Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 42


__ADS_3

Amira, Adel, dan Reza kini telah berada di Kelas. Terlihat mereka sedang mengobrol bertiga.


"Gue coba telpon Kak Kelvin aja ya," ujar Amira.


"Iya, telpon aja," sahut Adel.


Amira pun mengangguk dan menelpon Kelvin, namun handphonnya tidak aktif. "Hpnya mati," ucapnya memberitau.


"Kak Rey?" kata Adel dan di angguki Amira.


...CALLING ON....


Reyhan : Hallo, ini siapa ya?


Amira : Ini Amira Kak, temennya Syakila.


Reyhan : Ohh, ada apa?


Amira : Emm, yang kecelakaan kemarin malam itu bener Syakila, Kak?


Reyhan : Iya.


Amira terkejud. Adel yang melihatnya pun bertanya, "Kenapa Mir?"


"Bener, itu Syakila yang kecelakaan," sahut Amita memberitau dan Adel pun terkejud.


Amira : Emmm, Kak, nanti boleh kami jenguk Syakila?


Reyhan : Lain kali aja, soalnya belum ada yang boleh jenguk.


Amira : Eee-emang kondisinya sekritis itu Kak?


Reyhan : Iya, maaf ya, lain kali Kakak hubungi, kalau udah di ijinin.


Amira : Iya Kak, makasih.


Reyhan : Iya, Assalammualaikum.


Amira : Waalaikumsalam.


...CALLING OFF....


Amira mematikan telponnya dan menaruhnya di atas meja. Ia terlihat murung dan merebahkan kepalanya di meja.


"Gimana?" tanya Adel.


"Katanya, Syakila masih belum boleh jenguk," sahut Amira lemah.


"Hufff, sepi banget ya, kalau nggak ada Syakila," kata Adel.


"He-eh," sahut Amira mengiyakan.


Tak lama David datang dan duduk di samping Reza yang sedang ngegame.


"Kenapa, kok murung gitu?" tanya David.


"Kondisi Syakila kayaknya kritis, tadi aku telpon Kak Rey, katanya kita nggak boleh njengukin Syakila dulu," sahut Amira memberitau.


"Kita doa in aja. supaya Syakila sama Farel cepet sadar dan bisa balik lagi sekolah," ucap David dan di aminin Reza, Adel serta Amira.


"Ohh iya, tadi kamu kemana aja?" tanya Amira.


"Kamar mandi, terus di panggil guru bentar," sahut David berbohong dan di angguki Amira.


...ROOM CHAT ON....


Reza:


Hmzz, ngapusi😌


^^^David:^^^


^^^Maksud lo apa?^^^


Reza:


Pura-pura kagak ngerti segala.


^^^David:^^^


^^^Lo mau ngajak ribut.^^^


Reza:


Gue tadi lihat, lo berdua sama Nisa.


David terkejud, ia menatap Reza, namun yang ditatap malah membuang muka.


^^^David:^^^


^^^Apa aja yang lo denger?^^^


Reza:


Semuanya.


...CALLING OFF....


Reza tersenyum smrik dan pergi meninggalkan Kelas.


"WOIIII!" panggil David kesal.


"Ishh, ngapa sih Vid teriak-teriak?" ujar Amira.


"Nggak papa," sahut David sembari tersenyum kikuk, "Mampus gue," batinnya.


...🌸...

__ADS_1


Reza yang berada di belakang Sekolah, terlihat tengah duduk di salah satu bangku panjang sembari menatap langit yang cerah.


"Apa mereka berdua berantem ya," ucap Reza pelan. Ia mengingat di saat dirinya bertemu dengan Rafi dan Aldi, mantan Kakak Kelasnya.


...FLESSBACK ON....


Rafi dan Aldi yang baru saha keluar dari Apartemen Desy dkk, tanpa sengaja bertemu dengan Reza di pakiran.


"Lahh, lo ngapain kemari?" tanya Aldi.


Reza yang hendak membuka pintu mobil pun terhenti dan membalikkan badannya. "Habis main Kak sama temen, kalau kalian ngapain?" tanyanya.


"Ohh ii-itu, kita la-lagiiii," sahut Aldi bingung mencari alasan.


"Lagi main sama temen juga," sambung Rafi.


"Ohh, ya udah ya Kak, gue duluan," pamit Reza. Ia pun membuka pintu mobilnya dan masuk.


Rafi berlari menghampiri Reza dan menahan pintu itu, disaat Reza hendak menutupnya. "Lo bener udah ada cewek?" tanyanya memastikan.


"Iya, kenapa Kak?" tanya balik Reza.


"Lo beneran nyerah, gara-gara Syakila milih Farel ketimbang lo?" tanya Aldi yang baru saja tiba.


Reza menaikkan salah satu alisnya. "Kenapa tiba-tiba bahas soal Syakila?" tanyanya bingung dan merasa aneh.


"Lo pasti tau, Farel itu siapakan?" tanya Rafi.


"Jujur sama kita, dari dalam lubuk hati, pasti lo ada rasa takutkan?" tambah Aldi.


"Iya, gue tau Farel siapa," sahut Reza, "Kak Rafi sama Kak Aldi tenang aja, Farel pasti bisa jaga dia," tambahnya.


"Lo yakin Farel bisa jaga Syakila?" tanya Rafi serius.


"Ii-iya," sahut Reza.


"Gue harap lo balik sama Syakila, lagi pula Adel pernah suka sama Farel kan? kalian kerja sama aja, buat nyatuin cinta pertama kalian," pinta Aldi.


"Hah, ngaco," ujar Reza dan menutup pintunya, namun lagi-lagi di tahan oleh Rafi.


"Oke, kita ngaco, tapi gue ingetin sekali lagi, pastiin didiri kalian, apa kalian berdua udah bisa move on dari Syakila sama Farel, sebelum terlambat," pesan Rafi dan pergi meninggalkan tempat bersama Aldi.


...🌸...


"Huffff," Reza mengehela napasnya pelan, setelah hari itu, ia berusaha memastikan dirinya dan mengetes Adel.


Adel tidak menunjukkan sama sekali, kalau dirinya masih suka dengan Farel, lain hal denganya.


Sahabatnya yang bernama Tio (pacar Nayla) mengatakan...


...FLESSBACK OFF....


Reza kini berada di rumah Tio. Mereka terlihat asik bermain game berdua.


"Lo deket juga sama Syakila," ucap Tio sembari mabar.


"Syakila, anak baik bro, jangan lo mainin," ujar Tio.


Reza menghentikan gamenya dan mematikan handphonnya. Tio kaget, karena tiba-tiba Reza keluar dan ia pun kalah.


"Anji*, dikit lagi," kesal Tio.


"Maksud lo, gue yang mainin dia?" tanya Reza dengan tatapan kesal.


"Sory-sory gue lupa," sahut Tio meminta maaf.


Reza selalu bercerita soal cinta dan temannya ke Tio, sebaliknya Tio pun melakukan hal yang sama.


"Lo kenal Juna?" tanya Tio.


"Juna sapa?" tanya balik Reza.


"Juna, ketua geng Tiger," ucap Tio memberitau.


"Ohh, kenal, ngapa emang?" tanya Reza.


"Gue denger dari dia, katanya Syakila pacar Farel, ketua dari organisasi gelap," seru Tio.


"Emang," sahut Reza sembari ngemil.


"Gue harap lo nggak mainin Adel dan bikin Farel marah, gara-gara lo rebut Syakila darinya," ucap Tio khawatir.


"Nggak akan, gue sayang kok sama Adel," sahut Reza santai.


"Hufff, gue kagak tau isi hati lo yang sebenernya, gue sebagai sahabat, cuman mau kasih tau, lo masih ada hati sama Syakila," ucap Tio membuah Reza tersedak, "Lihat lo berdua persentasi di Sekolah kamarin, gue yakin lo masih ada rasa, bukan cuman gue, para guru yang lain juga bilang lo berdua serasi," tambahnya.


Reza menatap Tio, terlihat sahabatnya bicara dengan sangat serius. Ia menghela napasnya pelan. "Kalau pandangan Lo tentang Syakila," tanyanya.


"Gue tau sifat asli Syakila, dia emang orangnya begitu, jadi nggak kelihatan begitu jelas," sahut Tio.


"Bener, tuh anak emang begitu," sahut Reza sedikit lemah.


"Saran gue, lo lebih sering deket sama Adel, jangan keseringan sama Syakila," saran Tio.


"Hmm,"


...FLESSBACK OFF....


Reza merasa bersalah dengan Adel, yang di bilang Adel dulu salah. Perasaanya dengan Syakila bukanlah perasaan biasa ataupun obsesi semata, malainkan cinta. Ia bingung dan kesal. Mendengar kondisi Syakila membuatnya marah dan ingin mengamuk.


Seorang wanita dari belakang memeluknya. Reza terkejud dan hendak berdiri, namun tertahan.


"Stststttt, gue tau kok, lo pasti sedih denger keadaan Syakila, kita doain aja, supaya dia cepet sembuh dan bisa main sama kita lagi," ucap Adel sedikit parau.


"Adel tau," batin Reza, "Del, mak--" ucapnya terpotong.


"Gue tau lo masih ada perasaan sama Syakila," sahut Adel yang masih memeluk Reza.

__ADS_1


Reza meneteskan air matanya dan meminta maaf, "Maaf Del," ucapnya parau.


Adel tersenyum dan pergi memutari kursi. Ia berjongkok di depan Reza dan menggengam kedua tangan cowoknya. "Re, lo selalu dateng ke rumah gue dengan membawa kehidupan dan juga warna, gue seneng banget, bisa kenal lo, beri gue kesempatan, buat bikin lo suka sama gue, gue bak--" ucapnya terpotong.


Reza memeluk erat Adel, "Gue suka sama elo Del, cuman belum seutuhnya cinta," sahutnya memberitau.


Adel tersenyum sembari meneteskan air matanya. "Kalau gitu, kasih gue kesempatan buat menuhin isi hati lo dengan cinta gue," pintanya parau.


Reza tersenyum, "Lo nggak perlu minta, pasti gue kasih," sahutnya.


Adel tersenyum. Ia menarik kepalanya ke belakang dan mereka berdua pun saling bertatapan, dengan posisi yang masih berpelukan.


"I love you," ucap Adel.


Reza yang ingin membalasnya terhenti, karena mulutnya di tutupi dengan salah jari lembut Adel. "Lo jawab, dk saat lo bener-bener sepenuhnya cinta sama gue," pintanya.


"Oke," sahut Reza. Tak lama Adel mengecup keningnya cukup lama dan melepas pelukannya.


"Yuk balik, entar Bu Mahmud ngamuk loh," kata Adel.


Reza yang masih duduk di abngku pun langsung berdiri dan menyusul Adel. Mereka berdua pun berjalan berdua, sembari mengobrol dan tertawa kecil.


"Sebenernya gue nolak lo waktu itu, bukan kerena Syakila sama Farel yang nggak di ijinin pacaran, tapi karena gue tau, lo masih suka sama Syakila," batin Adel.


...🌸...


Tasya pergi menemui Farel di Rumah Sakit. Sesampainya dia disana, ia bertemu dengan Niya dan Mila.


"Tante Mila, Assalammualaikum," ucap Tasya dengan senyum yang ramah.


Mila tersenyum ceria, "Waalaikumsalam sayang," sahutnya dan mereka berdua pun berpelukan.


"Tante sehatkan?" tanya Tasya, setelah melepas pelukannya dengan Mila dan kini mereka duduk di bangku depas ruang isolasi.


"Sehat, ya ampunn, Tante kengen banget sama kamu," ucap Mila.


"Sama, aku juga kangen banget sama Tante," sahut Tasya, "Ohh iya, ini Tan, buat Tante sama Om Ardi," tambahnya sembari memberikan peperback.


"Makasih loh, pake repot-repot segala," sahut Mila sembari menerimanya.


Tasya tersenyum, "Gimana keadaan Farel Tan?" tanyanya.


"Tadi katanya mulai membaik dan udah bisa di jengukin, tapi cuman satu sampek dua orang aja," sahut Mila.


"Ohh gitu ya Tan, aku boleh jenguk Farel?" tanya Tasya.


"Boleh dong, masuk aja," sahut Mila dan Tasya pun mengangguk.


Tasya pun pamit dan pergi masuk ke dalam Ruangan Farel.


"Siapa itu Mil?" tanya Niya.


"Temen Farel di Sekolah dulu, sejak SMP," sahut Mila, "Anaknya baik banget, pinter juga" tambahnya.


"Ehemm," Niya berdeham dan membuat Mila tersenyum kikuk.


"Syakila masih tetep jadi menantuku nomor satu kok," sahut Mila dan Niya pun ngambek. Ia pun terus merayu Niya.


°°°°°°


Tasya yang telah memakai baju biru dan sarung tangan pun menghampiri Farel. Ia mengusap lembut tangan Farel dan menciumnya.


"Rel, hiks hiks kapan lo sadar, cepetan sadar Rel, banyak orang di luar sana nyari kempatan ini buat bunuh lo, hiks hikss tolong Rel, lo harus sadar hiks hikss," pintanya parau.


"Gue nggak bisa terus-terusan di sini, lo nggak perlu khawatir soal mata lo, setelah lo sadar, secepatnya lo dapet lihat lagi kok, jadi gue mohon, lo harus bangun Rel, gue mohon hiks hiks," tambahnya.


Farel mengerakkan jarinya dan meneteskan air matanya, namun ia kembali koma. Tasya yang terkejud langsung menatap wajah Farel dengan sendu.


"Gue tau lo denger, walaupun gue udah nggak ada di hati lo, tapi gue yakin lo pasti dengerin gue," ucap Tasya parau. Ia mengecup kening Farel cukup lama, "See you Rel," ucapnya dan pergi meninggalkan tempat.


Tasya keluar dari ruangan itu dan berpamitan dengan Mila serta Niya.


"Ehh, kok cepet banget sih," ucap Mila.


"Maaf Tante, ada perlu soalnya," sahut Tasya.


"Lain kali njenguk Farel lagi ya," pinta Mila.


"Insyaallah Tan, kalau ada kesempatan, pasti aku jengukin Farel lagi,"


"Oke, janji ya," kata Mila dan di senyumin Tasya.


"Assalammualaikum," salam Tasya.


"Waalaikumsalam," sahut Mila dan Niya.


"Hmm, asli baiknya, gue kira, cuman muka dua," seru Nita.


"Kagaklah, kalau bermuka dua udah gue tendang, awal deket sama Farel udah gue tes," sahut Mila dan diangguki Niya.


Tak lama Dokter dan Perawat pun datang ke Ruang Farel dengan terburu-buru. Mila dan Niya terkejud.


"Aaa-ada apa Dok?" tanya Mila Khawatir.


"Pasiennnn," ucap Dokter itu menggantung, "Nanti, akan saya beritau," lanjutnya dan masuk kedalam bersama Perawat yang lain.


Mila khawatir dan takut, "Niiii, Farel kenapa Ni, hiks hiks hikss," ucapnya parau.


"Tenang Mil, kita doain aja yang terbaik," sahut Niya sembari memeluk Mila.


...🌸...


...Yeeeee, aku up lagi guys. Capek banget mikirin MTK sama Sejarah hueeee😭 begini amat jadi anak IPS yeee. Ujian Sejarah tanpa buku😭, auto jelek lah nilainya😭. Terpaksa pake waktu luanh buat nulis nopel, biar bisa ngeringanin tekanan otak karena PAS....


...Oke see you guyss, nggak banyak basi-basi dulu ya, semoga suka dengan jalan ceritanya dan selalu setia menunggu lanjutan ceritaku😘...


...Tatttataaaaa, Love You All😘...

__ADS_1


__ADS_2