
" Kapan kamu akan menikah Rai, usia mu sudah tidak muda lagi apa kamu tidak tertarik untuk menikah?" tanya Melinda pada putra kesayangannya ini
Raihan Saputra lelaki berusia 29 tahun dengan postur tinggi berkulit putih seperti orang Korea ini membuat banyak para perempuan menginginkan nya, apalagi dengan kekayaan nya tak perlu di ragukan lagi, Tapi Raihan sama sekali tidak tertarik untuk menikah bukan karena tidak nafsu melihat wanita tapi bagi Raihan sia-sia di karuniai wajah tampan kalau tidak di manfaatkan,dia masih menikmati masa lajang nya bergonta-ganti pasangan membuat Melinda kerap kali bingung sendiri menghadapi anak lelakinya ini
"Sudah berulang kali mami mencoba menjodohkan mu dengan anak-anak teman mami tapi kau selalu tidak datang di saat pertemuan. Sadar lah Rai, Umurmu ini sudah 29 tahun! Sudah waktunya menikah dan menjalin rumah tangga! Teman anak mami saja yang usianya 22 tahun sudah mempunyai seorang anak bahkan ada yang dua. Kau ini sebenarnya normal, 'kan Rai?! Kau ini tidak suka dengan batangan, 'kan?! Awas saja kalau kau berbelok menyukai pria, mami tidak akan segan-segan untuk memotong burung mu sampai habis!!" oceh Melinda panjang lebar pada Raihan
******* kesal terdengar dari mulut Raihan mendengar tuduhan tidak berdasar itu. "Aku belum kepikiran untuk menikah mi karena hanya akan menghambat karirku. Dan aku masih normal, mi. Tidak mungkin aku menyukai kaumku sendiri." ujar Raihan
" Karir apa nya, tiap hari kau hanya huru-hara tidak jelas perusahaan masih papi yang sibuk mengurusi nya, ingat Rai jika kau tidak berubah jangan harap papi akan memberikan perusahaan pada mu,papi akan minta pada suami Zizi untuk mengurusi nya" ancam Melinda membuat Raihan bertambah kesal
"Aku tidak ingin menikahi perempuan sembarangan, mi. Aku hanya ingin menikah satu kali dalam seumur hidup. Makanya aku tidak ingin terburu-buru." jelas Raihan kesal.
Melinda berkacak pinggang. "Makanya mami yang bantu pilihkan selama ini. Semua perempuan pilihan mami bukan perempuan sembarangan."
"Tapi aku tidak ingin dijodohkan. Aku ingin memilih sendiri." Raihan kembali berkutat dengan komputernya karena saat ini mereka sedang berdebat di kantor,Tadi Melinda sengaja datang untuk menemani Byan makan siang dan mampir di ruangan Raihan
Wanita paruh baya itu mencak-mencak kesal mendengar perkataan cuek anaknya tiap kali membahas masalah ini. "Mami ingin segera punya menantu agar tidak kesepian di rumah saat kau bekerja!! Mami juga ingin punya cucu yang lucu-lucu!!"
" Minta pada kak Zizi saja mi,dia sudah menikah dua tahun tapi belum juga mendapatkan anak, berarti pernikahan tidak menjamin punya anak kan..!!" jawab Raihan santai
__ADS_1
"Dasar anak durhaka! Ku kutuk kau segera punya istri dan anak ada saja jawaban mu" kesal Melinda segera keluar dari ruangan Raihan
"Anak itu, membuatku cemas saja. Bagaimanapun caranya, dia harus menikah secepatnya." Desis Melinda kesal
" Kenapa lagi mi?" tanya Byan saat melihat Melinda masuk kedalam ruangan nya dengan wajah marah dan mulut masih mengoceh
" Pi Raihan itu tidak bisa di diamkan, mami tau kalau di luar sana dia kerap kali berganti pacar, Apa dia tidak bisa sedikit saja berubah pi, apalagi gaya pacaran nya hanya menghamburkan uang tak jelas" oceh Melinda
" Tapi dia bekerja mi sudah sepantasnya dia menikmati hasil kerja keras nya" bela Byan
" Ini yang mami tidak suka dari jawab papi selalu saja membela nya, papi tau berapa yang di keluarkan Raihan dalam satu bulan? hampir satu miliar pi,,ada tagihan tas, kosmetik pakaian bahkan toko pakaian dalam wanita" ucap Melinda menggebu-gebu meskipun mereka kaya Melinda tidak suka Raihan menggunakan uang seenaknya apalagi untuk wanita yang tidak jelas
" Sisa nya pakai uang siapa? ya tabungan dia pi, lama-lama bisa habis,Mami tidak yakin kalau Raihan yang mengelola perusahaan, bisa-bisa satu bulan sudah gulung tikar kita" oceh Melinda lagi
Memang di perusahaan jabatan Raihan sebagai Wakil CEO dan Byan masih menjadi CEO nya sedangkan pemilik perusahaan di jabat oleh Melinda sendiri sejak sang mertua perempuan nya meninggal untuk itu Melinda masih sering datang ke kantor untuk rapat penting
" Lalu mami mau nya bagaimana?" tanya Byan lembut
" Kita harus segera menikah kan Byan pi agar dia bisa berubah" jawab Melinda
__ADS_1
" Jika dia tidak berubah? atau malah bertambah parah?"
" Mami yakin Raihan berubah pi, Dengan menikah dia memiliki rasa tanggung jawab apalagi jika memiliki anak Raihan akan semakin semangat bekerja" jelas Melinda dan diangguki setuju oleh Byan
" Tapi siapa Mi?"
" Itu urusan mami yang jelas mau tidak mau Raihan harus menikah dengan perempuan pilihan mami karena perempuan pilihan nya hanya mau uang Raihan saja" ucap Melinda masih dengan nada kesal
" Terserah mami papi percaya kan semua pada mami" ucap Byan menghela nafas panjang,dia sendiri juga sudah menyerah menghadapi kenakalan Raihan
***
Numpang promo, klik Profil ku ada cerita baru Mencintai Saat Menunggu Perceraian
Berkisah tentang perempuan Sholeha yang ikhlas saat suaminya minta poligami tapi sang pelakor ingin merebut Suami nya seutuhnya
bagaimana kisah selanjutnya pindah ke judul sebelah sambil menunggu ini up,kisah nya mengandung bawang ya para pembaca sekalian
Yang mau coment ini di kelarin dulu,jangan khawatir tiap hari Author akan up di masing-masing judul dengan porsi masing-masing....
__ADS_1
terimakasih atas perhatian dan dukungan nya, Jangan lupa tinggalkan jejak di sana dan di sini,Like.... coment dan Vote,🙏🙏