Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 38


__ADS_3

Desy menyender di mobilnya menunggu seseorang dan tak lama prang yang di tunggunyadatang membawa pesanan.


"Ini Kak, pesanannya," ucap Orang itu memberikan pesananya.


"Terimakasih Kak, ini uangnya," sahut Desy sembari memberikan beberapa lembar uang berwarna merah.


"Ini kelebihan Kak?" seru Orang itu.


"Buat, Mbknya aja," sahut Desy dan pergi masuk ke dalam Apartemen. Ia memasukan kartunya dan tak lama pintu pun terbuka. Ia masuk dan melihat ketiga temanya tengah duduk santaisembari mengobrol, "Lah kok mereka berdua belum dateng?" tanyanya heran.


"Ada kendala dikit," sahut Syakila.


"Kendala apa?" tanya Desy yang telah duduk di samping Syakila dan di depan Sisil serta Nayla.


"Kak Kelvin mau ikut biar bisa kabur dari tugas kantornya yang numpuk," sahut Syakila memberitahu.


"Ohhh gitu," sahut Desy paham, "Nih makananya, nggak di tempat biasa belinya," serunya memberitahu.


"Nggak papa," sahut mereka bertiga bersamaan dan mulai menjelajahi makanan itu.









"Wawww, banyak bingitssss," sahut Sisil.


"Habis berapa Des?" tanya Syakila.


"Kayaknya enak nih," seru Nayla.


"Nggak banyak kok habisnya, harganya murah banget," sahut Desy.


"Perbandinganya sama di tempat kita biasa!" pinta Nayla membandingkan harga di tempat biasa dengan yang ini.


"Kalau di tempat biasa, kita cuman dapet udang goreng, kalau disini kita dapet udang goreng sama churos, cuman nambahin dua ribu paling," sahut Desy memberitau.


"Waw murah banget, padahal isinya banyak loh," seru Sisil dan diangguki Syakila serta Nayla.


"Kenapa nggak viral ya?" tanya Syakila.


"Bukan kalangan kita, kita terlalu fokus sama restorang dan toko ternama aja, jadi nggak tau kalau tempat lain lagi hitz," sahut Desy.


"Hmm, kalau hitz ma, semua kalangan bisa," seru Sisil.


"Ini tempat rame banget, karena harganya yang murah dan isinya banyak, tapi ngapa di antara kita nggak ada yang tau," seru Nayla sembari melihat handphone.


"Lo gogle?" tanya Desy dan diangguki Nayla.


"Kan Desy udah bilang. kita ini lebih berfokus sama restoran dan toko ternama aja, jadi kita nggak mikirin tempat lain," sahut Syakila menjelaskan.


"Ohhh gitu," sahut Sisil dan Nayla hanya mengangguk-anggukan kepala.


"Kapan nih datengnya?" tanya Desy.


"Otw mereka," sahut Syakila.


Dua puluh menit kemudian sang tamu datang dan masuk ke dalam.


"Wahhh, nggak nyaka Apartemenmu bagus juga Sya," seru Rafi.


"Sama siapa Sya disini?" tanya Aldi.


"Sama teman-teman Kak, itu" sahut Syakila dan menunjuk ke tiga temannya yang tengah tersenyum ramah ke arah mereka.


"Hallo Kak, Aku Desy," ucap Desy memperkenalkan diri.


"Saya Nayla," ucap Nayla.


"Saya Sisil Kak, salam kenal," seru Sisil.


Rafi memberikan senyum ramah, "Rafi," sahutnya memberitau.


"Aldi," seru Aldi.


Mereka semuanya pun duduk di sofa. Nayla dan Sisil mengambilkan makanan dan minuman yang di beli Desy tadi dari dapur. Desy tengah mempersiapkan Laptop miliknya sendiri, sedangkan Syakila tengah mengobrol santai dengan Aldi dan Rafi. Tak lama semua persiapan dan makanan pun selesai.


"Kak, mohon kerja samanya ya," pinta Syakila.


"Iya Sya," sahut Aldi dan Refi bersamaan.


"Kak, boleh pinjem handphon dan jam tanganya," tanya Desy meminta ijin.


Aldi dan Rafi saling melihat dan bertanya-tanya, mereka pun memberikan handphone serta jam tangannya. Desy pun menerimanya dan membawanya ke dalam kamar bersama Nayla.

__ADS_1


"Lohh, kok dibawa mau di apain?" tanya Rafi khawatir.


"Nggak di apa-apain kok Kak, Kakak jawab jujur ya," seru Syakila dan diangguki mereka berdua, "Kakak bisa ceritain apa yang terjadi waktu malem itu?" tanyanya.


"Bisa," sahut Aldi, "Malem itu kita habis nongkrong, denger kabar kalau ada balapan, jadi kita ke sana buat nonton, waktu mau pulang sehabis nonton balapan, kita lihat Farel sama temennya lagi ngobrol berdua, yang bikin kami kaget adalah Farel yang rupanya ketua dari geng itu, geng yang paling berbahaya dan di takuti di sini, tingkat kebrutalannya nggak manusiawi, Kakakmu langsung nyamperin Farel dan ngelempar sepatunya," ceritanya.


"Nggak author jelasin, karena kalian udah tau ya, bayangin aja dia masih lanjut cerita," ucap author memberitahu.


"Kelvin ngasih kesempatan buat Farel, buat lepas itu geng dan tetep sama kamu atau nggak sama sekali, tapi Farel lebih milih gengnya dan Kelvin pun langsung nendang perut Farel, karena cintanya nggak sebenar yang di bayangin Kelvin, mangkanya Kakakmu itu minta kamu jauhi dia, ngerti kan Sya?" lanjut Aldi.


"Apa yang Kakak lo lakuin itu demi kebaikanmu, kita juga udah anggep kamu kayak Adek kita sendiri, jadi kita minta, jauhi Farel dan lupain dia Sya, masih banya cowok yang sayang sama lo, harusnya lo dulu milih Reza aja Sya, udah di pastiin hidup lo tentrem," seru Rafi.


Sisil yang merekamnya merasa sedih mendengar cerita ini semua, sedangkan Syakila, ia terlihat diam dan mematung.


"Nggak mungkin, pasti ini semua ada alasanya, gue paham maksud Kak Rafi sam Kak Aldi, tapi gue juga yakin kalau Farel sayang dan cinta sama gue, dia pasti punya alasannya," batin Syakila.


Sisil melihat ke arah Syakila yang tengah duduk terdiam. Ia menghela napas pelan, "Terimakasih Kak Rafi, Kak Aldi atas kerja samanya udah mau bantu kita," serunya.


"Iya, sama-sama," sahut Rafi.


"Boleh tanya?" ijin Aldi dan diangguki Sisil, "Kalian mau ngapain setelah ini?" tanyanya.


"Pulang," jawab Sisil polos.


Aldi menepuk jidatnya dan menghela napas pelan, "Maksudku, sehabis kalian dapet informasi ini, apa yang kalian lakukakan selanjutnya," tanyanya menjelaskan.


"Ohhh," sahut Sisil sembari menganggukan kepala, "Nenangin Syakila dan bikin dia move on," sahutmya.


Sisil sebenarnya tau maksud Aldi, namun ia berpura-pura polos dan tidak tau. Desy, Syakila, Sisil dan Nayla memang sangat pandai berbohong, merubah mimik wajah. beralasan dengan cepat dan tepat. Orang lain tidak akan menyadarinya ataupun mengetahui kalau mereka tengah mengelabuhi lawan main mereka.


"Hmzz, jadi mereka cuman mau cari latar belakangnya aja, gue kira mereka bakalan nyeledikin kayak begituan, hedehh otak gue udah terkontaminasi gara-gara geng dulu," batin Aldi mempercayai omongan Sisil.


"Nih anak mikirin apa coba, ya kalik Syakila sama teman-temannya bakalan begituan," batin Rafi merutuki kebodohan Aldi.


Tak lama Desy dan Nayla datang sembari membawa handphone serta jam tangan Rafi dan Aldi.


"Ini Kak, makasih," ucap Desy sembari memberikannya.


Rafi dan Aldi terpukau, jam tanganya terlihat baru dan lebih bagus.


"Itu hadiah dari kami buat Kakak, semoga Kak Aldi dan Kak Rafi suka," seru Nayla.


"Suka kok, bagus banget," puji Rafi.


"Makasih udah make over handphone dan jam kita," ucap Aldi berterimakasih.


"Sama-sama," sahut Desy dan Nayla bersamaan.


"Kalau Kakak suka kami seneng kok," seru Desy dan di angguki Nayla.


Desy dan Nayla menghampiri Syakila, mereka terlihat saling berpelukan. Desy dan Nayla juga mendengar cerita Aldi lewat handphone, karena Sisil menelpon mereka. Tak lama mereka melepas pelukannya.


"Gimana mau di lanjut nggak misi ini?" tanya Nayla.


"Gue belum siap," sahut Desy.


"Aku juga," sahut Syakila.


"Kalau gitu misi ini kita tunda," ucap Nayla memberitahu dan diangguki mereka bertiga. Mereka pun menyatap makanan mereka bersamaan.


...๐ŸŒธ...


Malam hari pun tiba, kini Farel telah berada di markasnya bersama David dan para anggota lainnya.


"Gimana, udah dapet informasinya?" tanya Farel.


"Udah," sahut David sembari memberikan foto serta laptop yang berisi informasi yang diminta Farel.


Farel melihat dan membacanya, "Oke, besok malam minggu kita selesein," serunya dan diangguki oleh para anggota.


"Semua keperluan untuk besok di siapkan dan di tata dengan rapi dan tajam, jangan sampek ada kesalahan," pinta David tegas.


"Siap," sahut para anggota dan langsung pergi mempersiapkan peralatan untuk besok.


"Gue mau balik," saru Farel dan hendak pergi, namun langkahnya terhenti, karena tanganya di tahan David.


"Ada sesuatu yang mau gue omongin," ucap David.


"Apa?" tanya Farel.


"Gue ngrasa, akhir-akhir ini ada yang janggal antara Reza sama Syakila," seru David memberitau.


"Maksud lo?" tanya Farel sembari menaiki satu alisnya.


"Inget nggak, waktu temen Syakila dateng jemput dia, Reza tiba-tiba pulang duluan kan," seru David dan di angguki Farel, "Sejak hari itu, Reza sama Syakila kelihatan kayak lagi berantem dan waktu kita ke Mall tadi, nggak sengaja Reza nabrak temen Syakila, temennya ini kelihatan kagak suka sama Reza, waktu si dianya nerima telpon, Reza langsung nanya yang nelpon Syakila atau bukan, anehkan?" tambahnya.


"Bukannya Reza pernah deket sama Syakila, maklum aja kan kalau dia tau temen Syakila, lagi pula mereka berdua juga sering berantem," sahut Farel.


"Hadehhh, maksud gue satu, Reza tau sesuatu tentang Syakila dan membuat mereka jadi berantem atau dua, ada hubungan di antara mereka berdua, mengingat mereka dulu sangat dekat," seru David.


Farel merasa bingung dan bimbang, apa lagi akhir-akhir ini, ia sering bersama Tasya dan Syakila hanya diam, tidak menunjukkan rasa cemburu atau tidak suka sedikit pun. Seketika ia merasa takut kehilangan Syakila dan merindukanya.


Tuling Tuling

__ADS_1


Telpon Farel berbunyi, Ia pun segera mengangkatnya.


...CALLING ON....


Farel : Assalammualaikum Mah, ada apa?


Mila : Waalaikumsalam Rel, nanti kalau mau pulang, ke Rumah Sakit Bunda Tiara dulu jengukin menantunya Tante Niya sama Om Yohan ya.


"Kalau ada Kak Kelvin gimana, mampus gue," batin Farel.


Farel : Farel pulang malem Mah.


Mila : Pulang sekarang aja kalau gitu, tinggalin mainnya.


Farel : Lain kali gimana Mah?


Mila : Kamu lebih milih main? (mulai kesal)


Farel : Nggak, ya udah, ini aku mau ke sana sekarang.


Mila : Nah gitu dong, ini baru anaknya Mamah.


Farel : Assalammualaikum.


Mila : Waalaikumsalam.


...CALLING OFF....


Farel mematikan telponnya dan memasukan handphonnya ke kantong celana. Ia menghela napas pelan.


"Ngapa?" tanya David.


"Disuruh ke Rumah Sakit, jengukin Kakak Iparnya Syakila," sahut Reza.


"Ohh iya ya, kan lahiran, terus lo sama Kak Kelvin entar gimana kalau ketemuan?" tanya David.


"Entahlah, gue serahin ini semua sama yang di atas," sahut Farel pasrah.


David melihat ke atas, "Lo serahin ini semua ke atap?" tanyanya polos.


Plak


Farel menjitak kepala David begitu keras, "Allah lah, masa atap" sahutnya kesal.


"Awww, gue kan mau hibur lo, biar kagak tegang ketemu calon Kakak ipar sama camer," sahut David sembari mengusap kepalanya yang kena jitak Farel.


Farel diam dan mulai pergi ke luar dari markas. Ia masuk ke dalam mobil dan melajukaya ke arah Rumah Sakit Bunda Tiara.


...๐ŸŒธ...


Syakila kini telah berada di Rumah Sakit, ia berjalan masuk ke kamar Klara.


Ceklek


Syakila maauk ke dalam dan terlihat di dalam sana ada Orang Tuanya, Kak Klara dan juga Orang Tua Farel. Ia pun pergi mengahampiri mereka dan menyalami satu per satu.


"Apa kabar Syakila," tanya Mila.


"Alhamdulillah baik Tante, kalau Tante sama Om gimana?" tanya balik Syakila dengan ramah.


"Alhamdulillah kami baik," sahut Mila.


"Nggak tanya nih tentang Farel?" goda Ardi, membuat Syakila tersenyum kikuk.


"Nggak," ketus Yohan membuat Ardi kesal.


"Ayahmu hari ini PMS kayaknya Sya," seru Ardi.


"Udah di cek belum Om? kalau belum minta Mamah aja cek, belakangnya merah nggak," sahut Syakila bercanda.


Ardi tertawa mendengar ucapan Syakila, "Ni, cek belakang suami lo merah kagak, kalau merah jangan deket-deket dulu," sarunya dan mendapat tatapan tajam dari Yohan.


"Syakila," panggil Yohan.


"Canda Ayah," seru Syakila sembari tersenyum, "Aku mau samperin Baby dulu," ucapnya memberitahu.


"Jangan dicubitin apa lagi kamu uyel-uyel, kalau bangun, kamu tau akibatnya kan," ancam Niya.


"Hmm," sahut Syakila dan pergi ke tempat Baby.


Terlihat Baby ada di samping ranjang Klara yang tengah tertidur. Ruangan ini sangatlah besar, karena itu, canda tawa Yohan dkk tidak begitu menggagu Klara.



"Uhhhh, lucu banget sih keponakanku ini, kalau udah gede nanti, auto jadi Idol sekolahan nih," saru Syakila sembari mengusap pelan pipi Baby. Ia melihat ke arah nama Baby, "Wihh namanya bagus juga, Abrian Derel," pujinya. Ia mengeluarkan handphonya dan berfoto bersama Darel.


Cekrek


"Wihhh, keponakanku emang paling top lah, upload dulu ahh," seru Syakila senang dan mengaploadnya ke Instagram dan Chat. Ia pun kembali mengahampiri Yohan, karena takut menggagu Klara yang tengah tertidur.


...-------------------------------------------------------------------...


...Hallo guys apa kabar, baikan pasti dong, kalau sakit semoga cepet sembuh ya. Aku sebenernya mau lanjut tapi lebih dari 2000 kata, jadi Aku hapus sebagian dan berhenti sampek sini. Takutnya kalau 2000 kata lebih, ceritanya kepotong, maklum masih baru jadi nggak tau. Pingin nyoba 2000 kata lebih kepotong apa nggak, tapi males๐Ÿ˜...

__ADS_1


...Oke deh, sampek sini dulu ya guys, semoga kalian suka, jangan lupa selalu suport aku supaya terus up dan like serta lopenya. See you all๐Ÿ˜˜๐Ÿ’•...


__ADS_2