
Raihan dari tadi sibuk melirik jam tangan nya,ingin sekali rasa nya memutar waktu hingga jam satu siang sesuai permintaan Sang nyonya kalau jam satu minta di jemput
" Kenapa?" tanya Rendra yang melihat Raihan dari tadi sibuk melirik jam tangannya
" Tidak.... hanya ada janji dengan seseorang" jawab Raihan
" Bunga...!!" tebak Rendra
" Tidak ada perempuan yang lebih baik yang bisa kau tebak, gue punya istri" ketus Raihan
" Sorry bro setahu gue hanya Bunga yang bolak balik nyariin lo,jadi sekarang sudah mengakui kalau punya istri" goda Rendra membuat Raihan bertambah kesal
" Percuma bicara dengan orang jomblo" ejek Raihan
" Ck... mentang-mentang punya istri sudah berani bicara jomblo sekarang, tunggu Abel datang ke Jakarta akan gue lamar dia"
" Hahaha.....jangan mimpi om Rendra,elo bukan tipe Abel,dia perempuan muda menyukai lelaki muda bukan om-om kaya lo" ejek Raihan lagi membuat Rendra mencebik
" Dari pada bicara sama lo membuat kepala gue mumet lebih baik gue pulang jemput si bebeb" Raihan berdiri dan segera keluar ruangan
" Bucin.....!!!" pekik Rendra
" Dulu aja nolak,udah tau enak nggak mau pisah" gumam Rendra pelan
****
Raihan sengaja menunggu Shasa sebelum jam Shasa pulang karena dia tidak mau terlambat ntah kenapa Raihan sangat bersemangat sekali, Raihan seperti ABG yang sedang jatuh cinta, menunggu tak jadi masalah untuk nya
Sambil bersiul dan memainkan ponselnya Raihan sesekali melirik kearah kantor menanti kedatangan Shasa
" Udah lama?" tanya Shasa yang langsung masuk kedalam mobil Raihan
" Lumayan, langsung pulang?" tanya Raihan
" emangnya mau kemana?" tanya balik Shasa
" Makan dulu,biar ada tenaga" goda Raihan tidak pmenaikkan alisnya
" boleh" jawab Shasa tersenyum manis
__ADS_1
" Jangan terlalu manis senyum nya nanti diabetes"
" Gombal" Cebik Shasa membuat Raihan tertawa kecil
Raihan sendiri geli melihat dirinya yang mulai alay padahal dulu dia tidak pernah merayu wanita
" Makan di mana?" tanya Raihan
" terserah di mana saja,aku nggak milih-milih makanan asal bisa di makan aku oke aja" jawab Shasa
" Restoran jepang"
" Boleh"
Akhirnya pasangan suami-istri ini memilih restoran Jepang untuk makan siang mereka kali ini
Raihan memesan beberapa menu makanan dan minuman dalam jumlah cukup banyak
" Rai banyak banget"
" Buat tenaga Sha" jawab Raihan tersenyum kecil
" Tapi nggak sebanyak ini juga Rai,ini mubazir" tegur Shasa,Shasa memang mewarisi sifat bunda nya yang lebih suka berhemat tapi bukan berarti Shasa pelit dia hidup masih seperti kebanyakan anak orang kaya hanya untuk hal yang mubazir Shasa sangat tidak suka
" Sha ini restoran mahal tempat nya para pengusaha makan jangan buat malu Sha"
" Justru mahal mubazir jika di buang" jawab Shasa santai
" Rai,,masih banyak orang yang kesusahan di luar sana, untuk sekedar makan nasi saja mereka susah jangan terlalu berlebihan Rai,tuhan tidak suka hal yang berlebihan" ingat Shasa lagi membuat Raihan menggeleng kan kepalanya selama jalan dengan perempuan yang ada mereka menikmati semua yang di pesan Raihan bahkan ada yang makan dengan rakus berbeda dengan Shasa yang malah memikirkan mubazir dari pada gengsi nya, Shasa benar-benar perempuan baik, sayang Raihan terlambat menyadari nya
" Aku ke toilet dulu Rai,, kebelet...!! titip tas ya" ucap Shasa pamit
Alex masuk kedalam restoran di temani rekan bisnis nya dilirik nya kiri kanan mencari kursi tapi dia malah menemukan Raihan yang lagi duduk sendiri, sedang apa lelaki itu pikir Alex
" Anda duluan saja pak,ada adik ipar saya di sana,saya sapa sebentar nanti saya menyusul" ucap Alex
" Rai.... Sama siapa?" sapa Alex menepuk pundak Raihan
" Hai....Kak Alex, Sama Shasa lagi ke toilet,kak Alex belum sempat kenalan dengan istri ku bukan ,semalam kami buru-buru ayo aku kenal kan" jawab Raihan
__ADS_1
" Maaf Rai Kakak sedang ada meeting di sana,lain kali kita Double date bareng,tentukan saja tempat nya" ucap Alex segera pamit
Alex bukan ketempat rekan bisnis nya tapi berjalan ke arah toilet
" Sha...." ucap Alex mencengkeram tangan Shasa yang hendak berjalan keluar,Alex sengaja menunggu Shasa di depan pintu toilet
" Mas Alex..." gumam Shasa pelan dia terlalu syock bertemu Alex di sini bagaimana jika Raihan melihat mereka
" Aku ingin bicara"
" Sudah tidak ada yang perlu di bicarakan mas,ingat status kita saat ini sebagai ipar" tekan Shasa mengingat kan posisi Alex saat ini
" Sha,,maaf....Maaf kan aku Sha karena-"
" Stop tidak perlu mengingat kan apa yang sudah terjadi karena itu hanya masa lalu"
" Sha dengar kan dulu penjelasan ku Sha" pinta Alex
" Lima menit" mohon Alex
" Tiga menit" ucap Shasa melihat jam di pergelangan tangan nya
" Aku masih mencintai mu Sha" ucap Alex
" Ck....cinta....!!! kamu bilang cinta setelah meninggal kan ku dalam keterpurukan mas,kamu tau berapa lama aku trauma hingga bunda kasihan pada ku mas?" bentak Shasa
" Sha,,aku terpaksa melakukan nya karena bisnis keluarga ku hancur hanya Zizi yang bisa aku manfaat kan saat itu Sha,aku tidak mencintainya,aku hanya mencintai mu...!! percaya aku Sha"
" Mas,,jangan bicara cinta kalau saat ini kita tidak akan bisa bersama lagi" jawab Shasa
" Bisa Sha, kita bisa bersama lagi perusahaan papa ku sudah stabil aku akan tinggalkan Zizi untuk mu, tinggalkan Raihan untuk ku Sha"
" Kamu kira pernikahan hanya untuk mainan mas,gila kamu"
" Ya...aku sudah gila Sha,aku gila karena kamu aku pikir dalam beberapa tahun ini kamu tidak akan menikah sampai perusahaan ku bangkit kembali tapi nyatanya aku salah kamu malah menikah dengan Raihan adik ipar ku"
Shasa hendak beranjak pergi tapi tangan nya lagi-lagi di tarik Alex
" Sha aku rela tak memiliki anak sampai saat ini hanya karena masih mencintai mu Sha,aku akan tinggalkan Zizi demi kamu" ucap Alex menatap tajam mata Shasa
__ADS_1
Shasa mencoba melepaskan cengkraman Alex lalu mendorong tubuh nya yang mulai mendekat
" Jangan Gila kamu mas" ujar Shasa lalu pergi