
Syakila kini telah berada di kelasnya, ia terlihat tengah berjalan menuju bangkunya, di bangku belakang Adel ada Reza yang tengah menatapnya dengan pandangan yang kesal dan marah, namun ia tak peduli.
Tak lama seorang Guru PPL lelaki pun datang masuk ke Kelas. Para murid terlihat heboh melihat Guru itu.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," salam Guru PPL kepada para murid
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh." sahut para murid bersamaan.
"Masya Allah ganteng pisan."
"Ya Allah itu jodoh gue ngapa kemari sih."
"Gila ganteng banget, parah."
"Wihh PPL dari mana nih Kak?"
"Mas umurnya berapa?"
"Namanya dong."
"Udah punya istri belum Kak?"
"Alamat rumahnya mana Kak?"
Terdengar suara bising dari para murid, membuat Syakila kesal dan menggebrak meja.
Brakk
"DIEM!!!" pinta Syakila tegas dan para murid pun diam, "Maaf Kak, silahkan perkenalan," tawarnya.
Guru itu pun mengangguk dan tersenyum, "Terimakasih Nak? Namanya?" tanyanya.
"Anastasya Syakila Kak," sahut Syakila.
"Panggilannya?" tanya Pak PPL.
"Kila aja Kak,"
"Baiklah, terimakasih nak Kila," ucap Pak PPL berterimakasih dan Syakila tersenyum lembut sembari menganggukkan kepala, "Perkenalkan nama saya Aliansyah, biasa di panggil Ali, saya dari Universitas ***, umur saya dua puluh empat tahun, orang Jakarta," ucapnya memperkenalkan diri.
Para murid hanya diam dan menyimak, Pak Ali pun memulai pelajarannya.
"Hari ini Kakak mau mulai pelajarannya, kita akan memelajari pendapatan Nasional," ucap Pak Ali memberitahu.
"Bila pendapatan nasional dihitung dengan menggunakan pendekatan pendapatan, maka kalian akan memakai cara apa untuk mendapatkan hasilnya? Ada yang bisa jawab?" tanya Pak Ali sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
"Saya Kak," seru Syakila menaikkan tangannya ke atas.
"Baiklah, dengan cara apa nak Kila?" tanya Pak Ali.
"Pakai rumus Y : r + w + i + p Kak," sahut Syakila.
"Benar, saya akan tuliskan soal dan nak Syakila yang jawab, siap?" tantang Pak Ali.
"Siap Kakk," seru Syakila.
Pak Ali pun menuliskan soalnya ke papan tulis.
"Baiklah, ini Kila, silahkan jawab," pinta Pak Ali sembari memberikan spidolnya.
Syakila bejalan menuju ke arah papan tulis dan menerima spidol itu. Ia pun mulai menjawabnya.
...Y \= r + w + i + p...
Prok prok prok
"Bagus sekali, jawaban yang tepat, karena Kila sudah menjawab dengan benar, maka akan saya beri hadiah," kagum Pak Ali.
Syakila tersenyum senang dan para siswi merasa iri. Pak Ali pun memberikan coklat Silver Quen ke Syakila.
"Wahhh, bagi Kil,"
"Kila bagiiii,"
"Kil, kagak bagi kagak temen,"
"Berbagi itu indah Kil,"
"Berbagilah kepada yang tidak mampu Kil,"
Terdengar kehebohan para siswi, karena Syakila mendapatkan coklat dari Pak Ali. Ia pun tersenyum smrik.
"Terimakasih Kak Ali, boleh foto berdua nggak? aku Wakil Ketua Osis di sini," ucap Syakila sembari tersenyum lembut.
"Ohh, jadi kamu Wakil Ketua Osisnya, boleh," sahut Pak Ali mengijinkan.
"Saya ambil handphonnya dulu ya Kak," ijin Syakila.
"Pakai Handphone saya saja," tawar Pak Ali sembari mengambil Handphonnya, "Ayo," ajaknya.
Syakila pun langsung mendekat dan bergaya dengan menunjukkan dua jari di dekat wajahnya sembari tersenyum.
Cekrik
"Trimakasih Kak," ucap Syakila berterimakasih dan diangguki Pak Ali.
Syakila pun kembali ke tempat duduknya dan Pak Ali mulai menerangkan pelajarannya.
"Widihh, otw dapet kontak Om-om nih," seru salah satu siswi.
"Sans aja, kalau dah dapet gue buatin grup, biar kalian semua bisa pc dia," sahut Syakila.
"Wawww, lo emang paling best lah," puji salah satu siswi.
Para siswi yang mendengarnya pun ikut senang dan tak lama bel istirahat pun berbunyi.
...๐ธ...
__ADS_1
Syakila dan Farel dkk kini telah berada di ruang rapat karena panggilan dari salah satu guru.
"Rapat hari ini akan membahas tentang acara ulang tahun sekolah yang diadakan lebih cepat karena sebentar lagi ujian," ucap Reza memulai rapatnya.
"Ohhh, terus mau diadain kayak dulu apa beda nih?" tanya siswi 1.
"Gue sama Syakila ada ide buat acara ini agak berbeda sedikit, acara ini nanti akan berisi bazar, pagelaran dan juga beberapa pertunjukan lain dari tiap kelas, gimana menurut kalian?" tanya Reza.
"Ide bagus sih, cuman yang nonton siapa? masa murid sekolah ini sama guru," seru Amira.
"Bener tuh, kalau tamu atau penonton cuman murid sekolah kita, gue rasa nih bazar kurang berhasil, kalau pagelaran sih oke-oke aja," seru David.
"Kalau penonton dan tamu kita akan undang dari sekolah lain dan tetangga di sekitar sekolahan," sahut Syakila.
"Cara ngundang Sekolah lain ke sini, gimana caranya?" tanya siswa 1.
"Nanti kita akan adakan kerja sama antar Osis kita dengan Osis sekolah lain," sahut Syakila.
"Oke-oke kalian kerjakan ya, gue mau makan, yuk Mir," ajak David dan Amira pun mengangguk.
"Hmzzz," sahut Syakila dan Reza.
"Kita juga deh," sahut Siswi dan siswa dari kelas lain.
Mereka pun pergi bersamaan keluar dari ruang rapat dan hanya tersisa Syakila, Farel, Reza dan Adel.
"Kapan kalian jalin kerja samanya?" tanya Adel.
"Nanti, istirahat ke dua" sahut Syakila dan diangguki Adel.
"Kantin yuk Del," ajak Reza dan Adel pun mengangguk.
Reza dan Adel pun pergi keluar ruangan, meninggalkan Syakila dan Farel berdua.
Farel terlihat kikuk dan Syakila pun merasa canggung, mereka berdua tetap di dalam ruangan karena harus menyelesaikan tugas mereka dari guru. Sebelum Mereka masuk ke ruangan rapat, Syakila dan Farel dimintai tolong oleh salah satu guru untuk manyalin sebuah dokumen dan mefotokopinya.
"Ehem," Farel berdehan untuk menetralkan suasana yang cangung dan kikuk, "Aku yang ketik, kamu yang baca," pintanya dan diangguki Syakila.
Syakilamulai membacanya dan Farel pun mengetik di laptop, di tengah kegiatan, handphone Farel berbunyi.
Tulilut tulilut
Farel pun meraih handphonnya dan melihat siapa yang menelpon, "Aku keluar sebentar," pamitnya dan mulai mengangkat telpon.
Syakila pun menggatikan Farel dan mulai mengetik, saat ia melihat hasil ketikkan Farel. Ia terkagum melihatnya, "Hasilnya bagus banget, kata-katanya juga lebih baik, pantes tadi mijta berhenti terus ulang lagi bacanya, ternyata dia ubah," batinnya. Ia pun mengurungkan niatnya untuk mengetik dan beralihah ke dokumen yang ia bawa.
Tak lama Farel pun datang mengahampiri Syakila, disaat ia berjalan, tanpa sengaja kakinya menginjak bola kecil seukuran kelereng dan membuatnya jatuh ke pelukan Syakila.
Pluk
Mata Syakila melotot, karena bibirnya dan bibir Farel menempel. ia terkejut dan Farel pun langsung berdiri.
"Maa ma-maaf Sya," ucap Farel kikuk.
"Iii i-iya," sahut Syakila sembari memalingkan wajahnya.
deg deg deg
Tak lama Farel kembali duduk dan mulai mengetiknya, sedangkan Syakila mulai membacanya. Mereka berdua sesekali memegang bibirnya yang terasa sakit, karena Farel yang jatuh cukup kuat.
Farel melirik ke arah Syakila yang terlihat meringis kesakitan, "Sakit?" tanyanya.
"Enggak," sahut Syakila berbohong.
Farel mendekat dan meluhat ke arah bibir Syakila, terlihat bibir Syakila terluka. Ia pun memutuskan langsung pergi dari ruangan tanpa memberitau Syakila.
Tak lama Farel pun datang dengan membawa kotak p3k. Ia duduk di depan Syakila dan mengeluarkan kapas.
"Sini Sya, aku obatin bentar," pinta Farel.
Syakila menolah ke arah Farel, belum juga ia ngomong, dagunya sudah di pegang oleh Farel dan mulai di obati.
"Aww," keluh Syakila saat kapas itu menyentuh bibirnya.
"Fuuuh," Farel meniup kecil bibir Syakila sembari mengobati, "Tahan bentar," pintanya dan Syakila pun mengangguk paham.
Syakila mencium aroma wangi dari parfum Farel, aromanya yang segar dan terasa sejuk membuatnya nyaman. Farel terlihat meniup bibir Syakila saat kapasnya menyetuh bibir Syakila.
Tak lama Farel pun selesai mengobati Syakila, "Gimana?" tanyanya
"Udah mendingan kok," sahut Syakila, "Makasihhh," tambahnya sembari tersenyum lembut.
Farel menganggukkan kepalanya dan mereka berdua pun kembali melanjutkan tugasnya. Tak lama tugas mereka pun akhirnya selesai dan kembali ke Kelas bersamaan.
...๐ธ...
Hari mulai siang, kini Syakila dan Reza tengah di SMAN 3 ***, untuk menjalin kerja sama. Mereka berdua sekarang berada di ruang Osis bersama Ketua dan Wakil Osis dari SMAN 3 ***.
Wajah Reza terlihat kesal dan tertekuk, sedangkan Syakila terlihat tengah tersenyum ceria dengan Wakil Osis itu.
"Haii," sapa Syakila.
"Hai," sahut Ketua dan Wakilnya bersamaan.
"Nggak nyangka bisa ketemu lagi, kalau mau jalin kerja sama wajahnya yang enak dong," ucap Wakil Osis itu, yang tak lain Nayla.
"Ehem," Reza berdeham.
"Kamu udah kenal?" tanya Ketua Osis itu, pacar Nayla bernama Tio.
Tio adalah lelaki tampan dan juga populer di sekolahnya. Ia dan Nayla bisa berpacaran karena ulah Syakila, Desy, dan Sisil. Ia juga tetangga dan sahabat Reza. Anaknya good boy, nggak nakal sedikit pun, pinter, disiplin dan tegas.
"Emmm, entahlah," sahut Nayla sembari tersenyum kikuk.
"Hmm, ya udah kita mulai aja sekarang," ucap Tio.
"Gue langsung ke poinnya aja, sekolah kalian bisa ikut bazar atau tampil di acara kami, asalkan beberapa muridmu dateng ke sekolah, gimana?" tawar Reza.
"Basi," jawab Tio singkat.
Syakila dan Nayla tertawa mendengar jawab Tio dengan wajahnya yang datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Basi? basi dari mananya njir," kesal Reza.
"Intinya basi," sahut Tio.
"Basinya dari mana?" tanya Reza.
"Ide lo jelek," sahut Tio dengan santainya dan membuat Reza marah.
"Gimana kalau kita adain lomba? kita ambil jurinya dari sekolahan kita masing-masing satu-persatu, supaya adil?" tawar Syakila.
"Ide bagus," sahut Tio.
"Setuju," seru Nayla.
"Ck," Reza bedecak kesal dan Syakila tersenyum bahagia.
Kerja sama pun terjalin. Mereka kini tengah mengobrol sembari menyusun rencana.
"Nggak nyangka udah tiga bulan kalian pacaran, iyakan?" tanya Syakila dan diangguki Tio serta Nayla.
"Thanks, udah bantu kita dulu pacaran," ucap Tio berterimakasih, "Kalau perlu bantuan, gue siap," tambahnya.
"Hmm oke, hubungan kalian berdua apa?" tanya Syakila ke Reza dan Tio.
"Hubungan? kok gue dengernya jijik ya," seru Nayla.
"Lahh yang bener apa?" tanya Syakila dan Nayla hanya menaikkan bahunya, tidak tau.
"Gue sama Reza sahabatan aja biasa, karena tetanggaan," sahut Tio.
"Ohhh," sahut Syakila dan Nayla sembari mengangguk paham.
"Ngapa lo nanya-nanya begituan?" tanya Reza sinis.
"Ya nggak papa, cuman tanya aja," sahut Syakila. Ia mengeluarkan handphonnya dan mengetikkan sesuatu.
ROOM CHAT ON.
^^^Syakila:^^^
^^^Sepemikiran nggak kita?^^^
Nayla:
Soal itu kan?
^^^Syakila:^^^
^^^100, benar sekali.^^^
Nayla:
๐
ROOM CHAT OFF.
Syakila dan Nayla saling melihat dan tersenyum smrik. Reza dan Tio menaikkan satu alisnya melihat mereka berdua.
"Selanjutnya Sekolah mana?" tanya Tio.
"SMA ANGKASA," sahut Reza.
"SMA ANGKASA?" tanya Syakila.
"Lahh, lo nggak tau Sya?" tanya Nayla dan Syakila menggelengkan kepalanya.
"Ketua apaan lo, masa wakil sendiri nggak tau apa-apa begini," protes Tio.
"Ck, gurunya baru aja ngifoin njir," kesal Reza.
"Ohh, lo gercep kayak biasanya," sahut Tio santai dan Reza hanya memutar bola matanya jengah.
"Dah lah, gue pamit dulu, salam buat Pak Kepala Sekolah, Assalammualaikum," pamit Reza dan disusul Syakila.
"Waalaikumsalam," sahut Tio dan Nayla bersamaan.
...๐ธ...
Reza dan Syakila kini telah tiba di SMA ANGKASA, mereka menemui salah satu guru dan bertemu Ketua dan Wakil Osis. Mereka sekarang telah berada di salah satu ruang untuk berunding.
"Jadi bagaimana?" tanya Reza.
"Hmzz, bagus juga sih, apalagi kalau Bapak Wali Kotanya dateng mungkin lebih bagus," sahut Ketua Osis itu.
"Iya bener, jadi para murid antusias untuk berpatisipasi," sahut Wakil Osis.
"Ibu juga setuju, apalagi sekolah kalian sangat luas dan terawat, untuk dimasukin ke you tube juga bagus," sahut Ibu Guru.
Reza tersenyum ramah, "Saya senang jika Ibu Guru dan kalian berdua mau menerima kerja sama ini, saya akan usahakan, supaya bisa meminta Pak Wali Kota datang," sahutnya.
"Saya suka sama kalian berdua, hanya acara ulang tahun sekolah, kalian harus mendatangi satu-persatu sekolah untuk membantu memeriahkannya," kagum Ibu Guru.
"Benar Bu, saya sebagai Ketua Osis saja merasa iri dengan anda yang berjuang samapi seperti ini hanya untuk ulang tahun Sekolah," puji Ketua Osis.
"Jangan di puji terus Bu, Kak, nanti trman saya besar kepala, kalau udah besar kepala saya bakalan pusing ngadepinnya," sahut Syakila dan mereka bertiga pun terkekeh, sedangkan Reza terlihat menatap tajam ke Syakila.
"Baiklah, saya berterimakasih atas kerja samanya dan waktunya, saya dan teman saya mohon pamit, karena masih ada dua sekolah lagi yang akan kami datangi," pamit Reza ramah.
"Iya sama-sama," sahut Ketua, Wakil dan Ibu Guru bersamaan.
"Assalammualaikum," salam Reza dan Syakila.
"Waalaikumsalam," sahut mereka bertiga bersamaan.
...๐ธ...
...Hallo guysssssss, wihhh agh balik nih, kangen nggak? kangen dong masa enggak....
...Aku cuman kasih satu cp atau eps aja ya guys, jangan banyak-banyak entar nggak seru๐....
...Rencana mau revisi tulisan tapi nggak jadi karena mata capek, keseringan lihat layar hp jadi pusing di kepala. Baru chapter satu yang lain belum๐, kalau nggak percaya coba baca ulang deh, pasti ada yang beda heheee๐. ...
__ADS_1
...Oke deh sampek sini aja ya, udah mau 2000 kata nih, see you guys ๐...