
Raihan menghempaskan tubuhnya di ranjang beberapa hari meninggalkan kamar nya ini membuat Raihan merindu, Shasa pun juga ikut berbaring di ranjang empuk milik Raihan karena dia merasa sangat lelah selama beberapa pekan menyiapkan pernikahan mereka
Shasa berdecak kagum dengan kerapian kamar itu, kopernya di sandarkan di sebelah lemari, meskipun Raihan sedikit bawel tapi dia cukup menjaga penampilan dan kerapian kamar nya
"Rai, bagaimana seterusnya pernikahan ini?" tanya Shasa saat Raihan akan memejamkan matanya, Shasa juga ingin tau apa maksud pernikahan konyol ini karena mereka berdua sama-sama tak menginginkan nya
"Apanya?" tanya Raihan
" Pernikahan konyol ini,apa mungkin kita berpisah?" tanya Shasa
" Menurut lo?"
"Gue nggak cinta lo Rai"Aku Shasa
" Lo pikir gue cinta lo Sha? " ucap Raihan tersenyum sinis
"Gue cuma nggak mau di cap anak durhaka ,Gue juga nggak bisa lari dari pernikahan ini, Jadi di depan mami papi kita seolah suami istri beneran, di belakang nya lo boleh berbuat semau lo,dan begitu juga gue" ucap Raihan
" Sampai kapan?"
" Sampai mereka sadar kalau kita memang tidak cocok" jawab Raihan, lelaki tampan itu bangkit dan menyandarkan tubuhnya di ranjang
__ADS_1
" Lalu kita tetap sekamar terus?"
" Mana mungkin kita bisa pisah Sha, kita satu rumah dengan mereka...!!!"
"Lo nggak punya apartemen gitu, biar kita bisa pisah rumah"
" Mami nggak akan ngizinin kita buat pindah, jadi percuma juga punya apartemen" jawab Raihan cuek
Shasa menghela nafas panjang,Tidak ada jalan lain kecuali melanjutkan sandiwara ini sampai saat nya berpisah itu tiba
"Sekarang Gue tidur di mana?" tanya Shasa mengamati ranjang yang masih lapang
" Ya dia sini bareng gue, Gue nggak sejahat yang lo kira meskipun ini rumah Gue...!!!" Sindir Raihan membuat Shasa terdiam
" Jangan lupa pembatas nya Rai,gue nggak mau tangan lo kelayapan malam-malam" ingat Shasa
" Itu mau nya lo kali" jawab Raihan ketus
Tak berapa lama mata Shasa sudah terpejam sempurna mungkin memang perempuan bawel ini sangat kelelahan, Raihan meraih selimut yang belum sempat di pasang oleh Shasa dan di selimuti nya perempuan yang sudah sah menjadi istri nya itu di pandangi nya perempuan tersebut dengan seksama
Sebagai laki-laki dewasa yang sudah berumur dan memiliki kemampuan menilai yang tinggi, Raihan memberi nilai kepada Shasa dengan label cukup cantik.
__ADS_1
Shasa memang cantik, matanya bulat dan berbulu lentik, hidungnya kecil dan bangir, bibirnya mungil tapi padat, kulitnya putih bersih dipadukan dengan rambut lurus hitam legam, tubuhnya langsing tapi berisi di bagian dada dan bokong nya Shasa memiliki kecerdasan yang luar biasa tapi kenapa dia tak memiliki kekasih apa yang salah dari wanita ini pikir Raihan
Penampilan nya cukup fashion hanya saja dia terlalu jutek itu membuatnya menjadi tidak begitu menarik, dia terlalu serius dalam berbagai hal, tidak suka bercanda dan hidupnya berjalan monoton
Untuk tipikal istri idaman, Shasa memiliki semuanya, cantik, tubuhnya tinggi, pintar mencari uang dan mengatur keuangan, tapi dia bukanlah wanita yang mudah di atur
Raihan menghela nafas, beberapa hari menikah dia sudah mengenal Shasa dengan baik,Shasa bukan tipe perempuan yang gampang di takluk kan
Baru saja Raihan berniat mematikan lampu kamar, ketukan pintu menghentikan gerakannya. Raihan bergegas berdiri dan membuka pintu kamar nya
" Kenapa Mi?" tanya Raihan yang melihat mami nya sudah berada di depan pintu
" Mau cek Shasa" jawab Melinda tersenyum kecil,dia takut Raihan memperlakukan Shasa buruk
" Shasa sudah tidur,mami tidur gih, kasihan papi di tinggal sendiri" usir Raihan
" Jangan macam-macam Rai,Mami tau isi kepala mu" ujar Melinda menatap tajam Raihan
" Mi,beneran deh Shasa udah tidur persiapan subuh mau bikin dedek bayi" jawab Raihan asal membuat Melinda tersenyum kecil dan meninggalkan kamar anak lelakinya itu
Setelah Melinda pergi Raihan masuk kembali dan menutup pintu kamar nya
__ADS_1
Raihan mesti waspada pada mami nya ini karena Melinda sedikit banyak nya sudah mengerti apa yang ada di kepala Raihan membuat Raihan harus ekstra hati-hati bertindak..