
Shasa membuka kelopak mata nya pelan,tubuh nya terasa sedikit pegal, perempuan cantik ini menggeliatkan tubuhnya tapi ada yang sedikit berbeda
"aaakkk" pekik Shasa melihat tubuh nya hanya di balut selimut sedangkan pakai atas nya sudah menghilang ntah kemana, apa yang terjadi dengan dirinya semalam pikir Shasa
" Sha... kebiasaan deh tiap pagi teriak terus,lo nggak bisa bedain rumah sama hutan ya....!!!" kesal Raihan yang terbangun karena teriakan kuat Shasa
"Rai...Lo perkosa gue..!!" tuduh Shasa sambil memegang selimut nya erat
" Perkosa apa nya?" tanya Raihan bangkit dari tidur nya
" Lo nggak usah ngelak lagi deh Rai, Lo udah perkosa Gue,, brengsek lo"
" Lo amnesia nyonya, bukan nya semalam lo yang nyosor ke gue minta di puasin"jawab Raihan
" Nggak mungkin,gue yakin lo hipnotis gue kan" sangkal Shasa
__ADS_1
" Hipnotis apa nya lo kira gue punya ilmu magic apa, Gue pengusaha bukan dukun cabul.Sayang semalam nggak gue rekam tu saat lo ngemis-ngemis ke gue"
" Rai....Tolong gue Rai... Please Rai" Ejek Raihan membuat Shasa menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Lagian kita kan suami istri nggak masalah juga ngelakuin nya" lanjut Raihan santai
"Nggak masalah buat lo,buat gue masalah lah,gue nggak mau jadi janda yang udah hilang perawan,enakan di lo lah rugi banyak gue"ketus Shasa
" Gimana enak di gue yang semalam teriak keenakan itu malah lo bukan gue"tunjuk Raihan membuat Shasa malu dan melemparkan satu bantal pada Raihan
Shasa menarik selimut nya dan masuk kedalam kamar mandi,dia benar-benar lupa kejadian semalam, bagaimana mungkin dia bisa memohon pada Raihan, seingat nya dia hanya kepanasan dan membuka pakaian nya,apa benar dia yang meminta Raihan sentuh
"Bagaimana nasib gue selanjutnya,gimana kalau gue hamil" batin Shasa
Shasa segera membersihkan diri nya,saat melihat tubuh bugil nya di kaca kamar mandi Shasa melihat banyak bercak merah hasil karya Raihan pada nya benar-benar gila pikir Shasa merutuki dirinya sendiri kenapa bisa tidak sadarkan diri semalam ingin mengadu yang ada dia yang di tertawakan
__ADS_1
Raihan hanya senyum-senyum sendiri mengingat betapa indahnya tubuh Shasa tapi rasa gengsi nya sangat besar untuk mengakui itu
Shasa keluar dari kamar mandi dengan memanyunkan bibirnya kesal karena Raihan memberikan tanda merah hampir di sekujur tubuh nya bagaimana dia bisa bekerja kalau begini
****
Tidak ada percakapan saat sarapan,Shasa hanya tertunduk malu dia tidak berani menatap Raihan dan mertua nya karena sudah pasti mereka bisa melihat jelas leher Shasa yang memerah meskipun sudah di tutupi foundation dan rambut di gerai tetap saja kelihatan,Raihan benar-benar kelewatan batin Shasa
" Nggak kerja Sha?" tanya Melinda yang dari tadi senyam-senyum sendiri melihat penampilan menantu nya ini
" Nggak mi,aku nggak enak badan" jawab Shasa pelan
" Biasa itu Sha untuk pengantin baru" jawab Melinda membuat Shasa tertunduk
"Mi papi berangkat dulu" Pamit Byan mencium pipi Melinda
__ADS_1
" Aku juga berangkat beb,kalau lelah istirahat saja di kamar" ujar Raihan mengedip kan sebelah matanya lalu mencium pipi Shasa dan segera pergi membuat Shasa mengeram kesal, Raihan semakin berani pada nya meskipun semalam dia yang meminta tapi itu di luar kendali nya
Melinda tersenyum melihat keharmonisan Shasa dan Raihan