
Syakila kini telah duduk di sofa lain sembari menonton drakor di laptopnya dengan headset, sedangkan Yohan, Niya, Mila dan Ardi sedang asik mengobrol.
Ton tok tok
Tak lama seseorang mengetuk pintu dan masuk ke dalam. Terlihat pemuda tampan yang tengah membawa sebuah belanjaan di kedua tangannya. Ia adalah Farel.
"Assalammualaikum," salam Farel.
"Waalaikumsalam," sahut mereka semua kecuali Syakila. Ia tidak mendengar suara Farel, kerena telinganya yang ditutupi headset.
Farel menghampiri dan menyalami Yohan, Niya, Mila serta Ardi, "Ini Om, Tante, buat Keluarga dan dedek bayinya," ucapnya sembati memberikan belanjaanya.
"Makasih Rel, nggak usah repot-repot begini, Mamah sana Ayahmu juga udah bawain hadian," sahut Niya dan menerimanya.
"Nggak repot kok Tan," sahut Farel ramah.
"Emm, Han!" panggil Ardi dan di jawab Yohan dengan manaikan salah satu alisnya, "Gue sempet ngintip dikittuh drakor lagi itu," ucapnya ragu sembari menunjukkan dua jaei telunjuknya 👉👈
"Ohhh, dia skip kalau udah ada begituan," sahut Yohan santai.
"Kagak, orang anak lo ton--" ucap Ardi terpotong.
"Kyaaaaa, Astaga, astagaaa," panik Syakila sembari menekan-nekan keybroardnya.
"Stststtt, ada apa Sya," tanya Niya pelan.
"Drakornya nggak sehat Mah," sahut Syakila sembari menutup laptopnya.
"Ohhh, mangkanya sebelum nonton di cari tau dulu," sahut Niya.
"Awalnya sesuai dugaan nggak ada begonoan, tapi akhir-akhirnya makin ekstrim," seru Syakila.
Niya hanya bisa menepuk jidatnya, Yohan, Mila dan Ardi tertawa kecil, sedangkan Farel terlihat mengerutkan keningnya.
"Tontonanmu begituan?" tanya Farel.
"Iya," sahut Syakila dengan santainya, membuat Mila dan Ardi melongo, "Kapan datengnya? kok gue nggak tau, dah lama?" tanyanya.
"Ehem," Farel berdeham menetralkan mimik wajah dan suaranya, "Baru aja kok Sya," sahutnya dan duduk di samping Syakila.
"Ohh," seru Syakila sembari menganggukan kepala paham.
"Stres lo berdua, anak nonton yangnggak bener lo pada biarin, tanda-tanda kiamat nih," ucap Ardi berbisik.
"Nih anak pasti salah paham," batin Yohan, "Syakila! Farel tadi kan tanya, kamu nonton begituan, maksudnya kamu nonton drakor untuk orang dewasa," ucapnya menjelaskan.
"Ishhh, ya nggak lah, masa aku nonton begituan, nggak ada untungnya juga," kesal Syakila.
Ardi menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dan Farel terlihat merasa bersalah, karena salah paham.
Mereka pun mulai mengobrol dan menyantap makanannya. Tak lama Reyhan dan Kelvin pun datang.
Ceklek
"Assalammualaikum," salam Reyhan dan Kelvin bersamaan.
"Waalaikumsalam," sahut mereka semua.
"Mampus gue," batin Farel khawatir.
Kelvin yang melihat Farel langsung menghampirinya dan hendak manarik kerah baju Farel, namun tangannya di tahan oleh Reyha.
"Inget, ada Mamah sama Ayah, jangan bikin Syakila menderita karena ulah lo ini," bisik Reyhan mengingatkan.
Kelvin terlihat menyatukan alisnya dan menghempas kasar tangan Kakaknya. Ia dan Reyhan menyalimi satu persatu Orang Tuanya dan Orang Tua Farel. Selesai salim, ia langsung duduk di tengah-tengah Farel dan Syakila, sembari menginjak salah satu kaki Farel dengan keras.
Farel terlihat meringis kesakitan, namun secepatnya ia rubah wajahnya menjadi datar.
"Rey, ini dari Farel, buat baby Brian," ucap Niya memberitahu.
Reyhan membalikkan badannya dan melihat ke arah Farel, "Makasih, Lo kagak bermaksud nyogok gue kan?" candanya.
"Cuihh," seru Kelvin tidak suka, "Camuk," ucapnya.
"Nggak Kak," sahut Farel sembari tersenyum kikuk.
"Bercanda gue," sahut Reyhan, "Dek, Kakak mau," pintanya kepada Syakila yang tengah melahap pizzanya.
Syakila mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Reyhan, "Ini Kak," ucapnya sembari memberikan pizzanya.
Kelvin yang berada di samping Syakila, hendak melahap pizaa itu, namun dengan sigap, Reyhan langsung berlari dan mendorong kepala Kelvin begitu keras, hingga menatap tembok dan melahap pizzanya.
Yohan langsung berdiri dari duduknya dengan wajah yang marah, "Reyhan! Kelvin!" pangilnya.
Reyhan dan Kelvin langsung menoleh ke arah Yohan, "Maaf Yah," ucap mereka bersamaan.
"Keluar!" pinta Yohan dengan tegas sembari melangkah keluar dan dari belakang disusul Reyhan serta Kelvin.
"Nggak papa tuh Ni?" khawatir Mila, melihat Yohan yang terlihat marah.
"Ngga papa, lagi pula ini kan di Rumah Sakit," sahut Niya.
Tak lama Yohan, Reyhan dan Kelvin datang. Syakila langsung menghampiri Reyhan dan Kelvin.
"Kakak sakit nggak?" tanya Syakila sembari berjinjit dan mengusap pelan belakang kepala Kelvin.
__ADS_1
Kelvin tersenyum lembut dan meraih tangan Syakila, "Nggak kok Dek," sahutnya sembari mencium tangan Syakila.
Syakila tersenyum lembut, "Alhamdulillah," sahutnya, "Kak Rey, tadi Ayah pasti marahin Kakak ya," ucapnya sedih.
"Nggak kok Dek, Ayah tadi cuman ngasih nasihat aja dikit," sahut Reyhan.
"Huffff, lain kali kalian nggak boleh gitu lagi oke," pinta Syakila dan diangguki Reyhan serta Kelvin.
Reyhan mendekatkan ke telinga Syakila, "Cium Kakak, tadi Ayah sebenarnya marahin Kakak," bisiknya manja.
Syakila tersenyum sembari mengelengkan kepala, "Padahal udah punya istri, tapi tetep aja tingkahnya begini," batinnya. Ia pun mendekat ke wajah Reyhan dan hendak mencium pipinya, namun Reyhan dengan cepat mendekat, hingga membuat Ia harus mencium bibirnya.
Mereka semua terkejut kecual Niya dan Yohan, sedangkan Kelvin terlihat kesal dan mendorong kepala Reyhan, "Kakak juga," pintanya maksa.
"Nggak, mau ku yang biasanya," tolak Syakila.
"Curang, masa Kak Rey dapet, Kakak nggak," ucap Kelvin tidak terima.
"Kan Kak Reynya sendiri yang nyosor," sahut Syakila.
"Intinya Kakak juga mau," kekeh Kelvin.
"Nggak," tolak Syakila.
"Ad--" ucap Kelvin terhenti, karena mulutnya di bekap oleh Syakila.
"WOI ADA TELPON NIH, ANGKAT WOI, KALAU KAGAK ANGKAT, KAGAK BAKALAN MATI NIH," bunyi nada dering handphone Syakila.
"Aku angkat dulu Kak," ucap Syakila memberitahu. Ia mengambil handphonnya dan pergi keluar.
Syakila kini telah berada di luar kamar Klara dan tengah duduk sembari menerima telpon.
......CALLING ON.......
Syakila : Hallo Nay, ada apa?
Nayla : Sya tolongin kita, gue sama Desy di sekap sama anak WW. (ketakutan dan khawatir)
Syakila : Hah kok bisa. (Panik)
Nayla : Panjang ceritanya, Desy tadi udah telpon Deni, tapi nggak aktif, telurusi lokasi kita sekarang ya Sya, kita udah dari tadi siang di sekap.
Syakila : Oke, kalian tunggu ya.
Nayla : Iya.
...CALLING OFF....
Syakila mematikan telponnya dan terlihat mondar-mandir. Ia bingung, khawatir dan penik. Ia menyoba menelpon Deni, namum handphonnya masih tidak aktif.
Syakila memutuskan untuk masuk ke dalam kamar inap Klara. Ia duduk di samping Kelvin.
"Nggak ada apa-apa kok Kak," sahut Syakila sembari tersenyum lembut.
Mereka pun kembali mengobrol. Tak lama, lima belas menit kemudian, handphone Farel berdering dan menampakan nama Deni.
"Sialan, ngapain nelpon segala," kesal Farel.
Kelvin menatap tajam ke arah Farel, namun yang di tatap malah memalingkan wajahnya.
"Ngapa Farel nggak angkat-angkat sih," batin Syakila gemas, karena telpon itu tidak di angkat-angkat oleh Farel. Ia pun memutuskan untuk mengambil handphonnya dan pergi keluar sembari mengangkat telpon itu.
Mereka semua yang melihatnya terkejud, Fatel yang hendak pergi di tahan oleh Kelvin.
"Kalau sampek, anak buah lo ngomong yang enggak-enggak, jangan harap lo bisa deket sama Syakila, walaupun dalam jarak lima meter," bisik Kelvin mengancam.
Farel menepis tangan Kelvin dan pergi mengejar Syakila.
...CALLING ON....
Deni : Rel, perse---
Syakila : Gue Syakila.
Deni : Sya-Syakila, apa gue salah nomor? (panik)
Syakila : Ngapa hp lo mati, apa lo tau Desy sama Nayla di dekap sama temen-temen lo. (Marah)
Deni : HAH, Desy di sekap sama temen-temen gue?
Syakila : DASAR BODOH! (kesal)
Deni : Terus gue harus gimana? (panik dan khawatir)
Syakila : LO SAMPERIN GOBLOK! Kalau gue sampek di sana duluan, habis mereka semua di tangan gue.
Deni : Iii-Iya.
...CALLING OFF....
Syakila merasa sangat kesal dan hendak membanting handphone itu, namun di tahan oleh Farel.
Farel memegang tangan Syakila dengan tangan kanannya dan dengan tangan kirinya, ia mengambil handphonnya, "Jangan marah di Rumah Sakit, banyak orang yang udah istirahat," ucapnya memberitahu.
Syakila menoleh dan melihat wajah Farel, "Pasti Farel denger," batinnya.
"Kamu kenal Deni?" tanya Farel.
"Bukan waktunya untuk jawab pertanyaan lo," ketus Syakila.
"Kamu mau kemana, biar aku yang anter?" tawar Farel.
__ADS_1
"Kalau ketuanya dateng, otomatis mereka semua tunduk," batin Syakila, "Anter gue ke tempat anak buah lo sekap orang!" ucapnya.
Farel menaikan alisnya, "Kalau gue anter, Kak Kelvin pasti ngamuk, Syakila juga pasti menjauh, karena dia tau siapa gue sebenarnya," batinnya bimbang.
"Kalau nggak mau, nggak usah nawarin, gue bisa kesana sendiri," ketus Syakila dan hendak pergi, namun langkahnya terhenti, karena Farel memegang tangan Syakila.
"Gue antar," sahut Farel dan menarik tangan Syakila.
Syakila yang merasa tertarik pun mengikutinya, senyumnya perlaham muncul, namun hanya sekilas. Mereka berjalan berdampingan sembari berpegangan tangan.
Tak lama, mereka telah tiba di depan mobil Farel.
"Kak Kelvin gimana?" tanya Farel, sembari membuka pintu mobilnya.
"Aku pinjem handphonemu bentar, mau aku pakai buat telpon Kak Rey," pinta Syakila dan Farel pun memberikan handphonnya.
Syakila pun menuliskan nomor Reyhan dan mulai menelponya.
...CALLING ON....
Reyhan : Hallo.
Syakila : Kak ini Syakila, pakai handphone Farel.
Reyhan : Iya Dek, kenapa?
Syakila : Aku mau keluar bentar sama Farel, Kakak tolongin aku ya, bilangin ke Kak Kelvin dan Ayah.
Reyhan : Mau kemana Dek, udah malem ini?
Syakila : Makan aja Kak, udah lama nggak main sama Farel, kasihani aku Kak, Kak Reykan baik.
Reyhan : Hufff, ya udah, jangan malem-malem pulangnya, kalau kemaleman, bukan cuman Kelvin sama Ayah yang marah, Kakak juga bakalan ikut marah.
Syakila : Siappp, Makasih Kak Rey, I love You.
Reyhan : Iya, hati-hati, bilangin ke Farel bawa mobilnya pelan-pelan aja, jangan ugal-ugalan.
Syakila : Oke, Assalammualaikum Kak.
Reyhan : Waalaikumsalam.
...CALLING OFF....
Syakila mematikan telponnya dan memberikan handphone itu ke Farel, "Makasih," ucapnya.
"Iya, sama-sama," sahut Farel.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan mulai menjalankan mobilnya ke luar dari area Rumah Sakit. Selama perjalanan mereka tidak saling mengobrol, terlihat Farel fokus menyetir dan Syakila tengah menatap ke arah luar jendela sembari memikirkan sesuatu.
...🌸...
Tak lama, mereka pun sampai di sebuah tempat. Terlihat tempat itu cukup gelap dan hanya ada satu rumah, sawah serta beberapa pepohonan yang tinggi-tinggi.
Syakila dan Farel ke luar dari mobil. Farel mulai khawatir dan panik, sedangkan Syakila terlihat menghela napasnya dan melangkah maju ke depan.
"Aku serahin ini semua denganmu Ya Allah," batin Farel pasrah. Ia mengikuti Syakila dari belakang.
Brak
Syakila menendang pintu itu cukup kuat dan menampakan suatu pemandangan yang tidak terduga. Farel yang melihatnya terkejud dan kesal.
Syakila yang melihat ke dua temanya di lecehkan dengan keadaan yang tidak berdaya, oleh anggotanya Farel. Ia pun merasa kesal dan marah. Ia langsung pergi menghampiri orang yang telah melecehkan temanya.
Krekkk Brukk
Syakila memutar tangan pemuda itu dan membantingnya dengan keras. Ia menginjak perut pemuda itu yang tengah terbaring di tanah dengan keras, hingga membuat oemuda itu mengeluarkan darah dari mulutnya. Pemuda lainnya tidak terima dan ingin mengeroyok Syakila.
Plak Bruk
Syakila langsung melawan dan menghabisi mereka semua satu per satu. Ia menendang, memukul dan membanting mereka dengan lihainya. Farel yang melihatnya kagum dan juga takut. Anggotanya yang tidak mudah di kalahkan dan tergores oleh luka sedikit pun, dapat di hadapi Syakila dengan mudahnya.
Para pemuda itu hendak membalasnya lagi, namun Farel tiba-tiba saja muncul, hingga mmebuat mereka semua berhenti.
"Apa kalian selemah ini?" tanya Farel dan para anggotanya hanya diam saja.
Farel terlihat marah dan memberi pelajaran oleh anak buahnya atas apa yang mereka perbuat. Syakila mengacuhkanya dan menolong ke dua temannya.
Dedy dan Nayla terlihat menangis tersedu-sedu, hingga membuat Syakila ikut menangis. Mereka bertiga pun saling berpelukan. Badan ke dua temanya terasa bergetar dan pelukan yang semakin erat, membuatnya merasa sedih.
"DESY!" pangil Deni yang baru saja tiba. Ia terlihat panik dan khawatir. Tak lama seseorang dari belakang memukulnya dengan balok kayu, hingga membuatnya jatuh pingsang.
Desy, Syakila dan Nayla terkejud dan melihat ke arah prang itu.
...🌸...
...Oke guys, sampek sini dulu ya, akhirnya Syakila ke tempat penyekapan bersama Farel nih. Hmzz gimana ke lanjutanya ya....
...Manurut kalian, Syakila bakalan menjauh nggak? apa yang terjadi ya? siapa yang mukul Deny? Gimana cara Farel menjelaskan? akankah rahasia Syakila dan Farel mereka ungkap besok? atau cuman rahasia Farel saja?...
......Tapikan Syakila usah tau Farel siapa? kalau Farel tanya, Syakila mau jawab apa ya? melihat Syakila tadi, apakah Farel tidak akan curiga?......
...Kita lihat besok aja ya...
...Ohh iya, aku mau kasih tau, kalau seandainya aku nggak up, itu artinya hpku disita ya guys😁, minggu depan PAS soalnya😭....
......Sebenernya ortuu udah mulai curiga sama mataku. Mataku akhir-akhir ini mulai burem😭 tapi aku nggak berani bilangnya😭 takut hp disita + kena marah.......
......Oke deh, sekian dari curhatanku, see you😘......
__ADS_1