
Makan malam kali ini Raihan hanya diam saja, Dia tidak menatap Shasa sama sekali membuat Shasa susah menelan makanan nya ,Shasa pikir Raihan masih marah pada nya
Raihan menyelesaikan makan malam nya duluan dan duduk di teras rumah sambil menikmati sehat rokok,Raihan bukan perokok aktif hanya sesekali saja bila pikiran nya suntuk
Ponsel Raihan dari tadi berbunyi tapi tidak di hiraukan nya,dia sudah bisa menebak siapa yang menghubungi nya karena dua hari ini Bunga terus mencari Raihan ke kantor tapi di halangi terus oleh Rendra
" Bagaimana pekerjaan nya Sha?" tanya Byan
" Alhamdulillah baik pi, berjalan lancar mungkin beberapa hari ini aku akan lembur karena waktu yang di berikan cukup singkat" jawab Shasa
" Satu tahun waktu yang cukup lama Sha" ujar Melinda
" Tapi aku ingin mengambil satu job lagi mi, jadi dalam dua tahun ini ada dua pekerjaan yang harus di selesaikan"
" Sha,, pikirkan soal anak, jangan terlalu keras bekerja mami tidak menuntut tapi setidaknya kalian punya satu anak untuk penghibur keluarga ini" ungkap Melinda karena dia juga sudah menginginkan cucu dari Zizi sendiri sampai saat ini belum juga kunjung hamil padahal dia sudah berobat kemana-mana
Shasa terdiam, berbicara anak dia tidak bisa menjawab nya karena hubungan pernikahan mereka saja seperti tom and Jerry bagaimana bisa mendapatkan anak
" Mami tidak memaksa kalian tapi setidaknya pikirkan ucapan mami sha" ucap Melinda saat Shasa menyelesaikan makan malam nya
Shasa pamit untuk menyelesaikan beberapa pekerja nya yang memang harus segera di selesaikan
" Bik mana minuman saya?" tanya Shasa saat hendak ke kamar
Bik Isah memberikan satu gelas Jeruk hangat kesukaan Shasa lalu Shasa membawa nya ke kamar
Raihan melirik jam tangan nya sudah pukul sembilan, seperti nya misi nya sudah di kerjakan oleh Bik Isah
__ADS_1
Raihan masuk kedalam kamar dilirik nya Shasa yang tengah berkutat dengan laptop nya dan segelas es jeruk yang sudah tinggal setengah, dia pun segera naik ke ranjang dan menarik selimut untuk segera tidur tapi sebelum nya Raihan memberikan pembatas di antara mereka seperti biasa yang di berikan Shasa
" Rai...kamu masih marah" tanya Shasa pelan tapi Raihan hanya diam kali ini dia berusaha bersikap cuek pada Shasa seperti hal nya Shasa mengerjai nya kemarin
" Rai...maaf aku tidak bermaksud-"
" Gue lelah Sha, mau tidur" ucap Raihan menutup matanya pura-pura tidur
Shasa menghela nafas panjang rasa bersalah nya pada Raihan kali ini benar-benar besar, mungkin karena melihat muka merah Raihan kemarin bahkan malam ini pun masih terlihat sedikit membekas
Shasa menutup laptopnya dan segera menghabiskan jeruk hangat nya lalu menyusul Shasa untuk tidur tapi tiba-tiba tubuh nya terasa panas
Shasa membuka selimut nya dan mengibaskan tangan
" Rai.....Ac nya rusak ya?" tanya Shasa mulai gelisah tapi Raihan hanya diam tak menjawab
" Sha...gue ngantuk" ucap Raihan
Shasa menyingkirkan pembatasan mereka dan mendekat pada Raihan
" Rai....tolong gue Rai panas.... !!!"
" Apa sih Sha,Lo nggak tau ini udah jam berapa waktu nya tidur, berisik banget sih" ujar Raihan menatap Shasa yang sudah semakin gelisah
Shasa segera membuka kaos nya dan meninggalkan tanktop hitam yang menampakkan belahan dada nya membuat Raihan menelan saliva nya,niat hati ingin membuat Shasa menderita tapi malah dia yang menderita melihat kemolekan tubuh Shasa
" Sha pake baju lo" ujar Raihan mengalihkan pandangannya
__ADS_1
" Panas Rai" Shasa merapatkan tubuh nya pada Raihan dan menekan kuat p******a nya di tubuh Raihan membuat tubuh Raihan menegang tapi dia berusaha menahan sekuat tenaga
Shasa menatap bibir Raihan penuh nafsu,dia menginginkan Raihan malam ini
" Rai... bantu gue" mohon Shasa
" Lo kenapa?" tanya Raihan pura-pura bodoh
" Gue butuh lo" ucap Shasa sambil menggigit bibir bawah nya kuat,dia benar-benar tak bisa lagi menahan nafsu nya
Shasa meraba tubuh Raihan membuat Raihan menatap iba pada perempuan itu pasti Shasa akan mengamuk pada nya jika dia tahu kalau Raihan lah dalang di balik semua ini dan Raihan juga tidak mau melakukan nya tanpa cinta karena mereka tidak punya komitmen untuk itu, mereka menikah karena keterpaksaan
" Maafin gue Sha" ucap Raihan pelan tapi Shasa sudah terlanjur tak bisa mengontrol dirinya lagi,Shasa langsung ******* bibir Raihan rakus meskipun tak pernah melakukan hal lebih pada lelaki Shasa mengikuti naluri nya saat ini, Raihan pun terbawa suasana dan membalas ciuman Shasa
Tatapan sayu Shasa dan suara seraknya yang memohon membuat Jantung Raihan berdebar tak karuan. Raihan harus mengakui kalau tubuh Shasa terlalu menggoda membuat nya tidak kuat untuk menahan nya,dia lelaki normal.Raihan mengecup pipi Shasa, kecupan itu turun ke dagu kemudian Raihan menenggelamkan wajahnya dia leher Shasa membuat wanita itu mendesah
" Aaaaahhhh Rai" ucap Shasa gemetar
Nafas Shasa tersengal saat Rai meremas P******a nya,tangan Shasa terangkat saat Raihan membuka Tanktop nya dan melepaskan bra nya. Benar-benar pemandangan indah menurut Raihan,dua buah benda kenyal itu terlihat padat berisi
Rasa geli dan bercampur nikmat menjadi satu saat telapak tangan Raihan memainkan ****** p*******a Shasa, tangan Raihan terus turun menelusup masuk kedalam celana tidur yang di pakai Shasa. Raihan baru saja menyentuh bagian sensitif perempuan ini mengusapnya naik-turun, dengan pelan Raihan memasukkan satu jari nya kedalam sana membuat Shasa menggelinjang kegelian,hanya dengan satu tangan Raihan mampu membuat Shasa o******e
" Rai...pelan" ucap Shasa saat Raihan memainkan jari nya kuat
Cairan kenikmatan milik Shasa keluar sudah membuat perempuan ini sedikit lemas,Raihan segera menarik tangan nya,dia rasa cukup membantu Shasa,Raihan tidak mau kebablasan meskipun mereka sah suami istri tapi Raihan bukan lelaki pengecut yang memanfaatkan keadaan apalagi ini ulah nya
Raihan berlari ke kamar mandi untuk menyelesaikan dirinya sendiri..
__ADS_1