
Dingin nya Ac kamar membuat Raihan terbangun dan mencari Remote
Beberapa kali Raihan memencet angka agar suhu ruangan normal tidak sedingin di salju
" Rai.. gue panas" ucap Shasa
" Selimut lo buka,,,bukan malah suhu Ac lo buat kaya dia salju"
" Rese lo Rai,,balikin lagi nggak ke angka tadi"
" Nggak"
" Rai..... lihat ni gue keringatan"
" Salah siapa pake selimut sampai keleher gitu,Gue nggak tertarik kok lihat tubuh lo jadi biasa aja tidur nya"
" Ck..... sekarang aja lo bilang nggak tertarik ntar gue tidur lo pegang-pegang" cebik Shasa membuat Raihan terdiam dia pernah dua kali mengamati wajah Shasa tapi tidak memegang
" Fitnah banget lo,udah tidur ini masih malam gue nggak mood berdebat"
" Maka nya balikin lagi ke angka tadi"
" Nggak"
Shasa mencoba mengambil remote dari tangan Raihan tapi malah di sembunyikan Raihan di bawah paha nya
__ADS_1
" Ambil kalau berani" tantang Raihan membuat Shasa kesal,mana mungkin dia berani mengambil di bawah sana
Akhirnya malam ini Shasa mengalah dengan tidur tidak memakai selimut seperti biasanya
****
" Aaakkkk" pekik Shasa membuat Raihan terbangun dari tidurnya
" Apaan sih Sha masih pagi juga"
" Tangan lo Rai..." ucap Shasa menutup matanya melihat satu tangan Raihan di atas dada nya membuat Raihan menarik cepat,Ntah kemana perginya bantal yang menjadi pembatas mereka
" Pantesan lembut.. gue kira bantal Sha" cengir Raihan
" Cari kesempatan aja lo"
" Mandi gih air hangat lo udah gue siapin " ucap Shasa keluar dari kamar mandi membuat Raihan bingung kenapa mendadak baik begini
" Lo sakit??" tanya Raihan memegang kening Shasa
" Apa an sih lo Rai,baik salah...jutek salah" tepis Shasa
" Gue nggak yakin niat lo baik"
" Emang gue elu yang suka nyakitin wanita,gue juga punya hati Rai nggak kaya' Lo,naluri gue sebagai perempuan juga ada,apa lagi saat ini gue istri" ucap Shasa mulai mewek membuat Raihan ikut terbawa suasana
__ADS_1
" Maaf Sha,, gue bukan bermaksud nuduh lo tapi-"
" Udah lah Rai gue capek, Gue nggak sanggup jika harus berdebat dengan lo tiap hari ,gue harus kerja tolong sudahi perdebatan ini Rai" ucap Shasa pelan, wajah nya sudah terlihat sendu
" Maaf Sha....maafin gue" aku Raihan mendekat dan memeluk tubuh perempuan yang sudah menjadi istri nya itu
" Gue mandi dulu ya Sha, tunggu gue di luar kita berangkat bareng" ucap Raihan dan diangguki Shasa
Shasa segera bersiap dia tidak akan menunggu Raihan karena sudah pasti akan ada kejadian yang menghebohkan nanti
Shasa tersenyum puas tidak sia-sia dia dulu pernah ikut kelas akting waktu kuliah meskipun di tentang oleh Dani karena Dani tidak menyukai seni mengalir pada Diri Shasa membuat perempuan cantik itu fokus pada kuliah bisnis nya
Shasa segera pamit pada Melinda dan Byan dengan alasan takut telat di hari pertama kerja
Raihan melihat air yang sudah berada di bathtub bagaimana pun juga dia masih curiga tidak mungkin Shasa mengakhiri perdebatan mereka begitu saja tapi air ini terlihat jernih tidak ada yang mencurigakan, Raihan memasukkan satu tangan nya takut kalau Shasa memasukan semua air panas bisa-bisa melepuh kulit mulus nya tapi ternyata tidak,suhu air nya pas berarti Shasa benar-benar ikhlas melakukan nya, sejenak Raihan ingin berendam dulu sebelum bekerja agar tubuh nya terasa Fress
Raihan masuk kedalam bathub dan memejamkan matanya sejenak tapi baru lima menit berendam Raihan merasakan tubuhnya gatal, beberapa kali dia mengaruk nya tapi bertambah gatal,Raihan keluar dari Bathub dan menyiram tubuh nya dengan air bersih menggosok kuat agar rasa gatal nya menghilang tapi sia-sia tubuhnya semakin gatal Raihan yakin ini kerjaan Shasa
" Shasa....... "pekik nya kuat
Sikap baik Shasa benar-benar melengahkan nya..
" hahahaha... mampus lo,gue yakin saat ini lo lagi garuk-garuk kaya monyet" gumam Shasa tak berhenti tertawa di dalam mobil membuat sang sopir bingung
Ponsel sudah di matikan oleh Shasa dia tidak mau pekerjaan nya terganggu karena Raihan yang akan menghubungi nya karena ingin meluapkan amarah
__ADS_1
Kemarin Shasa membeli serbuk gatal yang di jual bebas di online shop karena bentuknya putih jadi tidak akan merubah warna air sehingga Raihan tidak akan curiga, Bubuk ini juga ditaburi Shasa ke beberapa titik di baju kerja Raihan, yang pasti nya lelaki songong itu tidak akan bisa bekerja hari ini.