
Malam hari telah tiba, kini Syakila tengah berbaring di atas ranjang Rumah Sakit dengan pandangan ke arah langit-langit. Niya, Yohan, Ardi dan Mila telah kembali ke Rumah Sakit, menemani anak-anaknya, sedangkan Reyhan serta Kelvin pulang ke rumah. Serpihan ingatan Syakila sedikit demi sedikit muncul, ia melihat seorang lelaki tampan yang tidak jelaa di ingatannya. Ia terus berusaha mengingat, namun terasa sakit di kepala.
"Dia siapa?" tanya Syakila pada dirinya sendiri.
Niya yang mendengar sekilas, menoleh ke anaknya. "Kamu nyari seseorang?" tanyanya.
"Mah, handphoneku memorinya masih fullkan belum hilang?" tanya Syakila.
"Iya kok," sahut Niya. "Nih," memberikan handphone Syakila.
Syakila menerima dan melihat isi galeri. Terlihat di handphone itu penuh dengan foto Farel dan mereka berdua, ada juga foto dengan teman-temannya yang lain. Hatinya berdegup dengan kencang, melihat foto Farel yang tengah tersenyum dengan lebar. Senyum malu terlukis di wajahnya yang putih dan cantik.
"Ganteng banget, apa mungkin dia yang di maksud Desy, Nayla sama Sisil tadi," ucap Syakila. "Mah, hubunganku sama dia apa ya?" tanyanya sembari menunjukkan foto Farel.
"Ohhh, pacar," sahut Niya.
"Serius?" tanya Syakila memastikan dan Niya pun mengangguk.
"Mau temuin dia nggak," tawar Niya.
"Ehhh, emang dia di sini?" tanya Syakila.
"Iya, tapi...,"
"Tapi kenapa Mah?"
"Dia kehilangan penglihatanya sayang," sahut Niya sedih.
Hatinya Syakila ikut sedih. Ia sangat ingin menemui Farel dan melihatnya secara langsung. "Aku mau jenguk dia."
"Oke, Mamah panggil Ayah dulu buat siapin kursi rodanya ya," ucap Niya dan di angguki Syakila. Ia pun pergi meninggalkan tempat.
Tak lama Yohan dan Niya datang membawa kursi rodanya. Yohan menggendong Syakila dan mendudukannya di kursi roda. Niya pun mendorong kursi roda itu bersam Yohan yang ada di sampingnya.
"Assalammualaikum," salam Yohan setelah mereka bertiga sampai di depan ruangan Farel.
"Waalaikumsalam," sahut Ardi dengan senang dan meminta mereka bertiga masuk ke dalam. Sebelumnya Ardi dan Mila telah di beritahu Yohan serta Niya soal pertemuan ini.
"Wahhh, Farel coba tebak deh siapa yang jengukin kamu malem-malem gini," seru Mila senang.
"Siapa? David?" tebak Farel.
"Cewek yang mau kamu jengukin tapi nggak jadi, karena dia tidur," kode Mila.
"Sya-syakila?" tebak Farel tak percaya.
"Iyaaa," sahut Mila senang.
"Syakila mau tau soal kamu, mungkin dia inget sesuatu yang hanya bisa kamu jawab," ucap Niya dan di angguki Farel.
"Kondisi Syakila masih lemah, jangan terlalu di paksain ya Rel," pesan Yohan.
"Kalau Syakila ngebet, jangan jawab," tambah Ardi membuat Syakila memanyunkan bibir lima senti.
"Ya udah kita tinggal ya," ucap Niya membuat Syakila dan Farel kaget.
"Tuuu-tung---" ucap Syakila terhenti, karena para Orang Tuan telah pergi meninggalkan tempat.
Suasana di ruang itu terlihat canggung dan kikuk. Hati mereka berdua saling berdetak dengan kencang. Sesekali mereka ingin memulai pembicaraan, namun tidak jadi karena suara yang tidak busa keluar.
__ADS_1
Farel menghelan napas pelan dan memberanikan diri untuk bicara. "Sya, apa kabar?"
Syakila mendekat ke arah Farel dan menjawab, "Ba-baik, Faa-farel boleh peee-pegang tangan kamu?" ucapnya gugup. Ia ingin memegangi tangan Farel, karena Farel terlihat kebingungan mencari ke beradaannya.
Wajah Farel memerah. "Bo-boleh," sahutnya dan Syakila langsung memegang tangannya.
"Emm, Faa-rel aaa-aku ma---" Ucap Syakila terpotong.
"Syakila, aku beri kamu waktu 24 jam buat inget kembali," Ucap Farel tegas dan to the poin, membuat Syakila tertegun.
"Baaa-baiklah, akan aku coba," sahut Syakila.
"Ambil handphoneku di laci!" pinta Farel dan Syakila pun mulai mengambilnya.
"Udah," sahut Syakila memberitahu.
"Buka handphoneku dan lihat medsosku, galeri, chat, dan vidio," pinta Farel dan Syakila pun melakukannya.
Terlihat di handphone itu penuh dengan foto Syakila dan foto mereka berdua. Wajah Syakila merona melihat caption yang Farel buat di medsos. Ia juga terlihat tersenyum-senyum melihat layar handphone itu.
Caption :
...Cantiknya wajahmu mengalahi bulan purnama, sinarnya Matahari mengalahi sinar hatimu, Berkelap-kelipnya bintang di atas langit, tak seindah bola matamu di mataku....
Caption:
...Habis nangis langsung senyum....
Caption:
Syakila menyudahi kegiatannya dan mengembalikan handphone Farel. Ingatannya memang belum sepenuhnya pulih, namun hatinya tau siapa pemiliknya. Ia merasa nyaman dan senang berada di samping Farel. Ia sekarang tau, siapa orang yang telah mengajaknya mengobrol akhir-akhir ini, di saat dirinya koma. Ia pun mendekat ke arah telinga Farel.
"I love you Farel sayang, kamu hanya milikku seorang, ingatlah itu," bisik Syakila, membuat Farel kaget dan spontan menjauh.
"Kaa-kamu tau?" tanya Farel.
"Iya," sahut Syakila.
"Kalau soal, aku yang janjiin sesuatu buat kamu?" tanya Farel.
"Ohh yang itu, kamu janjiin sesuatu kalau aku sadarkan?" tanya Syakila memastikan dan Farel mengangguk.
"Inget donggg, aku jadi nggak sabar," seru Syakila senang.
"Katanya amnesia," kesal Farel.
"Memoriku memang hilang, tapi bukan untuk perasaanku," sahut Syakila.
"Gombal terussss," ucap Farel malas.
"Hehehehee, kayaknya perlahan-lahan aku bakal inget semua, tiap hari aku dateng ke sini ya atau sebaliknya. Kamu ceritain semua kenangan tentang kita, oke," pinta Syakila.
"Sorry Sya, gue nghak bisa janji," batin Farel dan ia pun mengangguk. Syakila sangat senang dan memeluknya dengan kuat. "Saa-sakit Sya," keluhnya.
"Hihihiii, lemah banget sih," ucap Syakila.
"Kan lagi sakit," sahut Farel.
"Utututuuuuu, sakit ya, sini-sini aku obatin," ucap Syakila membuat Farel geli. Melihat wajah Farel yang geli , membuatnya tertawa lepas.
__ADS_1
...🌸...
Pagi hari tiba, Syakila kini berada di ruangannya bersama Niya dan Yohan. Terlihat Niya tengah menyuapi Syakila dan Yohan tengah memberikan air putih. Tak lama dua wanita cantik datang membawa buah tangan.
"Assalammualaikum," ucap mereka berdua setelah masuk kamar inap Syakila.
"Waalaikumsalam," sahut Yohan, Niya dan Syakila bersamaan.
"Adel sama Amira ya?" tanya Yohan.
"Iya om," sahut Amira dan Adel bersamaan. Mereka berdua pun menyalami Yohan dan Niya.
"Apa kabar Tante, Om?" tanya Adel.
"Baik," sahut Yohan dan Niya.
"Kalian bicara bertiga aja ya, Tante sama Om mau ke kamar sebelah," ucap Niya dan mereka berdua mengangguk. Niya dan Yohan pun pergi meninggalkan tempat.
Syakila tersenyum lembut ke Amira dan Adel. Mereka berdua pun duduk dan membalas Syakila dengan senyum. Suasananya canggung, karena mereka hanya saling lempar senyum.
"Duh, ngomongin apa ya," batin Adel bingung.
"Hadeh, ternyata begini ya rasanya ngadepin orang amesia," batin Amira mengeluh.
"Kayaknya mereka kesulitan ya?" Batin Syakila. "Aa-apa kabar?" tanyanya memulai pembicaraan.
"Baik," sahut Amira dan Adel.
"Syakila!" panggil Adel.
"Iya," sahut Syakila dengan semyum lembut.
"Kamu seberapa inget soal SMA?" tanya Adel.
"Emmm, aku dikit-dikit mulai inget sama kalian, walaupun belum full," sahut Syakila di akhiri senyum.
"Ohhh gitu, hemm kita mulai dari mana ya?" tanya Adel pada dirinya sendiri.
"Sebelum ke sana, kami ada hadiah buat kamu," ucap Amira dan di angguki Adel.
"Apa tuhhh," seru Syakila dan Amira pun memberikannya. Ia menerimanya dan membuka paper bag kecil itu.
"Wawwww, emesssss," ucap Syakila gemas sembari memegangi bulu gantungan itu.
"Suka nggak?" tanya Adel.
"Suka bangettttt, makasih," sahut Syakila senang.
"Sama-sama," ucap mereka berdua bersamaan.
"Kamu inget nggak Sya, dulu kamu pingin banget sama nih gantungan, tapi uang kita habis buat belanja barang lain, jadi kita tunda," ucap Adel dan Syakila pun mulai mengingatnya sembari melihati gantungan itu.
"Iya Sya, karena hal lain, kita malah jadi lupa," tambah Amira.
Serpihan ingatan Syakila kembali, terlihat ingatan hitam putih muncul. "Aku inget," ucapnya membuat ke duanya senang.
"Beneran?" tanya Amira.
"Iya, tapi dikit," sahut Syakila.
"Nggak papa, lama-lama juga inget," ucap Adel dan di angguki Amira serta Syakila.
Mereka bertiga pun mulai mengobrol dan bercanda tawa. Amira dan Adel sesekali membantu Syakila mengingat masa-masa SMA mereka dengan foto serta cerita. Tangis haru dan tawa renyah mengisi ruangan itu. Mereka bertiga juga saling berfoto dan vidio call dengan teman-teman SMA.
__ADS_1