Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 36


__ADS_3

Hari mulai menjelang sore, setelah berkunjung di Sekolah terakhir, Reza langsung mengantarkan Syakila ke rumah.


Syakila kini telah berada di dalam rumah hendak naik tangga, pergi ke kamar, namun langkahnya terhenti karena mendengar suara seseorang di dapur. Ia pun pergi ke dapur dan melihat sang Kakak ipar tengah makan mangga muda.


"Ngidam Kak?" tanya Syakila.


"Nggak tau Dek," sahut Klara.


"Hmm, Kak Rey udah pulang belum?" tanya Syakila.


"Udah tadi, tapi pergi lagi buat pesen kamar di Rumah Sakit," sahut Klara.


"Ohh iya-ya, bentar lagi kan Kakak lahiran, Kakak mau apa?" tanya Syakila girang.


"Nggak usah, kamu temenin Kakak aja, Kakak udah seneng banget," sahut Klara sembari mencubit pipi Syakila yang berada di sampingnya.


"Kak aku pegang ya," pinta Syakila dan diangguki Klara, "Baby, cepetan lahir ya, Tante tunggu oke," sahutnya sembari mengusap-usap perut Klara dengan lembut.


"Semoga aja anakku bisa kayak Ayahnya sama adik-adiknya," ucap Klara berharap.


Syakila mengangkat kepalanya, melihat ke arah Klara, "Maksudnya? hubungan saudara kayak aku sama Kakak?" tanyanya memastikan.


Klara mengangguk, "Iya, emang kenapa Dek?" tanyanya.


"Kalau hubungan kita bertiga bagus-bagus aja sih, cuman Kakak pernah lihat nggak, kalau Kak Rey sama Kak Kelvin berdua?" tanya Syakila.


"Belum, emang kenapa sih? kok Kakak jadi takut begini," seru Klara.


"Hubungan Kak Rey sama Kak Kelvin itu kadang kayak Tom and Jerry, waktu aku kecil aja, Kak Rey sama Kak Kelvin selalu dapet hukuman dari Ayah sama kena omel Mamah karena sering berantem," sahut Syakila memberitahu.


"Ehhh, beneran?" tanya Klara tak percaya.


"Kakak nggak pernah lihat, kan sekarang Kak Rey di sibukin sama Kakak sama kerjaan, Kak Kelvin juga sama," sahut Syakila.


"Aku baru tau loh, aku tarik deh doaku," seru Klara, "Kalau ada kamu juga begitu mereka?" tanyanya.


"Kadang iya," sahut Syakila, "Kak, aku ganti baju dulu ya, nanti Mamah ngomel lagi lihat aku belum ganti," tambahnya.


"Iya," sahut Klara dan Syakila pun pergi ke arah tangga. Ia mengerutkan keningnya, "Apa aku yang salah lihat, bibir Syakila berdarah? semoga aja karena jatuh, bukan yang kayak aku pikirin," batinnya sembari tertawa kecil.


...🌸...


Syakila baru saja selesai mandi dan tubuhnya hanya dililit handuk. Ia melihat ke arah kaca sembari menyentuh bibirnya yang terluka dengan jari telunjuknya. Ia tersenyum malu, wajahnya merona mengingat kejadian tadi.


"Haisss, udah gila gue nih pasti," ucap Syakila sembari memegangi wajahnya. Ia terus tersenyum tanpa henti, ingatan itu terus berputar-putar di kepalanya.


Syakila kini telah mengganti pakaiannya dan berada di atas kasur mengerjakan tugas. Tak lama seseorang datang menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Hummm, wanginya Adek gue," puji Kelvin dan memiringkan tubuhnya, hingga membuat dirinya serta Syakila jatuh dengan posisi tidur.


"Haissss, pelan-pelan atuh Kak, entar kalau laptopku jatuh terus pecah gimana?" omel Syakila.


"Beli baru," sahut Kelvin santai, Ia masih memeluk Syakila dari belakang, "Ya ampun Dek, wanginya bikin Kakak jadi males pergi," sahutnya.


"Hehehee, bisa aja lo Kak," sahut Syakila terkekeh, "Ohh iya, gimana hubungan Kakak sama Mbk Viona," tanyanya.


"Baik Dek, dia sibuk kuliah sekarang, chat Kakak tadi pagi aja sampek sekarang belum di bales," sahut Kelvin.


"Tumben nggak marah atau ngespam," ucap Syakila.


"Nggak lah, kan tadi udah Kakak samperin hahahhaaa," sahut Kelvin terkekeh.


"Hedehhhh," ucap Syakila, "Kakak tau, Kak Klara kapan masuk ke Rumah Sakit kapan?" tanyanya.


"Nanti malem," sahut Kelvin.


"Sesar atau normal."


"Normal katanya,"


"Ohh gitu," sahut Syakila, "Ohh iya, Kakak mau sampek kapan mantau chatku terus, Kakak udah ngelanggar hak privasiku," keluhnya.


"Udah di lepas Kak Rey kemarin malem Dek," sahut Kelvin.


"Ehhh," kaget Syakila. Ia membalikkan badannya dan melihat ke arah Kelvin, dengan posisi yang masih berpelukan. "Beneran Kak?" tanyanya memastikan.


"Iya, tapi inget! jangan deketin Farel lagi, kalau kamu langgar ini, Kakak pindah ke Apartemen dan nggak mau ketemu kamu lagi," amcam Kelvin.


"Iya," sahut Syakila senang dan memeluk erat Kelvin, "Aku ngerti kok, apa yang Kakak lakuin pasti demi kebaikanku," sahutnya.


"Ini baru Adekku yang tersayang," puji Kelvin sembari mencium puncak kepala Syakila.


...🌸...


Keluarga Yohan kini telah berada di Rumah Sakit. Terlihat Klara tengah tertidur di atas ranjangnya dan Yohan, Niya, Kelvin, Syakila, Reyhan berada di sofa dalam kamar rawat.


"Mamah itu sayang kalian semua," ucap Yohan.


"Mamah tuh sayangnya sama Lisa," sahut Syakila dan mendapat lirikan tajam dari Niya.


"Lisa? Lisa tentangga kita?" tanya Yohan memastikan.


"Iya Yah, katanya, Mamah minta aku biar bisa jadi kayak Lisa," ngadu Syakila, "Sering banget Mamah marah-marah terus bandingin akau sama Lisa," tambahnya.


"Niyaaa," panggil Yohan menoleh ke arah Niya.


Niya tersenyum kikuk dan memalingkan wajahnya.


Yohan menggelengkan kepala, "Jangan ngomong kayak gitu lagi Mah, apalagi banding-bandingin anak sama anak orang lain," pesannya.


"Iya Yah," sahut Niya merasa bersalah.

__ADS_1


"Ayah seneng banget, Syakila jadi anak Ayah, Syakila nggak perlu jadi orang lain, jadi diri sendiri aja ayah senenggg banget," puji Yohan, "Maafin Mamah, kalau selama ini ada salah ya sayang," pintanya lembut.


"Iya Yah," sahut Syakila sembari tersenyum lembut.


"Mamah nggak seharusnya bandingin Syakila sama Lisa, Mamah mau, Syakila hamil kayak Lisa?" tanya Kelvin.


"Hamil?" tanya Syakila dan Niya bersamaan.


"Beberapa minggu lalu...


...FLESSBACK ON....


Dua minggu yang lalu, saat pagi hari, jam 04.45, Yohan, Reyhan dan Kelvin tengah berjalan-jalan pagi keliling komplek.


Tak lama, di tengah perjalanan, Mereka melihat keluarga Lisa tengah keluar dan terlihat beberapa barang di mobil angkut barang.


"Itu Lisa," tanya Kelvin terkejud, bukan hanya dia, Reyhan dan Yohan juga terkujud, karena melihat perut Lisa yang membesar.


Yohan pergi mengahampiri Keluarga Lisa dan di susul Reyhan serta Kelvin dari belakang.


"Assalammualaikum Pak Alif," sapa Yohan ke Ayahnya Lisa.


"Waalaikumsalam," sahut Pak Alif, Lisa dan istri.


"Mau pindahan Pak?" tanya Yohan.


"Iya, Pak Yohan," sahut Pak alif dan diangguki Yohan, "Saya dan sekeluarga minta maaf ya Pak, kalau ada salah selama ini," ucapnya.


"Iya Pak, saya dan sekeluarga juga minta maaf ya, kalau ada salah," sahut Yohan dan diangguki oleh keluarga Alif.


"Hati-hati ya Lis," pesan Kelvin.


"Iya Kak, makasih," sahut Lisa parau dan diangguki Kelvin.


"Kami duluan ya Pak," pamit Alif.


"Iya, Pak Alif," sahut Yohan.


"Assalammualaikum," salam Pak Alif.


"Waalaikumsalam," sahut Yohan, Reyhan dan Kelvin bersamaan.


Pak Alif, istri dan Lisa pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat.


"Udah gue duga," ucap Reyhan sembari menatap kepergian Lisa.


"Gue juga tau dia emang kelewat batas, tapi gue nggak nyangka kalau mereka bakalan sampek ke tahan itu," seru Kelvin.


"Itulah akibatnya, kalau udah begitu yang ada cuman rasa kecewa dan penyesalan," seru Yohan.


"Jangan sampek Syakila ngalamin ini, lihat Klara aja gue nggak kuat, apalagi kalau Syakila, adek gue satu-satunya yang paling gue sayang," seru Reyhan.


"Gue nggak bisa bayangin, kalau di posisi itu Syakila, gimana hidupnya nanti," ucap Kelvin.


"Aminnn," sahut Reyhan dan Kelvin.


...FLESSBACK OFF....


"Astaughfirullah, Mamah nggak nyangka Lisa bisa ngelakuin itu sampek hamil," ucap Niya tak percaya.


"Kok aku nggak tau sih," sahut Syakila.


"Kan kamu di rumah Dek," sahut Reyhan.


"Iya juga ya, pantesan selama dua minggu ini dia nggak kelihatan," seru Syakila.


"Dia juga udah keluar grup, apa kamu nggak lihat?" tanya Kelvin.


"Nggak," sahut Syakila pendek.


"Mangkanya Dek, Kakak larang kamu pacaran, kalau kamu kayak gitu gimana?" tanya Reyhan.


"Iya, kalau seandainya aku pacaran pun, aku nggak bakalan begitu," sahut Syakila.


"Syakila belum tau, kalau udah pacaran dan kelepassan gimana? apa Adek bisa nahan," tanya Yohan.


"Sebenarnya hamil itu caranya gimana sih, Aku tau rumus Ipanya, tapi bingung caranya." sahut Syakila, membuat mereka berempat celingkukan. Ia mengerutkan keningnya melihat mereka berempat, yang terlihat mengacuhkan secaran sengaja.


"Ishhhh, kebiasaan banget sih, kalau aku tanya hal itu pasti kalian sengaja nggak denger, kalau nggak mau bahas hal ini, jangan mulai atau bahas topik itu di depanku," kesal Syakila dan tidak ada yang jawab. Ia merasa kesal dan marah. Ia pun mengambil Handphonnya dan bermain.


Tiga jam kemudian Syakila dan Kelvin pulang duluan bersama Yohan, sedangkan Niya dan Reyhan tetap berada di Rumah Sakit.


...🌸...


Hari mulai pagi, Syakila dan Kelvin turun bersamaan ke lantai bawah, sesampainya di lantai bawah, mereka pun pergi ke arah meja makan. Terlihat Yohan tengah menyeruput kopinya.


"Ayahhh," panggil Syakila dan langsung mencium salah satu pipi Yohan, "Morning Yah," sapanya.


"Morning sayang," sahut Yohan dan mencium kening Syakila.


Syakila pergi, duduk di bangku samping Kelvin. Terlihat Kelvin tengah mengoleskan selai ke rotinya dan ia tengah memainkan handphonnya sembari menunggu roti bakar.


...ROOM CHAT ON....


^^^Syakila:^^^


^^^Habis pulang sekolah langsung ke Apartemen ya guys^^^


Nayla:


Woke.

__ADS_1


Sisil:


siap


Desy:


Gue telat dikit, ngisi PMR.


Nayla:


Yang telat, yang beli kopi sama makanan.


Desy:


Iye.


List pesenan kalian sekarang aja, biar gue tau mau kemana setelah pulang Sekolah.


Sisil:


Serah kamu aja Des.


Nayla:


Yang penting cemilan sama minumanya cukup untuk enam orang.


^^^Syakila:^^^


^^^Iya, serah lo aja Des, uangnya entar gue transfer.^^^


Desy:


Okok.


Nggak usah Sya, hari ini gue dapet uang saku lebih dari bokap.


Nayla:


Biasanya juga bulanan, tumben ngasih.


Sisil:


Di kasih berapa Des?


Desy:


Lima juta😁


^^^Syakila:^^^


^^^Wihhh, beliinnya yang banyak, jangan pelit-pelit.^^^


Desy:


Siapp.


...ROOM CHAT OFF...


Syakila mematikan handphonnya dan tak lama roti bakarnya pun datang.


"Ini Non Kila," ucap Bik Jum sembari memberikan rotinya.


"Makasih Bik," sahut Syakila tersenyum ceria.


Bibik tersenyum dan pergi ke dapur. Mereka bertiga kini tengah sarapan bersama, tidak ada di antara mereka yang berbicara.


Kelvin meminum susunya dan pergi menyalami Yohan, setelah itu di susul Syakila.


"Ummah, Aku pamit dulu ya Yah," ucap Syakila, setelah mencium tangan Yohan.


"Iya sayang, hati-hati ya," pesam Yohan dan diangguki Syakila, "Vin, bawa mobilnya pelan-pelan aja, jangan lupa sehabis kuliah ke kantor Ayah," tambahnya.


"Iya Yah," sahut Kelvin.


"Assalammualaikum," salam Syakila dan Kelvin bersamaan.


"Waalaikumsalam," sahut Yohan.


Syakila dan Kelvin kini telah berada di luar rumah menuju mobil.


"Kakak kapan ke Rumah Sakit?" tanya Syakila.


"Malem kayaknya Dek," sahut Kelvin, "Kalau kamu duluan kesana nggak papa, nanti minta Pak Imam atau Pak siapa itu aku lupa,"


"Pak Asel lagi libur, kalau Pak imam kan anter Ayah," sahut Syakila memberitahu.


"Kan bisa habis anter Ayah, anter kamu," sahut Kelvin.


"Malem aja deh, aku mau sekalian kerjain tugas," sahut Syakila.


"Serah kamu Dek," jawab Kelvin.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat.


...🌸...


...Hallo guys, mulai hari ini aku akan up satu chapter/episod satu hari. Lumayan kan sebulan dah dapet 30/29 chapter, kalau sehari dua atau tiga itu ke cepetan, mending juga sehari satu ya nggak guys😁....


...Lumayan buat ngelatih kesabaran + kesempatan buat baca novel lain yang dah tamat, ye nggak😁....


......Aku doakan semoga kalian semua diberikan kesehatan dan juga perlindungan dari Tuhan ya.......

__ADS_1


......Oke sampai sini dulu ya, See you...


__ADS_2