
Pagi hari telah tiba, lembaran baru pun akan di mulai. Syakila kini tengah berada di Bandara bersama Ardi, Mila, Yohan dan Niya. Ia begitu menantikan ke hadiaran Farel dengan antusias. Rindu yang selama ini ia pendam, akan segera terbalaskan. Tiap menit, ia selalu menanyakan Farel ke Mila dan Ardi. Yohan sampek menggelengkan kepala melihat anaknya yang jongkok di tengah-tengah, karena lelah.
"Kapan Farel dateng? jangan-jangan nggak pulang," keluh Syakila.
"Pulang kok sayang, sabar ya," sahut Mila.
"Tunggu bentar Sya, nggak sabaran banget," ucap Niya.
"Aku kangennnnn," seru Syakila membuat mereka berempat tertawa.
"Sabar sayang," ucap Farel dari belakang Syakila, secara tiba-tiba. Syakila terkejut dan langsung membalikkan badannya. Wajahnya terlihat begitu senang dan langsung memeluk sang kekasih. Mereka saling berpelukan dengan erat dan haru. Rindu yang bertahun-tahun mereka pendam, akhirnya pun terbalaskan.
Yohan, Niya, Mila dan Ardi yang melihatnya pun ikut terharu. Mila dan Niya sampai meneteskan air matanya. Tak lama, Farel dan Syakila melepas pelukannya. Syakila terus menangis dan sesekali Farel menghapus air matanya sambil tersenyum.
"Ehem, Mamah juga kangen loh," seru Mila membuat Syakila dan Farel tersenyum. Farel menghampiri Mila dan memeluknya dengan erat. Mila terus menciumi wajah anaknya tanpa henti, membuat Farel tertawa.
"Uhhh, aku juga mau cium," Batin Syakila.
"Kalian belum boleh ciuman, nikah dulu baru bisa," ucap Yohan tiba-tiba.
"Ehhh, iii-iya," sahut Syakila. "Apa gue tadi ngomongnya keras ya," batinnya.
Farel menyalami Ardi dan berpelukan sebentar, setelah itu menyalami Niya dan memeluknya. Terakhir, Farel menyalami Yohan. "Selamat atas keberhasilanmu," ucap Yohan sembari menepuk punggung Farel dengan bangga.
"Ayah bangga sama kamu Rel," ucap Ardi.
"Udah-udah, lanjutin di rumah aja, kasian ada yang nunggu dia," ucap Mila sembari menunjuk Syakila dengan memiringkan kepala.
"Nih mobil, kalian berdua langsung pulang, jangan keluyuran!" pesan Ardi sembari memberikan kunci ke Farel.
Farel pun mengangguk dan menerima kuncinya. Ardi, Yohan, Niya dan Mila pergi meninggalkan mereka berdua. Syakila terlihat tersenyum malu dan Farel melihatnya dengan cool. Banyak sekali orang-orang yang melihati mereka berdua, kerena kecantikan dan ketampanannya.
Farel melihat perhiasan yang ia berikan beberapa tahun yang lalu. Syakila terlihat begitu cantik dan menawan di matanya. "Cantik," pujinya.
Wajah Syakila mulai memerah dan menundukkan kepala, kerena malu. Farel yang melihatnya, menjadi tertawa kecil. Ia pun menggegam erat tangan Syakila dan pergi keluar bersama-sama.
"Ini mobilnya?" tanya Farel tak percaya.
"Iya, itu hadiah dari Ayah kamu, karena udah berhasil menduduki posisi ke satu," ucap Syakila membuat Farel tersenyum senang. Mereka berdua pun masuk ke dalam.
"Waw, bagus banget," ucap Farel melihat dalam mobil dan Syakila tersenyum.
"Ohh iya, David nggak bareng kamu?" tanya Syakila.
"David masih besok pulangnya, karena ada urusan yang belum kelar." sahut Farel memberitau.
"Ohh gitu," ucap Syakila.
"Kamu nggak kuliah?" tanya Farel.
"Huh," bedesah kesal. "Curang, masa kalian berdua udah lulus, aku belum," kesal Syakila, membuat Farel tersenyum.
"Belajarnya biasa aja, nggak usah serius-serius."
"Nilaiku jelek dong."
"Kan aku dah sukses."
"Ishhhh, kalau suaminya pinter, istri juga harus pinter, supaya generasi selanjutnya bisa ikut sukses," ucap Syakila membuat Farel tersenyum.
__ADS_1
"Oke," sahut Farel.
Dua puluh menit kemudian, mobil Farel telah sampai di depan rumahnya. Rumah itu terlihat begitu besar dan mewah. Banyak pepohonan yang mengelilingi dan luasnya halaman depan. Farel pun memakirkan mobilnya dan mereka berdua keluar dari mobil, pergi masuk ke dalam rumah.
Pintu rumah itu terbuka secara otomatis. Farel dan Syakila masuk ke dalam. Terlihat di ruang tamu ada ke dua Orang Tua mereka, Reyhan, Klara, Bunga yang sedang menggendong bayi, Kelvin dan dua bocil yang sedang berlari-lari. Tiga anak itu adalah Darel umur delapan tahun dan Tiara umur lima tahun, mereka berdua adalah anak dari Reyhan dan Klara. Bayi yang di gendong Bunga, berumur satu tahun. Nama bayi itu adalah Sintia, anak Bunga dan Kelvin.
"Assalammualaikum," ucap Farel bersama Syakila.
"Waalaikumsalam," sahut mereka semua.
"Beneran, langsung pulang ternyata," ucap Ardi dan Farel hanya diam saja.
"Heheheee." Syakila tertawa kecil.
Mereka berdua pun bergabung dan saling mengobrol. Terlihat Farel, Kelvin, Reyhan, Yohan dan Ardi tengah membicarakan soal bisnis, sedangkan para wanita membahas soal anak. Mereka juga sesekali menyinggung pernikahan, membuat Syakila dan Farel malu.
...🌸...
Amira yang berada di tempat lain bersama Reza dan Adel terlihat kesal. Reza dan Adel sedari tadi beromantisan di depannya. Ia terus saja melihat handphone dan yang lebih menyebalkannya lagi, handphonnya pun sama saja. Handphone Amira terus keluar vidio orang pacaran, membuatnya semakin kesal.
Brak
Amira memukul meja, membuat Reza dan Adel terkejut. "Lo berdua, kalau mau pacaran di kuburan sono! jangan di sini!"
"Ya ampun Mir, sabarrrrr," ucap Adel. "Bentar lagi David pasti pulang."
"Ngapa tuh anak kagak balik bareng Farel sih," kesal Amira.
"David masih ada urusan, coba aja lo hubungi," ucap Reza.
Amira memutar kepalanya, melihat ke arah Reza dengan tatapan tajam. "Lo tuh goblok apa gimana? KALAU GUE PUNYA NOMORNYA, UDAH GUE HUBUNGI TUH ANAK!"
"Mirrr, tenang ya," pinta Adel.
"Parahhhhh, gue ngomong, dianya malah nelpon orang," seru Amira bersiap memberikan pelajaran untuk Reza. Di saat dirinya hendak melayangkan pukulan, tiba-tiba Reza menujukan handphonnya dan mengeluarkan suara yang tak asing baginya.
"Ehhhh," kaget Amira. Reza memberikan handphonnya dan Ia pun menerimanya.
...CALLING ON....
David : Amira! maaf aku baru bisa pulang besok pagi, aku kelupaan satu hap di sini.
Amira : (Meneteskan air mata dan menutup mulutnya dengan tangan kiri)
Suara yang selama ini ia tungu-tunggu akhirnya terdengar juga. Mendengar suara sang kekasih membuatnya terharu dan menangis. Kerinduannya sedikit berkurang, setelah mendengar suara David.
David : Mir! kamu nangis?
Amira : Hiks, cuman kangen sama lo aja.
David : (Tersenyum) Apa kabar? hadiahku dulu masih di simpenkan.
Amira : Baik, cepetan balik hiks hiks hiks Gue kangen.
Melihat Amira, membuat Adel ikut menangis. Reza yang tau pun langsung memeluknya dan menghapus air matanya.
David : (Meneteskan air mata) Gue juga kagen lo Mir.
Amira : Mangkanya cepetan balik, gue di sini jadi obat nyamuk terus tau hiks hiks. (Masih nangis)
David : Nggak papa yank, besok aku bakalan bikin satu kampus kamu jadi nyamuk.
__ADS_1
Amira : Serius.
David : Serius.
Amira : Lo nggak lupan kan Farel juga dah balik, entar malah kita lgi yang jadi nyamuk.
David : Kamu ngeremehin aku nih?
Amira : Heheheee, enggak. (Mulai berhenti menangis)
David : Nah ketawa dong, besok nggak usah jemput aku di airpot ya.
Amira : Dih yang mau jemput siapa? aku besok kuliah pagi tau.
David : Awokaowkkk, oke. Assalammualaikum.
Amira : Waalaikumsalam.
...CALLING OFF....
Amira mematikan telponnya dan memberikan ke Reza. "Thank you," ucapnya.
"Oke," sahut Reza dan memasukannya ke kantong celananya.
"Sejak kapan lo punya nomor dia?" tanya Amira.
"Sejak Mereka berdua pergi ke luar negeri," sahut Reza nyantai, membuat Amira dan Adel melongo.
"Bentarrrr, selama ini lo punya nomor David sama Farel, tapi lo nggak kasih tau kita," ucap Amira terselip emosi.
"Aku nggak nyangka, padahal kamu tau loh perasaan Amira sama Syakila selama ini gimana," ucap Adel kecewa.
Reza merasakan aura yang begitu panas dari ke dua wanita itu. Ia pun mundur secara perlahan-lahan dan ke dua wanita itu juga ikut maju. "Gue di suruh mereja berdua diem," ucapnya dan membalikkan badan. Ia pun kabur dan di kejar Amira serta Adel.
"REZAAAAAA!" panggil Amira dan Adel sambil mengejar Reza.
"SORYYYY, GUE DI SURUH NJIR," teriak Reza.
"SINI KAGAK LO!" seru Amira.
"REZA, BERHENTI!" pinta Adel.
Mereka berdua terus saja kejar-kejaran di area Kampus. Para Mahasiswa dan Mahasiswa yang melihatnya pun tertawa, ada juga yang kagum karena kecantikan serta ketampanan mereka. Reza masuk ke dalam mobil dan dari belakang di kejar oleh Amira dan Adel. Akhirnya mereka kejar-kejaran dengan mobil.
...🌸...
...Horeeee, udah season dua aja nih, awoakowkkk...
...Hmmm, mau ngomong apalagi ya....
...Ohh iya....
...Visual....
Untuk anak Reyha dan Kelvin, aku nggak kasih ya. Sebenernya sih dah ada, tapi buat simpenan anak yang lain, Awaoakokkkk😁😁😁.
Oke deh, see you guys.
__ADS_1