
"Belanjaan siapa mi di atas meja banyak banget" ujar Raihan saat mereka sarapan,Zizi memang belum membawa semua belanjaan nya ke dalam kamar karena semalam dia sangat lelah
" Calon pengantin" jawab Melinda tersenyum menggoda Zizi yang baru keluar kamar
" Mami apaan sih" ujar Zizi Malu
" Nah memang belanjaan kamu kan kak,Terus mami harus jawab apa coba"
" Nggak harus calon pengantin juga kali mi"
" Udah-udah nggak usah debat,Shasa mana Rai,nggak sarapan?" tanya Byan menengahi nya
" Lagi telponan sama bunda pi,biasa lah manja-manja an" jawab Raihan yang tadi melihat Shasa masih menghubungi sang mertua
" Seharusnya kamu yang manjain Shasa bukan malah bunda nya" ketus Zizi
" Kalau aku kan manjain nya beda lagi kak" jawab Raihan cengengesan
" Di perhatikan Rai,Shasa mau nya apa ntar ngeces lo anak kamu kalau kemauan ibu nya tidak di turuti" ujar Melinda
" Iya mi, sampai saat ini nggak ada yang Shasa pengen" jawab Raihan
__ADS_1
" Siapa bilang nggak ada yang pengen,aku minta beli tas branded terbaru belum kamu belikan beb" celetuk Shasa yang baru datang
" Itu bukan ngidam yang kamu nya aja yang doyan belanja,bukan aku nggak boleh sayang,kemarin di Bali kamu udah borong tas lo! masa sekarang mau tas lagi,kan kita udah sepakat kalau kamu nggak kerja lagi setelah proyek ini selesai"
" Nggak kerja bukan berarti nggak butuh tas Beb" rengek Shasa
" Iya... sayang aku paham tapi di pakai dulu tas yang di beli di Bali kemarin, kalau terlalu banyak kan mubazir" jelas Raihan membuat Byan dan Melinda saling tatap sejak kapan Raihan jadi bijak begitu dulu tau nya hanya menghamburkan uang saja,apa sejak dia memegang perusahaan Raihan jadi perhitungan.
" Aditya nginep di mana Zi?" tanya Melinda
" Di apartemen Vania mi,dia bilang siang ini akan pulang ke Bali"
" Kata nya masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan,bulan depan kita udah acara takut nggak selesai nanti" jawab Zizi
" Ya, Aditya seorang pebisnis, apalagi di bidang perhotelan jadi tidak bisa di tinggal kan begitu saja,banyak rekan bisnis nya yang datang dari luar Negeri dan meminta dia langsung yang menyambut nya" jawab Byan
" Dari mana papi tau?" tanya Raihan
" Aditya banyak bercerita pada papi saat di Bali,papa nya juga bilang begitu Aditya ada beberapa hotel yang harus di urus jadi dia susah untuk meninggalkan Bali"
" Aku rasa kakak yang harus mengalah untuk pindah ke Bali kak"ucap Raihan menatap Zizi yang sedang menikmati sarapan nya
__ADS_1
" Kalau memang harus begitu tidak ada salah nya,bukan nya tugas seorang istri ikut suami" jawab Zizi santai,dia sudah menyiapkan semua nya,jika Aditya memang meminta nya untuk ikut ke Bali mau tak mau dia akan ikut untuk semua aset nya di sini bisa di kelola oleh orang kepercayaan nya nanti
" Cie... yang mau jadi istri" goda Shasa membuat Zizi mengulum senyum nya
***
"Jam berapa berangkat kak?" tanya Vania
" Siang.....!!" Jawab Aditya singkat
" Aku ada pemotretan pagi ini kak,jadi tidak bisa menemani kakak"
" Tidak masalah,kakak akan jemput kak Zizi dan dia yang akan mengantar kan kakak nanti ke Bandara"jawab Aditya
" Kak,kakak sudah yakin dengan Kak Zizi,dia janda lo kak, sedangkan kakak singel apa nanti tidak akan berpengaruh untuk karir kakak kedepannya?" tanya Vania serius,selama ini dia memang tidak pernah membahas tentang Zizi pada Aditya
" Van, cinta itu datang tanpa alasan,kakak bertemu dengan Zizi di saat dia terpuruk tapi perasaan kakak dia lah wanita tercantik,di samping nya tanpa melakukan apa-apa tetap membuat kakak bahagia,Zizi wanita kuat dan hebat!" Jawab Aditya tersenyum sambil membayangkan wajah Zizi
"Dia sudah pernah merasakan sakit nya ke gagalan sehingga kakak yakin dia akan setia.Janda bukan kemauan nya Van, takdir yang sudah membawa nya ke sana, Justru kakak bersyukur dia Janda hingga kami di pertemukan. Untuk karir kakak rasa tidak akan berpengaruh karena dia bukan istri orang,dia sah sudah tak memiliki pasangan lagi, kalau di bilang orang akan mencemooh itu salah Zizi perempuan yang cantik dan menarik dia Smart bisa di bawa dalam acara apapun dan yang terpenting dia bukan wanita matre seperti perempuan di luar sana karena Zizi sendiri sudah punya itu semua,bahkan bisa jadi lebih kaya Zizi dari pada kakak,tapi bagaimana pun juga kakak yang harus bertanggung jawab dengan kehidupan nya setelah kami menikah" jelas Aditya mantap
Vania menatap kakak lelakinya ini Aditya seorang lelaki bertanggung jawab beruntung Zizi mendapatkan nya,Zizi juga pernah cantik berhati lembut,jika bukan kakak nya yang menikahi Zizi susah pasti banyak lelaki yang menginginkan Zizi.
__ADS_1