
Syakila baru saja sampai di Sekolah. Ia hendak masuk ke kelasnya, namun langkahnya terhenti, karena seseorang dari belakang menariknya.
"Sya!" pnggil orang itu.
"David, aku kira siapa?"
"Heheee, Gue bisa minta tolong?" tanya David.
"Bisa, mimta tolong apa?" tanya balik Syakila.
"Pertama, jangan tanya-tanya kemana atau ngapain aja Farel kemarin. Kedua, sebisa mungkin Lo bikin Farel seneng. Ketiga, turutin apa mau Farel, bisakan?" pinta David.
Syakila mengerutkan keningnya, "Emang Farel ngapain, sampek Gue harus gitu?" tanya Syakila bingung, heran dan curiga.
"Haiss, Gue kan udah bilang, jangan tanya-tanya, inget omongan Gue, oke," sahut David sembari mendorong punggung Syakila masuk kedalam kelas.
"Ishhh David, hampir aja aku jatuh tau," keluh Syakila yang merasa terdorong.
David dan Syakila pun telah masuk kedalam kelas, bergabung dengan anak-anak lain.
Tasya dkk sedari tadi telah berada dibelakang Syakila dan David. Mereka bertiga mendengar semua omongan David dan Syakila. Terlihat terlukis senyum jahat diwajah Tasya.
"Firasat gue bilang, Satu sekolah belum tau siapa Farel dan David. Gimana perasaan Syakila sama pacar David kalau tau cowok mereka sebenarnya?" ucap Tasya smrik.
"Ahhh aku paham, rencana kemarin kan gagal, karena Reza mulai sadar, gimana kalau kita pakai foto kemarin disaat keadaan Syakila CS kacau?" ucap Cika.
"Bener gitu Sya?" tanya Nisa.
"Hampir, tapi inget, rencana kemarin nggak sepenuhnya gagal, karena kita dapet foto yang bagus," sahut Tasya dan diangguki kedua temannya.
"Terus, cara Lo ungkap siapa Farel sama David gimana?" tanya Nisa.
"Kita butuh bantuan dia, sehabis pulang kita kesana," seru Tasya.
"Oke," jawab Nisa dan Cika bersamaan.
🌸
Syakila terlihat duduk disamping Farel, David bersama Amira, dan Adel bersama Reza.
"Kamu kemarin ngapain?" tanya Farel.
"Ehh, Maksudnya?" tanya Syakila balik. bingung.
"Kemarin malem Kak Rey sama Kak Kelvin chat aku," sahut Farel sembari memberikan handphonnya.
Syakila pun memgambil handphone Farel dan membaca satu persatu chat Kakaknya.
ROOM CHAT ON.
Reyhan:
Lo apain Adek gue?
Lo bosen hidup?
Awas aja Lo, kalau ketemu gue!
Jauhin Adek gue.
J A U H H I N
^^^Farel:^^^
^^^Ini ada apa ya Kak?^^^
Reyhan:
Lo nanya ada apa?
^^^Farel:^^^
^^^😳^^^
^^^Maaf Kak^^^
Reyhan:
😑🔪
^^^Farel:^^^
^^^🙏^^^
...********************************************...
Kelvin:
Sialan Lu
Sekalinya Gue ijinin, deket sama Syakila, langsung Lo cuci otak dia?
Kuburan jembar noh, tinggal.milih, gue siapin.
Ra sah nunggu Malaikat Izrail, tak cabutke nyawamu saiki.
^^^Farel:^^^
^^^🙏^^^
^^^Maaf Kak.^^^
__ADS_1
Kelvin:
JAGA JARAK!!!
^^^Farel:^^^
^^^😳😔^^^
ROOM CHAT OFF.
Syakila memberikan handphone Farel sembari tersenyum kikuk, ia malu untuk bercerita.
Farel menerimanya dan memasukkan nya ke tas. "Apa terjadi sesuatu?" tanyanya.
"Ituuu, kemarin cuman cecok kecil sama Mamah. Aku kesel, karena Ayah lemah dihadapan Mamah dan Kakak diem aja, jadi aku bilang, kalau aku mau orang tua baru lewat kamu." sahut Syakila memberitahu.
"Lewat aku? maksudnya?" tanya Farel bingung.
"Emmm, Aku bilang mau paksa Farel buat hamilin, biar dapet orang tua baru dan pergi dari rumah itu,"
Farel yang mendengarnya kaget dan spontan menjauh, Ia mengingat, jika Syakila memang tidak sepolos yang ia kira.
"ishhh kok Farel menjauh sih," keluh Syakila sembari manyun dan mendekat ke arah Farel, namun yang didekati malah menjauh.
Amira, Adel, Reza, David dan Tasya dkk yang melihatnya merasa heran.
"Ada apa nih?" tanya Adel.
"Lo ngapa Rel, ketakutan gitu," tanya David.
"Ada apa Sya?" tanya Reza.
"Lo apain Sya si Farel, sampek kayak gitu." tanya Amira heran.
"Ishh Farel langsung menjauh, gara-gara aku ngomong, mau paksa dia hamilin aku," ucap Syakila memberitahu.
Mereka semua terkejut mendengar ucapan Syakila. Amira pun langsung menghampirinya dan memeluknya.
"Ya Allah Syaaaaa, tobat Sya, tobat, istighfar Sya, istghfar. Ikutin gue astaughfirullah hal adzim ayo Sya!" pinta Amira.
"Lo kira gue kesurupan Mir?" kesal Syakila.
"Gue nggak nyangka Sya, karena nggak dibolehin pacaran lo ada niatan begitu," ucap Adel tak percaya.
"Sya! ada waktunya nanti, Lo sabar aja. Kita jugakan nggak pacaran semua, karena kita hargain pertemannan ini," ucap David.
"Kasihan Farel Sya, dia belum siap, gue aja, kalau Adel mau, mungkin gue menjauh," ucap Reza dan mendapat timpukan buku dari Adel.
"Dihhh, aku juga masih pingin main sama belajar, belum mau begituan," protes Adel dan Reza pun terkekeh.
"Ishhhh apaan sih, itu tuh cuman ancaman buat Keluargaku kemarin malem, bukan niatan untuk begitu," jelas Syakila.
"Hmz, bisa ngancam hal lain kan? kenapa harus itu?" tanya Adel.
"Kepikirrannya itu hehehee," sahut Syakila sembari cekikikan.
Mereka yang mendengarnya pun menepuk jidat dan menggelengkan kepalanya.
"Jangan gitu lagi? nanti kalau Kak Reyhan sama Kak Kelvin mikir yang enggak-enggak gimana?" ucap Farel lembut.
"Oke, emangnya Farel nggak mau punya anak sama Aku?" tanya Syakila.
"Astaughfirullah Syakila," keluh Amira dan menjitak kepala Syakila.
"Katanya bukan niattan, tapi di bahas lagi," keluh Adel sembari menepuk jidatnya.
"Cewek lu ngeri Rel," seru David.
"Gue baru tau Syakila punya pikiran begini, Gue kira Amira yang pikirannya begitu," seru Reza.
"Haahha bener, untung Amira nggak pernah begitu, cuman ngomong doang," ucap David terkekeh.
Farel hanya memijat pelipisnya, Syakila memang tidak boleh diremehkan. Ia harus pandai dalam mendekati dan menjaga nafsunya dari Syakila.
Tak lama, bel pun berbunyi dan pelajaran dimulai.
🌸
Siang hari telah tiba bel pulang pun berbunyi dan para murid kembali ke rumah masing-masing, ada juga yang main atau nongkrong duluan.
Tasya dkk kini telah berada disalah satu maskas rahasia. Terlihat didepan mereka, ada pemuda tampan yang tengah menggunakan kaca mata hitam, berseragam SMA dan berkulit putih.
"Gimana tawaran gue?" tanya Tasya.
"Bagus, rencana lo juga cukup menguntungkan kleb gue." sahut pemuda itu.
"good, menurut lo, apa perlu gue ikut. Gue berencana ikut kalian, biar gue tau harus
ngerubah recana Gue atau nggak," tanya Tasya.
"Hmm, boleh juga. Lo juga pinter kayaknya, gue dengan senang hati trima lo bertiga," ucap pemuda itu sembari tersenyum.
"Thanks. Gue mau, nanti malam kita semua mulai bergerak."
"oke, gue jemput Lo, entar malem,"
"Oke, see you," ucap Tasya.
Tasya dkk pun pergi meninggalkan tempat.
🌸
__ADS_1
Syakila kini tengah berada di kamarnya, tertidur di kasurnya dan tak lama seseorang naik kekasurnya, memeluk dari belakang.
"Aaaaaaaa," kaget Syakila.
"Ini Kakak," sahut Kelvin yang masih memeluk sang Adik.
Syakila pun membalikkan badannya dan memeluknya balik, "uhmmm aromanya lembut banget," ucapnya, sembari meletakkan kepalanya di dada Kelvin.
"Hehhee pasti dong, suka nggak?" tanya Kelvin sembari memainkan rambut Syakila.
"suka," sahut Syakila, "Kakak ngantuk nggak? Aku ngantuk banget, gara-gara sejarah tadi," keluhnya
"sama Kakak juga, mangkanya Kakak langsung samperin kamu," sahut Kelvin.
"uhmm, kita tidur begini?" tanya Syakila, karena mereka masih saling berpelukan.
"Iya, Syakila nggak mau?" tanya Kelvin.
"Mau dong," seru Syakila.
Syakila dan Kelvin mengeratkan pelukan mereka dan mulai tertidur.
Kelvin masih menggunakan setelan baju yang ia pakai saat kuliah dan Syakila juga masih memakai seragamnya, namun hanya roknya saja, bajunya sudah ia lepas dengan kaos biasa. Mereka terlihat sangat lelah dan mengantuk.
🌸
Langit pun mulai gelap dan matahari telah tenggelam. Terkihat didepan pagar rumah yang besar, terdapat mobil mewat berwarna hitam dan seorang wanita yang telah masuk kedalam mobil itu. Mobil itu pun pergi meninggalkan tempat.
"Kita kemana nih?" tanya Wanita itu.
"Kemarkas White Wolf," sahut Pemuda itu yang masih fokus mengendarai mobilnya.
"hmm" sahut Wanita itu paham.
wanita itu terlihat memakai jaket berwarna hitam, jin hitam dan topi abu-abu kehitaman. Pemuda itu pun memakai setelah yang sama, namun yang membadakan adalah jaket dan jinnya.
Mobil mewah berwarna hitam itu pun terhenti disuatu tempat yang sedikit jauh dari markas White Wolf. Mereka berdua pun keluar dari mobil dan bersembunyi disemak-semak.
"Lo kagak jijik kan?" tanya Pemuda itu.
"Nggak, ststtstt ada yang dateng," pinta Wanita itu.
Pemuda itu pun diam, "keren nih cewek, sayang gue terlanjur suka sama cewek lain." batinnya.
Terdengar suara mobil dan beberapa montor mendekat kearah mereka, karena lokasi yang gelap dan mereka berdua bersembunyi di semak-semak yang lebat, membuat mereka tidak mudah ketahuan dan aman.
"Mereka siapa?" tanya Wanita itu berbisik, sembari melihat kearah sekumpulan pemuda yang pergi masuk kemarkas White Wolf.
"Mereka Anak BW, yang kekuar dari mobil itu pemimpin dan wakil dari BW. Mereka kesini untuk menyelesaikan masalah. Kemarin malem White Wolf nyerang BW dari belakang." sahut Pemuda itu memberitahu dengan suara yang pelan.
Wanita itu mengangguk paham, "Bentar, Lo bilang nyelesain masalah? ngapa mereka nggak marah atau bales White Wolf?" tanyanya bingung.
"BW sama White Wolf bukan geng yang suka memperpanjang masalah, apalagi buang-buang tenaga danwaktu buat begituan, jadi mereka mau nyelesaikan ini secepatmya," jelas Pemuda.
"Kalau gitu, ngapa White Wolf nyerang dari belakang? kalau nggak mau buang tenaga dan waktu," kesal Wanita itu.
"Hais, mereka begitu karena ada alasannya, males gue jelassin, lain kali gue kasih tau," sahut Pemuda itu.
"Hmm, terus kita ngapain diluar? kita harusnya masuk, biar bisa denger, mereka semuakan ada didalam," kesal Wanita itu.
"ngapain ke dalem, dari sini juga gue udah denger," sahut Pemuda itu dan Wanita yang ada disampingnya terlihat bingung. "nih, gue pakai Handsfree," ucapnya memberitahu sembari menunjuk kearah telinganya.
"Anji*," kesal Wanita itu.
empat puluh menit sudah mereka berdua berada di semak-semak, akhirnya Anak-anak BW dan White Wolf keluar. Terlihat mereka saling bersalaman dan Anak BW pun pergi dari tempat itu, setalah mereka pergi, anak White Wolf pun masuk kedalam markas.
"Oke kita balik," ucap Pemuda itu.
"Hmzz, cuman lo yang denger, gue nggak. Apa gunanya gue disini anji*," kesal Wanita itu.
"Kita bahas besok, gue ngantuk," sahut pemuda itu dan pergi dari semak-semak.
"Whattt?" ucap Wanita itu dan menyusulnya.
Mereka pun masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan tempat.
🌸
Niya tengah berjalan menuju kamarnya, namun terhenti melihat Klara yang berdiri didepan pintu Syakila.
"Klara ngapain kok didepan pintu?" tanya Niya.
"Ini Mah, Aku mau kasih ini buat Syakila." sahut Klara, sembari menunjukkan hadiah kecil ditangannya.
"Ohhh, bentar," seru Niya dan membuka pintu Syakila.
Niya dan Klara pun masuk kedalam. Terlihat Syakila masih tertidur sembari berpelukan dengan Kelvin.
"Pantes dicariin nggak ada, ditunggu nggak nongol, ternyata molor," ucap Niya sembari bertolak pinggang.
"tadi nggak ikut makan malam Mah?" tanya Klara.
"Nggak, tadi Mamah cuman makan berdua sama Ayah," sahut Niya.
Klara bersama Reyhan tadi makan malam diluar, Ia tidak tau kalau Syakika dan Kelvin tidak ikut makan malam.
Klara mengangguk paham, "Nggak dibangunin Mah?" tanyanya.
"Nggak usah, paling juga nanti subuh bangun langsung pada makan," sagut Niya.
Klara mengangguk paham, "so sweet ya Mah," serunya sembari melihat Syakila dan Kelvin dengan senyum lembut.
__ADS_1
"Iya, kita keluar yuk," ajak Niya dan diangguki Klara.
Niya dan Klara pun keluar dari kamar Syakila dan menutup pintunya.