Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 26


__ADS_3

Terlihat Farel tengah mengemudikan mobilnya dan menelpon seseorang.


Calling ON.


πŸ“± King BW : Hallo.


πŸ“± Farel : Tugas gue dah selesai Elo gimana? Gue udah diperjalanan ke cafe KFA


πŸ“± King BW : Serius loh udah dapet? Gue belum lengkap nih.


πŸ“± Farel : Ck lelet.


πŸ“±King BW : LO BILA--


Calling OFF.


Farel langsung menutup telponnya dan menchat orang tadi.


Farel :


Gue tunggu.


Lo nggak dateng, gue jual.


Farel pun mematikan handphonnya. Ia pergi kesebuah Rumah mewah berwarna abu-abu keputihan dan abu-abu kehitaman.


Farel membuka kembali handphonnya dan melihat isi chatnya dengan David.


David:


Komplek Indah, Jalan Anggrek, nomor delapan.


Namanya Bik Tatik.


Farel melihat kekanan dan kekiri, ia melihat nomor delapan, di dinding rumah itu.


Farel menekan bel rumah itu dan tak lama satpam pun membukakan pagar.


"Ada perlu apa ya Mas?" tanya sang Satpam.


"Saya temannya Amira Pak, dia minta saya untuk kerumahnya, nyariin Bi Tatik." sahut Farel sopan dan ramah.


"Ohhh gitu, masuk dulu Den," tawar Pak Satpam.


"tidak perlu Pak, saya tunggu disini saja, tolong cepat ya Pak." pinta Farel.


Pak Satpam menganggukkan kepalanya, "baik Aden, saya panggilin Bi Tatik nya dulu." ucap Pak Satpam.


Farel mengangguk dan Pak Satpam pun langsung lari mencari Bi Tatik.


*****


Farel tengah menunggu didalam mobilnya sembari memainkan handphonnya, dari arah luar mobilnya, terlihat seseorang tengah mengetuk kaca mobilnya.


Tuk tuk tuk


Farel pun membuka kaca mobilnya, "Masuk Bi!" pinta Farel.


Bibik itu pun langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam.


Farel mengeluarkan sedikit kepalanya keluar jendela mobil, "Pak, saya duluan ya, Assalammualaikum," pamit Farel.


"Waalaikumsalam," sahut Pak Satpam.


Mobil Farel telah pergi meninggalkan tempat. Terlihat Bi Tatik kebingungan, karena ia langsung diajak pergi oleh Farel tanpa diberitahu apa pun.


Farel yang mengetahuinya hanya diam saja dan fokus kejalan, pergi kekafe KFA.


🌸


Syakila dkk kini telah sampai di kelas, terlihat mereka tengah mengobrol santai. Tak lama seseorang datang dan menghentikan obrolan itu.


"Ehh lanjutin aja, aku cuman ada perlu sama Syakila." ucap Cika sembari tersenyum ceria.


"Ada apa?" tanya Syakila.


"Aku mau tanya-tanya aja tentang sekolah, tapi sekalian keliling, gimana?" ucap Cika.


"Boleh kok," sahut Syakila dan berdiri dari tempat.


"Kamu bawa handphone nggak?" tanya Amira.


"Bawa kok," sahut Syakila sembari tersenyum.


"Yeee, sekalian foto-foto," seru Cika kegirangan.

__ADS_1


Melihat Cika yang ceria, membuat Syakila tersenyum. Ia pun langsung ditarik pergi oleh Cika.


"Lest go," saru Cika.


"Ehhh eh," ucap Syakila yang merasa ketarik.


Mereka pun pergi kekuar meninggalkan kelas.


*****


Syakila dan Cika pun mengelilingi sekolah. Terlihat Syakila yang tengah memberitahu dan Cika yang mendengarkan dengan ceria.


Ting


Notifikasi masuk ke handphone Syakila.


"Buka dulu aja Sya, kali aja penting." ucap Cika dan Syakila pun mengangguk dan membuka pesannya.


Room chat ON


Reza:


Sya, nanti habis pulang, kita kumpul di Cafe Caris ya.


^^^Syakila:^^^


^^^Oke.^^^


Room Chat OFF.


Syakila mematikan handphonnya dan menengok kearah Cika, yang terlihat tengah membaca tulisan di mading.


"Aku udah selesai, mau lanjut kemana?" tanya Syakila.


"Ehmm, ada tempat yang bagus buat foto? Aku kan belum foto-foto hihihiii," seru Amira sembari terkikik.


"Ada kok dibelakang, spot fotonya bagussss banget, banyak anak-anak disini yang foto disana," sahut Syakila.


"Wihhhh, ayo Sya, cepetan aku nggak sabar," sahut Cika ceria, sembari mendorong tubuh Syakila.


Syakila yang merasa di dorong hanya terkekeh, melihat tingkah Cika. "Iya-iya sabarrr," sahut Syakila.


Mereka pun pergi kebelakang sekolah dan berfoto-foto, setelah selesai berfoto, mereka berdua kembali kekelas.


🌸


Bi Tatik terlihat sesekali ingin bertanya, namun tidak jadi.


"Bibik nggak perlu takut, saya ajak Bibik kemari untuk bertanya-tanya saja." sahut Farel menenangkan.


"Mau tanya apa ya Aden? saya teh cuman pembantu, lulusan SMA, nggak pinter juga Den," sahut Bi Tatik.


Farel tersenyum lembut. "Bibik tenang saja, pertanyaan nya mudah dan hanya Bibik yang bisa jawab, jika Bibik mau jawab, Bibik akan mendapat uang dua kali lipat gaji Bibik, atau mungkin lebih." sahut Farel merayu.


Bibik sempat terpengaruh, namun tak lama tersadar, "Astaughfirullah Adennn Adenn, saya memang miskin, tapi saya teh nggak bakalan mau dapet uang dengan cara yang salah, apalagi haram," sahut Bi Jum sembari menepuk punggung Farel.


Farel tertawa kecil, "Nggak Bi, dengan Bibik membantu saya dan teman saya, insyaallah Bibik dapet berkahnya," ucapnya sopan dan ramah.


"Ahhh Aden, jangan mentang-mentang Aden teh tampan, kaya,mulutnya manis, pintar, bisa nipu saya. Bibik nggak akan terpengaruh. Maaf Aden, saya mau pulang," ucap Bibik sedikit kesal.


Farel langsung mencegahnya, "Bibik! saya minta jangan pergi, Bibik coba dulu, kalau seandainya Bibik merasa ini salah, Bibik boleh pergi," ucap Farel lembut. "Saya minta, Bibik mau membantu, tolong Bi," mohonnya.


Bibik pun langsung duduk kembali, "Kalau nanti Bibik nggak mau jangan paksa saya ya Den," pintanya.


"Iya, makasih Bi," sahut Farel.


*****


Tak butuh waktu lama King BW datang, "Assalammualaikum," salamnya.


"Waalaikumsalam," sahut Farel dan Bibik bersamaan.


"Masyaallahhhh, kasep pisann nih pemuda, mimpi apaaa saya, bisa ketemu sama cogan begini." batin Bibik.


Farel dan King BW pun bersalaman dan duduk dikursi. Terlihat Farel menyerahkan Amplop coklat yang berisi foto-foto dan juga dokumen lain.


"Ini, Bik Tatik, asisten temen gue. Gue dapet info, kalau Bik Tatik salah satu fans Dira dan juga salah satu orang yang nonton itu vidio," ucap Farel memberitahu.


King BW mengangguk paham dan menyalami Bik Tatik, sembari tersenyum. "Boleh saya tau, apakah Bibik mengingat, semua yang dikatakan si Pskiater tentang psikolog Dira?" tanyanya ramah.


Bibik terlihat ragu dan takut untuk menjawab. Farel yang melihatnya pun menjelaskan. "Bik! Dia adalah pacar dari Dira, Ia ingin mengetahui kondisi pacarnya, jadi Bibik tidak perlu sungkan untuk memberitahunya." ucapnya.


King BW menendang kaki Farel dibawah meja. Farel pun membalas dengan menginjak kakinya.


Bibik melihat ke arah dua pemuda itu. Mereka berdua yang awalnya terlihal kesal dan saling memberi tatapan tajam, berubah dalam sekejap menjadi senyum, yang dapat membuat siapa pun meleleh.

__ADS_1


"Kalau nak Dira diputisin Aden ini gimana?" tanya Bibik Titak, sembari menunjuk King BW.


"Tidak akan Bik, dia sebetulnya sudah tau kondisi Dira, namun ia ingin menyeledikinya saja, supaya ia tau harus melakukan apa kepada pacarnya itu," sahut Farel yang masih mempertahankan senyumnya.


"Maksud Aden teh apa? nglakuin apa nih?" tanya Bibik was-was.


"Haiss pake salah ngomong segala," batin Farel merutuki kebodohannya. "Maksud saya, dengan Dia tau kondisi pacarnya secara lengkap, ia bisa menjaga dan melindungi kekasihnya dengan benar dan tepat," sahut Farel menjelaskan.


"Ohhh gitu," sahut Bibik paham.


"Jadi bagaimana?" tanya King BW.


"Apanya?" tanya Bi Tatik.


Farel hanya tertawa kecil, sedangkan King BW terlihat menggelengkan kepalanya dan menepuk jidat.


"Maksud teman saya, bagaimana dengan isi vidio itu? Apa Bibik mau cerita," ucap Farel menjelaskan dengan ramah dan sopan.


Bik Tatik menganggukkan kepalanya, "Saya mau," sahutnya, membuat Farel dan King BW lega dan tersenyum ramah.


"Jadi waktu itu, Psikiater awalnya memberitahu tentang banyaknya anak yang jaman sekarang mengalami gangguan jiwa ringan, seperti stres dan apa gitu, Bibik lupa. Ia kasih tau efek-efeknya dan penyebabnya. Setelah itu ia memberitahu cara menilai orang itu memiliki gangguan jiwa atau tidak, dari tingkah laku, cara bicara dan sikap mereka serta wajah, Psikiater itu memberi contoh lewat Mbk Dira. Udah itu aja." cerita Bibik Tatik.


Farel dan King BW terlihat kurang puas dengan jawaban Bibik.


"Emm Bik! Apa psikiater itu ngomongin tentang psikologinya Dira, seperti stres karena apa, dan stres yang bagaiman?" tanya King BW.


"Maksudnya Den?" tanya Bik Tatik bingung.


"Maksud saya, Apa psikiater itu memberitahu kalau Dira stres seperti orang gila umumnya?, dan nyebutin efeknya mungkin, kayak pembulyan?" tanya King BW.


"Ohh, itu mahh, Dia rahasiain Aden, mana mungkin kondisi seperti itu dibeberkan ke medsos, Ia teh, hanya memberitahukan contohnya seperti Dira saja," sahut Bik Tatik.


King BW pun mengangguk kan kepalanya paham, sedangkan Farel terlihat mengerutkan keningnya.


"Bik! boleh saya tau, psikiater itu biacara sepertia apa waktu Dira dijadikan contoh olehnya?" tanya Farel.


"Dia bilang begini. Contohnya Artis yang sedang naik daun Anandira ******* , waktu saya melihatnya, dia adalah orang yang baik, tidak banyak bicara, dan sebenarnya dia itu tidak sombong. Dia hanya memiliki sesuatu hal yang membuatnya menjadi seperti itu, seperti ada sebuah tekanan atau masalah yang membuatnya seperti itu, Saya nggak mau banyak bicara takutnya saya keblabassan." cerita Bik Tatik selesai.


"Kok berhenti Bik?" tanya King BW.


"Bik!, kenapa berhenti?" tanya Farel.


"ishhh Aden teh bagaimana? kan Aden minta saya cerita waktu psikiaternya bilang Mbk Dira contohnya," kesal Bik Tatik.


"Lanjutnya apa nggak bahas Dira lagi Bik?" tanya Farel.


"Nggak Den," sahut Bik Tatik.


Farel dan King BW mengangguk paham.


"makasih Bik, ini hadiah buat Bibik, karena Bibik udah mau membantu saya." ucap King BW, sembari memberikan amplop coklat yang berisikan uang senilai lima juta.


"Aduhh nggak perlu Den, saya nggak mau," ucap Bik Tatik malu.


"Ohh gitu," sahut King BW dan hendak memasukkan amplop itu kembali ke tasnya, namun langsung direbut oleh Farel.


"Diterima aja Bik, ini rejeki Bibik. Uang dia sangat banyak, jika Bibik menolaknya biar saya saja yang ambil," ucap Farel, setelah itu memasukkan amplopnya ketas.


Bik Tatik langsung meraih amplop itu, sebelum masuk kedalam tas Farel. "Aduhhh Aden mah. Aden teh kan orang kaya masa iya masih mau rebut rejeki Bibik." ucap Bik Tatik.


Farel tersenyum dan King BW terlihat mengerutkan keningnya heran.


"Bibik bisa, tunggu saya dimobil. Saya masih ada perlu teman saya, berdua." pinta Farel.


Bibik mengangguk paham, "Iya den, Bibik teh pamit dulu, makasih buat rejekinya ya Den, Assalammualaikum," pamitnya dan pergi meninggalkan tempat.


"Waalaikumsalam," jawab Farel dan King BW.


"Gimana, sama masalah Gue?" tanya Farel dengan wajah datar.


"Ehehee, Gue belum dapet." sahut King BW cekikikan, sembari menggaruk belakang kepalanya.


"Lo ngremehin Gue? udah lima bulan, tapi Lo belum dapet informasi apa-apa," kesal Farel


"Yang ngremehin Elu sapaaa? Kerjaan gue banyak, lo kira kerjaan gue cuman belajar sama ngurus nih kleb doang?" ucap King BW sedikit emosi.


"Gue juga udah mulai ikut campur soal kerjaan kantor, lo kira gue nyantai?" emosi Farel.


"Ckk Jangan lupa, kantor Bokap Lo tuh nggak seberapa sama kantor Bokap gue, Kerjaan Lo masih enteng ketimbanga gue." sahut King BW dengan sombong.


Bugh


Farel melayangkan pukulan keras ke wajah King BW, "Gue salah nilai Lu," sahut Farel, ia mengambil kembali dokumen dan foto yang ia berikan ke King BW. "Jangan harap Gue mau bantu Kleb lo lagi." ucapnya tegas bercampur emosi.


Farel meninggalkan Cafe itu dan pergi ke arah mobilnya.

__ADS_1


Farel dan Bik Tatik pun pergi pulang, pertama Farel mengantar pulang Bik Tatik, baru dirinya kembali kerumah.


__ADS_2