi dan diangguki Rendra tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun, Rendra seperti kerbau yang di colok hidungnya mengikuti kemana arah Abel
" Om Rendra, Ayo kita pergi sudah siang" bisik Raihan dengan nada mengejek membuat Rendra memukul lengan Raihan kuat
" Wajah lo ketuan,,,ayo om" ucap Raihan menarik tangan Rendra
" Cantik abang pergi dulu ya" pekik Rendra masih menatap Abel membuat Abel bergedik ngeri dengan panggilan Rendra pada dirinya
" Kenapa lo?" tanya Abi yang baru keluar dari dalam rumah
" O...kak Rendra??" tanya Abi
" Nggak tau gue"
Abel masuk kedalam rumah Abi, Abel sudah terbiasa keluar masuk rumah ini, Vira sendiri sudah menganggap Abel seperti anaknya meskipun papa nya menyebalkan menurut Vira karena sering mengajak Dani ke arah yang tidak benar meskipun Dani sendiri selalu menolak nya
" Bun...." sapa Abel mendekat pada Vira dan mencium pipi kiri kanan Vira
" Sarapan sayang" tawar Vira
" Boleh...!!! pengantin baru mana bun,belum keluar?" tanya Abel
__ADS_1
" Hey.....kenapa lo cariin gue?" tanya Shasa yang baru keluar
" Duh ..duh.....jam segini baru keluar kamar, lembur bos" goda Abel membuat Shasa mencebik
" Udah belah duren?" lanjut Abel menaikan alisnya
" Husf....anak perawan kok ngomong nya gitu" tegur Vira membuat Abel menutup mulut nya dan tertawa geli
"Bun,,itu bukan topik yang aneh atau pun tabu, apalagi kami sudah 20 tahun, sudah pasti mengerti lah hal semacam itu" sahut Abi membela Abel
" Boleh saja mengerti yang penting masih dalam konteks wajar,Jangan sampai kebablasan apalagi hamil di luar nikah, hanya buat malu keluarga Nak" jawab Melinda
"Jika memang sudah kebelet lebih baik menikah,Hal yang halal akan lebih nikmat" lanjut Vira
" Nggak zaman nya lagi bun nikah muda" jawab Abel
" Bunda dulu Menikah usia 20 tahun, nyatanya sampai saat ini bertahan dan kehidupan kami langgeng, nikah muda bukan berarti kehidupan rumah tangga kita monoton,Bunda selalu punya cara agar ayah kalian tidak bisa berpaling" ujar Vira menarik sudut bibirnya
" sharing cerita ranjang dong bun?" pinta Abel
" Gila lo bel,belum nikah juga udah genit" ujar Abi memberikan toyoran pada sahabat perempuan nya ini
Abel memang terkenal dengan kecantikan nya di kampus, banyak lelaki yang tergila-gila dengan kemolekan tubuh nya tapi selalu ada Arif dan Abi yang menjaga nya Abel membuat lelaki hanya bisa menatap nya tanpa bisa memiliki, Persahabatan mereka sangat kental layak nya Keluarga
obrolan di meja makan ini berlanjut ke obrolan sehari-hari sedangkan Byan dan Dani sendiri memilih mengobrol di taman belakang membicarakan bisnis mereka, seperti nya Dani tertarik mengembangkan bisnis nya ke Jakarta kembali karena sudah ada Shasa di Jakarta dan pasti dia akan bolak-balik Jakarta melihat Anak perempuan nya ini.
__ADS_1