
Beberapa hari berlalu saat ini Shasa tengah tertidur nyenyak dalam dekapan suami nya Raihan beberapa pekan menjadi suami-istri membuat mereka semakin erat,dan saling mengetahui sifat satu sama lain,Raihan yang tidak mau di tinggal oleh Shasa membuat pekerjaan nya pun sering di berikan pada Rendra terkadang membuat Rendra mengeluh karena pekerjaan nya selalu bertambah,Byan tidak mempermasalahkan semua nya karena dia tau kalau Raihan sedang menikmati masa pengantin baru nya saat ini
Ponsel Shasa berdering membuat Shasa terbangun dari tidur nyenyak nya dan meraih ponsel di atas nakas
" Hallo...." jawab Shasa masih dengan setengah sadar
" Hallo" tapi tak ada jawaban membuat Shasa jengah dan menutup kembali tapi tiba-tiba masuk satu pesan dan di buka oleh Shasa
" Temui aku di hotel xx sore ini,kalau tidak aku akan katakan pada Zizi hubungan kita dahulu dan aku akan menceraikan Zizi karena kamu Sha"
Shasa terdiam,baru saja akan mendapatkan kebahagiaan kenapa Alex harus kembali lagi,dia sudah bisa melupakan bayangan Alex dan menerima Raihan sebagai suami nya tapi kini Alex malah mengacaukan semua nya,apa yang harus Shasa jelaskan pada Raihan, bagaimana cara dia menceritakan nya, apakah Raihan akan percaya pada nya?? banyak pertanyaan di benak Shasa dia bingung dengan situasi saat ini
Bagaimana jika Alex benar-benar menceraikan Zizi karena nya sudah pasti Zizi akan marah pada dirinya mungkin bisa tak mau melihat Shasa lagi
Shasa segera bangkit ke kamar mandi hari ini memang mereka libur karena siang ini Bunda Dan Ayah Dani akan datang
Shasa terlihat gelisah apa dia harus menuruti perintah Alex
****
"Bunda..." pekik Shasa saat keluar kamar melihat Bunda nya sudah datang,dia segera memeluk perempuan yang sudah melahirkan nya ini,rasa rindu yang sudah memuncak di dada nya. Di cium nya pipi Vira berkali-kali ingin sekali Shasa bercerita pada perempuan terhebat nya ini tapi Shasa tau kalau Vira pasti lelah,Shasa beralih pada Abel yang duduk di sebelah nya
" Mana Abi bun?" tanya Shasa
__ADS_1
" Sedang di taman belakang sama Ayah dan Papi Byan" sahut Melinda yang baru keluar membawakan beberapa cemilan, karena sang besan akan datang Melinda membuat kan makanan banyak
" Bagaimana keadaan kamu sayang?" tanya Vira
" Alhamdulillah baik bun,seperti yang bunda lihat aku tambah gendutan disini,mami selalu masak makan enak bun jadi nya aku lahap terus makan nya" jawab Shasa terkekeh kecil
" Kakak saja yang rakus" ejek Abel membuat semua ikut tertawa
" Bunda kangen nggak sama aku?" tanya Shasa
" Ya nggak lah, sekarang mah ada aku yang gantiin kakak" celetuk Abel
" Iya Abel hampir tiap Abel main ke rumah sampai-sampai papa dan mama nya kesal" cerita Vira sambil tertawa kecil mengingat betapa marah nya Della meminta Abel untuk pulang tapi tidak di gubris oleh Abel dia lebih nyaman di rumah Vira dan Dani karena ada Abi yang selalu ada untuk nya dari pada di rumah yang hampir tiap hari mendengar perdebatan papa dan mama nya
" Lo kenapa???gue cuma bercanda kali mana mau lo sama Abi, Secara dia anak mami" ucap Shasa lagi membuat Abel tersenyum terpaksa padahal ini hal yang paling dia nanti di jodohkan dengan lelaki pujaan nya
" Sayang...." pekik Raihan keluar dari kamar nya dengan wajah kusut baru bangun tidur
" Ya....." sahut Shasa yang asik mengunyah kue buatan sang mertua
" Sayang...he...ada Bunda, Kapan datang bun?" tanya Raihan menyalami punggung tangan Vira dan duduk di sebelah Shasa dengan mendorong kecil Abel
" Sudah satu jam lalu,kalian lagi tidur nggak enak mau di bangun kan" jawab Vira
__ADS_1
" Beb,,,di sana masih lapang lo" tegur Shasa karena tingkah Raihan yang mengusir paksa Abel
" Nggak,,,maunya deket kamu" jawab Raihan santai membuat Vira dan Melinda tersenyum sedangkan Abel cemberut
" Nggak asik deh om Raihan" kesal Abel
" Udah bel ngalah aja, Raihan lagi bucin-bucin nya sama Shasa" ucap Melinda mengulum senyum nya
" Nggak di kantor,nggak di rumah selalu di bilang bucin padahal sama istri sendiri,iya nggak yang?" Raihan menatap Shasa yang asik mengunyah makanan nya
" Bagi yang" pinta Raihan menarik tangan Shasa dan memasukkan dalam mulut nya membuat Shasa kesal
" Beb,itu kan banyak" tunjuk Shasa pada makan di atas meja
" Mau nya yang dari tangan kamu" cengir Raihan membuat Abel mengalihkan pandangannya seperti hendak mau muntah
" Huek.... dulu aja curhat nya kesel sekarang Alay" sindir Abel
" Bukan gue ya bel,,,Raihan yang bucin nya parah" sanggah Shasa
" Tapi Lo suka kan....!!" tebak Abel membuat Shasa malu,jujur Shasa lebih nyaman dengan tingkah Raihan yang sekarang meskipun terkesan alay tapi Shasa merasa menjadi perempuan beruntung yang bisa menikah dengan pengusaha terkenal,kaya, tampan dan penyayang, Raihan tidak pernah bersikap alay seperti ini pada perempuan lain kecuali dirinya sehingga membuat Shasa merasa di sayang dan di perhatikan Raihan
" Beb,,mandi dulu gih nanti ngobrol sama ayah di belakang,di sini khusus perempuan" perintah Shasa
__ADS_1
seperti kerbau di colok hidungnya Raihan mengangguk patuh,saat ini Raihan malah takut kalau Shasa merajuk atau marah pada nya jadi sebisa mungkin apapun perintah Shasa akan dia turuti.