Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
S2 : Cp 2


__ADS_3

Terlihat langit mulai senja dan pepohinan yang hijau-hijau mengelilingi ke dua remaja yang tengah bermesraan, melepas rindu. Hembusan angin yang lewat, membuat nuansa tempat itu makin cantik. Pepohonan menari ke kanan dan ke kiri.


"Aku denger-denger Desy sama Nayla udah nikah?" tanya Farel.


Farel telah mengetahui siapa sebenarnya Syakila dan sebaliknya, Syakila juga sudah tau siapa Farel. Ia juga tau soal aktivitas Syakila dan berita yang beredar di sini, selama ia tidak ada di Indonesia lewat Reza.


"Hemm, dari Reza pasti." sahut Syakila.yang menyender di samping tubuh Farhan.


"Kamu tau?" tanya Farel.


"Iya, baru aja tadi Amira kasih tau aku."


"Ohh."


"Farel!"


"Hmmm." Farel mengusap lembut rambut Syakila.


"Kamu tau, Sisil sama Adel udah tunangan?" tanya Syakila, sembari menaikkan pandangannya ke arah Farel.


Farel melihat ke arah Syakila. "Iya, kenapa?"


"Kapan kamu ajak aku tunangan?"


"Aku maunya langsung nikah," sahut Farel.


"Kapan?" tanya Syakila.


"Satu tahun setelah kamu lulus," sahut Farel.


"Hufff, bisa-bisa aku yang terakhir dong." ucap Syakila menundukkan kepala.


"Nikah bukan buat main-main Syakila," ucap Farel mengingatkan.


"Yang main-main siapa sih? aku tuh udah siap," sahut Syakila sedikit kesal.


"Serius?" tanya Farel.


"Iyalah serius," sahut Syakila.


"Setelah lulus, kita langsung nikah dan kamu nggak boleh kerja!" ucap Farel tegas, membuat Syakila tertegun.


"Whattt? Yang bener aja deh, buat apa aku kuliah setinggi ini, kalau pada akhirnya cuman jadi Ibu rumah tangga."


"Kamu kan yang minta cepet-cepet."


"Tapi nggak gini juga!"


Farel berdiri dari duduknya dan melihat ke arah Syakila. "Lepas SDNS atau nggak usah nikah!"


"Kenapa kamu jadi begini sih?" kesal Syakila.


"Sya! kita udah nggak bisa main-main lagi, aku mau serius!"


"Kamu sekarang jahat."


"Kamu nggak suka?" tanya Farel.


"Nggak su--" ucap Syakila terpotong.


"Kalau kamu bilang nggak suka, aku pergi ke luar negeri." ucap Farel dengan tegas dan serius. Syakila yang mendengarnya tertegun dan hatinya terasa sakit.


"Nggak jadi, aku mau ke kamar mandi," pamit Syakila dan pergi meninggalkan tempat. Farel menghela napas pelan dan pergi masuk ke dalan rumah.


Tanpa ke duanya sadari, Bunga dan Klara ada di belakang. Mereka berdua mendengar semua obrolan Syakila dan Farel. Bunga mengerti perasaan Syakila dan Farel, karena ia pun pernah mengalaminya. Dulu, ia dan Kelvin bertengkar karna hal yang sama.


"Mbk, apa Syakila pernah menyunging soal Kantor?" tanya Bunga ke Klara yang ada di sampingnya.

__ADS_1


*Maksudnya?" tanya balik Klara.


"Pingin ikut campur soal Kantor mungkin, setelah lulus?"


"Emmm, kayaknya pernah," sahut Klara.


"Hemm, aku coba bicara deh sama Syakila nanti," ucap Bunga.


"Jangan! Kalau lagi begini, biarin Syakila sendirian aja," sahut Klara. "Tunggu sampek dua atau tiga hari, kalau Syakila masih ngak bisa nyelesein masalahnya, baru kita bantu."


"Baiklah," ucap Bunga.


"Masuk yuk!" ajak Klara dan Bungan pun mengangguk.


Syakila yang berada di kamar mandi terlihat menangis seorang diri di pojokan. Melihat sikap Farel tadi membuatnya hancur. Ia berharap hari ini bisa menjadi hari yang istimewa dan romantis. Namun sayang, orang yang ia kenal telah berubah.


"Kenapa Farel jadi begini, apa aku yang masih kekanak-kanakan?" tanya Syakila pada diri sendiri.


"Aku nggak mau Farel pergi lagi, aku harus bisa terima dia yang sekarang."


"Syakila lo harus semangat, jangan lepas dia lagi, Farel udah ada di sini, jangan biarin dia pergi ke luar negeri, Oke," ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


Syakila pun keluar dari kamar mandi dan kembali berkumpul dengan keluarga. Keluarga Syakila berpamitan, kerena langit mulai gelap. Merekapun pulang ke rumah dan keluarga Farel pergi ke kamar melepas lelah.


...🌸...


Langit semakin gelap dan aruh jam pun telah menunjukkan pukul 20.21. Desy yang tengah duduk santai di sofanya bersama Deni, terlihat asik nonton tv berdua. Tak lama notifikasi masuk ke handphone Desy. Ia langsung mengambil handphonnya dan melihat isi Chat.


...ROOM GRUP ON....


Nayla :


😭😭😭gue butuh Rio hiks. [20.24]


Syakila :


Nayla :


😭😭 hikss, jahat lo Sya.


Gue lagi hamil loh. [20.25]


...Author : Aku lupa, Desy telah hamil dua bulan dan Nayla tiga bulan....


Sisil :


Syukurin, hamil sendirian. [20.26]


^^^Desy :^^^


^^^Gue dong ada laki'.^^^


^^^Jam segini udah balik.^^^


^^^😎[20.28]^^^


Nayla :


Sombong😑 [20.29]


Sisil :


Nyimak. [20.29]


Syakila :


😴sleeping [20.29]

__ADS_1


Nayla :


Lihat aja ya, kalau kalian berdua @Syakila @Sisil udah nikah nanti, aku nggak mau landenin keluh kesah kalian!!!


😤😤😤 [20.30]


Syakila :


Bumil sensitif, kabur ahhh💃💃💃 [20.31]


Sisil :


@Syakila ikut🏃‍♂️🏃‍♂️🏃‍♂️ [20.31]


Nayla :


Nyebelin😤


Anak siapa sih ini😭😭😭@Syakila @Sisil. [20.32]


^^^Desy :^^^


^^^Awokaowkkkk.^^^


^^^Anak emak bapaknya lah. [20.33]^^^


Nayla :


😞


...ROOM GRUP OFF....


Desy mematikan handphonnya dan menaruh krmbali ke atas meja. Ia menjawil suaminya. "Tau nggak soal Rio?" tanyanya.


"Tau apa?"


"Kenapa Rio belun pulang?"


"Ohhh," sahut Deni. "Ada meeting besok sama Farel, mangkanya dia ngelembur."


"Oalahhh," sahut Desy. Mereka berdua pun kembali menonton bersama. Sesekali Deni mengusap lembut perut sang Istri dan Desy hanya bisa diam menerimanya. Selesai menonton tv, mereka kembali ke kamar dan mulai tidur.


...🌸...


Pagi hari telah tiba, terlihat Syakila tengah menuruni tangga dengan begitu cantik. Setelan pakaiannya hari ini adalah Dress putih coklat selutut dan tas kecil di samping serta high hlees putih. Seseorang dari belakang datang dengan membawa bayi kecil ynag begitu menggemaskan.


"Jangan melamun Syakila," ucap Bunga.


"Enggak kok Kak, aku cuman lagi nginget-nginget soal pelajaran semalem yang aku pelajari," sahut Syakila sembari menoel pipi Baby Sintia.


"Ohh gitu, Kakak kira kamu melamun," seru Bunga.


"Nggak kok, tolong bilangin ke Mamah ya Kak, aku nggak ikut sarapan," pesan Syakila dan pergi begitu saja.


"Ehhhh, oke."


Syakila keluar dari rumah dan pergi masuk ke dalam mobil mewahnya yang berwana ungu. Ia pun langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat ke arah suatu tempat. Ia ingin segera menyelesaikan masalahnya dan mempervaiki hubungannya.


Tiga puluh lima menit kemudian, Syakila telah sampai di tempat tujuannya dan pergi masuk ke dalam. Ia terlihat bertanya ke seseorang dan pergi ke tempat yang orang itu beritau. Sesampainya di sana, ia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut dan menutup mulut. Ia pun mundur selangkah, karena takut Farel akan mengetahuinya.


Brak


Syakila menyenggol seorang OB ynag tengah membawa kopi, hingga jatuh. Farel dan orang itu keluar dari ruang itu. Mereka berdua terkejut melihat Syakila yang ketumpahan kopi panas. Farel pun segera menghampirinya.


......°°°°°......


...Semoga kalian semua suka....

__ADS_1


...See you....


__ADS_2