
Tangan Zizi gemetar melihat hasil testpack dengan garis dua,sudah tiga kali dia mencoba mengetes nya tapi tetap garis dua,apa ini mimpi batin Zizi menitikkan air mata bahagia nya
Beberapa bulan menikah akhir nya dia hamil? apa benar-benar hamil!"
"Sayang kamu kenapa?" tanya Aditya saat melihat Zizi terduduk di lantai kamar mandi, sebenarnya Aditya tau kalau istri nya ini sering membeli tespek dan mengetes nya diam-diam tapi Aditya pura-pura cuek dia tak ingin Zizi terbebani dengan masalah anak.
" Sayang,aku tidak pernah menuntut mu untuk cepat hamil jika tuhan sudah memberikan kepercayaan pada kita pasti kamu akan hamil dan kita akan di berikan anak" bujuk Adit
Zizi menangis dan memeluk tubuh suaminya ini "Dit, ak-u....a-ku hamil" ucap Zizi pelan dalam isakan nya nyaris tak terdengar oleh Adit
" Kenapa sayang?" tanya Adit
" Aku-ak-u hamil" jawab Zizi memberikan tespek garis dua pada Adit,mata Adit membulat sempurna melihat tanda dua di tespek, Aditya tau kalau garis dua menandakan hamil karena sejak menikah dia juga sering membaca artikel untuk ibu hamil.
" Sayang,, akhirnya do'a kita terkabul kamu hamil" ujar Aditya tersenyum bahagia memeluk Zizi dan mencium kening nya berkali-kali
****
__ADS_1
" Aaaaaakkkk......papi....kita akan jadi opa dan oma lagi" pekik Melinda bahagia
" Ada apa mi?" tanya Byan yang bingung melihat Melinda berteriak histeris
Zizi dan Aditya segera kedokter kandungan untuk memastikan nya dan memberikan kabar pada Melinda dan Byan kalau dirinya sudah hamil enam minggu membuat Melinda bahagia
" Sayang,jangan banyak bergerak jaga kesehatan! makanan mu harus yang bergizi dan satu lagi beli semua yang kamu inginkan jangan sampai cucu mami ileran" ujar Melinda bersemangat
" Iya mi,salam untuk Raihan dan Shasa ya, katakan pada nya kalau mereka akan jadi om sebentar lagi" ujar Zizi tersenyum manis
Aditya mengelus perut Zizi yang masih datar dan sesekali mencium nya, terlihat sekali rona bahagia di wajah Aditya,dia akan segera jadi ayah
" Sabar sayang setelah Shasa melahirkan mami langsung terbang ke Bali,mami sekarang sedang kerepotan mengurus usaha mu"
" Maaf kan aku mi, karena usaha ku mami jadi repot" sesal Zizi
" Tidak masalah sayang ini semua untuk masa depan cucu mami, baik-baik di sana salam dengan mertua mu, katakan pada Aditya agar terus menjaga cucu mami"
__ADS_1
" Siap mi" sahut Aditya yang juga mendengar ucapan sang mertua karena Zizi menghidupkan loud speaker ponsel nya
" Bagus,,jangan lupa minum susu hamil dan Vitamin nya sayang" ingat Melinda lagi
" Ya mi,,, sampai jumpa oma sayang, assalamualaikum"
" Waalaikumsalam" sahut Melinda menutup ponselnya
Melinda langsung memeluk tubuh Byan
" Pi tak terasa kita sudah tua,Zizi hamil pi kita akan punya dua cucu dari dua anak kita"
Byan terdiam sejenak " Pi....kenapa?" tanya Melinda
" Mi...papi bahagia melihat Zizi bisa bahagia,dari kecil dia tak memiliki mami dan kamu hadir sebagai mami sambung nya membuat dia merasa kan kehadiran mami lagi,aku bersyukur punya istri seperti kamu mi,aku bersyukur kita bisa melewati rumah tangga kita sampai titik ini"
" Aku yang bersyukur bisa menikah dengan mu pi,kamu malaikat penolong ku saat aku terpuruk dan mama perempuan terhebat yang pernah aku kenal,dia memberikan ku kasih sayang seperti layaknya seorang anak bukan lagi menantu" ucap Melinda menitikkan air mata mengingat mendiang mertua nya, beliaulah yang menolong dan mendekatkan nya pada Byan hingga mereka menikah
__ADS_1
Sosok Aira sahabat yang selalu ada untuk nya, semua ini seperti mimpi yang menjadi nyata,di khianati dan di berikan suami yang baik, semua ini buah dari kesabaran Melinda, memiliki Zizi dan Raihan hal yang tak pernah terbayangkan dalam hidup nya
Byan memeluk tubuh Melinda yang mengisak,dia bangga pada sosok perempuan ini, Melinda bisa jadi teman hidup, ibu untuk anak-anak nya,sahabat bahkan ibu untuk diri nya sendiri.