
Syakila pun mulai berserita dari awal mula Kelvin marah dan Farel yang pergi dari kelas.
"Hmm, itu artinya semalam telah terjadi sesuatu yang membuat Kak Kelvin marah dan Farel menjauh," ucap Desy.
"Kalau kejadiannya malem, sampek bikin Farel sama Kak Kelvin begitu, apa mungkin Farel selingkuh dan dipergoki oleh Kelvin?" tanya Nayla.
"Aku juga berfikir begitu," sahut Desy.
"Emm, kok aku kurang setuju ya," sahut Sisil.
"Kenapa?" tanya ketiganya bersamaan.
"Emm, Apa mungkin karenaaa," ucap Sisil menggantung.
"Karena apa?" tanya Nayla penasaran.
"Sisil lupa heheheee," sahut Sisil sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal.
Syakila dan Nayla hanya bisa tepuk jidat dan menggelengkan kepalanya, sedangkan Desy, menjitak kepala Sisil.
Plakk
"Aduhhh, Desy jahat banget sih," keluh Sisil sembari mengusap kepalanya yang kena jitak.
"Masa Farel selingkuh, kayaknya nggak deh," ucap Syakila tidak percaya.
"Nayla juga dulu begitu, waktu dibuktiin pacarnya selingkun baru patah hati," sahut Desy dan mendapat jitakan dari Nayla.
"Sialan Lo Des, Aku lan dah bilang jangan ungkit lagi! nyebelin," kesal Nayla.
"Jitakan lo sakit bener Nay," keluh Desy mengusap kepalanya.
"Syukurinn," ejek Sisil dan mendapat tatapan tajam dari Desy.
"Kita selidiki aja langsung, gimana?" tawar Nayla.
"Ide bagus," jawab Syakila.
"Aku setuju," seru Sisil.
"Kita selediki malam ini dijalan *****, gimana?" tanya Desy.
"Hmm bukannya itu tempat balapan ya, semalam Mas juna chat, katanya malma ini ada balapan disana," ucap Sisil.
Juna adalah pacar Sisil. Mereka juga satu sekolah hanya saja Sisil kelas sebelas dan Juna kelas dua belas. Juna memiliki geng atau Kleb bernama Blak Boy setingkatan geng Tiger (Geng Reza).
"Iyaps bener tuh, tapi cowok gue yang dukung sih hehee bukan yang main," ucap Desy sedikit malu.
"Gimana Sya?" tanya Nayla.
"Boleh aja, kalik aja Farel suka nonton itu juga dan kita bisa dapet inpo itu," seru Syakila.
"Kayaknya Syakila jangan ikut deh, chatmu aja disalin dihp Kak Kelvin, kemungkinan Kak Kelvin juga masang gps dihp kamu," saran Desy.
"Sisil setuju, Syakila kirim aja foro Farel, biar kita yang selidiki," sahut Sisil.
"Mana fotonya," tanya Nayla dan Syakila pun membuka handphonnya, mencari foto Farel.
"Ini," tunjuk Syakila ke teman-temannya.
"MASYAALLAHHHH, ganteng bangettttt," puji Nayla.
"Gilak ganteng bangettt, ahhhhh meleleh aku," ucap Desy dan mleyot sampek jatuh dari bangkunya.
"Ihhhh Mas juna jauhh banget sama Farel, ganteng bangetttt," kagum Sisil.
Desy kembali duduk dan melihat lihat foto-foto Farel. Nayla dan Sisil pun ikut bergabung melihat foto Farel bersama.
"Astaga, mirip kayak oppa Korea njir," ucap Desy.
"Iye, kayak oppa korea, aktor kesukaan gue tuh yang main Drakor," ucap Nayla.
__ADS_1
"Mirip kayak Cha Eunwoo," komen Sisil.
"Hiye bener, kembaran Cha Eunwoo nyasar nih pasti," seru Desy dan diangguki Nayla serta sisil.
"Nggak bosen-bosen aku, mandemi nih foto," ucap Nayla.
"Bener Nay, mumpung cowok kita nggak ada, kita serobot laki orang dulu buat cuci mata," sahut Desy.
"Setuju," sahut Sisil.
Syakila menopang kepalanya dengan tangan kanan dan menatap datar kearah ketiga temannya, "Ehem ehem, udah selesai belum ya Mbk, tuh cowok saya loh ya," ucapnya membuat Desy mengembalikan handphonnya.
"Maaf, cowok lu gantrng banget sih," ucap Desy dan diangguki Nayla serta Sisil.
"Tauu," sahut Syakila sembari tersenyum sombong, "Jadi gimana?" tanyanya.
"Emm, nanti malam kita kesana, tapi mobil kita bukkannya harus kelihatan meyakinkan," Ucap Nayla.
"Ohh itu gampang, mobil gue sangat meyakinkan, kapasitas mobilnya pas buat anak balapan," sombong Desy.
"Oh iya ya, sipp, kita kumpul dirumah Desy langsung pergi ke lokasi," ucap Nayla dan diangguki Desy serta Sisil. "Syakila cukup dirumah aja, oke," seru Nayla dan diangguki Syakila.
Mereka pun meminum kopi dan membuat rancangan sendainya Farel ada disana, setelah selesai merekapun kembali pulang dan bersiap-siap menjalankan misi.
🌸
Malam ini, jam 21.00, Nayla, Desy dan Sisil dalam perjalanan kelokasi, mereka menggunakan jaket berwana hitam dan juga jens hitam. Nayla dan Desy memakai topi dan kaca mata, sedangkan Sisil hanya menggunkan topi saja.
Tak lama Mereka pun sampai dan Desy pun menghentikan mobilnya.
"Gileee rame bener," komen Desy.
"Ahhh ganteng-ganteng banget ya Allah," kagum Sisil.
"Astaughfirullah, lama-lama disini aku bisa khilaf nih," ucap Nayla.
"Kok aku merinding ye," sahut Desy.
"aku juga, tapi kita harus tetep bantu Syakila," ucap Nayla dan diangguki Desy serta Sisil.
Mereka bertiga pun keluar dari mobil dengan gaya anak yang nakal namun anggun. Mereka pergi melangkah bergabung kegerombolan anak-anak yang lain.
Mereka bertiga kini tengah mangatur degun jantungnya yang maraton. Tak lama seseorang dari belakang menepuk bahu Sisil dan membuanya kaget.
"Kyaaa--" teriak Sisil namun langsung dibekap pemuda itu.
Nayla dan Desy bersiap-siap mengeluarkan pisau yang mereka kantongin untuk berjaga-jaga, namun mereka memasukkan kembali, karena melihat Junalah yang datang.
"Ststtstt ini aku sayang," ucap Juna.
"isss, Juna ihh, nyebelin," kesal Sisil sembari memukuli dada Juna, "Sisil kan jadi kaget,"
"maaf," ucap Juna meminta maaf, "Kalian ngapain disini, mending balik jih," pintanya.
"Ada perlu kita disini," ucap Nayla memberitahu.
"per--" ucap Juna terhenti.
"Desyy!" panggil salah satu pemuda bernama Deni (pacar Desy).
"Deni!" ucap Desy kaget.
"Ngapain kamu disini? udah malem pulang sana, nanti dicariin Om sama Tante loh," usir Deni.
"Mulutnya tuh ya, kalau ngomong yang lembut dikit napa?" protes Sisil dan mencubit tangan Deni.
"Awaw," keluh Deni.
"SISIL!" bentak Desy dan Sisilpun bersembunyi di belakang Juna.
Juna baru saja mau ngomong, namun kembali terhenti karena balapan akan dimulai.
"Aku kesana duluan, titip cewek gue," pamit juna dan pintanya ke Deni.
Juna pergi kearena balapan dan berjabat tangan dengan para anak disana. Tak lama dua Mobil abu-abu dan hitam datang, keluarlah orang itu dari mobilnya.
"Dia," ucap Nayla, Desy dan Nayla bersamaan.
__ADS_1
Deni melihat kearah yang ketiga sewek sampingnya lihat, "Kalian kenal mereka berdua?" tanyanya.
"Nggak, aku cuman taunya yang turun ari mobil abu-abu, dia siapa?" tanya Desy.
"Ohh dia, Ketua dalam klebku namanya rahasia," ucap Deni sembari tersenyum.
"Namanya Farel kan?" ucap Nayla.
"Ohh udah tau toh, iya namanya Farel," sahut Deni.
"Dia punya pacar?" tanya Sisil.
"Belum kayaknya, bukannya kamu pacar dia tadi," Ucap Deni heran.
"cuman tanya aja," sahut Sisil.
"Den! kamu masih inget nggak sama Syakila, yang bantu kita pacaran?" tanya Desy.
"Inget, kenapa?" tanya Deni.
"Farel itu cowok Syakila, tapi hubungan mereka lagi merenggang, kamu dulukan pernah janji mau bantu Syakila, Nayla sama Sisil," ucap Desy.
"Bantu kita selediki, apa permasalahan Farel yang bikin dia menjauh dari Syakila," pinta Nayla,
"Iya Den, kasihan Syakila," tambah Sisil.
"Hmm, baiklah," ucap Deni setuju.
"Nggak papa nih?" tanya Desy.
"Iya, kalau boleh tau sejak kapan hubungan mereka merenggang?" tanya Deni.
"Kemarin malam," sahut ketiganya bersamaan.
"Baru kemarin malam? gercep banget kalian," ucap Deni dan membuat ketiga cewek itu cengengesan.
"Kalau kemarin malam sih ada konflik dikit, aku denger Farel dipukuli anak cowok yang katanya itu Kakak dari ceweknya Farel." sahut Deni memberitahu.
"Nah mungkin karena itu tuh," jawah Desy.
"Lo tau, karena apa mereka berantem?" tanya Nayla dan Sisil tengah merekamnya.
"Nggak tau, katanya dateng-dateng udah ngajak ribut," sahut Deni. "lagi pula posisi anak-anak sama tempat kejadian jauh, jadi mereka nggak denger," tambahnya.
"Siapa yang ada disana?" tanya Desy.
"Kakaknya Syakila sama kedua temennya itu, Farel sama cowok yang keluar dari mobil hitem tadi," sahut Deni memberitau.
Sisil mematikan rekamannya, "Berat ini, kitakan nggak kenal sama tuh cowok, kalau temennya Kak Kelvin aku pernah lihat," komen Sisil.
"Kuncinya ada di temen Kak Kelvin," ucap Nayla dan diangguki Desy dan Sisil.
Deni merasa takut sendiri melihat mereka bertiga, "mampus nih kalau seandainya selingkuh, baru tadi malam aja Syakila ada masalah, mereka udah dapet kunci masalah sejauh ini, nggak boleh disepelekan, gue harus hati-hati," batinnya waspada.
Balapan pun berakhir dan dimenangi Farel. Mereka bertiga pun kembali pulang kerumah masing-masing.
...🌸...
Malam Ini Kelvin pulang karena dipaksa oleh Reyhan, ia kini tengah duduk diruang tamu bersama Reyhan, Klara dan Syakila. Terlihat Reyhan tengah memarahi Kelvin dan juga memukulnya sekali dipipi kanannya.
"Hufff," Reyhan Menghela napasnya pelan. "Kelvin! minta maaf ke Syakila," pintanya.
Kelvin pun mengahampiri Syakila dan memeluk sang Adik dengan sayang, "Maafin Kakak ya Sya, Kakak nggak akan marah ataupun bentak Syakila, kemarin Kakak terlalu kebawa emosi, Maaffin Kakak," ucapnya lirih.
"Hiya Kak, Syakila maafin kok," sahut Syakila.
"Tapi Kakak nggak mau tarik ucapan Kakak yang minta kamu jauhin Farel," tegas Kelvin.
"Iya, Syakila akan turutin mau Kakak," sahut Syakila.
"Makasih Sya," seru Kelvin, "ini demi kebaikanmu Dek, Kakak nggak mau kehilangan kamu," batinnya.
"Akan ku buat Kakak menerima Farel lagi dan membuat Farel kembali padaku sepatnya." batin Syakila.
Klara menyeder dibahu sang suami dan Reyhan terlihat merangkul sang istri sembari mengusap-usap perut Klara yang telah membesar dengan lembut.
"Semoga anak kita nanti bisa seakrab dan se so sweet itu dengan saudaranya," harapan Klara.
__ADS_1
"Aminn, semoga terkabul ya," sahut Reyhan dan mencium puncak kepala Klara dengan mesra.
Terlihat diruang tamu kemesraan Pasutri dan kemesraan Adik Kakak yang saling menyanyangi. Para ART yang melihatnya merasa iri dan terharu.