Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 41


__ADS_3

Yohan, Kelvin, Niya dan Ardi telah sampai di Rumak Sakit. Mereka kini tengah menunggu seorang Dokter dari ruang operasi. Empat puluh menit kemudian, Dokter yang mengurusi Farel telah keluar dan setelah itu di susul oleh Dokter Syakila.


"Keluarga dari pasien atas nama Farel?" tanya Dokter A.


"Saya Ayahnya Farel," ucap Ardi memberitau.


"Maaf Bapak, Anak anda mengalami patah tulag di bagian rusuk, paru-parunya pun ikut terluka hingga membuat saluran pernapasannya terganggu dan kornea matanya terkena pecahan kaca, sehingga ia tidak bisa melihat selamanya," ucap Dokter A.


Ardi tidak dapat berkata apa-apa. Ia terkejud dan syok. Ia bingung bagaimana cara memberitau Istrinya nanti dan bagaimana reaksi anaknya nanti, setelah sadar. Ia pun jatuh terduduk di kursi sampingnya, sembari memegangi kepala.


Yohan, Niya dan Kelvin yang berada di sisi lain pun sama terkejudnya, namun bukan karena mendengar soal Farel saja, melainkan soal Syakila. Dokter mengatakan, Syakila akan mengalami koma dan juga amesia, karena benturan di kepalanya.


Mereka semua menangis, tidak ada di antara mereka yang berbicara. Semuanya menangis meratapi nasib sang anak.


Tak lama Farel dan Syakila di masukan di ruang isolasi. Terlihat Mata dan tangan Farel di perban, serta selang yang ada di dalam mulutnya, sedangkan Syakila terlihat di kepalanya di perban dan beberapa luka gesek di wajahnya.


Mila baru saja datang bersama Reyhan. Ia langsung mengahampiri sang suami dan menanyakan kabar sang anak.


"Yahh, Farel gimana hiks, hikss, Farel nggak papakan?" tanya Mila parau.


Ardi memeluk sang Istri dengan begitu erat, sembari menagis. Mila yang di peluk semakin menagis tersedu-sedu.


"Jawabbb Ar hikss gimana Farel hiiss hiks hiks?" tanya Mila parau.


"Maaf Mah, Farel buta dan sekarang koma," sahut Ardi sedikit parau.


Mila kaget dan melepas pelukannya. Ia mendorong Suaminya menjauh dan memegangi kepalanya dengan tangan kanan. Ia jutuh terduduk di atas lantai. "Hiksss Farel," ucapnya pelan dan parau.


Ardi pun menghampiri sang Istri dan memeluknya.


...🌸...


Pagi hari telah tiba, terlihat di Kelas XI IPS 1 begitu ramai, karena kecelakaan yang terjadi semalam.


"Sejak semalam, perasaan gue nggak enak," ucap Adel.


"Sama Del, gue juga ngrasa gitu, dari kemarin malam kepikiran Syakila melulu, tuh anak masuk nggak ya?" tanya Amira dengan sedikit khawatir.


"Gue kok ngerasa, itu mobil yang di berita kemarin, kayak punya Farel? Tapi, kenapa korbanya cewek?" tanya Reza bingung.


David sedari diam memikirkan Farel. Ia dari tadi menelpon Farel, namun tidak aktif. Ia sangat mengenal mobil dan montor yang ada di berita. "Mobil Farel yang kecelakaan, tapi korbanya cewek? montor Deni yang hancur, tapi orangnya pingsan, gara-gara pukulan, bukan kecelakaan? Terus mereka berdua siapa, ngapa pakai mobil Farel sama montor Deni?" batinnya bertanya-tanya.


Amira yang sedari tadi memerhatikan David, merasa aneh. "David, kenapa?" tanyanya.


David mengangkat pandangannya dan melihat ke arah Amira, "Cuman mikirin siapa korban dari kecelakaan semalem," sahutnya.


"Ohhh gitu," sahut Amira paham. Tak lama Tasya cs datang menghampiri Amira dkk.


"David!" panggil Tasya panik, "Lo tau siapa yang kecelakaan semalem?" tanyanya.


"Kagak, tapi yang pasti itu mobil Farel," sahut David.


Tasya yang mendengarnya terkejud dan langsung pergi dari Kelas, "NISA IJININ GUE!" pintanya.


David menaikkan salah satu alisnya, "Ngapa tuh anak?" tanyanya.


"Korban semalem itu Farel dan ceweknya Syakila," sahut Chika memeberitau dengan suara pelan.


Mereka semua terkejud, mendengar jawaban Chika. Amira pun berdiri dan meraih kerah Chika.


"Lo kalau ngomong jangan ngasal, lo belum tau gue tonjok pake ini hah," seru Amira tidak terima, sembari menunjukkan kepalan tangan kanannya.


Nisa yang melihatnya, langsung menyingkirkan tangan Amira dengan kasar dan menatapnya tajam. "Jangan macem-macem sama sahabat gue atau lo akan tau akibatnya!" ancamnya.


Mereka berdua saling menatap tajam dan membuang wajah bersamaan. Chika dan Nisa pergi ke bangkunya dan duduk, sedangkan Amira pun sama.


David yakin sekali, apa yang di katakan Chika itu benar, tapi ia merasa heran dengan Tasya, "Kalau tuh anak dah tau, ngapa dia nggak langsung ke Rumah Sakit? Malah ke Sekolah nanyain hal itu?" batin David bertanya-tanya.


Tringggggg.


Bel masuk berbunyi. Para murid pun masuk ke Kelas masing-masing dan duduk diam. Tak lama guru masuk ke dalam Kelas dan memulai pelajarannya.


...🌸...

__ADS_1


Bel istirahat pun berbunyi dan para murid berhamburan keluar dari kelas. David berpisah dari Amira, Adel dan Reza, karena ingin menemui Nisa. Ia pun dan Nisa bertemu di belakang sekolah.


"Ada apa?" tanya Nisa.


"Gue mau nanya, kalau Tasya udah tau itu korbanya Farel, ngapa tuh anak ke Sekolah, nggak langsung ke Rumah Sakit?" tanya David.


"Siapa yang bilang Tasya ke Rumah Sakit?" tanya balik Nisa.


"Lahhh, tadi Tasya ngapain?" bingung David.


"Tasya tanya begitu tadi buat mastiin, peegi kemananya gue nggak tau," sahut Nisa.


"Lo kagak bohong kan?" tanya David memastikan.


"Siapa yang bohong, gue jujur, dah lah gue pergi dulu," ucap Nisa dan hendak pergi, namun tanganya di pegang oleh David.


"Lo marah?" tanya David.


Nisa membalikkan badannya, "Enggak," sahutnya.


"Jujur aja, gue juga ngerti," ucap David.


"Kalau tau, ngapain tanya," kesal Nisa.


"Gue bukan cowok yang baik buat lo Nis, gue harap lo bisa move on dan cari cowok yang lebih baik lagi," ucap David.


Nisa menghempas tangan David dengan kasar, "Vid, gue sama Tasya bukan cewek yang mudah berpaling, apa salah kita sih, kenapa lo sama Farel nembak cewek lain?" tanyanya.


"Sorry," sahut David.


"Kalian lupa, apa yang udah kita lakuin buat kalian? Jujur, gue perlahan udah bisa lupain lo dikit-dikit, tapi tidak untuk Tasya," ucap Nisa langsung berlari pergi meninggalkan tempat.


David terlihat murung dan kesal. Nisa yang telah berada di tempat lain, terlihat tengah bahagia bersama temannya, Chika.


"Lo dapet kan," tanya Nisa.


"Dapet dong, nih lihat," sahut Chika sembari menunjukan hasil rekamanya, "Suara sama gambarnya jelaskan?" tanyanya dan di acungi jempol oleh Nisa.


"Btw, Tasya kemana ya?" tanya Chika.


"Uhmm, gue tiba-tiba ngrasa sedih dan pingin banget deket sama Tasya," kata Chika.


"Mungkin, karena akhir-akhir ini, kita nggak sama dia," sahut Nisa.


"Iya kalik ya," ucap Chika.


"Udah lo simpen kan," tanya Nisa dan diangguki oleh Chika.


...🌸...


Tasya terlihat tengah berada di sebuah markas. Ia pergi menemui Pemuda yang bekerja sama denganya, dia adalah ketua Blak Sider.


"Wah wah wahh, akhirnya dateng juga," ucap Pemuda itu.


Tasya menatap tajam Pemuda itu, "Lo kan yang bikin Farel kecelakaan semalem?" tanyanya.


"Ayolahj Sya, apa lo kagak denger berita semalem, itu kecelakaan tunggal bukan karena ada sangkut paut gue, dianya sendiri yang ngebut terus nabrak," sahut Pemuda itu memberitahu, "Lo kan pinter, masa begini aja lo kagak ngerti," tambahnya.


"Gue yakin, walaupun nih kecelakaan tunggal, lo pasti ada di balik ini semua," ucap Tasya percaya diri.


"Hedehhh, namanya juga kecelakaan tunggal, mana ada sangkut pautnya, gue aja baru denger," sahut Pemuda itu.


Tasya tersenyum smrik, "Gue nggak akan biarin lo pada, deketin ruangan Farel," ucapnya.


Pemuda itu menaikkan salah satu alisnya, "Apa yang lo denger?" tanyanya sembari mendekat.


"Kalau lo mendekat, bom yang gue pegang, akan bikin kita semua mati di sini detik itu juga," ucap Tasya, sembari menunjukan bom yang ia pegang.


Pemuda itu mundur secara perlahan dan para anggota lainnya pun menaikkan tangan mereka.


"Kalau ada yang nyerang gue dari belakang, gue bakal langsung lepas bomnya detik itu juga, jadi jangan lo pada ngeremihin omongan gue," seru Tasya.


"Oke, tapi lo harus inget, kita sama-sama megang rahasia satu sama lain, kalau lo bongkar, kita pun bakal bongkar rahasia lo," ujar Pemuda itu.

__ADS_1


"Lo kira gue takut, sorry gue nggak takut, kalau lo bongkar rahasia gue," batin Tasya, "Oke," sahutnya.


"Apa mau lo?" tanya Wakil Pemuda itu.


"Pertanyaan yang bagus," seru Tasya senang, "Gue mau, lo jauh-jauh dari tempat Farel berada, sekalinya gue lihat kalian ada di sekitaran Farel, gue pastiin lo pada habis di tangan gue," ancamnya.


"Ck, lo salah orang Tasya," batin Pemuda itu.


"Baiklah," sahut Wakil Pemuda itu dan Tasya pun pergi meninggalkan tempat.


"Pastiin dia benar-benar pergi dari tempat ini," pinta Pemuda itu dan beberapa anggota pun pergi melihat Tasya.


"Gimana menurut lo," tanya Wakil Pemuda itu.


"Lanjutkan, nggak usah peduliin dia," sahut Pemuda itu.


"Orangnya pinter, kita harus hati-hati," seru Wakil Pemuda itu.


"Gue ada ide," ucap Pemuda itu dan berbisik di telinga Wakilnya.


"Oke," sahut Wakil Pemuda itu setuju.


...🌸...


Terlihat di Rumah Sakit Niya dan Mila tengah menatap sang anak lewat kaca dari ruang isolasi masing-masing. Ardi dan Yohan telah pergi ke kantor, karena suatu hal yang sangat mendadak dan tidak dapat di tinggal. Kelvin terlihat bingung, sedari tadi, ia bolak-balik menjaga Niya dan Mila dari satu ruang ke ruang yang lain.


"Kelvin," panggil Niya ke arah Kelvin yang terlihat lelah, karena belum tidur.


"Iya Mah, kenapa?" tanya Kelvin dengan suara ngantuk dan capek.


"Tidur aja dulu, Mamah mau nemuin Tante Mila dulu, kasihan dia sendirian," kata Niya.


"Jangan jauh-jauh perginya! aku cuman tidur sejam aja, nanti balik lagi," ujar Kelvin.


"Tidur yang lama aja sekalian, biar nanti malam kamu bisa gantian sama Ayah," ucap Niya.


"Ya udah, inget ya, kalau perlu apa-apa bangunin Kelvin aja dan jangan jauh-jauh, awas aja, kalau aku bangun Mamah nggak ada," seru Kelvin.


Niya tertawa kecil sembari mencubit pipi Kelvin dengan gemas, "Anak siapa sih ini? protektif banget,"


"Anaknya Mamah Niya lah, masa anak Bi Jum," sahut Kelvin membuat Niya tersenyum.


"Bisa aja kalau ngomong, dah sana tidur dulu!" pinta Niya.


"Iya-iya, ummah," ucap Kelvin sembari mencium kening Niya.


Niya membalas dengan mencium pipi kanan Kelvin, "Ummah, mimpi indah sayang," ucapnya dan di senyumin Kelvin.


Kelvin pergi ke kamar inap dekat ruang isolasi Syakila dan tidur di sana. Niya pun pergi menghampiri Mila.


Niya melihat Mila tengah berdiri di depan kaca besar melihati sang Anak. Ia pun pergi menghampiri Mila dan memeluknya dari belakang. Ia melingkarkan tangannya di leher Mila.


Mila tau itu Niya. Ia mengusap pelan tangan Niya, "Gimana keadaan Syakila?" tanyanya.


"Masih sama Mil," sahut Niya. "kamu jangan begini terus, kasihan Ardi, dia udah menderita ngelihat Anaknya, kalau kamu ikut jatuh sakit, siapa yang nguatin dia?" ucapnya.


"Iya Ni, gue tau kok, gue cuman takut kehilangan Farel, dia anak gue satu-satunya, kamu sama Yohan juga tau, gimana perjuanganku sama Ardi buat dapetin Farel, aku harus ngalamin beberapa rintangan dari yang keguguran dan koma setelah lahirin Farel," sahut Mila parau, "Berat Ni, ngelihat Farel begini, apalagi setelah sadar nanti dia harus ngalamin cobaan yang berat, gue nggak siap," tambahnya.


Niya ikut menangis, satu hal yang membuat Ia lebih beruntung dari Mila. Ia ada Reyhan dan Kelvin yang slalu ada untuknya, serta ke adaan Syakila yang memang kritis, namun tidak buta itu lah yang membuatnya merasa lebih beruntung.


Mila membalikkan badannya dan saling berpelukan. Hati mereka berdua hancur melihat anak mereka. Mereka hanya bisa berdoa dan berharap anaknya bisa sadar, jika saja, penyakit sang anak di angkat dan di berikan oleh mereka. Mereka berdua akan menerimanya dengan lapang dada dan tanpa tamrih.


Syakila dan Farel masih saja koma. Mereka semua belum bisa menjenguk Syakila dan Farel, karena kondisi mereka yang masih kritis. Entah kapan mereka berdua sadar, yang tau hanyalah Tuhan.


...🌸...


...Hallo guys👋 aku kembali up nih, kangen nggak? kangenlah masa enggak....


...Ada yang nyangka nggak kondisi Farel dan Syakila seperti itu, atau mungkin ada yang udah bisa menebaknya?...


...Hmm, kalau Farel buta dan Syakila amesia, gimana caranya mereka kembali ya? Kapan mereka berdua sadar? dan apa masalah yang terjadi dengan Pemuda serta Tasya tadi ya? Untuk apa Chika ngevidio David dan Nisa? Bagaimana dengan masalah geng WW yang belum selesai? kalau ketuanya buta, siapa yang urusin?...


...Hmm, banyak pertanyaan ya? Baiklah sampek sini dulu basa basinya. Aku syabilaw, mengucapkan see you😘...

__ADS_1


...Jangan lupa dukung aku melalui like, vote, komen, dan gifnya ya. Semoga kalian suka dengan ceritanya😘...


__ADS_2