
Selesai sudah acara resepsi mereka,malam ini Shasa benar-benar lelah tubuh nya serasa ambruk,betis nya pegal karena berdiri terlalu lama
Shasa memberikan pembatasan di tengah-tengah ranjang nya agar dia dan Raihan tidak bisa bersentuhan
" Hey....hey...lo mau apa? tanya Shasa saat melihat Raihan yang akan membuka pakaian nya di depan Shasa
" Ya mandi lah,elu kira gue mau nidurin lo gitu, Jangan ngarep lo" ucap Raihan tersenyum sinis
"Elu yang ngarep,Sana buka di kamar mandi jangan di sini, sopan dikit napa ini rumah gue...!!" tegas Shasa
" Oke,,gue akuin ini rumah elu, tunggu pembalasan gue saat Elu gue bawa ke Jakarta" Ancam Raihan segera masuk kedalam kamar mandi
Shasa terdiam sejenak,belum ada pembicaraan kalau dia akan di bawa ke Jakarta oleh keluarga Raihan karena Shasa sendi masih betah untuk bekerja, besok akan dia tanyakan pada ayah dan bundanya untuk malam ini dia ingi segera istirahat rasa kantuknya sudah tak bisa tertahan lagi
Raihan keluar kamar mandi sambil mengusap rambut nya dengan handuk kecil
" Kebo...." Gumam nya melihat Shasa sudah tertidur lelap, Raihan meraih ponselnya lalu duduk di sofa
__ADS_1
Raihan membelalakkan matanya melihat banyak nya panggilan dari para perempuan nya,Mulai dari Vania, Bunga dan satu lagi Franda anak dari rekan bisnis papi nya,bahkan ratusan pesan masuk di ponselnya
Raihan menghubungi Franda perempuan yang baru seminggu ini dia pacarin, Raihan yakin kalau Franda mengetahui pernikahan nya ini secara papa Franda sendiri menghadiri nya tadi bahkan mereka sempat berjabat tangan
Raihan menghela nafas panjang saat Franda meluapkan emosi nya di sebrang sana
" Aku bisa jelasin sayang...!!!" bujuk Raihan
" Jelasin apanya jelas-jelas saat ini kami adalah suami orang Rai, apalagi yang harus di jelaskan,mulai sekarang kita putus aku tidak ingin jadi duri dalam rumah tangga mu" ujar nya menutup panggilan membuat Raihan tak bisa lagi berkilah, habis sudah karir playboy nya hampir satu Jakarta yang mengenali nya tau akan pernikahan dirinya,Raihan bisa apa jika bos di rumah mereka sudah bertindak, Melinda benar-benar mami yang menyebalkan umpat Raihan, Padahal perjanjian nya tidak begini,l sebelum berangkat ke tempat Shasa mami nya sudah berjanji kalau yang menghadiri pernikahan mereka hanya Keluarga inti yang penting sakral tapi saat resepsi seluruh karyawan dan rekan bisnis papi nya datang membuat Raihan mati kutu
***
" Kebo...bangun...!!!" ujar Raihan melempar kan satu handuk kecil yang lembab karena bekas lap rambut Raihan
Shasa membuka matanya melihat Raihan yang sudah berdiri di hadapan nya dengan kaos singlet dan celana pendek
"Aaarrrgg" pekik Shasa membuat Raihan sedikit panik dan langsung membekap mulut Shasa dengan tangan nya
__ADS_1
" Lo kira ini di hutan apa" ucap Raihan kesal
" Lo ngapain di sini?" tanya Shasa heran
" Ha...lo tanya gue ngapain,,lo amnesia apa pura-pura, apa perlu gue ingetin lagi kalau gue suami lo" tekan Raihan kesal membuat Shasa menyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia lupa semalam mereka sudah menikah
" Mandi sana, gue mau minum kopi" perintah Raihan
" Kenapa minta ke gue"
" Elu kan istri gue"
" Gue istri bukan babu...!!" tekan Shasa menyingkirkan selimut dari tubuh nya dan bangkit kearah kamar mandi
Sebelum masuk ke kamar mandi Shasa berhenti dan menatap Raihan
" Kenapa? mau marah? lo lupa kalau ini-"
__ADS_1
" Rumah lo" Potong Raihan geram dan diangguki Shasa dengan senyuman sinis lalu masuk ke kamar mandi
" Awas kalau lo udah sampai di rumah gue,gue siksa lo jadi Upik Abu" gumam Raihan pelan ,tidak masalah saat ini dia yang harus mengalah di rumah Shasa karena hanya beberapa hari ini setelah itu dia yang akan jadi pemenang nya