
Shasa sedang menikmati acara berendam nya di dalam bathtub menggunakan air hangat,wangi lavender membuat Shasa sedikit rileks
Shasa tengah memikirkan cara untuk membalas Raihan tapi apa?? Raihan mana mungkin takut pada binatang yang ada dia yang geli sendiri
Shasa membilas tubuh nya dan keluar dari kamar mandi dia tidak ingin Raihan malah masuk dan melihat dia tanpa busana, Shasa mengotak-atik ponsel nya mencari cara untuk membalas perbuatan Raihan tadi
Benar saja tak berapa lama Raihan pulang Shasa terlihat diam,dia masih marah pada Raihan,Raihan pun tidak berani menatap Shasa karena merasa bersalah
Shasa menarik selimut dan menutupi tubuh nya
" Sha....maafin gue" ucap Raihan yang merasa tidak enak Shasa mendiamkan nya biasanya akan ada saja keributan yang terjadi saat mereka berdua bersama tapi kini kamar itu seperti kuburan
Shasa pura-pura memejamkan matanya otak nya terus berpikir cara membalas Raihan dan akhirnya dia mendapatkan ide
" Sha.... makan di luar yuk...!!!" bujuk Raihan tapi Shasa tetap tak bergeming
" Sha....jangan diemin gue gini donk" ucap Raihan menarik selimut Shasa tapi di tarik lagi oleh Shasa
" Apa an sih Rai, gue capek, ngantuk...!!!" ketus Shasa
" Lo udah makan?"
__ADS_1
" Mau makan apa nggak kan bukan urusan lo, palingan gue mati kan lo bisa bahagia tanpa gue, bisa jadi duda keren"
" Kok lo ngomong nya gitu sha" Raihan merasa bersalah dengan perbuatan nya tadi
Raihan bangkit lalu segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri
"Tunggu pembalasan gue Rai,,,kali ini lo habis" batin Shasa tersenyum sendiri
***
" Mana Shasa Rai?" tanya Melinda yang belum tau kejadian di kantor tadi karena dia pun belum bertemu Shasa sejak perempuan itu pulang
" Gimana mau nafsu orang pasti dia lagi kesal sama kamu "jawab Byan
" Kesal kenapa pi?"
" Kejahilan Raihan ternyata belum hilang mi,dulu Chacha yang di buat nangis tiap hari du sekolah sekarang sejak menikah malah di ganti kan dengan Shasa"
" Rai kamu apakah Shasa jangan buat malu mama Rai, apa yang harus mama katakan pada tante Vira dan om Dani nanti jika anak mereka kamu siksa di sini"
" Siksa apa nya ma,jangan berlebihan deh,orang juga cuma untuk lucu-lucuan doang" jelas Raihan
__ADS_1
" Nggak pantas Rai ngerjain istri sendiri,kualat baru tau rasa kamu...!!!" ketus Byan membuat Raihan cemberut,sejak kehadiran Shasa membuat Raihan merasa menjadi anak tiri,Shasa Sangat di utamakan kalau saja bukan karena harta Raihan tidak akan mau menikah perempuan jutek itu,mami nya selalu mengancam tidak memberikan hak nya sebagai anak kalau Raihan bersikap buruk pada Shasa membuat Raihan jengah
" Bi... antar makanan untuk Shasa ya" ujar Melinda karena kalau dia yang mengantar pasti Raihan marah, Raihan tidak boleh sembarang orang boleh masuk ke kamar nya meskipun itu Melinda sendiri menurut Raihan kamar adalah hal privasi, karena Shasa istri nya saja dia memperbolehkan perempuan itu berada di kamar nya
"Nggak usah biar saya saja bik" ujar Raihan bangkit dan mengambil kan beberapa makanan untuk Shasa
Raihan masuk kedalam kamar melihat Shasa yang sedang asik ngobrol Video call bersama Abel
" Sayang makan dulu" ucap Raihan lembut bagaimana pun juga dia tidak mau terlihat jelek di hadapan siapapun karena pernikahan paksa ini
"Ck...akting lo boleh juga" batin Shasa
" Bel,udah dulu ya,kakak mau makan" ujar Shasa mematikan ponsel nya dan mengambil piring nasi yang di berikan Raihan,perut Shasa dari tadi sebenarnya lapar tapi rasa gengsi nya pada Raihan membuat nya sanggup menahan lapar
Shasa makam dengan lahap tanpa memperdulikan Raihan yang tengah menatapnya
" Nih...udah, jangan di tatap terus ntar lo suka lagi sama gue" ketus Shasa memberikan piring kotor nya pada Raihan membuat Raihan mencebik
" Seperti nya sekarang lo udah punya tenaga buat perang lagi" Sindir Raihan tapi tak di balas oleh Shasa dia harus fokus pada misinya besok pagi untuk membalas perbuatan Raihan tadi
Seperti biasa bantal sudah dijejerkan oleh Shasa sebagai pembatas tidur mereka,Shasa benar-benar sudah siapa mengibarkan bendera perang nya,malam ini dia ingin tidur nyenyak tanpa gangguan Raihan
__ADS_1