Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 8


__ADS_3

Room Grup Syamide ON


Amira:


Sya main yuk bosen nih😞


Adel:


Iya sya


Dirumah kosong, bonyok gue pada keluar huee😫


^^^Syakila;^^^


^^^Ayolahhh^^^


^^^Jam brapa nih?^^^


Amira


Sembilan, dikafe angkasa gimana?


^^^Syakila^^^


^^^Sipp tuh^^^


^^^Otw^^^


Adel


Etdah udah otw aja


Amira


Lo kayak nggak tau aja, maksud dia otw mandi.


Adel


Ohh iya ya


JANGAN TELAT YA SYA!!!


Amira


Awas aja lo telat!


^^^Syakila^^^


^^^Insyaallah^^^


Syakila pun mematikan handphonnya dan pergi kekamar mandi bersiap-siap. Tak perlu waktu lama ia pun telah siap dan pergi keluar menuju kelantai bawah, menemui keluarganya.


"SELAMAT PAGI MY FAMILY." teriak Syakila yang menggelegar membuat para ART yang sedang bersih-bersih terkejut dan menyapanya.


"Selamat pagi neng Syakila," ucap para ART bersamaan.


Syakila memberikan senyum lembut kepada para ART. "Bi Jum lihat Kakak, Ayah sama Mamah nggak?" tanyanya pada Bi Jum.


"Aden, Tuan dan Nyonya ada dihalaman belakang neng Kila," sahut Bi Jum ramah dan sopan.


"Makasih Bi, Kila kesana dulu yah." pamit Kila dan pergi ke halaman belakang.


Terlihat di halaman belakang rumah, banyak tumbuh-tubuhhan dan juga bunga serta kolam renang diasana. Yohan dan Kelvin terlihat sedang berenang, sedangkan Niya duduk ditepi kolam sembari memotong apel.


Syakila pun mengahapiri mereka dan berjongkok disamping Niya. "Ayah! Kakak! Mamah! aku mau izin main sebentar ya di Kafe Angkasa sama Amira dan Adel." ucapnya lembut dan sopan.


"Iya sayang, ada uang?" tanya Yohan.


"Ada kok Yah, uang bulanan yang Ayah kasih masih numpuk sampek pegawai bank aja bingung harus nyari tempat kemana." ucap Syakila diakhiri dengan tertawa kecil.


Meraka pun ikut tertawa mendengar ucapan Syakila. Tak lama, Kelvin keluar dari kolam renangnya.


"Kakak ngapain? Aku udah minta Pak Asep anterin kok." tanya Syakila sembari berdiri, setelah milihat Kelvin keluar dari kolam renang.


Kelvin menaikan salah satu alisnya, "Kakak mau mandi." sahutnya.


"Ehhh," Syakila malu, ia sudah salah paham ternyata.


Syakila pikir Kelvin ingin mengantarkannya, karena biasanya memang seperti itu.


"Hati-hati ya Dek." ucap Kelvin sembari mencium kening Syakila, sebelum pergi ke kamarnya untuk mandi.


Syakila tersenyum lembut dan membalikkan badannya, Ia melihat orang tuanya yang sedang suap-suapan.


"Astagaaaaaaa," ucap Syakila kesal melihat tingkah pasangan ini. Bisa-bisanya mereka pacaran dipingir kolam didepan anaknya sendiri.


"Katanya mau pergi?" tanya Niya tanpa menoleh dan terus menyuapi Yohan.


"Ehhh aku diusir?" tanya Syakila.


"Enggak sayanggg, sini-sini Ayah kiss dulu." ucap Yohan lembut sembari menyuruh Syakila mendekat.


Syakila pun mendekat dengan wajah cerianya dan mendapat ciuman dari sang Ayah di puncak kepalanya. "Hati-hati ya sayang," pesan Yohan.


Syakila tersenyum dan mengangguk paham, ia menoleh kearah Niya. "apa Mamah hanya bisa diam?" ucapnya dengan mengerutkan keningnya.


Niya tersenyum dan mencium pipi Syakila. "Jangan lupa mamah pesenin satu dessert."


"Siappp."


Syakila pun pergi meninggalkan tempat dan pergi ke arah pintu utama. "ASSALAMMUALAIKUM, SYAKILA PAMIT PERGI DULUUU, JANGAN KANGEN YAAA." Teriaknya diakhiri menutup pintu.


"Waalaikumsalam," sahut para ART yang ada disana.


...🌸...


Kafe Angkasa

__ADS_1


Amira melambaikkan tangannya keatas, bermaksud memberitahu Syakila yang baru saja sampai. Syakila yang mengetahuinya pun langsung menghampiri.


Degh degh


Sesampainya Syakila disana hatinya berdetak kencang, ia tidak menyangka jika Farel pun ikut hadir. Bukan hanya Farel, namun ada juga David.


Melihat Syakila yang hanya berdiri saja, Amira langsung menariknya hingga Syakila jatuh terduduk disampingnya.


"Awww sakil peak," keluh Syakila dan menjitak kepala Amira.


"Sittt sakit tau Sya, siapa suruh tadi diem aja? Mau jadi pelayan lo." ucap Amira sembari mengusap kepalanya yang kena jitak.


Syakila memberikan tatapan tajam ke Amira, membuat Amira mengalihkan pandang dan pura-pura minum.


"Hai Sya apa kabar?" sapa David dengan ramah.


"Baik vid elo gimana?"


"Baik donk."


"Sya yang ajak mereka kesini tadi gue, nggak papakan?" ucap Adel memberitahu.


"Ohh iya nggak papa Del, mapah bagus juga jadi rame mainnya." jawab Syakila.


"Sebenernya gue juga ajak Reza tapi katanya nggak bisa." ucap Adel.


"emm mungkin ada perlu atau acara." jawab Syakila.


"hiya kayaknya."


Syakila melihat kearah Farel. Terlihat Farel yang sedang serius bermain handphone. Ia pun memberanikan dirinya untuk mengobrol dengan Farel. "Fa-" ucapnya terhenti.


"Farel mau pesen apa?" tanya Adel.


"Cappucino." jawab Farel.


"kalau David?" tanya Adel.


"sama," jawab David.


"lo Sya" tanya Amira.


"gue mochacino." jawab Syakila dan kembali melihat kearah handphonnya dengan sedikit rasa kesal. "Sya sadar, Syaaaa." batinnya.


Tak lama pelayanpun datang.


"pesan apa kak?"


"Cappucino 2, mochacino 2 lo Mir?."


"emm latte aja Mbk."


"baik, ditunggu sebentar ya Kak." ucap pelayan itu dengan sopan, Amira dan Adel pun mengangguk.


tak lama pesanan datang dan mereka semuapun meminumnya.


"kyaaaa enak banget ah,emang nih kopi favorit lah." ucap amira.


"Disini kopinya enak semua ples desain tempatnya yang menarik, sederhana tapi elegan." ucap Adel


"Del itu ada sisa kopi." tunjuk Farel keatas bibirnya untuk memberitau adel.


"ehhh" Adel mengambil tisu dan membersihkannya "Udah belum Rel"


Farel tersenyum dan mengangguk.


Syakila berdiri dari duduknya "gaiss gue kayaknya harus pulang deh"


"lohh cepet bangat Sya bru juga jam sepuluh." komen Amira


"iya sya kok cepet banget.'" ucap Adel


"kasian pak asepnya nunggu lama maaf ya." ucap Syakila meminta maaf.


"Nggak papa Sya.Lain kali kan bisa main lagi." ucap David dan diangguki Farel.


"Bener kata David, gue juga mau pulang." ucap Farel


"lahhh kok lo ikut-ikutan Rel." jawab David


"mamah dah nanyain tadi."


"emm okelah."


"Del gimana?" tanya Farel


"iya nggak papa, aku juga mau pulang kok." jawab Adel


"kok lo ikutan sih Del." keluh amira


"Kan tadi gue kesini bareng Farel ra." jawab Adel.


"ehh iya ya"


Syakila dari tadi hanya diam saja dan menyimak "gue duluan ya,See you gaiss." Ucap Syakila sebelum meninggalkan kafe.


"se-" belum sempat amira dan adel jawab Syakila sudah nyelonong pergi keluar.


"ckckck tuh anak ngapa sih." ucap Amira


"Eh apa mungkin kak Reyhan udah balik?" ucap Adel


"Belumlah kalau iye dia pasti nggak kesini." jawab Amira


"Reyhan itu nama kakaknya?" tanya David.


"Iya lahhh, Kak Reyhan itu anak nomer satu yang kedua kak Kelvin kakel kita." jawab amira.

__ADS_1


"Oooo." jawab David bersamaan dengan anggukan kepala.


"dah lah gue juga mau pulang" kesal amira


Mereka pun keluar dari kafe bersama.Amira dan david menaiki mobil sendiri, sedangkan Farel bersama Adel.


🌸


Didalam mobil Syakali terlihat duduk dibangku belakang sembari menyenderkan kepala ke jendela.


Syakila meneteskan air beningnya namun langsung ia hapus.Ia tidak menyangka kedekatan Farel dan Adel sudah sedekat ini.


ting


Room Chat


+6289564******


Sya save David


^^^Syakila^^^


^^^^^^okok^^^^^^


David


Boleh gue tanya


^^^Syakila^^^


^^^tanya apa?^^^


David


Jawab JUJUR


Lo suka sama Farel?


Syakila kaget saat membaca chat dari David "Kenapa David tanya kayak gini. apa gue bohong aja.Mungkin aja nih anak ngeprank atau jebak gue." batinnya


^^^Syakila^^^


^^^Ngarang lo^^^


^^^mana mungkin gue suka^^^


David


Gue kan dah bilang J-U-J-U-R


ngapa lu bohong


Jujur aja gue udh tau kalau lo suka Farel


Gue dari awal udah perhatiin elo


Tingkah lo aneh kalau ada Farel


Lo kelihatan cemburu kalau Farel deket Adel


Gue nggak pernah salah dalam hal beginian, jadi jangan coba-coba lo bohong.


Syakila berasa diteror dan kepergok mencuri.Perasaanya campur uduk, ia bingung harus membalas apa.


Syakila memutuskan hanya mengread chat David dan memasukkannya ditas.


🌸


Dirumah terlihat heboh para art lari kesana dan kesini.Syakila pun memanggil salah satu artnya "Bi ini ada apa?ada acara ya atau tamu?" tanya Syakila


"Bukan non. Kata nyonya aden Reyhan nanti malam pulang jadi kami semua diminta untuk bersiap dan merapikan rumah." jawab art itu


"hmm rumah kan dah rapi dan bersih?"


bibik hanya tersenyum saja


"Ya udaj bi, silahkan dilanjut aku mau kekamar dulu."


"baik non"


art itu melanjutkan kerjaannya yang sempat tertunda dan Syakila pergi ke lantai atas untuk kekamarnya.


sesampainya dilantai atas Syakila memutuskan untuk pergi kekamar Kelvin.


tok tok


"Kakkkkk Syakila masuk ya" Syakila menekuk keningnya "Kok nggak dijawab"


Ceklek


Karna tidak ada sautan Syakila memutuskan langsung masuk kedalam.


Kamar itu terlihat sepi tidak ada penghuni.Syakila pun memutuskan pergi keluar dan balik kekamarnya.


"ehhhhh mumpung nggak ada kakak pinjem laptopnya boleh kalik ya." Syakila menengok kanan kiri dari balik pintu.Melihat keadaan aman Syakali langsung menutup dan mengunci pintunya.


Syakila menghampiri meja belajar kelvin dan membuka leptopnya.


Syakila kaget walpapernya adalah cewek lain bukan dirinya ataupun kartun.


"Siapa nih? Apa jangan-jangan kakak udah punya pacar? Tapi kenapa Asing ya kayaknya nggak satu sekolah deh."


Karna kepo Syakila mengeledah laptop Kelvin.


Syakila menemukan beberapa foto wanita itu dengan kakaknya.


"Hueeeee ini maaa beneran pacarnya. Kak kelvin nggak mungkin nyimpen foto cewek apalagi foto berdua sedeket ini."

__ADS_1


Syakila langsung mengambil hpnya dan memfotonya "Hehehhe lumayankan buat ngancem kakak."


Syakila mematikan laptop itu dan pergi keluar, kembali kekamarnya.


__ADS_2