
Niya pergi menghampiri Syakila. "Are you okay?" tanyanya sambil memegang salah satu tangan anaknya.
Syakila mengangguk dan mengusap lembut tangan Niya. "Yes Mam, i'm okay."
Niya tersenyum kecil dan mencium kening Syakila. "Desy sama Nayla nggak bisa dampingin kamu, karena kondisi mereka yang hamil besar, jadi, cuman Sisil, Adel dan Amira aja," ucapnya, setelah melepas ciuman itu.
Syakila tersenyum. "Iya Mah, nggak papa."
"Ya udah, Mamah pergi dulu," pamit Niya dan pergi meninggalkan tempat. Syakila kembali bersiap-siap untuk pernikahannya nanti.
Satu jam telah berlalu. Sisil, Adel dan Amira datang ke kamar Syakila. Mereka memakai baju putih panjang bak bidadari, dengan hiasan rambut yang mengkilap dan mewah. Sang pengantin Wanita pun tak jauh berbeda. Syakila memakai gaun putih yang panjang, dengan riasan tipis.
"Omo... cantik banget!" puji Amira, setelah melihat penampilan Syakila.
Adel menutup mulutnya, ia benar-benar kagum dengan kecantikan Syakila. "Kamu cantik banget Sya."
Sisil pergi duluan menghampiri Syakila dan memegang kedua lengannya. "Sialan, Farel pasti nyesel tujuh turunan, karena udah nolak lo, Sya! Kamu sangat-sangat cantik!"
Syakila merasa sedikit tersentil hatinya, saat mendengar nama Farel. Adel dan Amira menyadari perubahan ekspresi Syakila. Adel mendekat dan meenyenggol Sisil.
Sisil melepas genggamannya dan menoleh ke arah Adel. "Apaan sih?"
Adel memberitau lewat kode mata, namun Sisil tak paham. Syakila mengetahuinya dan berucap, "Kalian tidak perlu khawatir, aku sudah berusaha untuk ikhlas, mungkin ini takdirku."
Terlihat Syakila meneteskan air mata dan langsung menghapusnya. Sisil, Adel dan Amira ikut sedih dan memeluk erat Syakila. Tak lama Klara datang.
"Ehem, apa Kakak menggagu?" tanya Klara di ambang pintu.
Mereka berempat melepas pelukannya dan melihat ke arah Klara. "Udah mulai ya, Kak?" tanya Adel.
Klara menganggukkan kepala. "Yuk! udah siap kan?"
Sisil, Adel dan Amira melihat ke arah Syakila, yang dilihatin pun mengangguk. Klara tersenyum dan hendak pergi, namun terhenti. "Ada apa Kak?" tanya Syakila.
"Jangan loncat dari jendela! Siapa pun lelaki yang ada di atas pelaminan nanti, kamu harus terima dengan suka hati dan lapang dada. Kakak yakin seratus persen, jika dia jodohmu, senyumlah! Hari ini adalah hari yang membahagiakan, Kakak pergi dulu," pesan Klara, dan pergi meninggalkan tempat.
"Bentar, Kak Klara bukannya udah tau ya soal hubunganmu sama Farel, tapi kok..." Sisil merasa bingung.
"Udahlah, kita harus segera pergi!" ucap Syakila, sambil berjalan pergi.
"Tunggu!" teriak Amira dan Adel. Mereka bertiga menyusul Syakila dan mendapinginya ke ruang pernikahan.
__ADS_1
Terlihat di ruangan itu begitu ramai dan mewah. Terlukis indah warna biru dan unggu di mata Sisil, Syakila, Adel dan Amira. Ruangan itu benar mahal dan indah. Mereka berempat memasuki ruangan. Para tamu pun langsung melihat ke arah mereka berempat, dengan perasaan kagum dan terpukau.
Syakila tiba di dekat pelaminan, Sisil, Adel dan Amira pun pergi dan berganti dengan Niya serta Mila. Syakila terkejut melihat Mila, harusnya Anggi lah yang ada di sini. Syakila merasa sedih, karena merasa malu dengan Mila.
"Syakila, lihat ke depan! Kalau kamu jatuh gimana?" tegur Niya dengan lembut.
"Jangan tegang dan sedih! Hari ini kamu harus bahagia!" ucap Mila dengan tegas dan Syakila pun mengangguk.
Mila menarik kursi dan Niya pun membantu Syakila untuk duduk. Di saat Syakila hendak duduk, seorang mempelai Pria tersenyum, menahan tawa. Syakila kaget, hatinya berdetak dengan kencang.
"Fa-Farel!" ucap Syakila terkejut dan Farel pun tersenyum. Niya, Mila, Yohan dan Ardi tersenyum bahagia. "Aku masih tidur ya? Kayaknya aku mimpi deh." Syakila menepuk kedua pipinya dengan cukup kuat.
Farel dan yang lainnya kaget dan Syakila teelihat kesakitan. "Sya, ini aku Farel beneran! Kamu nggak mimpi."
Syakila menutup mulut dengan kedua tangan. Air matanya jatuh membasahi pipi. "Ka-kamu nggak bercandakan? Hiks hiks hiks."
Farel melihat ke arah jam tangan. "Maaf Om, kayaknya Syakila menolak pernikahan ini," ucapnya membuat Syakila kaget. "Beli tiket ke Swiss sekarang bis---"
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Farel Dirgantara bin Ardi Dirgantara dengan anak saya yang bernama Syakila Anastasya bin Yohan Saputra dengan maskawinnya berupa uang tunai lima ratus juta dan seperangkat alat shalat dibayar tunai," ucap Yohan sambil menggegam tangan kanan Farel.
"Saya terima nikah dan kawinnya, Syakila Anastasya bin Yohan Saputra dengan maskawin tersebut dibayar tunai," sahut Farel dengan begitu tegas dan lantang.
"Bagaimana para saksi? Sah?" tanya Pak KUA.
"Sah!" teriak para tamu dengan perasaan yang senang dan bahagia.
Syakila langsung memeluk Farel dengan erat. "Kyaaaa, aku seneng banget...! Argh, hatiku mau meledak, saking senengnya!"
"Harusnya kamu cium tangan aku, bukannya meluk Sya!" ucap Farel memberitau.
Syakila langsung melepasnya dan melihat ke arah Farel. "Hahahaaa, lupa aku." Pak KUA dan para tamu tertawa pelan.
Farel memberikan tangan kanan dan Syakila pun menciumnya. Farel pun membalasnya dengan mencium kening. Pose itu pun di foto oleh Fhotografer. Acara pun terus berlanjut hingga siang. Para tamu memberikan selamat dan berfoto bersama.
°°°°°
Farel, Syakila, Angga, Sisil, Jino, Reza, Adel, Amira, David, Desy, Deni, Nayla dan Rio pun berkumpul di tengah-tengah ruangan, sembari menyantap makanan serta minuman. Acara sudah selesai dan para tamu pun telah kembali pulang. Para Orang tua Farel, Syakila dan Angga berkumpup di lain sisi.
__ADS_1
"Sumpah gue ngerti apa-apa! Kok bisa sih Angga digantiin Farel, tamunya juga beda?" Sisil bingung.
Desy tertawa kecil. "Para undangan Angga dikirim ke Bali, sebagai tanda permintaan maaf dan diganti oleh tamunya Farel."
Nayla mengangguk, mengiyakan ucapan Desy. "Waktu kalian diculik Angga, kami kirim anak-anak SDNS yang ada di luar negeri," ucapnya, "Tapi, tiba-tiba aja nggak ada koneksi lagi dan David hubungi pun kami!"
Syakila dan Sisil masih menyimak. David menaruh minumnya ke meja dan menjawab, "Gue hubungi Nayla buat bubarin SDNS dan suruh balik ke asalnya! Sebelum gue hubungi Nayla, Mbak Klara sama Mbak Bunga minta Farel buat nikahin Syakila, urusan di sini mereka yang ngurus semuanya."
Farel minum sambil menganggukkan kepala. "Mbak Bunga dan Mbak Klara diam-diam nyeledikin kasus kamu, bareng Bang Rey sama Bang Kelvin, setelah itu..." Farel melirik ke arah Angga yang terlihat kesal.
Angga menekuk kaki kanan dan menaruh di atas kaki kiri, sambil melipat kedua tangan. "Baru nyampek langsung diseret," ucapnya terhenti. "Haisss, kagak perlu gue ceritain lanjutannya, lo pada pasti ngerti!"
Mereka semua tertawa mengingat kejadian semalam. Terlihat beberapa luka kecil dan lebam di tubuh Angga. Sebenarnya Reyhan dan Kelvin ingin berada di samping Syakila, namun dicegah oleh Klara sama Bunga, karena ada Angga. Klara dan Bunga tidak ingin Reyhan serta Kelvin mengamuk. Mereka berempat pun memutuskan untuk keluar dari halaman, bermain bersama dengan anak-anak.
Sisil melihat ke arah Angga. "Sebenernya gue bohong, waktu bilang, kalau kita tau elo pelaku di balik itu semua. Hahahah, gue nggak nyangka, Ketua BK goblok!" ejeknya, sambil tertawa geli.
"Ck, lebih baik gue pergi, ketimbang jadi bahan obrolan!" gerutu Angga dan pergi meninggalkan tempat. Mereka pun tertawa bahagia bersama.
"Ututuutuuu, baby boy ngambek!" ucap Sisil.
"Ati-ati, singa di luar lagi cari mangsa!" ujar Jino
"Jangan keluar dulu, Dek! Nanti Kakak sedih lo!" kata David.
"Jangan lupa mampir ke Psikiater, kalik aja hati lo miring!" ujat Rio
"Angga! Gue doain lo cepet punya jodoh!" teriak Syakila.
"Kalau udah ketemu jodoh lo, pamerin di depan rumah Farel sama Syakila, Nga! Biar mereka iri, hahaha!" ucap Amira.
"Hati-hati di jalan, kalau mau nyebrang matanya merem, biar nggak sakit hati, lihat pasangan lain lagi pegangan tangan!" ucap Dila
"Jangan minum baigon! Lo mati gue ogah nyumbang!" komen Reza santai.
"Terserah lo pada!' Angga melambaikan tanganke atas, tanpa membalikkan badan. Mereka semua tertawa bersama dan kembali ngobrol seperti biasa. Kehidupan di sana pun kembali bersinar dan begitu cerah. Senyum Syakila terlukis begitu indah ditambah senyum kecil Farel yang membuat siapa pun mleyot.
...
...
__ADS_1
...Tamat......