Kisah Cinta Duda Tampan Sekuel Mami Sambung

Kisah Cinta Duda Tampan Sekuel Mami Sambung
Perasaan yang sama


__ADS_3

Zizi sudah sedikit lebih tenang dari pada tadi,kini dia sudah membersihkan diri semua sudah berkumpul di rumah Byan ada Sam dan juga Aira yang mendapat kan kabar tentang Zizi mereka segera datang


Rendra sendiri dari tadi sibuk menggoda Abel yang terus menempel pada Abi,Abel tak menyukai Rendra karena Rendra terlalu agresif menurut nya


" Jauh-jauh om,gerah Abel di deketin om-om" ucap Abel ketus


" Nggak boleh gitu bel ntar jodoh lo" goda Abi membuat Abel bertambah kesal


" Kenapa nggak bilang kalau sudah sampai beb,aku kan bisa langsung kemari atau bisa jemput kamu" ujar Rendra membuat Abel bergedik geli


" Abel om bukan beb" tegas Abel membuat Rendra tersenyum manis dia menyukai sifat ketus Abel semakin Abel menolak nya semakin Rendra menyukai nya


" Sana deh om,geli tau" kesal Abel

__ADS_1


"Masa kamu kalah sama Shasa,kata Raihan Shasa menyukai hal yang membuat nya geli" ucap Rendra asal


Shasa langsung melotot kan mata nya,dan menatap tajam pada Raihan, bisa-bisa nya dia bercerita hal privasi pada Rendra


" Jangan sembarang bicara Ren,, jangan sampai ada peperangan lagi antara Hiroshima dan Nagasaki" jawab Raihan cepat


" Rendra asal bicara yang,mulut nya memang kebiasaan gitu suka nggak tau tempat, Fitnah dia" ucap Raihan mendekat pada Shasa dan mencium pipi istri nya ini meskipun ada Abi dan Abel di sana Raihan tak peduli dia takut Shasa mengamuk karena ucapan Rendra


" Kamu cerita apa aja sama dia?" tanya Shasa tajam


Para orang tua mereka sedang duduk di teras belakang membicarakan langkah hukum yang akan mereka ambil untuk Alex,Zizi pun juga di sana di hapit oleh ibu-ibu tanggung yang memberikan dia nasehat agar bisa kuat


Abel melihat betapa hangatnya keluarga Raihan dan Shasa,tidak seperti keluarga nya padahal menurut cerita Shasa dia juga di jodohkan oleh bunda nya tapi bisa berakhir bahagia dengan Raihan tidak seperti papa dan mama nya yang tiap hari bertengkar,kenapa mereka tidak bisa berdamai dan hidup bahagia padahal mereka sudah tua, kebahagiaan yang harus di utamakan bukan malah pertengkaran

__ADS_1


Abel menghela nafas panjang tanpa sadar dia merebahkan kepalanya di pundak Abi,rasa lelah yang masih dia rasakan karena perjalanan ke Jakarta belum hilang karena insiden Shasa tadi, Rendra cemburu melihat kedekatan Abi dan Abel padahal di bersedia memberikan pundak nya untuk Abel perempuan yang dia kagumi ini tapi Abel malah memilih pundak Abi


"Kaya' nya kalian berdua lebih cocok deh,lebih enak di pandang" goda Raihan dia sengaja ingin memanasi Rendra karena sudah memancing keributan antara dia dan Shasa untung nya kemarahan Shasa bisa di redam


Abi tersenyum kaku sebenarnya Abi juga merasa kan hal yang sama tapi dia tak ingin merusak persahabatan mereka apalagi ada Arif di tengah-tengah mereka Abi takut Abel membencinya jika ada dia mengungkapkan perasaan nya pada Abel


" Ngaco...." elak Abi mencoba tersenyum paksa


" Nggak dek, memang kalian pasang klop deh,Abel cantik kamu tampan apalagi kalian masih sama-sama muda masih fresh gitu,enak aja kalau di lihat" Sahut Shasa sengaja menyindir Rendra


" Iya .. iya .....gue tau gue tua,nggak usah di jelasin juga gue ngerti tapi semangat gue tinggi buat dapetin Abel,gue juga pekerja keras apalagi sekarang ada yang lagi bucin-bucin nya tiap hari nggak mau pisah buat kerjaan gue makin numpuk" ucap Rendra membuat Shasa mencebik karena Rendra menyindir mereka


" Beb,lain kali kerjaan nya di bawa pulang aja ada yang nggak iklhas" ujar Shasa

__ADS_1


" Biarin aja yang itu sudah tugas dia biar nggak makan gaji buta"


" iya...iya... bos mah maha benar" kesal Rendra membuat Raihan terkekeh kecil


__ADS_2