Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 29


__ADS_3

Syakila menggeliat di atas kasurnya dan mengambil alarm yang ada dimeja samping. Terlihat arah jarum jam menunjukkan pukuk 03.45.


krukkkk


Perut Syakila berbunyi, Ia merasa sangat lapar. Ia melihat kearah Kelvin dan membangunkannya.


"Kakkk, Kak Kelvin, bangun kakk!" pinta Syakila sembari mengoyangkan tubuh Kelvin.


"uhmm, ada apa Dek?" tanya Kelvin dan duduk di atas kasur.


"Aku laper Kak, makan yuk," ajak Syakila dan diangguki Kelvin.


Mereka pun turun kebawah menuju ruang makan, dengan Kelvin yang merangkul Syakila. Sesampainya di ruang makan, terlihat salah satu pembantu mendekat kearah mereka berdua.


"Non Kila sama Aden mau makan?" tanya Bibik ramah.


"Hehhee iya Bik, dari tadi perut Syakila udah demo minta diisi," seru Syakila.


Bibik tertawa kecil, "Mau di buatin apa nih?" tanyanya.


"Emm, roti bakar aja deh Bik," sahut Syakila.


"Sama Bik," jawab Kelvin.


"Ya udah, ditunggu sebentar ya, Bibik buatin dulu," pinta Bibik dan diangguki oleh mereka berdua.


Bibik pun pergi kearah dapur membuatkan roti bakar, sedangkan Syakila dan Kelvin duduk di salah satu bangku kosong.


"Oh iya, Kakak kok chat Farel kayak begitu sih," ucap Syakila.


"Chat apa?" tanya Kelvin yang benar-benar tidak tahu maksud Syakila.


"Ishhh, kemarin Kakak chat Farel, minta dia jaga jarak sama aku kan," seru Syakila.


"Ohhh iya," sahut Kelvin yang baru saja ingat, "kenapa?" tanyanya.


"Kakak seneng, aku gila karena dijauhi Farel?" tanya Syakila diakhiri manyun.


"Kok gitu sih Dek, cinta yang kayak gitu nggak sehat loh, nggak bagus buat diri kamu juga," sahut Kelvin memberitahu.


"Ishhh Kakak ihh, aku butuh jawaban bukan ceramahmu," kesal Syakila.


"Hmm, pasti ini roh orang lain yang ada didalam tubuhmu Dek, Lo bukan adek Gue," ucap Kelvin.


"Haisss, jangan drama deh Kak, Aku serius," sahut Syakila kesal sembari memutar bola matanya jengah.


Kelvin menatap datar sang Adik dengan serius, terlihat wajah adiknya yang kesal dan marah. "Adik gue ternyata udah gede, semoga Farel sayang sama kamu Dek, jangan sampai kamu ngerasain patah hati. Kakak nggak siap lihat kamu sedih, apalagi kamu terlihat sangat mencintainya." batinnya khawatir.


"Kakak nggak mau, kamu disakiti Farel, karena itu Kakak ancam dia, supaya dia tau, siapa yang sedang Ia hadapi saat ini," ucap Kelvin menjelaskan.


"Farel nggak akan nyakitin aku Kak, dia juga udah tau resikonya kalau nyakitin aku, jadi Kakak nggak perlu khawatir," sahut Syakila.


Tak lama roti bakar pun datang, "Ini Non, Aden roti bakarnya," ucap sang Bibik ramah sembari memberikan rotinya.


"Makasih Bik," jawab Syakila dan Kelvin bersamaan.


Bibik pun tersenyum lembut, "Sama-sama,' sahutnya dan pergi.


"Pada belum bangun ya? pingin shalat subuh bareng nih," ucap Kelvin sembari melahap rotinya.


"Udah paling Kak,," sahut Syakila setelah menelan rotinya.


"Ayah pasti udah bareng Mamah dikamar, Kak Rey sama istrinya, ngenes banget dah hidup gue," ucap Kelvin mengasihani dirinya sendiri.


"Lah, nikahin aja mbk Viona biar bisa kayak Ayah sama Kak Reyhan," sahut Syakila sembari melahap rotinya.


"Hemm, Kakak masih mau ngejar kalir sama lulus kuliah dulu, biar bisa nafkahin istri dengan uang Kakak sendiri bukan dari uang Ayah," ucap Kelvin.


"Emang Kak Rey pakai uang Ayah, Kak Rey kan pakai uangnya sendiri," sahut Syakila.


"Yang bilang Kak Rey pakai uang Ayah siapa? Kakak itu cuman ngasih tau kamu, bukan bermaksud nyidir," sahut Kelvin menjelaskan.


"ohh," sahut Syakila.


Syakila dan Kelvin pun selesai makan dan masuk kekamar mereka masing-masing, pergi mandi. Klevin yang telah memakai sarung dan baju koko, serta Syakila yang telah memakai mukenanya langsung pergi ke mushola. Mereka berdua pun shalat subuh berdua dan Kelvin yang menjadi Imamnya. Setelah selesai shalat, mereka pun mengaji bersama.


🌸


Syakila kini telah berada dikelasnya. Ia terlihat tengah melipat kedua tangannya dimeja dan menidurkan kepalanya diatas tangan.


Farel yang baru saja tiba, langsung duduk disamping Syakila, Ia pun menopang kepalanya dengan tangan kiri dan mengusap lembut rambut Syakila dengan tangan kanannya.

__ADS_1


Syakila yang mengetahuinya, langsung memegang tangan kanan Farel dan menaruhnya kemeja. Ia menggengam tangan Farel dan mengusapnya dengan jari tanganya.


Farel masih dengan posisi yang sama, ia terlihat tersenyum lembut, "Kamu kurang tidur hem?" tanyanya.


Kepala Syakila masih ada diatas tangan kirinya dan tengah melihat kearah tangan Farel yang ia pegang. "Nggak, aku tidur dari sore sampek jam tiga lebih malah," sahutnya.


"Ohh gitu, tapi kenapa kamu kelihatan ngatuk begitu?" tanya Farel.


Syakila melirik Farel, "Nggak biasa bangun terlalu pagi, apalagi jam tiga," sahutnya.


"Nggak pernah subuhan dong," ucap Farel.


"Shalat pasti lah dilakuin, kalau nggak Ayah pasti marah. Soal Shalat Ayah nggak akan bersikap baik, kalaupun anaknya sakit aja, tetep dipaksa shalat," sahut Syakila memberitahu.


Farel mengangguk dan Syakila pun duduk dengan tegak namun tangan kanannya masih menggengam tangan kanan Farel. "Ayah juga nggak suka kalau Anaknya pacaran, mangkanya Kak Rey dari SMP sampai kuliah nggak pernah pacaran, kalau Kak Kelvin sebenernya juga gitu, cuman nggak tau deh kok bisa pacaran dulu," ucapnya.


"Dulu, kamu ngapa trima aku?" tanya Farel.


"Emm, keblabassan saking senengnya hehee," sahut Syakila sambil cengengessan.


Farel tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya. Tak lama David, Reza, Amira dan Adel pun datang.


"Idih, pagi-pagi buta begini udah romantisan aja dah," komen Amira.


"Vid cewek Lo kurang kasih sayang tuh, irian mulu kerjaannya," sahut Syakila.


"Iya Sya, dari tadi udah gerutu mulu tuh mulutnya," timpal Adel.


"Emang tadi gerutu apaan si Amira?" tanya Syakila.


"Gue tad---" ucap Adel terpotong.


"Lo tau nggak Sya, tadi Adel bareng sama Reza semobil," ucap heboh Amira.


"Terus?"


"Kok terus sih Sya, mereka ini temenan loh bukan pacaran,"


"Mereka sebenernya pacaran cuman karena gue aja mereka temenan, elo sama David juga kan?"


"tapi kan Sya, gue sama David biasa aja, bener-bener kayak temen nggak lebih,"


"cihh nggak sadar diri," ucap Adel sembari memutar bola matanya jengah.


"Yang pentingkan mereka nggak tinggal serumah," sahut Syakila.


"Pernah kok, dua bulan yang lalu Gue kerumahnya Adel dan lihat sendiri kalau Adel lagi tidur disofa dan Reza disofa lain, Pintu rumah ketutup loh jon," seru Amira.


"Ehhh kapan?" tanya Adel kaget.


"Jadi waktu itu, Gue kagak salah lihat?" tanya Reza.


"Dua bukan yang lalu, Gue tau Reza lihat mangkanya gue langsung lari pergi," sahut Amira memberitahu.


Syakila, Farel dan David terkejud mendengarnya.


"Wah Bro, Lo keren, hebat hebat," ucap David menganguk-anggukkan kepala sembari bertepuk tangan.


"Nggak nyangka, Ketos yang gue kira baik-baik ternyata berpikiran dewasa," ucap Farel tak percaya.


"Aku nggak nyangka, Adel punya pikiran sama kayak Amira," ucap Syakila dengan wajah yang datar.


"Sialan Lo berdua, gue kesana nggak ngapa-ngapain njir," ucap Reza tidak terima.


"Apaan sih Sya, pikiran gue masih murni ya, nggak kayak Amira," sewot Adel.


"Wahhh parah, udah kepergok malah ngehina orang lagi," sahut Amira.


"sans Bro, nggak papa, yang penting nggak kelewatan aja," sahut David.


"Ck, Gue nggak kayak yang Lo kira Njir," kesal Reza.


"Kepergok apaan sih, gue nggak bersalah kok,"


"Farel! kedua pasangan didepan kita ini, udah nggak sehat. Kita harus jaga jarak dan selalu beristighfar, jangan sampek kita begitu," ucap Syakila memberitau.


"Njir, yang kemarin bilang mau maksa sohip gue buat hamilin dia siapa ya?" sindir David .


"Nggak tau tuh, siapa yaaaa," ucap Amira sembari pura-pura berfikir.


"Duh kayaknya dia orang yang lebih parah ketimbang kita deh," timpal Adel.

__ADS_1


"Pikiranya aja udah sampek kesitu, siapa ya?" tambah Reza.


Syakila pura-pura nggak tau, "Rel, mereka lagi nyindir diri meraka sendiri ya?" tanyanya.


Farel hanya menaikkan bahunya, tidak tau. Terlihat Amira dan Adel menatap tajam Syakila, namun yang ditatap malah memalingkan wajahnya.


Bel pun berbunyi dan para murid masuk kekelas masing-masing. Hari ini Tasya dkk tidak masuk sekolah mereka ijin karena acara penting.


🌸


Langit telah gelap dan bulan pun telah tiba. Terlihat Kelvin, Rafi dan Aldi tengah berada disuatu tempat untuk menonton balapan. Tempat itu sangat ramai dan penuh dengan anak geng.


"Waw, gilak sekarang rame bener, jadi kangen gue," sahut Aldi.


"Nikmatin aja, kagak usah ke pingin buat kleb lagi atau pun gabung," sahut Kelvin.


"Bener tuh kata Kelvin, gara-gara buat beginian kita jadi banyak masalah dan ngorbanin banyak orang, Lo mau temen kita mati mengenaskan kayak dulu," ucap Rafi.


"Ehh nggak deh, tapi bukannya kesini bikin resiko juga ya," sahut Aldi.


Kelvin dan Rafi paham maksud ucapan Aldi.


"Alesan gue kesini juga karena buat nyeledikin hal itu, Gue nggak yakin kalau geng Reza yang lakuin," sahut Kelvin.


"Bener, waktu lima bulan yang lalu, Kelvin mukul Reza. Gue ngrasa tuh anak emang tahu hal itu, tapi kayak ada yang disembunyiin dan gue udah selediki ini, ternyata emang bener, beberapa anggota dia yang lakuin, tapi yang lain anak dari geng lain," ucap Rafi memberitahu dan Kelvin serta Aldi terlihat kesal.


"Ngapa lu baru ngomong?" kesal Aldi.


"Geng mana? mereka berkhianat maksud Lo?" tanya Kelvin.


"Gue baru ngomong karena Gue nggak tau orangnya yang mana, anak geng siapa?" seru Rafi.


"Elo masih selediki ini?" tanya Kelvin.


"Nggak, orang suruhan gue mati semua, kayaknya mereka tau, jadi gue hentiin ini semua," sahut Rafi.


"Lo diancem kagak Raf? biasanya kan Lo dikirim surat atau barang ancaman buat printah Lo berhenti," tanya Aldi.


"Nggak sama sekali," sahut Rafi.


"Main mereka bagus juga," puji Kelvin.


Rafi yang mau ngomong lagi terhenti karena balapan akan dimulai.


Brumm brumm brumm


Terlihat enam mobil mewah dan mahal tengah berjejer rapi, tiga mobil depan dan tiga mobil belakang. Seorang pemuda terlihat mengangkat tangannya keatas sembari memegang kain berdiri didepan garis. Kain itu pun dilepas dan Mobil-mobil itu pun langsung melaju dengan begitu cepatnya.


"Gileee, gue yang dah lama nggak nonton apa emang tuh mobil yang cepet?" tanya Aldi.


"Emang merekanya yang gas poll," sahut Rafi.


"Bukannya tuh dua mobil pemilik king Serigala?" ucap Kelvin.


"Bener, yang hitem katanya king BW anak orang kaya nomot satu, kalau yang biru gue nggak tau," sahut Rafi.


"mereka satu kleb dulu ya? kok nama bisa sama gitu?" tanya Aldi.


"Nggak, mungkin kebetulan aja," sahut Rafi.


lima belas menit kemudian Mobil biru datang dan melewati garis finish duluan dan disusul mobil hitem milik King BW.


Pemenang itu pun keluar dan disambut sorak-sorak oleh anggotanya, terlihat King BW menghampiri si Pemenang dan bersalaman.


"Wiss, gilak menang lagi njir," sahut Rafi.


"Udah berapa kali menang?" tanya Kelvin.


"Udah dari tiga bulan yang lalu," sahut Rafi dan diangguki Kelvin.


Selama sebulan sekali, selalu diadakan balapan. Biasanya dibalapan ini yang ikut adalah pemimpin atau wakil dalam salah satu geng atau kleb.


Acara balapan pun selesai, Kelvin dkk kini telah berada di atas montor mereka. Mereka yang sedang memakai helm terhenti, karena melihat seseorang yang tidak asing dimata mereka.


Terlihat dua pemuda tengah mengobrol berdua. Mereka adalah King BW dan si Pemenang. Saat melihat wajah asli si pemenang, Kelvin dkk terlihat kaget.


"Dia kan..."


"Bukannya tuh anak...".


" Kagak salah lihat kan gue, dia..."

__ADS_1


Batin mereka bertiga bersamaan.


__ADS_2