Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 54


__ADS_3

Hari mulai menjelang sore, David dan beberapa anggota WW pergi layat ke kuburan. Terlihat sekumpulan orang tengah menabur bunga dan berdoa. Satu per satu mereka pergi meninggalkan tempat, hanya tersisa keluarga almarhum dan seorang pemuda tampan. David dan Deni menghampiri pemuda itu.


"Gue turut berduka cita ya Bro," ucap David menepuk punggung pemuda itu, yang tak lain adalah Ketua BW (sahabat sekaligus rekan Farel.)


"Thanks udah dateng," sahut Ketua WW.


David mengangguk dan menunduk. "Sorry, tapi gue perlu bicara sekarang," bisiknya.


"Hmmm," sahut Ketua BW mengiyakan.


Ketua BW berdiri dan mereka berdua pun pergi menjauh dari tempat.


"Gue denger yang bikin Anan---," ucap David terpotong.


"Iya, tapi," potong Ketua BW. "Ketua mereka udah mati, jadi gue cuman bisa habisi anggota sama wakilnya, " sambungnya.


"Bentarrr, cara lo habisin mereka gimana?" tanya David.


"Mereka semua kumpul di lokasi itu," sahut Ketua BW parau.


David mengangguk paham. "Apa lo dah pastiin mereka semua habis?" tanyanya memastikan.


"Gue percaya sama Dani," ucap Ketua BW. Dani adalah Wakil Ketua BW.


David mengangguk paham dan pamit pergi. Ia dan Deni pun masuk ke dalam mobil. "Itu artinya masalah kita kelar?" tanya Deni di angguki David.


"Tinggal masalah yang lain aja," ucap David.


"Kalau ada apa-apa, langsung hubungi kita aja," pesan Deni.


"Siap, kabari juga soal ini ke SDNS biar mereka tau," pinta David.


"Oke," sahut Deni sembari menyetir mobil.


"Anter gue Rumah Sakit, Bang," pinta David.


"Oke, jemputtan lo gimana?" tanya Deni.


"Gampang, tinggal numpang Om Ardi aja," sahut David.


"Mau?"


"Ya maulah Bang, kalau kagak, tinggal minta Tante Mila aja," sahut David santai.


"Deket juga elo," seru Deni dan David hanya membalas dengan cengiran.


...🌸...


Sykila kini telah berada di dalam ruangannya sendiri. Ia tengah tidur di atas ranjangnya. Terlihat di sana juga ada Niya, Yohan dan Klara yang tengah duduk di sofa. Tak lama Reyhan datang membawa plastik yang berisikan buah mangga.


"Assalammualaikum," ucap Reyhan setelah masuk ke dalam ruangan.


"Waalaikumsalam," sahut para penguhuni.


"Kakak, rasanya maniskan?" tanya Syakila. Sebelumnya ia telah di beritau oleh Niya soal mangga itu.


"Pasti manis," sahut Reyhan sembari memberikan Mangganya.


Syakila menerimanya dengan senang dan memberikan ke Niya. "Kupasin Mah!" pintanya.


"Iya," sahut Niya dan menerimanya. Ia pun mengambil pisau dan mulai mengupas Mangganya.


"Aku bantu Mah," tawar Klara di angguki Niya. Mereka pun mulai mengupas Mangganya bersamaan.


"Tadi Ayah sama Mamah ngapain ngintip kamar Farel?" tanya Reyhan.


"Hah, serius Kak, kok aku nggak tau?" tanya Syakila dan di angguki Reyhan.


"Tadi," ucap Yohan terhenti.


"Tadi, kita semua usilin Farel, handphonnya kami taruh di tempat yang jauh dari jangkauannya. Farelkan butuh, karena mggak ada orang, dia terpaksa ambil sendiri," sahut Niya berbohong.


"Maksudnya, kalian intipin Farel yang lagi kesusahan nyari handphone?" tanya Reyhan memasukkan dan di angguki oleh Niya.


"Mamah ngapian bohong ke Reyhan?" batin Yohan bertanya-tanya.


"Ohhh, jadi mereka tadi intipin aku sama Farel berdua," batin Syakila.


"Oh iya, Baby Boy mana? aku lupa smaa dia, tapi Mamah sama Ayah udah ngasih tau kok," ucap Syakila.


"Baby boy ada di rumah, kalau di bawa ke Rumah Sakit bisa bahaya," sahut Klara.


"Hmmm, nggak bisa ketemu dong," keluh Syakila.


"Cepetan sembuh biar bisa ketemu," ucap Reyhan.


"Udah sehat padahal, tapi Dokter sama Rumah Sakitnya aja yang mau meres uang Ayah," seru Syakila.


"Ststtsttt, nggak boleh gitu Sya," larang Yohan.


"Maap," ucap Syakila.


"Udah nih," ucap Niya memberitau sembari menunjukan Mangga yang telah di potong-potong olehnya dan Klara.


"Kakak aja yang suapin," tawar Reyhan.


"Mbk Klara pinjem laki' nya dulu ya," ucap Syakila.


"Silahkan, satu jam lima ribu ya," ucap Klara.


"Oke," sahut Syakila terkekeh.


"Emang aku barang?" ucap Reyhan kesal.


"Canda Rey," ucap Klara sembari tersenyum.


"Okelah," sahut Reyhan.


Reyhan pun menyuapi Syakila, sedangkan Klara tengah mengobrol berdua dengan Niya dan Yohan tengah fokus ke laptonya, urusan pekerjaan.


...🌸...


David kini telah sampai di Rumah Sakit. Perjalan memasuki Rumah Sakit, ia bertemu Reza yang tengah membawa pastel buah. Ia pun pergi menghampiri Reza dan menyapanya.


"Woi!" panggil David.


Reza tetap berjalan tanpa membalikkan badannya. "Apaan?" tanyanya.

__ADS_1


"Dihh, lo mau jenguk Farel atau Syakila?" tanya David.


"Farel," sahut Reza.


"Syakila?"


"Lain kali," sahut Reza.


"Anji*, jahat bener lo," sahut David.


"Gue bakalan jenguk Syakila bareng Adel," ucap Reza.


"Ohhh, lo takut ye, kalau Adel cemburu?" seru David.


"Kagak."


"Halah, ndandak ngapusi," sahut David dan Reza hanya diam. Hari ini Reza sangat lelah, karena banyak kerjaan. Mangkanya, ia tidak banyak bicara.


"Sombong kagak di jawab," seru David dan lagi-lagi Reza hanya diam. Mereka berdua pun pergi menuju ruangan Farhan. Setelah sampai, Reza mengetuk pintu itu.


Tok tok tok.


"Masuk!" ucap seseorang dari dalam ruangan.


Ceklek.


"Assalammualaikum," ucap Reza dan David, setelah masuk ke dalam ruangan.


"Waalaikumsalam," sahut Mila, Ardi dan Farhan.


"Wahh, Farhan coba tebak deh, siapa yang dateng jengukin kamu?" tanya Mila.


"David sama Reza?" sahut Farhan.


"Betullll," seru Mila. Reza dan David hanya tersenyum melihat Mila, sedangkan Ardi hanya memasang wajah biasa saja.


"Ayo Mah, ke tempat Syakila aja!" ajak Ardi.


"Oke," sahut Mila.


"Maaf Tante, kalau kami ganggu," ucap Reza.


"Nggak kok, Tante malah seneng kalau kamu jengukin Farel," sahut Mila. "Apalagikan ini hari terakhir Farel di Indonesia, jadi kalian puas-puasin aja mainnya."


Reza terkejut dengan apa yang dia telah dengar. "Akukan ikut Tan," ucap David sambil manyun.


"Ahahhaaa, Tante lupa," sahut Mila.


David manyun. "Ohh iya, Om!"


"Kenapa?" tanya Ardi.


"Anterin David pulang ya heheeee," pinta David sembari terkekeh.


"Iya, sekalian Om mau ambil koper," sahut Ardi dan mereka berdua pun pergi.


"Makasih Om," ucap David dan Ardi pun menunjukan jari 👌 ke atas.


David dan Reza pun duduk di samping ranjang Farel. Reza menaruh pastel buahnya di atas meja. David dan Farel terlihat mengobrol berdua.


"Kalian mau pergi kemana?" tanya Reza.


"Ngapa lo ikut?' tanya Reza dan David pun menjelaskan. Setelah David selesai memberitau, Reza pun mengangguk paham.


"Rahasiain ini sampek besok," pesan David.


"Oke, Syakila sama Amira?" tanya Reza.


"Amira entar malem gue kasih tau, kalau Syakila...," ucap David menggantung.


"Mamah sama Ayah baru ngomong sama Om Yohan dan Tante Niya," sahut Farel dan di angguki Reza.


"Lo ngapain ngangguk? Farel kan nggak bisa lihat goblok," seru David.


"Ohh iya gue lupa," sahut Reza.


"Lo lagi ada masalah?" tanya Farel.


"Nggak, cuman capek aja, akhir-akhir ini banyak kerjaan," sahut Reza.


"Siapa suruh, semua tugas di lakuin sendiri," ketus David.


"Tumben lo egois," ucap Farel.


"Hadehhh, kalau kagak privasi, gue pasti udah minta tolong," sahut Reza.


"Ohhh," sahut Farel dan David.


"Ehh, gue sampek lupa," ucap David teringat sesuatu.


"Apa?" tanya Reza.


"Geng Blak Kobra habis, Ketua sama Wakilnya juga," sahut David.


"Lo serius?" tanya Reza.


"Siapa yang habisin?" tanya Farel.


"Serius, yang habisin WW," sahut David.


"Lo udah pastiin?" tanya Farel.


"Udah," sahut David. dalam hatinya ragu.


"Alhamdulillah, kalau ginikan enak mau ketemu Kak Kelvin," ucap Reza.


"Anji*, lo selama ini kagak jenguk Syakila karena Kak Kelvin?" tanya David.


"Lo belum jenguk Syakila sama sekali?" tanya Farel tak percaya.


"Kagak enak njir, lihat Kak Kelvin gue jadi ngerasa bersalah," sahut Reza.


"Bener juga," ucap Farel.


"Menurut gue, Kak Kelvin nggak harus marah, kan kita juga korban," ucap David.


"Iya, lain kali gue bicarain ini pelan-pelan sama Kak Kelvin," sahut Reza.

__ADS_1


"Lebih cepat, lebih baik," sahut Farel.


"Betulll," seru David.


Mereka bertiga pun mengobrol bersamaan. Sesekali mereka juga membahas kisah percintaan. Setelah tiga jam telah berlalu, Reza dan David pun pulang. Mereka berpamitan dengan Mila, Ardi, Niya dan Yohan. Reza, Ardi dan David pun pergi pulang ke rumah, Mila masuk ke kamar Farel, sedangkan Niya dan Yohan masuk ke ruangan Syakila.


...🌸...


David kini telah sampai di rumahnya, terlihat di ruang tamu ada sang Mamah dan Ayah tengah bicara berdua. Ia pun pergi menghampiri ke dua orang tuanya dan bersalaman. Ia duduk di sofa lain dan ikut ngobrol.


"Lagi bahas apaan, kayaknya serius banget?" tanya David.


"Biasa," sahut Ayah David.


"Apaan sih Yah, namanya juga anak mau pergi jauh, pasti aku sedihlah," sahut Mamah David.


"Hiya," ucap Ayah David.


David pun memeluk sang Mamah dengan erat. Air mata Mamah David pun jatuh selepas memeluk sang anak. Ia memeluk dengan sangat erat, seakan tak ingin melepasnya. Ia tidak menyangka David telah sebesar ini. Lama mereka berpelukan, akhirnya lima menit kemudian selesai.


"David mau ke kamar dulu Mah, takutnya besok telat," pamit David.


"Iya," sahut Mamahnya David.


"Malem Mah, Yah," ucapnya dan pergi meninggalkan tempat.


"Malem juga," sahut Ayah dan Mamahnya David bersamaan.


David akhirnya sampai di dalam kamar dan pergi mandi. Setelah mandi, ia pun berganti pakaian dan mengambil handphonnya. Ia terlihat mengetik sesuatu di handphone dan menelpon seseorang.


...CALLING ON....


David : Malem Mir.


Amira : Malem Vid, lama banget sih nelponnya.


David : Maaf, tadi aku jenguk Farel dulu.


Amira : Okelah. Kamu tadi ngapain pulang cepet?


David : Ada perlu di luar.


Amira : Sepenting itu ya? sampek nggak bisa ngasih tau aku dulu.


David : Hehheeee, maaf.


Amira : Huh. (Ngambek)


David : Kamu inget yang aku bilang di kantin tadi?


Amira : Inget, mangkanya aku nunggu telpon kamu.


David : Heheheee.


Amira : Cepetan.


David : Iya-iya sabar dong, aku mau kasih tau kamu, kalau besok pagi ada kiriman paket dari aku, jangan lupa di buka dan di baca betul-betul suratku.


Amira : Wihhhhh, serius, isinya apa?


David : Rahasia dong.


Amira : Ngapa besok sih, sekarang aja kita ketemuan.


David : Udah malem, entar keblabassan.


Amira : Dihhh, Syakila sama Adel aja kalau ngajak main Farel sama Reza, mereka mau-mau aja kok.


David : Hubungan mereka sehat, masih inget agama, kalau kitakan suka ke blabasan, hahahahaaaaa. (Ngakak)


Amira : Dihhh, belum tau aja lo.


David : Belum tau apa?


Amira : Syakila sama Adel mah juga smaa kayak aku, cuman yang cowoknya bisa nahan dan nolak, kalau kamukan nggak.


David : Hahahhaaaa, mereka berduakan bodoh.


Amira : Ck.


David : Nggak papa, yang penting nggak keluar dari batasan aja.


Amira : Kalau keluar dari batasan juga udah gue gibeng elu.


David : Hahahaaaa, Alhamdulillah cewek gue masih normal.


Amira : Ck, ngeselin banget sih lo.


David : Gini-gini juga, calon suami lo.


Amira : Ohh iya.


David : Hahahhaaa, gue kira lo bakal jawab Dihh, mimpi.


Amira : Nggak lahhh, aku maaa jujur aja, nggak suka jual mahal.


David : Goodddd, ini baru cewek gue.


Amira : Hmmm.


David : Good Night.


Amira : Ehhhh, udahan?


David : Iya, udah ngantuk gue.


Amira : Hmmm, okelah, good night.


David : Mimpi indah Mir.


Amira : Hmmm.


...CALLING OFF....


David mematikan handphone dan menaruhnya di atas meja. Ia membaringkan tubuhnya di atas kasur sembari menatap langit-langit kamarnya. Perlahan matanya mulai terpejam dan masuk ke dalam mimpi.


...🌸...

__ADS_1


...Asikkkk aku up lagi☺️✨...


...Mau lanjut nggak nih?😁...


__ADS_2