
Pagi ini Shasa sudah keluar dengan pakaian yang rapi dari kamar nya, Shasa memang tidak memiliki kantor di Jakarta pekerjaan nya hanya di lapangan mengawasi proyek yang sudah dia menangkan kemarin dan sesekali mendatangi kantor pusat yang berkerja sama dengan nya
" Pagi Mi" sapa Shasa pada sang mertua yang sudah dulu bangun dan tengah menyiapkan sarapan untuk mereka semua
" Pagi sayang,mana suami mu?" tanya Melinda
" Suami...!!!" gumam Shasa sedikit bingung
" Ya, suami mu Raihan....!!! di mana anak nakal itu?"
" He...em...masih di kamar mandi mi" jawab Shasa gugup, bisa-bisa nya dia melupakan Raihan sebagai suaminya pagi ini
" Tumben jam segini Raihan belum selesai mandi,habis lembur semalam" goda Melinda tapi Shasa tidak mengerti sama sekali dengan godaan sang mertua
" Iya mi, Banyak kerjaan" jawab Shasa sambil mendudukkan bokong di kursi makan tapi Melinda malah senyam-senyum sendiri
Shasa mengamati semua makanan yang ada di atas meja makan pagi ini,Shasa menyukai semua jenis makanan perempuan ini memang hobi memakan tanpa tau cara membuat nya, Suasana pagi ini sangat berbeda di rasakan Shasa karena biasanya ad ayang Bunda,Ayah dan adik lelaki nya
" Kamu juga ke kantor sayang?" tanya Melinda lagi
" Nggak mi,Hari ini aku masih Free,Dua hari kedepan baru mulai proyek nya" jawab Shasa mengambil beberapa roti tawar
" Pagi sayang" Sapa Byan yang baru keluar dari kamar dan mencium pipi Melinda di hadapan Shasa membuat perempuan cantik itu tertunduk malu melihat kemesraan sang mertua
__ADS_1
" Pagi pi" sahut Melinda tersenyum manis sambil mengambil sarapan Byan, Melinda memang terlihat telaten Melayani suami nya ini
" Pagi Sha...." Sapa Byan menatap sang menantu
" Pagi juga pi"
" Ke kantor Sha?" tanya Byan
" Nggak pi masih Free" jawab Shasa
" Wah bagus tuh,kamu bisa main ke kantor papi hari ini buat papi kenalin ke karyawan lain, ada sebagian karyawan yang tidak bisa hadir kemarin ke acara pernikahan kalian"
Raihan keluar dari kamar nya dengan pakaian yang sudah rapi, lelaki ini memang selalu tampil keren dan mempesona wajar saja banyak perempuan yang tergila-gila pada dirinya selain mapan poin tampan juga cukup di gemari wanita saat ini
" Pagi sayang" ujar nya menatap Shasa dan duduk di sebelah perempuan ini membuat Shasa geli sendiri dengan panggilan Raihan karena dia memang tak terbiasa di panggil oleh Pasangan nya dengan sebutan sayang
" Pagi Rai" jawab Shasa pelan
" Kok Rai sih Sha,Mas....beb atau sayang juga donk" Goda Melinda membuat Shasa tersenyum kaku
" Maklum ma belum terbiasa" bela Raihan sambil mengusap tangan Shasa di atas meja makan dan mengecup nya singkat membuat Shasa menatap tajam pada Raihan tapi tak bisa mencegah nya
Melinda dan Byan tersenyum melihat perilaku Raihan pada Shasa yang terlihat begitu manis
__ADS_1
" Yank aku mau sarapan nasi goreng nya dong tapi dikit aja" pinta Raihan manja pada Shasa membuat Shasa ingin rasa nya memukul kepala Raihan dengan menggunakan sendok makan yang dia pegang tapi dia memang harus menjalankan peran istri yang baik sesuai perundingan mereka semalam
Shasa melayani sarapan Raihan pagi ini dengan senyum yang di buat semanis mungkin
" Rai, papi ingin mengajak Shasa untuk datang ke kantor pagi ini, apa kamu keberatan Rai?" tanya Byan saat Raihan menyuapkan makanan nya
" Huk.....huk...." Raihan terbatuk seketika mendengar ucapan papi nya, memang benar seluruh karyawan kantor susah tau status pernikahan mereka tapi tidak dengan cara Shasa datang ke kantor juga membuat reputasi nya hancur sebagai lelaki sejati yang harus di intili istri,dia bukan papi nya yang malah bahagia saat mami nya datang ke kantor
" Minum beb" ujar Shasa memberikan satu gelas air teh panas langsung ke mulut Raihan dari tadi dia sedikit geram pada tingkah Raihan yang sok romantis
" Panas Sha" kesal Raihan
" Panas....maaf....maaf beb" Ujar Shasa dengan wajah yang di buat polos,Raihan tau kalau Shasa sebenarnya sengaja memberikan nya teh panas
" Awas lo nanti sa,gue bales...!!!" batin Raihan
" Gimana Rai?" tanya Byan lagi
" Boleh....boleh pi, sekalian pengenalan seluruh karyawan pada Shasa agar dia tau siapa saja bawahan suaminya ini" jawab Raihan terlihat santai
Raihan segera mengambil ponsel dari saku celana nya dan tampak mengetik sesuatu lalu memasukkan nya lagi
" Kalau begitu segera bersiap sayang aku tunggu di mobil" Ujar Raihan bangkit nafsu makan nya sudah hilang karena lidah nya terasa sedikit kelu terkena teh panas tadi
__ADS_1