
Shasa bingung dengan kamar hotel yang dia masukin kenapa justru sudah berubah menjadi kamar pengantin, apa dia salah kamar seperti cerita-cerita novel yang menceritakan masuk kedalam kamar presidential suite dan bercinta dengan CEO tampan.
Berulang kali Shasa memastikan nya tapi ini memang benar nomer kamar nya 60 bahkan alat makeup Shasa masih lengkap di atas meja hias tapi kemana Raihan,dalam sekejap lelaki itu menghilang,ada kejutan apa lagi! bukan nya tadi dia tengah merajuk
Raihan memeluk tubuh Shasa dari belakang dan mencium tengkuk perempuan cantik ini
" Sayang aku ingin malam ini menjadi malam pengantin kita" bisik nya mesra
" Hahaha..... kau sudah gila beb, sudah beberapa bulan kita menikah bahkan milikku saja sudah longgar oleh mu dan sekarang kau ingin malam pengantin" ucap Shasa terkekeh
" Yang aku sedang ingin romantis tidak bercanda" cebik Raihan membalikkan tubuh Shasa menghadap pada nya dan m****m*t rakus bibir perempuan bawel ini, tangan Raihan sudah bergerak aktif di d*d* Shasa tanpa aba-aba membuat Shasa mendesah, lelaki ini memang mampu menghancurkan pertahanan Shasa
Suasana romantis tercipta jelas saat Raihan mencecap lembut wajah Shasa
__ADS_1
Raihan sudah tak tahan. Pria itu membuka celananya dan menurunkannya,lalu membawa Shasa ke ranjang yang penuh dengan taburan hiasan bunga mawar.
Shasa sungguh terbuai dengan perlakuan Raihan, awalnya tadi dia yang akan marah karena mendengar cerita Vania tapi kenyataannya perempuan ini tidak mampu berucap saat Raihan membungkam mulutnya dengan ciuman panas
Shasa mendesah nikmat begitupun Raihan saat keduanya sudah menyatu, hentakan kecil yang di berikan Raihan membuat Shasa tak hentinya meracau, benar kata pepatah kemarahan bisa hilang dengan berhubungan ini yang di rasakan Shasa saat ini,tak ada perasaan cemburu ataupun marah Shasa dengan senang hati melayani Raihan.
***
Pagi ini Aditya sudah menjemput Zizi di depan kamar nya membuat Abel menatap lama Aditya dari bawah sampai atas lelaki ini benar-benar idaman, Aditya yang tengah memakai celana training dan kaos kensi dengan handuk kecil di leher membuat dia ketampanan nya bertambah berkali-kali lipat, apalagi badan kekar nya terlihat jelas lelaki ini suka olahraga.
" Bel....Zizi mana?" tanya Aditya dengan nada sedikit tinggi membuat Abel tersadar dari lamunannya
" Ada....ada di da-lam kak, sebentar!!" ucap Abel gagap dan segera masuk
__ADS_1
" Kak,, kalian mau olahraga bareng?" tanya Abel dan di anggukki Zizi
"Sumpah kak Adit keren banget kak,pakai apapun doi keren abis, hati-hati kak di tikung orang" ucap Abel semangat
" Kok jadi kamu yang gregetan sih bel" ujar Zizi sambil memasang satu tali sepatu nya,pagi ini Aditya dan Zizi sudah janjian untuk fitness bareng di ruangan Fitness yang ada di hotel tersebut
" Abis nya Abel gemes gitu kak sama Kak Adit pengen cium" ucap Abel sekena nya
" Husf.....anak kecil nggak boleh nakal!" senyum Zizi lalu bersiap keluar
" Kak kalau kakak nggak mau Abel siap tampung" pekik Abel dan di jawab senyuman oleh Zizi,di kira nya Air apa di tampung!!
Zizi tersenyum keluar kamarnya
__ADS_1
" Kenapa Abel teriak gitu?" tanya Aditya saat Zizi keluar kamar membuat Zizi kaget memegang dada nya,bukan hanya kaget dengan ucapan tiba-tiba Aditya tapi kaget dengan penampilan macho Aditya benar kata Abel Aditya lelaki keren apapun yang dia kenakan sangat cocok mungkin karena postur tubuh nya yang tinggi,putih dan perut kotak-kotak membuat perempuan meleleh di dekat nya
Zizi dari tadi tak berhenti tersenyum,dia bahagia sekali bisa mengenal Aditya lelaki baik dan perhatian menurut nya, Aditya juga tak berhenti memperhatikan Zizi yang terlihat sangat cantik pagi ini.