
Farel melihat kearah depan kelas. Mata Farel dan Tasya bertemu, mereka berdua terkejut.
"Farel," batin Tasya senang.
Farel spontan membuang mukanya sembari menundukkan kepala.
"Kalian, silahkan perkenalan!" pinta Reza.
"Hallo gaysss, aku Cika dari SMA ****" ucap Nisa memperkenalkan diri.
"Gue Nisa." ucap Nisa singkat.
"Haii, gue Tasya," ucap Tasya memperkenalkan diri sembari tersenyum lembut.
"Buset, bini gue cantik batt dah."
"Rambut panjang kecoklatan jatah gue, awas lu ambil."
"Gue mah yang pakai bando, imut."
"Gue rambut pendek, ajalah."
"Gue mah, tetep bebeb Syakila seorang."
"Yoi Syakila nomor wan."
"I Love Syakila."
Para siswa laki-laki heboh, terdengar beberapa komentar yang keluar dari mulut mereka.
"Baiklah, kalian duduk dimeja samping itu," tunjuk Reza kearah meja dan dua bangku kosong yang ada disamping tempat duduk Syakila. "Yang satunya lagi duduk disana." tambahnya dan menunjuk bangku kosong milik Amira.
"Ehhh, duduk samping gue nih?" tanya Amira.
"Iya, biar nanti David duduk sendiri disana." sahut Reza dan menunjuk meja kosong pojok kanan.
Meja itu terletak jauh dari meja Syakila dkk. Amira teelihat kesal dan tidak terima, "Apa-ap--"
"Gue duduk sama David." ucap Nisa spontan.
David, Amira, Adel, Reza, Syakila dan Farel terkejut, mendengar ucapan Nisa.
"Ehh Nis, maksud lo apa?" tanya David sembari berdiri dari duduknya.
"Gue mau duduk sama lo," sahut Nisa.
Brak
Amira menggebrak meja dan berdiri dari duduknya. "Ngapa lo pingin duduk bareng David? Hah," ucapnya emosi.
"Salahnya apa?" tanya Nisa.
"Salah, karena David itu punya gue."
"Kalian pacaran?"
Amira terdiam, ia bingung harus jawab apa.
"Kenapa diem?" tanya Nisa smrik.
"Gue pacarnya ngapa?" sahut Amira sembari melipat kedua tangannya didada.
__ADS_1
David menoleh ke arah Amira, ia tersenyum ceria dan langsung memeluk Amira, "Aah bebeb gue emang best deh."
"ishhh apaan sih Vid, lepas nggak, dilihatin banyak orang ini," ucap Amira sembari melepas pelukannya David.
"Udah ya, kalian silahkan duduk, bentar lagi pelajaran mau mulai." pinta Syakila.
Tasya dkk pun pergi ketempat duduknya. Terlihat Nisa yang melirik David dan Amira yang tengah berpelukan. "Gue nggak akan biarin lo berdua bahagia," batinnya.
Tasya duduk bersama Nisa dan Cika duduk bersama Amira. David dan Amira baru saja melepas pelukannya, David pun mengambil tasnya dan pergi kemeja pojok kanan.
"Sya, gue titip kelas ya, gue mau panggil Bu Indah dulu." ucap Reza.
"Iya," sahut Syakila dan Reza pun pergi ke ruang guru, memanggil Bu Indah.
Syakila membalikkan badannya dan melihat Farel tengah mengobrol bersana Tasya.
"Farel! kok nggak pernah wa lagi?" tanya Tasya.
"Nomor gue ganti." sahut Farel.
"Ohh gitu, ya udah kita tukaran nomor aja." tawar Tasya.
"Bentar," Farel menepuk punggung Syakila.
Syakila baru saja sampai ditempat duduknya. Ia membalikkan badannya mengarah kebalakang, "Ada apa Rel?" tanyanya.
"Boleh aku tukeran nomor sama Tasya." ucap Farel meminta izin.
Tasya terlihat kesal, ia mengepalkan tangannya. "Siapa dia? ngapain Farel sampek kayak gitu." batinya kesal.
"Ihhhh Farel apaan sih, gini aja pake ijin segala, bikin malu aja deh." batin Syakila.
Farel sedikit kecewa dengan jawaban Syakila, namun ia tetap tersenyum lembuat dan mengangguk paham.
Farel menulis kan nomornya di kertas sobekan dan meberikannya ke Tasya. "Ini Sya."
Tasya tersenyum lembut dan menerimanya, "Makasih Rel," ucapnya.
Farel hanya menganggukkan kepala dan mengeluarkan buku tulis, untuk pelajaran nanti.
Syakila kembali keposisi awal dan menulis tanggal dibukunya.
"Sya! gimana kalau elo sekarang dipanggil Killa aja? takutnya ada yang manggil elo, tapi Tasya yang mengo atau mungkin sebaliknya." tanya Adel.
Syakila terlihat berfikir, "Hmm pangilan Killa bagus sih, Bibik juga pada manggil aku Killa."
"Ide yang bagus." sahut Syakila setuju.
Syakila berdiri dari duduknya, "GAYSSSSS, MAAF GANGGU, AKU CUMAN MAU KASIH TAU AJA, SEKARANG PANGGIL AKU KILLA YAH, BIAR NGGAK ADA SALAH PAHAM." teriaknya memberitahu seisi kelas, "MOHON BANTUANNYA YA GAYSSS, KASIH TAU YANG LAIN JUGA." tambahnya.
"Bancaan dulu dong." ucap siswi 1.
"Iya Sya, mana nih bancaannya, kalau belum ada bancaan, kita semua bakalan tetep manggil lo pake Sya bukan Killa," seru siswi 2.
"Hiya, santai aja, besok deh aku kasih," jawab Syakila.
Para murid berseru heboh, terdengar siulan dan juga pujian dari mulut mereka.
Tasya meremas roknya dibawah meja, ia kesal dan marah. "Awas aja lo, gue bakalan rebut pujian dan perhatian temen lo, serta Farel kedalam pelukanku." batinnya, sembari melihat kearah Syakila yang tengah tersenyum ceria.
Tak lama Bu indah pun masuk bersama Reza yang ada dibelakangnya.
__ADS_1
"Assalammualaikum," salam Bu Indah, saat hendak masuk kedalam kelas.
"Waalaikumsalam Buuu," jawab semua murid bersamaan.
"Wah wahh kayaknya habis dapet lotre atau pacar baru nihhh," canda Bu Indah sembari menaruh buku ke mejanya.
"Nggak Bu, Kita seneng begini karena besok makan-makan." sahut salah satu siswa.
"Wihh makan-makan, Ibu diajak nggak nih," seru Bu Indah.
"Tanya aja Bu, sama Syakila."
"Ohh Syakila toh, kalau Syakila mah pasti Bu Indah dikasih, beda sama kalian. Makan-makan nggak inget ibu." sindir Bu Indah.
"Wahhhh parah Bu Indah, kemarin saya beliin air putih loh Bu" ungkit salah satu siswa.
"Astagaaaa, hal itu kamu ingkut? itu juga beli pakai uang saya." ucap Bu Indah, sembari menepuk jidatnya.
"Hehehee gitu-gitukan saya baik Bu, mau nolongin Ibu disaat kesusahan heeeheehe." usahut siswa itu sembari terkekeh.
Beberapa murid terlihat menyorakki siswa itu dan ada juga yang tertawa karena ulahnya.
"Udah-udah, bercandanya selesai. Hari ini kita ulangan sejarah oke," ucap Bu indah mendadak sembari tersenyum.
Para murid terlihat kaget, panik, bingung dan sedih, karena Bu Indah memberitahukan nya
mendadak.
"Yahhh Ibuuuuu."
"Kok mendadak sih Bu."
"Ya Allah, ini sejarah lo Bu, Sejarahhhh."
"Hueeee bleng aku, astagaaa."
"Ahhh auto nol kih."
"Nulis surat wasiat sek, sebelum kena omel Bonyok."
"Alamat Fasilitas jabut."
"Wes, wes tamat Aku."
Terdengar keluhan para murid XI IPS 1, yang terlihat menyedihkan.
"Ibu tidak peduli, apa yang kalian katakan. Siapa suruh kalau Ibu terangin pada tidur." ucap Bu Indah sembari membagikan kertas ulangan.
"Bu Indah kejam."
"Bu Indah jahatttttt."
"Mengapa Ibu melakukan hal ini kepada kami, hiks hiks saya tidak menyangka Bu Indah seperti ini pada kami."
Drama anak cowok dikelas Syakila. Membuat Bu Indah mengelengkan kepala dan para murid tertawa.
...**************...
Haiii, semoga kalian semua suka ya sama ceritanya.
see you
__ADS_1