Kisah Cinta Duda Tampan Sekuel Mami Sambung

Kisah Cinta Duda Tampan Sekuel Mami Sambung
mencoba


__ADS_3

" Kamu kenapa pucat?" tanya Raihan melihat Shasa yang terlihat sangat gelisah


" Nggak cuma agak gerah aja" ucap Shasa sedikit mengibas tangan nya


"Ac nya rusak Rai" ucap Shasa mengotak-atik Ac mobil Raihan


" Nggak,,malahan udah Full" jawab Raihan tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan


" Kamu marah sama Oma Lastri?" tanya Raihan lagi


" Kamu...." ucap Shasa bingung Raihan memanggil nya kamu


Raihan meminggirkan mobil nya dan menatap Shasa


" Sha mulai sekarang belajar panggil aku-kamu karena aku suami kamu Sha bukan teman" tekan Raihan


" Lo aneh Rai,kesambet apaan" ucap Shasa tertawa geli, mungkin saja ini salah satu trik Raihan untuk mengelabuhi nya atau ingin balas dendam pada nya


" Sha aku serius" ujar Raihan mencengkeram lengan Shasa dan menatap wajah nya membuat perempuan cantik ini gugup


" Rai....Apaan sih, pasti ada yang nggak beres deh" ucap Shasa melihat kiri kanan takut Rai akan mengerjai nya lagi

__ADS_1


Raihan langsung m*lum*t bibir Shasa dan membuat Shasa yang tak ada persiapan terdiam kaku tidak membalas dan tidak juga membuka mulutnya


Raihan menggigit bibir Shasa agar perempuan itu membuka nya dan memberikan Raihan askes untuk mengobrak-abrik di dalam sana, masa bodoh setelah ini Shasa akan marah atau bahkan menampar nya.Raihan tidak bisa berhenti membayangkan tubuh Shasa semalam, hingga dia merutuki dirinya sendiri kenapa dia tidak memasuki Shasa semalam agar perempuan ini tidak bisa lagi lari dari nya atau pun membahas perpisahan,Raihan sudah terjerat oleh pesona Shasa hanya saja dia malu mengakui nya, buktinya saja dia tidak suka jika seseorang menjelekkan Shasa di hadapan nya atau pun ingin merebut Shasa dari nya, Shasa seperti game bagi Raihan yang membuat nya candu dan tak bisa dia tinggal kan


Jantung Shasa berdegup kencang merasakan bibir Raihan menempel di bibir nya, apakah semalam juga begini saat dia tidak sadar kan diri tetapi kenapa rasanya begitu nikmat pikir Shasa


Dirasakan kedua nya kehabisan nafas Raihan melepaskan bibirnya dia sudah siap mendapatkan tamparan dari Shasa tapi Shasa tidak melakukan nya Shasa malah memalingkan wajahnya kearah pintu mobil dia terlalu malu mengakui kalau ciuman Raihan sangat nikmat untuk nya


Raihan menghidupkan music di mobil nya untuk menghilangkan rasa gugup, di jalan kan nya kembali mobil untuk mencari rumah makan ataupun kafe yang masih buka


" Hmmmm...mau makan dimana Sha?" tanya Raihan membuka suara nya


" Terserah" jawab Shasa pelan, dia belum berani menatap Raihan


" Kamu kedinginan Sha?" tanya Raihan dan diangguki Shasa pelan,Raihan segera mengatur volume Ac nya agar Shasa tidak merasa kedinginan padahal bukan karena itu yang membuat tangan Shasa dingin tapi karena ciuman Raihan tadi


" Sha,aku mau mulai sekarang kita bisa saling menerima pernikahan ini, karena sampai kapan pun kita tidak akan bisa berpisah ada peran Mami dan Bunda di sini" ucap Raihan sambil menghela nafas panjang karena butuh berjuta keberanian berbicara pada Shasa saat ini


" Kenapa tiba-tiba berbicara begitu? apa karena merasa bersalah sudah menikmati tubuh ku,jika ia tidak perlu begitu semalam kan juga karena kesalahan ku" ucap Shasa yang belum sepenuhnya bisa menerima ucapan Raihan,Shasa masih trauma dengan Raihan


" Sha,, jangan menganggap aku ini lelaki brengsek,aku tidak seburuk itu" jawab Raihan membuat Shasa mencebik

__ADS_1


" Aku pikir percuma bertengkar yang tak ada habisnya karena kita tidak akan bisa berpisah,aku tanya apa kamu ingin kita berpisah setelah apa yang kita lewati semalam?" ucap Raihan membuat wajah Shasa merona malu mengingat bekas bercak merah nya pun belum menghilang


" Cukup Rai,aku tidak mau membahas itu" elak Shasa


" Tapi kita harus bahas Sha,kita suami istri" tekan Raihan


" Istri apa nya,kita menikah karena terpaksa mungkin lebih tepat nya terjebak oleh Mami dan Bunda" jawab Shasa karena sempat mendengar percakapan bunda dan sang mertua saat masih di rumah nya tapi untuk menolak juga sudah tidak bisa mereka sudah menikah dan Shasa tidak ingin mengecewakan bunda nya,tapi kini Shasa memikirkan bagaimana harus menjalani pernikahan bersama Raihan dengan Alex sebagai ipar nya,Alex cinta pertama nya yang membuat dia terpuruk bahkan trauma terhadap laki-laki


" aku akui kita menikah karena terpaksa tapi semakin kesini aku semakin ada keterikatan pada mu, sebentar saja kita tak bertemu rasa ada yang kurang pada diri ku" aku Raihan


" Ya,jelas saja ada yang kurang karena kerjaan mu tiap hari hanya menjahili ku" jawab Shasa ketus


" Hahaha....tapi aku rasa karena itu membuat kita semakin dekat Sha dan saling ketergantungan" jawab Raihan terkekeh


" Ayo Sha kita coba membuat pernikahan ini menjadi nyata seperti bunda dan ayah,mami dan papi serta kak Zizi dan Kak Alex" ucap Raihan membuat Shasa terdiam saat mendengar nama Alex dia masih penasaran dengan lelaki itu kenapa bisa menikah dengan Zizi dan meninggal kan dirinya


" Baiklah akan aku coba" Jawab Shasa mencoba tersenyum meski pun dia belum begitu yakin dengan hatinya saat ini


" Berarti nanti malam tidak ada lagi bantal di tengah-tengah ranjang kita" ucap Raihan sambil tertawa kecil


" Enak saja,tetap ada...Aku menerima belum tentu menyerahkan semua nya pada mu"

__ADS_1


" Terlambat aku sudah mengetahui semua nya" jawab Raihan mengulum senyum manis nya


Shasa mencubit kecil pinggang Raihan membuat lelaki tampan ini menjerit dan menarik Shasa kedalam pelukannya


__ADS_2