
Semua sudah sampai di Bandara dan bersiap akan berangkat, pasangan bucin ini tidak terpisahkan meski sedetik pun membuat semua yang memperhatikan mereka jengah, Raihan yang selalu manja pada Shasa membuat Rendra sering mengejek bos sekaligus sepupu nya ini,Abi dan Abel pun seolah mulai menunjukkan kemesraan mereka,Abel tak ingin terpisah dari Abi meskipun hanya masalah tempat duduk membuat Zizi harus duduk dengan Rendra
Renda seakan seperti orang bodoh yang tengah mengawal orang bucin membuat nya menyesal harus ikut ke Bali kalau hanya ini tontonan yang dia lihat
Sekilas semua nya seperti pasangan sesungguhnya, baik Abel dan Abi, Zizi dan Rendra membuat orang berpikir kalau mereka semua akan pergi ber bulan madu dan para orang tua menjadi pengawal nya tapi nyatanya tidak hanya Raihan dan Shasa pasangan sesungguhnya di sini kecuali pada orang tua
" Yang,nanti aku mau semalaman jangan keluar ya,aku mau kamu sampai nggak bisa jalan besok pagi" bisik Raihan
" Gila....!!!" cebik Shasa membuat Raihan gemas untuk tidak mengecup bibir istrinya ini
" Beb, lihat tempat dong,ini di pesawat" kesal Shasa tapi Raihan hanya menyengir tanpa dosa
Shasa tertidur di sebelah Raihan tautan tangan mereka tak berpisah membuat gemas yang melihat nya
"Hoek.....huek....." Shasa memuntahkan isi perutnya saat mereka sudah keluar dari dalam pesawat
" Kenapa yang?" tanya Raihan panik sambil menggosok tengkuk Shasa
" Mungkin Jet lag" sahut Shasa sambil meraih air mineral yang di berikan oleh Abel
__ADS_1
" kok bisa?" tanya Raihan lagi
" Sudah lama nggak pernah naik pesawat lagi beb, mungkin efek masuk angin juga semalam "jawab Shasa lagi karena memang semalam Raihan tak ingin menutup tubuh mereka dengan selimut,Raihan ingin leluasa memeluk Shasa dalam dekapan nya
Raihan menggosok tengkuk Shasa dengan minyak angin dia kasihan melihat istrinya ini yang sudah memuntahkan isi perutnya
" Kuat jalan nya yang kalau nggak aku gendong" tawar Raihan
" Kuat...." jawab Shasa cepat dia tidak mau malah jadi tontonan orang banyak siang ini
Mereka segera menuju hotel yang sudah di pesan oleh Raihan
" Shasa masih sakit Rai?" tanya Dani yang tak melihat Shasa keluar kamar malam ini hanya Raihan saja
" Katanya lelah yah,ini aku belikan makanan dia mau makan di kamar aja" Jawab Raihan
" Teh hangat nya sekalian Rai,kalau Shasa masuk angin biasanya di gosok minyak angin sama minum teh hangat,Suhu Ac nya jangan terlalu dingin Rai" ingat Vira
" Biarkan istri mu istirahat dulu Rai jangan terus menerus di kerjain" ucap Melinda membuat Raihan sedikit malu, mami nya ini seperti bisa menebak isi kepala Raihan
__ADS_1
" Ya sudah nanti kami ke sana setelah makan malam" ucap Dani lagi
" Ya Yah,aku masuk dulu semua kasihan Shasa sendirian"
" Teh hangat nya mana Rai?" tanya Zizi
" Nanti minta di belakang saja kak" sahut Raihan sambil melenggang ke arah kamar mereka di lantai dua
Shasa merasa tubuhnya sedikit tidak enak, perut nya sudah lapar dari tadi karena banyak muntah hingga tak menyisakan asupan makanan tapi Raihan belum juga kembali ke kamar,Shasa berniat keluar untuk mencari suami nya itu. Saat Shasa keluar kamar dia malah bertabrakan dengan seorang lelaki
" Brugk...." membuat lelaki itu menarik tangan Shasa dan memeluk nya agar tak terjatuh
" Shasa" ucap Lelaki itu mengenali wajah Shasa
" Shasa....." pekik Raihan yang melihat jelas istri nya berpelukan membuat Raihan geram siapa lelaki yang berani memeluk istrinya ini
Raihan mengepalkan tangannya hingga teh hangat yang dia bawa terjatuh kelantai tanpa memperdulikan lagi teh tersebut mengenai kaki nya, hati nya sakit saat Shasa tak kunjung melepaskan pelukan nya dari lelaki itu
" Siapa dia?" tunjuk Raihan,bukan malah melepaskan tapi Shasa memeluk erat lelaki yang sudah menyelamatkan nya dari tabrak tadi
__ADS_1