Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 13


__ADS_3

Farel pergi kearah belakang sekolah. Saat perjalanan menuju ke sana, Ia bertemu dengan gerombolan anak cowok, yang terlihat keluar masuk pintu dinding. Ia pun langsung bersebunyi dibalik dinding.


Pintu dinding itu terlihat persis dengan dinding, sangatlah sulit untuk membedakannya.


Saat situasi aman, Farel pun langsung pergi kearah pintu dinding itu, karena waktu SMA dulu Ia seorang badboy dan juga ada tempat seperti itu juga, Ia bisa dengan mudah mengenalinnya dan langsung mendorong pintu itu.


Pintu dinding itu begitu berat sekali, hingga Farel harus mengeluarkan tenaga sekuatnya untuk membukanya. Saat pintu itu terbuka terlihat sebuah warung biasa dengan dekoran sedikit gaul dan seorang Wanita paruh baya serta Wanita muda yang ia kenali tengah berbincang. Ia pun pergi menghampiri wanita itu, namun langkahnya terhenti.


"Bu! sebenernya Aku nggak suka Reza yang Aku sukai itu Farel," ucap wanita muda itu.


"Farel? Siapa itu nak, kok ibu nggak pernah dengar," jawab Ibu itu.


"Anak baru Bu," sahut Syakila memberitahu.


"Ohh baru to, beneran nak Killa teh suka sama nak Farel? dipastiin dulu nak, takutnya nak Syakila salah," sahut Ibu itu yang awalnya berdiri didepan Syakilla dan sekarang berpindah duduk disamping di sampingnya, "Nak Kila kan sukanya dalam waktu singkat sama nak Farel sedangkan sama nak Reza dah lama deket. Masa iya nak Syakila suka sama nak Farel bukan sama nak Reza."


Syakila menoleh kearah ibu warung itu. Apa yang dikatanya benar, kedekatan dirinya dan Reza sudah lama, tapi ia menyukai Farel yang baru beberapa hari ia temui.


Belum sempat Syakila jawab, seseorang sudah mendahuluinya


"Udah lama kok Bu, dari saat jadi janin aja Kita udah kenal," sahut Farel tiba-tiba, membuat Syakila dan ibu warung itu terkejut.


"Astaugfirullah, kaseppp, kasepp, bikin ibu jantungan aja, aduhhh untung-untung jantung ibu nggak lepas," ucap Ibu warung sembari mengusap dadanya dan Farel hanya tertawa kecil.


"Maaf Bu, saya Farel." ucap Farel memperkenalkan diri.


"Oalahh ini to yang namanya Farel, pantesan nak Syakila langsung suka," ucap ibu warung dengan senyum cerah, "kaseppp begini mah ibu juga langsung suka."


Syakila berusaha mengatur jantungnya yang terus maraton "eh eh Bu, suaminya mau dikemanain" ucapnya berusaha nimbrung.


"Aduhh nak Kila mah bikin mood Ibu hancur. Suami ibu teh kan lagi kerja, lihat yang bening-bening dulu buat asupannn, masa ibu tiap hari harus lihat yang keriputan," ucap bu warung.


"Wah wahhh wajib lapor nih sama Bapak warung, nggak bisa dibiarin ini," ucap Syakila.


"Heheheee canda nak, ya udah ibu teh mau masuk sebentar kilian ngobrol aja dulu," ucap bu warung, "Nak Kila kalau jadian jangan lupa ya traktir Ibu." bisik ibu warung ditelinga Syakila sebelum pergi.


Blushhh


Wajah Syakila memerah dan jantungnya semakin berdetak kencang, "Aduhh berhenti dong, entar Farel denger gimana," batinya khawatir.


Farel telah duduk disamping Syakila. Ia melihat wajah Syakila yang malu-malu membuat dirinya tersenyum.


Syakila melihat ke arah samoing, ia melihat Farel yang tersenyum membuatnya langsung memalingkan wajah secepatnya karena nggak kuat.


Farel menyangga kepalanya dengan tangan kanan dan melihat kearah Syakila. Syakila yang merasa ditatap tidak ingin menolehkan wajahnya, jantungnya terus berdebar dengan kencang.


"Gue nggak tau, Syakila yang gembul ini ternyata suka sama gue," ucap Farel sembari tersenyum nakal.


"Ng-ngak tuh, Lo salah denger," jawab Syakila tanpa menoleh.


"Hmm masa, coba lo lihat mata gue,." ucap Farel menggoda, "kalau nggak berani itu artinya bener, Lo suka sama gue."


Syakila pun langsung menoleh kearah Farel, "gue berani kok," sahut Syakila lantang.


Farel tersenyum, "lihat dong mata gue selama semenit aja," pintanya.


"Siapa takut," ucap Syakila, setelah itu ia melihat ke arah mata Farel.


Syakila dan Farel saling bertatapan dan tak lama, "I love you" ucap Farel tiba-tiba.


Blushhh


Degh degh degh


Syakila salting dan kaget, Ia langsung berdiri dari duduknya, "A-pa-apa an nih, Lo curanggg" protesnya tidak terima.


"Nggak, emang begini caranya, biar gue tau Lo bohong atau nggak," sahut Farel dengan posisi duduk biasa dan mengahadap Syakila


"Tapi kenapa harus kalimat itu," kesal Syakila.


"Kenapa emangnya?" tanya Farel.


"Lo tanya kenapa? Kalau ada yang denger gimana? Lo mikir dong kalau mau ngomong!"


"Gue udah pikirin Sya."

__ADS_1


"Terus menurut Lo, apa yang lo lakuin ini bener."


Farel yakin Syakila merasa ia permainkan "Syakila pasti salah paham," batin Farel.


Farel teringat apa yang dikatakan Papahnya, saat pulang dari kediaman Syakila malam minggu kemarin.


...FLESBACK ON...


Farel yang berada di dalam mobil terlihat tengah mengemudi, Ardi yang ada dibangku samping sang Anak dan Mila yang ada dibangku belakang. terlihat sedang berbincang-binacang.


"Nak! karena kamu sudah besar Papah mau ingetin kamu, Jadilah lelaki yang baik, bertanggung jawab, penyayang dan PEKA." ucap Ardi menasehati dan diakhir kata sedikit menekan.


"Emang aku nggak peka?" batin Farel bertanya-tanya, "Kenapa Papah menekan kata peka?" tanyanya.


"Terkadang cewek itu susah ditebak, Kita sebagai Cowok harus pintar dan peka, Cewek itu mudah salah paham dan mudah tersakiti, karena Wanita itu pada dasarnya selalu menggunakan hati mereka, tidak otak mereka," sahut Ardi memberitahu.


"Ihhhhh Papah," protes Mila tidak terima dan mencubit pinggang Ardi dari bangku belakang.


"Aawww sakit mahhh," keluh Ardi pada Mila, sembari memegang pinganggnya yang terasa nyut-nyutan


"Huh syukurinn," ucap Mila sembari memalingkan wajah ke arah luar jendela mobil.


"Pesen Papah, kalau kamu suka langsung bilang aja, biar nggak ada salah paham," saran Ardi, "Huff sakit bangett," keluhnya sembari mengusap pinggang.


Mila pura-pura tidak tau dan bermain handphone, sedangkan Farel hanya diam sembari mengemudikan mobilnya.


...FLESSBACK OF....


"Sya! kalau kamu suka Aku, jujur aku juga," ucap Farel spontan dan serius


Syakila kaget, ia melihat keseriusan Farel, "Apa gue nggak salah dengerrr, ini kan terlalu cepat, gue belum siap astagaaaa" batin Syakila bingung dan gembira menjadi satu, 'Lo ngomong apa sih Rel, jangan bercanda deh" sahutnya.


Farel berdiri didepan Syakila, "Apa wajah gue kelihatan bercanda?" tanya Farel.


Jarak antara mereka begitu dekat membuat Syakila mundur satu langkah, namun Farel ikut maju satu langkah juga, hingga terpojok di dinding dan tatapan mereka saling bertemu, jantung Syakila terus berdenyutan.


"Kalau lo serius, Terus Adel gimana?" tanya Syakila yang masih terpojok.


"Adel?" tanya Farel sembari menaikkan satu alisnya.


"Iii i-ya"


"Apa? Lo nggak tau adel suka sama Elo," tanya Syakila kesal.


"Gue tau," jawab Farel.


"Lo tau, tapi lo lakuin ini ke gue?" ucap Syakila kesal dan kecewa.


Farel menghela nafasnya dan mundur selangkah, "aku ceritain biar kamu nggak salah paham."


...FLESSBACK ON....


Adel, Farel, Amira dan David Kini sedang berada dipakiran Cafe. Amira dan David sudah duluan pergi hanya dan hanya tersisa Adel dengan Farel.


"Ayo!" ajak Farel masuk kedalam mobil, namun tangannya di tahan oleh Adel.


"Bentar Rel," ucap Adel menghentikan Farel dan pergi mendekat ke arahnya, "Rel! gue mau langsung ngomong aja, kalau Gue suka sama Elo."


Farel menaikkan alisnya, "Lo serius?"


"Iiii i-iya, kenapa lo tanya kaya gitu?" ucap Adel sedikit bingung.


"Jujur lo kayaknya salah, cara lo ngomong dan kalimat lo nggak nunjukin kalau lo suka gue, ekspresi wajah lo juga." ucap Farel


Degh


Adel merasa kesal dengan ucapan Farel, ia merasa malu dan terhina.Adel menundukkan kepala dan mengepalkan tanganya.


Farel melihat keraah Adel yang terlihat kesal "Del perasan elo ke gue cuman perasaan suka biasa yang mudah tergeser." ucapnya


"Hah maksud lo?" Adel mengangkat pandangnya dan melihat Farel bingung.


"Mungkin hari ini jantung lo berdebar tapi berikutnya gue yakin jantung lo makin berdebar lebih parah ketimbang waktu sama gue."


"Kalau nggak terjadi?"

__ADS_1


"Lihat aja entar. Gue awal lihat lo juga gue tertarik cuman itu hanya tertarik bukan cinta."


"Hmzz oke, gue pegang omongan lo. Sekarang gue tanya Lo dah ada cewek yang lo suka."


"Iya"


"Siapa?"


"Syakila"


"HAH APA?"


"Gimana perasaan lo waktu gue bilang Syakila yang gue sukai? Dia sahabat lo kan?"


Adel menyadarinya. Dia tidak merasakan seperti yang dirasakan oleh orang patah hati ia hanya merasa iri namun ada juga kebanggan karna sahabanya disukai oleh lelaki itu.


"Bener kayaknya gue cuman sekedar suka biasa." jawab Adel sedikit parau


"Syukur kalau lo tau."


"Tapi gue baru pertama kali ini ngrasa begini." ucap Adel.


"Lo juga bakal ngrasain hal ini lagi setelah gue ambil Syakila." Ucap Farel smrik


"Hah sialannn lu" adel menjitak kepala Farel.


Farel hanya mengusap-usap kepalanya yang kena jitak dan tertawa.


Adel cemberut dan masuk kemobil "Kayaknya iya, gue jadi takut Syakila lupain gue sama Amira karna sibuk pacaran sama Farel. Ternyata yang dimaksud perasaan gue kedia sama kaya perasaan gue ke Syakila sama Amira. Tapi ngapa gue ngrasa biasa aja sama David.Apa bener gue ngefens nih anak sialann" ucap Adel dalam hati bingung


Farel masuk kemobil dan pergi melaju kearah rumah adel untuk mengantarkannya pulang.


FLESSBACK OFF


"Sekarang ngertikan?" ucap Farel dan Syakila mengangguk paham


"Terus perasaan di kekamu itu apa?" tanya Syakila


"Temen aja, sama kayak perasaan kamu ke Adel dan Amira."


"Hmzz kamu tau itu cuman dari ekspresi sama cara pengucapannya?" ucap Syakila tak percaya.


"Waktu smp belajar psikolog sedikit-sedikit David juga, ayah yang ajarin." jawab Farel


Syakila mengangguk paham "pantes aja David ngerti gue suka Farel. Belajar ilmu psikolog ternyata." batin Syakila


"Terus gimana?" tanya Farel.


Syakila bingung "hmm apa?"


"Pacaran nggak kita?"


Sykila salting "Eh eh a-apa, paa pa-caran ka-kamu bilang apa sih?" Sykila memalingkan wajah malu


Farel tersenyum "lucu juga kalau lagi salting" batin Farel. "Aku bilang kita hari jadi pacaran nggak?" ucap Farel memberitahu.


Syakila hanya diam ia masih nggak percaya dan bingung.


Farel smrik " Kalau nggak mau ya udah nggak papa." Farel pergi kearah pintu dinding.


"Ehhhh aku MAU" ucap Syakila berlari mencegah Farel.


Farel tersenyum lebar dan mengusap puncak kepala Syakila. Syakila pun ikut tersenyum dan hendak memeluk saking senengnya namun ditahan Farel


"Ehhhh jangan dulu lain kali aja." ucap Farel dengan senyum yang masih mengembang.


"Ihhh cuman peluk sebentar PELIT ." ucap Syakila kesal.


"hmm gitu aja ngambek." Farel pun merentangkan tanganya "sini Sayang" ucap Farel dengan senyum lembut


Syakila tersenyum dan masuk kepelukan Farel.Hatinya begitu gembira, ia mengira Cintanya bertepuk sebelah tangan dengan sahabatnya, ternyata hanya kesalah pahaman.


Ia tidak menyangka hal ini begitu cepat terjadi dan terjawab.Hatinya terasa begitu gembira sekali sampai ingin rasanya waktu berhenti sebentar.


 

__ADS_1


Semoga kalian semya menyukainya😘


maaf jika terlalu cepat ceritanya, see you😘


__ADS_2