
" Kenakalan apa lagi yang di lakukan Raihan mi?" tanya Byan menatap Melinda yang menghela nafas panjang
Saat ini Melinda membawa Raihan ke kantor Byan karena akan mengadukan perbuatan anak nya ini
" Pi, Raihan dan Rendra lagi-lagi membuat kekacauan,Dia membuat Caca menangis di kelas" Adu Melinda
" Apa yang membuat mu tak bosan-bosannya mengganggu Caca Boy apa kau menyukai nya?" tanya Byan
" Tidak.....!!!! Caca mengejek ku dan Rendra pi dia bilang kami tidak pernah pergi liburan" jawab Raihan
" Liburan??"
" Ya,,papi sibuk dengan pekerjaan papi sedang kan mami sibuk menjaga kak Zizi jadi kita tidak pernah menghabiskan waktu bersama apalagi setelah oma tiada" keluh Raihan
" Jangan Liburan di jadikan alasan karena kenakalan mu" ucap Melinda
" Memang begitu ada nya mi, tante Aira juga pernah mengeluh tidak pernah di ajak om Sam jalan-jalan" jawab Raihan
Memang benar mereka jarang sekali menghabiskan waktu bersama apalagi dengan kesibukan Byan, Melinda pun juga sibuk mengurus dua anak nya ini memastikan mereka terurus
" Sekarang belum waktunya libur sekolah,kalau sudah penerimaan lapor papi janji kita akan libur" jawab Byan
__ADS_1
" Benar pi??"
" Hmmm dengan satu syarat nakal mu di kurangi jangan membuat mami mu bertambah pusing dan untuk Caca dia perempuan jangan selalu kamu usili apa perkataan papi tempo hari tidak masuk di otak mu?" ucap Byan
"Apa pi?" tanya bocah ini dengan rendah karena memang lupa
" Perempuan untuk di lindungi bukan di sakiti" jawab Byan membuat Raihan mengangguk patuh
" Oke...!!!" seru Raihan bahagia
" Pi, Jangan memberikan harapan yang tidak bisa kamu wujudkan bukan nya pekerjaan mu masih banyak dan pembangunan kafe untuk Zizi pun masih belum terealisasi"ucap Melinda
" Sayang,, menyenangkan anak tidak masalah bukan lagi pula apa yang di katakan Raihan ada benar nya kita jarang sekali liburan sesekali kita nikmati waktu bersama ajak Rendra, Sam dan juga Aira "
" Kemana?"
" Kamu yang tentukan ke mana, karena kebahagiaan kamu adalah kunci kebahagian keluarga kita" jawab Byan tersenyum
Melinda berpikir sejenak seperti nya seru jika mereka berlibur ke tempat Vira saat Vira melahirkan nanti,. Setidaknya menjalin hubungan keluarga yang sempat pecah dulu lagi pula Melinda sudah mengikhlaskan Dani begitu juga Dani sudah pasti mengiklas kan nya sejak menikah dengan Vira
" Baiklah kemana pun yang mami katakan kalian harus ikut" ujar Melinda tersenyum manis
__ADS_1
" Oke...." sahut Byan dan Raihan serentak
****
" Sayang aku lihat akhir-akhir ini kamu sering sekali memainkan ponsel sambil tersenyum,apa ada yang lebih menarik di dalam ponsel mu selain aku?" tanya Dani menarik ponsel Vira dan melihat nya
Dani mengerutkan keningnya melihat Vira menonton Video tiktok Raihan yang sedang menjahili Zizi
" Kenapa ada pada mu yang?"
" Aku dan mbak Melinda sering bertukar kabar mas,dia sudah aku anggap seperti kakak ku sendiri,apa kamu keberatan?"
" Bukan masalah keberatan sayang tapi aku malah takut nya kamu cemburu bagaimana pun Melinda adalah masa lalu ku"
"Tapi bukan masa depan kan? lagi pula kalian sudah memiliki hidup masing-masing,mbak Melinda sudah bahagia dengan keluarga nya begitu juga kita kecuali jika kamu yang masih menyimpan rasa" jawab Vira
"Ngaco.....!!! hanya rasa bersalah tapi lambat laun semua itu sudah sedikit berkurang dengan melihat kebahagiaan keluarga nya"
" Terlalu Dangkal pikiran ku mas jika aku cemburu dengan mbak Melinda, kecuali Clara memang aku cemburu karena di terang-terangan mendatangi ku dan meminta kamu, buktinya dengan mbak Bella aku tidak cemburu kan kita bisa berkomunikasi dengan baik karena Mbak Bella pun fokus pada rumah tangga nya, selagi tidak menginginkan mu aku tidak akan cemburu tapi jika mereka menginginkan mu aku tidak bisa tinggal diam mas,aku istri sah mu" jelas Vira berlagak sok galak
" Jangan terlalu galak sayang nanti anak kita malah tidak mengenali mama nya yang manja ini" goda Dani menarik Vira kepelukan nya membuat Vira terkekeh kecil
__ADS_1