
Hari kepulangan pun tiba dia mana mereka harus menyudahi acara liburannya.
" Waktu bersenang-senang nya telah berakhir di lanjutkan untuk cari cuan nya, Pekerjaan sudah menanti kita semua" Ujar Byan terkekeh kecil
" Yah... padahal rasa nya baru sebentar ya beb,masih pengen di sini" ucap Shasa memeluk tubuh Raihan mesra sambil melirik Zizi yang sibuk dengan barang-barang nya
" Jangan menyindir ku!!" sahut Zizi yang tau akan sindiran adik iparnya ini membuat Shasa menyengir
" Tapi benarkan " goda Abel membuat wajah Zizi memerah
" Mana kak Aditya?" tanya Shasa yang tak melihat lelaki tampan tersebut
" Pergi sebentar" jawab Zizi,tadi Aditya pamit pada nya karena ada keperluan sebentar
" Oke....semua sudah siap berangkat?" tanya Dani dan di angguki semua nya kecuali Zizi yang memang belum mau meninggalkan Bali tapi apa boleh buat mau tak mau dia harus pulang ke Jakarta karena kafe nya pun harus di urus di sana membuat Zizi bimbang
" Tunggu sebentar lagi yah, tunggu kak Aditya" jawab Shasa yang seakan tau kegundahan ipar nya ini
Zizi hanya menunduk kan kepalanya karena dia semua nya belum bisa berangkat
" Oke masih ada waktu setengah jam lagi kalau 15 menit Aditya tidak datang terpaksa kita berangkat karena tidak mungkin menunggu lagi nanti malah ketinggalan pesawat" ujar Dani
Kali ini mereka berbeda tujuan Dani langsung pulang ke Kota mereka sedangkan Byan dan Melinda pulang ke Jakarta, mereka harus kembali ke rutinitas seperti biasanya, bekerja keras mencari cuan untuk menyambung hidup dan pasti nya untuk menyenangkan istri-istri mereka
" Vania nggak pulang?" tanya Melinda yang melihat Vania tidak membawa koper
" Tidak tante aku masih harus menyelesaikan beberapa job di sini mungkin Minggu depan akan pulang" jawab Vania tersenyum manis
__ADS_1
Tak berapa lama terlihat Aditya dari kejauhan berlari kearah mereka,Zizi menghela nafas lega karena Aditya bisa datang tepat waktu
" Maaf sedikit telat ada yang harus di selesaikan dulu" ujar Aditya sedikit ngos-ngosan karena berlari
" Ayo berangkat" ajak Raihan
Mereka menaiki mobil,Vira dan Dani berpamitan dengan Bisma dan Bella lalu di ikuti yang lain nya
Zizi menyalami punggung tangan calon mertua nya ini
" Jangan takut Aditya lelaki setia" bisik Bella membuat Zizi mengangguk kecil, Sebenarnya memang itu yang di takut kan Zizi, Aditya lelaki tampan pasti banyak di kelilingi wanita cantik
" Kamu tenang saja sayang akan mama bantu jaga" lanjut Bella tersenyum kecil. Dia menyukai Zizi yang bersikap santun perceraian nya dan Alex bukan kehendak nya tapi karena Alex yang tak bisa menerima Zizi sepenuhnya bahkan Alex berniat jahat pada Zizi.
" Pulang dulu ya Mbak" ujar Vira memeluk Bella
" Seperti nya kedatangan kalian yang akan kami tunggu di Jakarta" sahut Dani tersenyum menatap kearah sang keponakan
" Amiiin.... "Jawab Bisma dan Bella serentak
Aditya dan Vania ikut mengantarkan mereka semua ke Bandara
Dada Zizi terasa sesak akan berpisah dari Aditya,baru saja merasa kan manis nya berpacaran sudah di pisahkan oleh jarak
" Titip Zizi Ren,jangan cari kesempatan dia calon istri ku!" tegas Aditya menepuk pundak Rendra
" Oke bos" jawab Rendra memberikan jempol nya lalu menarik koper Zizi untuk jalan duluan meninggalkan pasangan yang sedang di mabuk cinta ini, Rendra tak ingin jadi obat nyamuk bila menunggu orang yang bucin sedang berpisah
__ADS_1
" Hati-hati di jalan" ucap Aditya saat mereka hendak berpisah
" Jangan tidur terlalu malam,jaga kesehatan dan jangan lupa minum Vitamin mu" ujar Zizi mengingat kan calon suami nya ini
" Sayang,, sebenarnya aku ingin sekali ikut dengan mu Ke Jakarta tapi banyak yang harus aku selesaikan dulu di sini,sejak berkenalan dengan mu, aku serasa enggan menjauh dari mu, kenapa kita harus di pisahkan oleh jarak?"
" Mungkin ini cara tuhan agar kita bisa merindu" jawab Zizi
" Itu sudah pasti,ntah aku bisa melalui nya atau tidak! jangan lupa beri aku kabar tiap waktu,aku bisa gila kalau kamu tidak memberikan ku kabar"
" Jangan alay,,kita sudah dewasa" cebik Zizi membuat Aditya Memeluk tubuh perempuan cantik ini
" I Love You" bisik Aditya lalu mengeluarkan satu buah cincin berlian dari saku jas nya dan menyematkan di jari manis Zizi membuat Zizi terkaget
" Jaga cincin ini seperti kamu menjaga cinta kita,ini bukti keseriusan ku sayang,anggap aku sudah melamar mu karena saat aku meminta mu pada Papi dan Mami aku tak sempat menyiapkan cincin"
" Terimakasih kamu sudah mau menerima ku apa ada nya meskipun aku seorang-"
" Cup" satu kecupan di layangkan Aditya di bibir mungil Zizi membuat Zizi terdiam
" Aku tak ingin dengar apapun yang aku tau aku mencintaimu sepenuh hati ku,jangan berpikir macam-macam sebentar lagi kita akan menikah"
" Kak Zizi ayo" pekik Abel dari kejauhan,Zizi mengangguk kan kepalanya
" Aku pergi" pamit Zizi berjalan meninggalkan Aditya
" Hati-hati ingat ada aku yang selalu ada untuk mu" pekik Aditya dan di balas anggukkan dari perempuan cantik ini
__ADS_1
Zizi terus memandangi cincin berlian yang baru saja di sematkan calon suaminya ini, ini hal yang paling manis menurut Zizi.Kepala nya sedikit pusing memikirkan berjauhan dari Aditya