
" Mi sudah lah Zizi pergi juga bersama suaminya jangan terus menangis begitu kalau Zizi tau dia bisa sedih di sana memikirkan mu" bujuk Byan saat mereka sudah sampai di rumah, Melinda masih menangis karena berpisah dari anak pertama mereka itu
"Pi,baru kali ini Zizi pergi jauh pi wajar mami merasa kehilangan" jawab Melinda
" Ya,papi tau tapi Mi kita juga tidak boleh egois karena Zizi punya kehidupan sendiri,Zizi juga berhak bahagia kalau mami begini kasihan Zizi jadi kepikiran,Papi juga sedih mi tapi kita harus bisa melihat kan kalau kita mensupport dia di sana"
Melinda menghapus air mata nya,benar yang di katakan Byan dia tidak boleh egois karena ini juga demi kebahagiaan Zizi, Melinda hanya merasa canggung berpisah dari Zizi.
****
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat sudah beberapa bulan berlalu hubungan Zizi dan Aditya semakin mesra begitu juga dengan Raihan dan Shasa
Setiap hari Melinda selalu menghubungi Zizi dia sana agar mengetahui kabar anak perempuan nya itu, syukur nya Zizi sudah mulai betah dan bisa menyesuaikan diri sebagai istri pemilik hotel mewah di sana,Zizi pun kini sudah lebih percaya diri karena banyak yang menyukai nya termasuk Bella sang mertua.
__ADS_1
Sedangkan Shasa dia akan pergi besok pulang ke rumah bunda dan ayah nya untuk menghadiri pertunangan Abi dan Abel.
***
" Jangan lama-lama di sana sayang mami sendirian di sini" ucap Melinda memeluk tubuh sang menantu,belum kering kesedihan di tinggal Zizi dan kini malah di tinggal Shasa mudik
Shasa pun juga harus menyelesaikan laporan pekerjaan nya pada Dani jadi untuk beberapa pekan ke depan Shasa akan stay di kampung halaman nya,Raihan hanya mengantar kan Shasa dan nantinya dia akan pulang duluan karena Shasa ingin melahirkan bersama dengan Vira tapi untuk rencana itu Melinda belum tau kalau dia tau dia tak akan mengizinkan Shasa pergi dalam waktu lama dia sangat menyayangi Shasa,Shasa bukan seperti menantu tapi lebih seperti anak sendiri bagi Melinda.
" Mami jangan cengeng,malu sama calon cucu nya kalau tau oma nya menangis" goda Shasa yang melihat sang mertua mewek
" Iya,mami tenang saja selesai pekerjaan ku aku akan segera pulang" jawab Shasa tersenyum dan mencium pipi kiri kanan sang mertua setelah itu mereka pamit dan meninggalkan Melinda dan Byan yang mengantarkan mereka ke bandara.
****
__ADS_1
" Kak Shasa jadi datang bun?" tanya Abi
" Jadi tadi Bunda sudah menghubungi nya dan dia akan berangkat pagi ini" jawab Vira
" Mami dan papi?"
" Mereka titip salam,papi Byan banyak sekali pekerjaan sehingga tidak bisa datang tapi mereka berjanji akan datang saat kamu Menikah nanti" jawab Vira yang masih sibuk mengurusi keperluan Abi karena malam ini acara pertunangan nya
" Kenapa harus tunangan bi, langsung menikah saja seperti Kakak mu tidak repot" oceh Vira, memang Vira menyarankan langsung Menikah dan Abel pun setuju tapi Abi yang belum siap dia ingin sukses dulu di dunia bisnis baru menikah sekarang mereka baru sama-sama tamat kuliah.
" Mi,aku punya alasan untuk semua itu,bunda tenang saja ini tidak akan lama" jawab Abi tersenyum kecil
" Ingat meskipun kalian sudah bertunangan harus bisa jaga sikap,Bunda tidak ingin terjadi sesuatu yang membuat aib keluarga" nasehat Vira dan diangguki Abi patuh
__ADS_1
Vira bersyukur memiliki anak seperti Shasa dan Abi, anak-anak yang patuh pada nya, meskipun dulu Dani bukan orang yang baik tapi sejak menikah dengan Vira,Dani selalu berusaha menjadi kepala rumah tangga yang baik dan mencontohkan sesuatu yang baik juga untuk anak-anak nya,Vira pun juga bersyukur tak ada lagi perempuan lain yang mengganggu rumah tangga mereka semua nya berjalan lancar.Bisma dan Bella pun juga sudah hidup bahagia.