
Baru satu hari bertemu mereka sudah di pisahkan kembali oleh Jarak, Setelah jalan-jalan sejenak Zizi mengantarkan Aditya ke Bandara untuk terbang kembali ke Bali.
" Sayang,bulan depan aku akan kemari dan kita akan menikah,aku harap semua nya berjalan lancar tanpa hambatan karena aku sudah tidak sabar untuk menghalalkan mu" ucap Aditya
Zizi memeluk tubuh kekasihnya ini dan di balas pelukan hangat oleh Aditya, seakan enggan berpisah dua sejoli ini tak melepaskan pelukan nya
" Baru juga satu hari bertemu kamu sudah pulang,kamu tau ketika aku bersandar begini terasa sangat nyaman dari suasana apapun Tapi sayang tempat bersandarku akan pergi jauh.Cepatlah kembali, aku ingin bersandar lagi" ucap Zizi
" Mau bagaimana lagi sayang,masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan,kita juga berpisah hanya sementara tidak akan lama dan aku pasti kan saat aku kembali lagi kita tak akan pisah" ucap Aditya mencium kening Zizi menyalurkan rasa kasih sayang nya pada perempuan ini
" Hati-hati di jalan,sudah sampai langsung kabari aku segera" pinta Zizi dan di jawab anggukan oleh Aditya
" Kamu juga hati-hati di sini,dan berjanjilah untuk saling mempertahankan hubungan ini, jaga mata jaga hati.... Aku akan segera melamar mu dan kita menikah! sampai kan salam ku pada semua sayang,aku juga titip Vania jika Rendra lelaki yang baik aku izinkan mereka berpacaran"
" Aku akan menunggu mu kembali, Rendra lelaki baik Dit, meskipun dia sedikit Playboy jika sudah berkomitmen akan di pegang nya sama seperti Raihan" jawab Zizi terkekeh kecil
Aditya melepaskan pelukan nya membuat Zizi sedih, baru saja merasakan memiliki kekasih sudah di tinggal lagi
" Sayang,jaga kesehatan jangan sampai di hari H kita kamu malah jatuh sakit,aku pergi dulu... I Love you" ujar Aditya lagi mencium lama kening Zizi
__ADS_1
Zizi melambaikan tangan melihat kepergian sang kekasih, hatinya kembali akan merindu beberapa pekan ke depan.
****
" Bunda bilang apa tadi yang?" tanya Raihan memeluk tubuh Shasa dari belakang dan mengusap perut nya pelan saat ini Shasa sedang menemani Raihan di kantor tepat nya Shasa merengek minta di ajak belanja dengan alasan takut anak mereka ileran akhirnya Raihan menurut tapi Shasa harus menemani nya dulu di kantor hingga selesai makan siang
" Bunda cuma pesan hati-hati, karena kehamilan nya masih rentan,masih sangat muda" jawab Shasa sambil memandang kearah luar,dia bawah sana pemandangan mobil yang lalu lalang menjadi daya tarik tersendiri untuk Shasa
" Apa nanti belanja tidak membuat mu lelah sayang?" tanya Raihan sedikit khawatir
" Aku rasa tidak beb,aku hanya ingin mencari tas incaran ku saja, setelah itu kita pulang" jawab Shasa
" Baik lah nyonya bos kalau begitu kita harus berangkat sekarang nanti malah kesorean kamu tau sendiri kan mami akan mengoceh pada ku kalau kita pulang malam,katanya itu pantangan untuk ibu hamil muda" jelas Raihan
" Vania" pekik Shasa memeluk sepupu nya ini
" Sha,tumben ke kantor?" tanya Vania
" Seharusnya yang nanya begitu aku, tumben kamu datang ke sini, kalau aku ya ini kantor suami ku,nah kalau kamu?? Calon suami?" goda Shasa membuat wajah Vania memerah malu
__ADS_1
" Rendra ada kok di dalam,cari Rendra kan" lanjut Shasa lagi membuat Vania tak berkutik
" Sayang..." tegur Raihan
" Iya cari Rendra aku ada tawaran pemotretan di sini jadi model beberapa produk baru" jelas Vania
" Rendra yang minta?" tanya Raihan dan di anggukki Vania
" Modus itu beb, palingan si Rendra cari cara buat deketin kamu" jawab Shasa terkekeh kecil
Rendra keluar dari ruangan nya karena mendengar suara sedikit ribut
" Sudah datang?" tanya Rendra pada Vania
" Modus lo bisa aja,,awas kalau lo minta diskon pembayaran sepupu gue" tunjuk Shasa membuat Vania tersenyum,Shasa memang perempuan bawel dia berbeda sekali dengan Vira malah Justru Abi yang lebih pemalu
" Tenang aja gue bayar di muka,asal....."
" Jangan bilang asal jadi pacar lo" Potong Shasa membuat Rendra cengengesan karena Shasa sudah bisa menebak isi kepala nya
__ADS_1
" Udah yang biarin aja mereka ntar mall nya tutup lo"
"Mall tutup nya malam beb" protes Shasa,sejak hamil perempuan cantik ini malah lebih jahil pada orang,dia kerap kali menggoda Orang lain,dari mulai Zizi, Rendra,Vania dan Abel jika berhadapan dengan bumil ini siapa saja akan terkena ejekan nya.