
Shasa menarik selimut dan satu bantal nya lalu meletakkan di sofa
" Rai lo tidur di sofa ya" ujar Shasa ketus
" Kenapa nggak lo aja..!!" jawab Raihan tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel
" ini-" belum selesai Shasa berbicara sudah di lanjutkan Raihan
" Rumah lo....!!! Gue tau ini rumah lo,ini kamar lo dan semua ini milik lo tapi gue mau ingetin lo kalau gue ini suami sah lo....!!! jadi gue berhak tidur di kamar lo,bahkan berhak atas diri lo" potong Raihan santai
" Gue nggak mau terjadi hal-hal yang tidak di inginkan Rai,,jadi lo yang tidur di sofa"
" Nggak di ingin kan gimana,Otak lo aja yang ngeres ya, Atau jangan-jangan lo beneran pengen ngerasain malam pertama kita "
" Rai..... pikiran lo kesitu mulu deh,Gue lagi nggak mau berdebat Rai" ujar Shasa mulai ketakutan
" Gue juga nggak mau berdebat Sha tapi nggak mesti gue tidur di sofa juga kan?? kalau elu gue bawa ke Jakarta kan ke rumah gue tu gimana kalau gue minta lo tidur di sofa nanti selama di sana,mau lo??" tanya Raihan mulai kesal
" Ya nggak lah....gue perempuan Rai,di mana-mana lelaki sejati harus mengalah sama perempuan" jawab Shasa
__ADS_1
" Jadi karena gue nggak mau tidur di sofa gue bukan lelaki sejati gitu"
" Bisa jadi...!!" sahut Shasa
Raihan bangkit dari ranjang dan segera membuka kaos yang dia kenakan membuat Shasa segera menutup mata nya
" Rai...lo gila ya" pekik Shasa kesal
" Lo izinin gue tidur di ranjang atau gue tunjukin sejatinya gue malam ini sama lo" ancam Raihan
" Lelaki gila.....!!!" Umpat Shasa mengambil beberapa bantal untuk di jadikan pembatas tidur mereka dan Shasa segera menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya
" Bodo'...." sahut Shasa dari dalam selimut nya
Raihan tersenyum puas bisa menentang semua keinginan Shasa pada nya,Raihan tipe lelaki yang tidak suka di perintah apa lagi saat ini Shasa adalah istri nya Raihan berhak penuh terhadap diri Shasa tapi rasa gengsi kedua nya membuat mereka tidak bisa akur...
****
Tangan Raihan sudah mulai menjalar ke arah baju tidur yang di kenakan Shasa, bantal pembatas sudah hilang entah kemana
__ADS_1
"Argghh...." ******* lolos dari bibir Shasa saat tangan Raihan berhasil menyelinap masuk di dalam Bra berwarna hitam itu dan meremas gundukan kenyal yang sangat padat menatang membuat Raihan semakin kalap, nafsu nya sudah berada di ubun-ubun memecah keheningan, membuat Suara bergemah di kamar yang terbilang cukup luas itu, Dengan lihai Raihan membuat Shasa takluk di bawah kendalinya tanpa sedikit pun ada penolakan , keringat bercucuran sudah membuat keduanya saling bertukar sensasi, membuat keduanya melupakan perdebatan yang mereka alami beberapa hari ini,yang ada hal menyenangkan dan sangat nikmat itu yang sedang di pikiran anak adam dan hawa saat ini, persetan akan gensi,keduanya benar-benar menikmati permainan mereka
" Rai....." Gumam Shasa pelan, merasa kan milik nya berkedut kencang saat Raihan memompa pelan di bawah sana, milik Raihan benar-benar membuat Shasa sesak, Perempuan judes ini tak bisa lagi berkata apa-apa
Setelah pelepasan itu terjadi, keheningan lagi-lagi memecah, tak satupun yang mendengar aksi mereka, kamar dengan wangi bunga Lavender itu menjadi saksi untuk malam pertama mereka yang baru saja terjadi ini
"Sha....Sha.. ... sadar Sha" Suara bisik itu terdengar tepat di telinga Shasa yang sedang tertidur pulas
Bola mata Shasa terbuka dengan pelan, lalu menyadari jika dia baru saja mimpi melakukan nya dengan Raihan tentu membuat Shasa begitu malu menatap wajah lelaki itu di hadapan nya
"Ya tuhan … apa yang membuat ku sampai bermimpi demikian?" batin Shasa mencoba menetralkan detak jantung nya dan melupakan bagaimanakah ia memimpikan Raihan merabanya ... mencumbunya hingga tubuh nya meliuk keenakan
"Lo kenapa?" tanya Raihan curiga karena Shasa seperti cacing kepanasan meliukkan tubuhnya
" Nggak,,gue cuma kegerahan" jawab Shasa cepat
" Selimut lo yang buat gerah"
" Suka-suka gue" jawab Shasa ketus dan tidur kembali
__ADS_1
" Raihan nggak boleh tau kalau gue baru sudah mimpiin dia,bisa besar kepala dia " batin Shasa memejamkan matanya kembali