
Syakila dkk dan Farel dkk, telah berada dikelas XI IPS 1. Terlihat Syakila yang tengah mengobrol dengan Amira dan Adel, sedang dilain sisi terlihat Farel tengah mabar ML bersama Reza dan David.
"Farel!" pangil Tasya yang baru saja tiba dengan membawa kotak p3k bersama Nisa dan Cika.
Farel mengangkat pandangnya dan melihat ke arah suara, "Iya Sya, Kenapa?" tanya Farel.
"itu kening lo kan belum diobati, gue obatin ya," tawar Tasya.
"Nggak usah Sya, bentar lagi juga kering," tolak Farel, namun Tasya tidak mendengarnya dan beralih mengambil tancoplas.
"cuman tancoplas aja kok, kalau Lo nolak, seperti biasa," sahut Tasya sembari tersenyum.
"Oke," ucap Farel dan Tasya pun tersenyum bahagia.
"tahan dikit," seru Tasya sembari memberi obat.
Farel memegang tangan Tasya untuk menghentikan, "Lo kata tancoplas, ngapa jadi obat?" protesnya.
"Utututuu," ucap Tasya dan mendekat ketelinga Farel, "Lo takut ya, rahasia lo ketahuan? gue obatin ke UKS gimana? biar nggak ada yang tau, kalau nggak mau nggak papa, itu artinya Lo minta gue bongkar rahasia elo," bisiknya.
"UKS," jawab singkat Farel sembari berdiri dan menaruh handphonnya ke dalam kantong.
"Oke," seru Tasya senang dan berjalan duluan ke luar dari kelas, setelah itu disusul Farel dari belakang.
Syakila yang melihatnya hanya diam dan menatap dengan datar, lain hal dengan Amira yang terlihat kesal dan Adel yang tidak suka.
"Aneh bisa-bisanya Farel jauhin Syakila terus deket sama Tasya, mereka mau kemana coba?" tanya Amira kepo.
"Kok bisa Farel sama Tasya sedeket itu," ucap Adel tidak suka.
"dulukan satu sekolah, biasakan kalau cuman deketnya kayak gitu, lagian Tasya cuman mau ngobatin aja," sahut Syakila santai.
Amira dan Adel kesal melihat Syakila, mereka tak habis pikir dengan jalan pikiran Syakila.
"jauhan boleh, tapi nggak gini juga caranya, gimana kalau Farel direbut tuh anak, apalagi mereka ternyata sedekat itu, Lo nggak takut kehilangan Farel?" ucap Amira sedikit kesal.
"nggak ada bedanya Lo ke luar negeri sama disini Sya," cibir Adel.
Syakila menghela napan pelan, "Pak Jio mana sih lama banget dah, keburu panas tuh diluar," ucapnya mengalihkan pembicaraan.
Adel dan Amira semakin kesal dan ngambek, karena Syakila dengan sengaja neng mengalihkan pembicaraan.
"Maaf Del, Mir, Gue lakuin ini biar rencana gue sama temen-temen berhasil, Gue tau Reza sama David nguping, jadi gue harus pura-pura nggak peduli sama Farel," batin Syakila.
Reza dan David yang berada dibelakang mereka hanya diam dan pura-pura mabar. Mereka berdua sebenarnya saling chat-chatan.
ROOM CHAT ON.
David:
Syakila emang orangnya begitu?
^^^Reza:^^^
^^^Kagak.^^^
^^^Syakila Orangnya nggak gampang nyerah, Apa lagi yang udah jadi miliknya, pasti ia perjuangin dan jaga.^^^
David:
Lah itu tadi?
Ngapa tuh anak kagak ngikutin Farel.
^^^Reza:^^^
^^^Gue kurang tau sih.^^^
^^^Setau Gue dia juga pernah gini dulu, tapi gue lupa.^^^
David:
Maksud Lo, Syakila pernah bertingkah begini, tapi apa?
^^^Reza:^^^
^^^Lupa gue.^^^
David:
penting kagak kira-kira?
^^^Reza:^^^
^^^mana gue tau.^^^
David:
Kagak usah ngomong kalau lupa goblok.
^^^Reza:^^^
^^^ngajak ribut lo.^^^
David:
inget, Lu tuh bawah gue.
Kagak usah sok.
^^^Reza:^^^
^^^Songong Lu.^^^
David:
Biarin 😛
ROOM CHAT OFF.
Reza pun mematikan handphonnya dan mereka pun memasukkan handphonya ke dalam tas. Tak lama pelajaran pun dimulai dan Farel serta Tasya juga telah kembali.
...🌸...
Pelajaran pun telah selasai dan bel pulang telah berbunyi. Syakila dkk, Tasya dkk dan Farel dkk kini telah berada di parkiran mobil.
"hikss Sya, Lo beneran nggak mau ikut," tanya Amira sedih.
"Maaf Mir, gur udah terlanjur janjian sama mereka," sahut Syakila.
"udahlah yank, kita berlima aja," ucap David.
"berlima?" tanya Amira.
"Farel, Adel, Reza sama kita, limakan," jawab David memberitahu.
"Loh Far--" ucap Amira terpotong.
"Gue nggak ikut," potong Farel.
"Ya udah berempat aja yank," sahut David dan Amira pun manyun.
"Rel, gue jadi kan bareng sama Lo," tanya Tasya memastikan.
"Iya," sahut Farel.
Amira, Adel, David dan Reza terkejud mendengar ucapan Farel.
"Apa-apaan nih, Lo mau buang sahabat gue hah?" kesal Amira.
"Jahat Lo Rel," ucap Adel tidak suka.
"Lo lupain Syakila semudah ini?" ucap Reza tak percaya.
"Woi Lo berdua mau kemana, berduan?" tanya David.
"berisik Lo pada, rumah gue sama Tasya searah, mangkanya dia minta bareng, Lo juga kan tau Vid," sahut Farel.
__ADS_1
"Ii-iya juga," sahut David.
"Vid, Lo kira Syakila tri--" ucap Amira lagi-lagi terpotong.
Tinn
Bunyi klakson mobil mewah berwana merah. Tak lama jendela itu terbuka dan menampakkan wajah Desy yang tengah tersenyum.
"Ayolah, gaskeun," seru Desy.
"Gue duluan ya," pamit Syakila, sebelum masuk, Ia melambaikan tangannya pada teman-temannya
Adel dan Amira menatap datar dan tak membalas. Mobil itu pun pergi meninggalkan tempat.
"Gue ngrasa Syakika berubah, semenjak dia sama Farel jauhan," ucap Amira.
"Iya, Dia juga sekarang nggak pernah curhat sama Kita," sahut Adel sedih.
"Kan tiap hari sama kalian, kasih waktu dia. buat main sama temennya yang lain," ucap Reza.
"bukan begitu Re, walaupun Syakila main sama mereka, dia juga merhatiin Kita, sikapnya beda banget dari tadi," keluh Adel.
"bener tuh kata Adel, dari cara nhomong aja udah beda, kayak jiwa badgrilnya dia tuh keluar," sahut Adel.
Reza menjadi mengingat sesuatu, "Del, aku nggak ikut dulu ya, kalian ngumpul aja bertiga, Vid, Mir, Gue titip Adel ya," pamitnya dan langsung pergi ke arah mobilnya.
"Lahh, Elo mau kemana?" tanya David, namun tidak dibalas Reza.
Mobil Reza pergi meninggalkan tempat dengan begitu cepat.
"Kenapa tuh anak?" tanya Amira.
"Entahlah," sahut Adel.
tinn
bunyi klakson mobil Farel, "Gue duluan," sahut Farel dan pergi meninggalkan tempat disusul mobil Cika dan Nisa.
"Dal lah, kita pergi aja, keburu kesorean nih," seru Adel dan masuk duluan kemobil.
"Etdah, mobil-mobil sapa, yang masuk duluan siapa," gerutu Amira.
"kamu duluan yank, nanti aku ikutin dari belakang," ucap David.
"okok," sahut Amira dan masuk kedalam mobilnya.
Mobil Amira pun meninggalkan tempat dan disusul Mobil David dari belakang.
...🌸...
"gue dapet info dari Sisil, katanya, geng Farel itu namanya White Wolf, gengnya ini udah terkenal dan udah pernah jalin kerja sama oleh beberapa perusahaan besar, buat membasmi musuh dan lain lain," ucap Desy memberitahu sembari fokus mengemudi.
"Gue nggak nyangka, Farel buat geng gelap begini," sahut Syakila tak percaya.
"Hmm, gue ngerti perasaan Lo kok, kemungkinan ya, Kak Kelvin tau hal ini dan minta kalian berdua jauhan," sahut Desy.
"Kayaknya iya," sahut Syakila.
Tak lama mobil seseorang mengikuti mobil Desy dari belakang.
"Sya! Tuh mobil siapa yang ngikutin kita?" tanya Desy.
Syakila pun melihat ke arah belakang, "Itu mobil Reza," ucapnya memberitahu.
"Reza? kayak pernah denger gue," ucap Desy yang merasa tak asing dengan nama Reza.
"Lo inget, waktu kita ngehukum mantannya Nayla tapi gagal? Orang yang ngegagalin itu Reza," ucap Syakila memberitahu.
"Maksud Lo, tuh anak mau gagalin rencana kita lagi," sahut Desy.
"Iya kayaknya, mungkin Reza udah ngrasa juga, karena sikap gue aneh, mangkanya dia ikutin Kita," sahut Syakila resah dan bingung.
"Gue kan dah bilang, bersikap biasa aja," sahut Desy.
"Iya, Gue tau, tapi mau gimana lagi, kalau gue bersikap kayak biasanya, mulut gue bisa keceplossan nanti," seru Syakila.
"Haiss, terus ini gimana?" tanya Desy.
"Terus, kalau dia maksa kita batalin semua ini gimana?" tanya Desy lagi.
Syakila mendekat ke arah Desy dan membisikkan seduatu. Desy pun menghentikan mobilnya.
Reza pun langsug menyalip dan berhenti didepan mobil Desy. Ia keluar dari mobilnya dan menyender di mobilnya dengan tangan dilipat didepan dada, "Keluar sekarang!" pintanya.
Syakila dan Desy pun keluar dari mobilnya dan berdiri didelan mobil Desy.
"Kalian mau ngapain lagi?" tanya Reza tegas.
"Hmm, Lo siapa kita?" tanya Desy.
"Nggak udah banyak bac** kasih tau gue sekarang, Apa yang kalian mau lakuin?" tanya Reza.
"Kalau kita nggak mau kasih tau gimana?" tantang Desy.
Reza pun mendekat ke arah Desy, "Kalau kalian nggak mau kasih tau, Gue bak---"
Bugh
Syakila memukul bagian belakang kepala Reza dengan kayu, hingga membuatnya terjatuh pingsan.
"mantap," puji Desy dan Syakila tersenyum smrik.
"terus kita bawa kemana, enaknya?" tanya Syakila.
"apartemen kita aja," sahut Desy.
"Oke," sasuh Syakila setuju.
Mereka berdua pun membopong Reza dan memasukkan ke dalam Mobil.
"mobilnya gimana?" tanya Desy.
"Minta orang buat bawa ke apartemen aja," sahut Syakila memberitahu dan diangguki Desy.
Desy dan Syakila pun masuk ke dalam mobil dan melanjukan mobilnya ke arah Apartemen.
ROOM GRUP KOMLPEK ON.
^^^Syakila:^^^
^^^Perubahan tempat.^^^
^^^Kita kumpul di Apartemen.^^^
Nayla:
Okok, otw.
Sisil:
nyebelin.
Aku udah terlanjur pesen kopi loh iniðŸ˜
Nayla:
bungkus.
Sisil:
Lo kira warteg.😤
^^^Syakila:^^^
^^^Bungkus aja.^^^
^^^Sekalian pesenin buat kita bertiga.^^^
__ADS_1
^^^desert sekalian kayak biasanya.^^^
Sisil:
Kopinya udah gue minum, mana mungkin minta bungkus, diwarteg aja kalau udah diminum, belum tentu dijinin bungkusðŸ˜
Ishhh, Lo pada nih ya.
N Y E B E L I N !!!
^^^Syakila:^^^
^^^entar Gue transfer.^^^
Sisil:
Lo kira gue drifer😑
^^^Syakila:^^^
^^^Ohh kalau nggak mau nggak papa, gue tarik lagi nih ya.^^^
Sisil:
jangan dong.
Gue beliin nih.
^^^Syakila:^^^
^^^Aku lebihin dua ratus ribu.^^^
Sisil:
Otw jalan.
ROOM CHAT OFF.
Syakila pun mematikan handphonnya dan menaruhnya dikolong mobil.
"Gimana, dia mau nggak?" tanya Desy.
"Mau dong, kan udah aku lebihin dua ratus ribu," sahut Syakila.
"Dasar," seru Desy.
Sepuluh menit kemudian Syakila dan Desy pun sampai. Mereka berdua meminta dua orang bodygruad untuk membantu membopong Reza kedalam.
"Pak tolong masukin ke kamar ya," pinta Syakila ramah, Kedua bodygruad itu pun membawa Reza kedalam kamar dan membaringkan ke atas kasur
.
"Trimakasih," ucap Syakila sembari tersenyum lembut.
"Sama-sama," sahut kedua bodygruad itu bersamaan.
Syakila pun mengantarkan ke dua Bodygruad itu pergi keluar dan tak lama Nayla serta Sisil tiba. Mereka bertiga pun pergi ke arah ruang tamu dan duduk salah satu sofa.
"Gue kira Lo udah dateng duluan," ucap Sisil.
"Gue dari sekolah, mangkanya lama," sahut Nayla memberitahu.
"ohh gitu, nih pesenan kalian," sahut Sisil sembari memberikan pesanan teman-temannya.
"Wahhhh harumnya," seru Nayla sembari menghirup aroma kopi.
"Arghhh bikin tenang dijiwa deh," sahut Desy.
"Rasanya nggak pernah berubah, enak bangettt" ucap Syakila sembari menyeruput kopinya.
"Wawwww, ngiler gue ah," seru Desy sembari mengambil desert ke empat.
"Ututtututtuuu aku kangen kamu," ucap Nayla dan mengambil desert ke tiga.
"Uhhh, dah lama nggak makan," ucap Syakila sembari mengambil desert ke dua dan desert yang petama milik Sisil.
Mereka bertiga pun menikmati makanan mereka dan kopinya.
"Ohh iya, tadi ngapain bodygruad kesini?" tanya Sisil.
"Buat bopong Reza, temen Syakila," sahut Desy sembari melahap cakenya.
"Hmm, Reza yang waktu itu, mergokin kita pas ngehukum mantan Nayla kan?" tanya Sisil dan diangguki Desy.
"Ngapain dia kesini?" tanya Nayla.
"Dia kayaknya mau ngehentiin kita," sahut Syakila.
"Hmm, begitu," sahut Sisil sembari mengangguk paham.
"Terus kita biarin gitu?" tanya Nayla.
"Kita tahan aja dulu sampek misi ini selesai," saran Sisil.
"Sapek kapan goblok, Lo kira nyelesehin masalah ini gampang?" sahut Desy.
"Lah, kan cuman nyari tau, apa latar belakang Kak Kelvin minta Syakil sama Farel jauhan" sahut Sisil.
"Bukan cuman cari tau aja Sil, kita juga perlu lurusin dan selesaiin, apa penyebab Kak Kelvin marah dan apa yang bikin Farel menjauh," ucap Nayla menjelaskan.
"Udah kan? jawabannya karena Farel punya geng gelap dan Kak Kelvin nggak terima, jadi Kak Kelvin minta Farel jauhin Syakila, alasan Farel menerimanya pasti, karena Kak Kelvin juga udah ngasih tau resikonya ke Farel kalau ngelanggar," sahut Sisil panjang lebar.
Desy dan Nayla menepuk jidatnya dan mengelengkan kepala.
"Hadehh. tobat-tobat," keluh Desy.
"Kepalaku jadi pusing," ucap Nayla.
"Masih belun Sil, Kita juga perlu selidiki lebih dalam lagi supaya kita makin dapet jalan keluarnya, untuk jelasin ke Kak Kelvin dan bikin Farel nggak jauhin aku lagi, karena Aku rasa masalah ini belum selesai," sahut Syakila menjelaskan.
"Ohh gitu," sahut Sisil paham.
"Sil! Juna tau hal ini?" tanya Desy.
"Tau, mangkanya dia kasih tau Aku siapa Farel buat jaga-jaga," sahut Sisil sembari menyeruput kopinya.
"hmm, itu artinya Juna ada dipihak kita?" tanya Nayla memastikan.
"Kayaknya iya, Dia bilang kalau perlu bantuan, Dia siap," sahut Sisil.
"Menurutku kita jangan minta bantuan sama Juna deh," sahut Syakila.
"Gue juga sempet mikir gitu," sahut Desy.
"Kenapa?" tanya Nayla dan Sisil bersamaan.
"Karena........."
......-------------------------------------------------------------------------......
Hallo guyss apa kabar? semoga kalian semua sehat ya. Maaf baru bisa up karena tugas numpuk dan bentar lagi agh PTM (pelajaran tatap muka).
Insyaallah setiap ada waktu luang aku sempettin buat nulis.
__ADS_1
Terimakasih udah mau baca dan like Novelku, semoga kalian semuanya suka ya.
See you😘