
"Assalammualaikum," ucap wanita itu.
"Waalaikumsalam," sahut mereka semua bersamaan.
"Desy, lama banget sih," keluh Sisil.
"Maaf," ucap Desy dan duduk di salah satu sofa. "Apa yang kalian mau?" tanya Desy to the poin.
"Bantu selidikin masalah White Wolf," pinta Reza.
David menaikkan alisnya. "Ngapa nih anak ngurusin geng gue," tanyanya dalam hati.
"Oke," sahut Desy, "Penjelasan!"
Reza mengangguk paham, "Selama ini ada geng yang suka bantai habis geng level bawah ataupun tengah-tengah, terkadang mereka pakai nama WW atau BW, beberapa dari mereka memang anggota BW sama WW, tapi yang bikin Farel curiga, mereka ini satu geng yang mencar," ucapnya menjelaskan.
"Hmm, itu emang bener," sahut Desy.
"Dihh, di nalar juga bisa kalik," ketus Sisil.
"Udah berapa lama, kalian selidiki hal ini?" tanya Nayla.
"Lima bulan lebih," sahut David.
"Kalian tau, kapan mereka beraksi?" tanya Nayla.
"Kami nggak tau soal itu," sahut David.
"Terus cara kalian tahu gimana?" tanya Nayla.
"Waktu itu di Sekolah Reza sama Kak Kelvin berantem, karena Kak Kelvin nggak terima sama anggota Reza yang udah bikin anggotanya mati. Setelah hari itu Reza telpon sama orang dan di dengerlah sama Farel," ucap David menjelaskan.
"Lahhh, ngapa masalahnya di Kak Kelvin sama Reza?" tanya Sisil bingung.
"Masalah ini berkaitan," sahut Reza memberitahu.
"Intinya, anggota kw ini mencarnya bukan hanya di geng gelap yang tinggkat tinggi aja," sahut Nayla dan diangguki Reza serta David.
"Waktu Farel denger pembicaraan Reza, dia baru beraksi dan sadar, kalau anggotanya berkhianat. Masalah terbesarnya adalah nama geng kita yang tercemar dan hubungan Farel sama Kak Kelvin," ucap David.
"Kenapa sama hubungan mereka berdua?" tanya Desy.
"Emmm, bukti-bukti yang ada sama pembunuh itu nunjukin ke arah Farel dan yang lebih parahnya lagi, orang itu bunuh sahabat baik Kak Kelvin," sahut David.
Desy memijat pelipisnya. "Kalau Kak Kelvin bisa nemuin bukti ini duluan, bisa-bisa nasib Syakila hancur," ucapnya.
"Kak Kelvin kayaknya nggak nyeledikin soal ini," ucap Reza.
"Kenapa?" tanya Nayla.
"Karena Kak Kelvin ngira, Reza lah yang lakuin ini semua," sahut David.
"Hmm, ada benarnya juga," kata Desy, "Kalian udah nemu bukti sampek mana?" tanyanya.
"Baru sampek kedok anggota aja, belum sampek ke zona gelapnya," sahut David.
"Ohhh, masih abu-abu Des," ucap Sisil.
"Belum abu-abu full, masih putih dengan noda hitam," seru Nayla.
Desy mengangguk paham dan mulai mengetikan sesuatu di laptopnya. Reza dan David terlihat bingung dengan pembicaraan mereka.
"Lo ngerti?" bisik David
"Dikit," sahut Reza.
"Hmm, kurang lebih Farel nemuin siapa aja anggota yang berkhianat dalam semua gengkan, tapi soal big bosnya atau ketuanya masih buntu, benar begitu?" tanya Desy.
"Sama nama geng asli mereka Des," tambah Nayla.
"Sama wilayah mereka juga belum," tambah Sisil.
"Iya," sahut Reza.
"Bentar, kalau soal wilayah. Farel udah tau, tapi dia belum kasih tau gue, karena ada anggota pengkhianat waktu itu," seru David.
"Hmm, kuncinya ada di Farel sekarang," kata Desy sembari berfikir.
"Ehhh, kok aku ngrasa ada yang ngeganjal ya," ucap Nayla.
__ADS_1
"Apa?" tanya mereka berempat bersamaan.
"Tingkat geng WW sama BW kan tinggi, soal beginian aja kita masih kalah loh, anehnya kenapa ke dua geng ini sulit nemuin si pelaku dan bukti?" heran Nayla.
"Aaaa, bener tuh, apalagi koneksi WW sama BW kan luas, masa hal beginian mereka nggak bisa," seru Sisil.
"Artinya si pelaku setingkatan WW sama BW atau mungkin lebih," sahut Desy.
"Aaaa iya, gue lupa soal ini," ucap David teringat sesuatu hal. "Setiap anggota kita nemuin bukti atau kunci, pasti mereka pulang-pulang dalam keadaan mati mengenaskan, mangkanya Farel turun tangan," ucapnya.
"Kalau gitu ngapa mereka nggak habisin Farel? padahal dia udah nemu bukti sejauh ini," ucap Desy, membuat mereka diam dan berfikir.
"Mungkin mereka nggak tau, kalau Farel mata-matain mereka," kata Reza
"Bener juga, masalahnya Farel bergerak sendiri dan kita nggak tau taktik apa yang Farel pake," sahut David setuju.
"Hmm, nggak masuk akal," komen Sisil.
"What?" tanya David.
"Farel itu kecelakaan tunggalkan?" tanya Nayla memastikan.
"Iya, gue udah cek kemarin, itu semua murni kecerobohan Farel," seru Desy.
"Hmm apa mungkin........" ucap Sisil terhenti.
Teliling telilingg telilingggg
"Bokap nelpon heeheheee, gue tadi lupa pamit," ucap Sisil terkekeh dan mengangkat telponya. Mereka berempat menepuk jidatnya dan menggelengkan kepala.
Sisil telah selesai bertelepon dan ia pun mematikan telponnya.
"Gimana?" tanya Desy.
"Gue harus pulang, maaf ya," pamit Sisil dan berlari keluar. "ASSALAMMUALAIKUM," salamnya.
"Waalaikumsalam," sahut mereka berempat.
"Hadehh, aku rasa tuh anak mau ngasih jawaban yang tepat," ucap Desy.
"Aku juga berfikiran begitu," sahut Nayla, "Semoga dia nggak lupa," tambahnya.
"Nomor wa kalian tulis di sini, kita atur jadwal lain," pinta Desy dan mereka berdua pun menuliskan nomornya.
...🌸...
Reza dan David berada di parkiran Apartemen. Mereka terlihat berdiri di depan mobil masing-masing dan mengobrol berdua.
"Wihh gileee, ngomong sama mereka berasa pinter gue," seru David.
"Pinter kepala lo, kelihatan bodo iya," ketus Reza.
"Hehehee, gue nggak nyangka Syakila ternyata punya geng beginian," ucap David.
"Hmm,"
"Lo tau mereka orang dalem darim mana?"
"Dari saudara sama sahabat gue," sahut Reza.
...FLESSBACK ON....
Reza tengah menghadiri acara komplek dengan keluarganya. Ia duduk di samping sahabatnya, Tio. Terlihat mereka berdua tengah mengobrol.
"Gue kadang kalau lagi deket sama cewek lain suka takut," kata Tio.
"Ngapa emang?" tanya Reza.
"Nayla sama temen-temennya bukan orang yang sembarangan, mereka kayak......," ucap Tio menggantung.
"Kayak apaan?" kepo Reza.
"Hampir kayak Detektif, tapi bukan Detektif," ucap Tio.
"Maksud lo?" bingung Reza.
"Lo kan pernah mergokin mereka waktu ngehabisin mantan Naylakan," tanya Tio dan di angguki Reza. "Gue pernah nyamar jadi tukang bunga sambil buntutin Nayla, waktu itu Nayla masuk ke Apartemen sama Om-Om, sekitar dua puluh menitan lebih, beberapa bodygruad masuk ke kamar mereka, keluar-keluar tampilannya aneh," ucapnya panjang kali lebar.
"Tampilanya aneh gimana maskud lo?" tanya Reza bingung.
__ADS_1
"Lo kenal Desy?"
"Kenal."
"Desy sama Nayla kayak pakai perlengkapan Detektif."
"Lo tau itu perlengkappan Detektif dari mana?"
"Waktu mereka lagi ngomong ada orang lewat yang denger, sama Desy di setrum pake bolpen, bukan cuman itu, di balik jaket kulit mereka ada obat sama alat lain yang kagak kelihatan sama sekali."
"Mencurigakan." ucap Reza dan diangguki Tio.
...Lima hari kemudia....
Reza dan sekeluarga berkunjung di rumah Adik dari sang Ayah. Ia pergi menemuin sepupunya di kamar. Setelah berada di dalam, mereka berdua terlijat asik bermain game dan mengobrol.
Twing Twing Twing.
Handphone sepupunya Reza berdering. Ia pun segera mengangkatnya. Reza terlihat pura-pura bermain sambil mendengarkan obrolan sepupunya.
"SDNS itu apa, gue kok baru denger?" tanya Reza setelah sepupunya selesai menelpon.
"Hmm, kayak apa ya, mungkin organisasi kecil yang bantu kita para pengusaha kayak kita gini sih, kurang lebih begitu," sahut sepupunya.
"Hmm, bantu soal apa?" tanya Reza.
"Stststtt, bagian dalem perusahaan," sahut sepupunya berbisik. "Mereka juga pernah nanganin geng kayak punya lo, tinggal ngehitung hari masalah mereka selesai, geng yang di laporin langsung masuk penjara."
"Hah, masalah sepele paling," sahut Reza enteng.
"Ckk, lo ngremehin mereka, gue kasih tau orangnya," ucap sepupu Rezamemberikan nomor serata foto. "mungkin lo bisa minta tolong ke mereka soal masalah geng lo sama temen lo itu," tambahnya.
Reza merasa tak asing dengan orang yang di foto itu. Ia terlihat berfikir dan mengingat wajah orang itu. Tak lama ia pun ingat.
...FLESSBACK OFF....
"Ohhh begono," ucap David paham.
"Dah lah, balik yuk!" ajak Reza.
"Hayuk lahh," sahut David.
Reza dan David pun masuk ke dalam mobil masing-masing. Mereka berdua meninggalkan tempat dan di sisi lain, terlihat Desy dan Nayla yang melihat kepergian mereka dari balik jendela.
"Gue masih nggak terima soal semalem, tapi mau gimana lagi, yang salah bukan Farel sama mereka," ucap Desy.
"Bener, mereka juga korban," sahut Nayla. "Kalau inget kemarin malem, gue rasa mereka seeing lakuin hal itu," tambahnya sembari memeluk diri sendiri.
"Hmm iya, hiks hikss gue takut pulang ke rumah Nay," ucap Desy parau.
"Sama Des, berani-beraninya mereka nyentuh kita hiks hiks," ucap Nayla parau sembari meremas bajunya.
"Gue bakalan minta pertanggung jawaban mereka," kata Desy.
"Kita harus beri mereka pelajaran yang berat," seru Nayla.
"Itu harus," sahut Desy.
Malam kelam kemarin membuat Desy dan Nayla sedikit trauma. Mereka tidak bisa tidur sepanjang malam, karena teringat akan hal itu. Setiap kali ingatan malam itu datang, mereka akan ketakutan, gemetaran dan menangis. Mereka akan pulang ke rumah, setelah kondisi mereka membaik.
...🌸🌸🌸...
Satu Minggu telah berlalu kondisi Farel telah membaik. Mila dan Ardi sangat senang sekali melihat putra tunggalnya sadar, namun kebahagian masih terselip luka, karena kondisi Farel yang buta. Farel dengan ikhlas menerimanya, membuat Mila dan Ardi terharu.
Kondisi Syakila pun mulai membaik dan akan sadar sebentar lagi. Yohan, Niya, Kelvin, Reyhan dan Klara yang mendengarnya merasa bahagia. Klara kini telah keluar dari rumah sakit dan berada di rumah sama baby kecilnya.
Selama seminggu Tasya tidak muncul lagi di Sekolah dan juga Rumah Sakit. Ia sekitika hilang di telan samudra, keluarganya terlihat bingung dan panik. Para murid di Sekolah pun heboh. Nisa dan Cika juga terus saja bersedih dan jarang masuk.
Misi Reza dan Desy dkk telah berjala dengan baik. Sudah banyak anggota pengkhianat yang mereka aksekusi dan introgasi. Info dan bukti terus bertambah hari demi hari. Jalan mereka untuk menemui si Ketua atau Big Bos semakin dekat. Mereka hanya perlu informasi tambahan dari Farel.
...🌸🌸🌸...
...Ceritanya bulet nggak sih? kalau menurutku sih enggak ya😁. Sengaja aku percepat karena kondisi si tokoh utama yang koma. Tau sendirikan orang koma tuh sadarnya berapa lama? bisa satu minggu atau sampek beberapa bulannan....
...Kalau nggak aku singkat, tokoh utama nya malah jadi Reza🤣😁 Awokawokk. Masalahnya cuman dia yang sadar, di antara Syakila sama Farel awokaowk🤣😁....
...Gimana guys kecewa nggak? kalau kecewa mon maaf ya, aku sukanya begini awokawokk. Lebih cepat otu lebih baik Wkwkkwkkk🤣😁....
...Nantikan cerita selanjutnya ya guyss😁. See you😘💕👋...
__ADS_1