
Amira dan David terlihat tengah duduk di kursi bagian pojok. Mereka tengah menunggu teh hangat dan bubur. Pesanan sengaja di ganti Amira, karena mbok kantin ternyata membuat bubur, jadi ia memutuskan memesan bubur.
"Mir, lo ada niatan mau pacaran?" tanya David.
"Nggak, buat apa pacaran kalau cuman nyakitin hati doang? mending juga sendiri," jawab Amira.
"Nggak semuanya nyakitin Mir," sahut David
"Gue tau Vid."
"Terus, ngapa lo nggak mau?"
"Buat apa sih Vid pacaran? Gue ini anak satu-satunya, orang tua gue juga keluar negeri, jarang pulang, seandainya nih gue putus terus sakit hati, siapa yang nolong gue?" tanya Amira ke arah David.
"Kan ada kita Mir."
"Vid! Kalian punya kehidupan masing-masing, gue nggak mau repoting kalian hanya karena hal sepele begini."
"Lo bilang kalian bertiga sahabatkan? kalau lo diem dan merasa hal itu ngerepotin, apa gunanya sahabat?" tanya David sedikit emosi.
"Sebelum gue jawab pertanyaan elo, gue tanya Lo lihat Syakila sama Adel menurut lo kehidupan mereka gimana?"
David menaikkan salah satu alisnya, ia bingung "emmm."
"Lo nggak tau kan? Gue kasih tau ke lo. Keluarga Syakila terkenal akan kerukunan dan kedamainnya, mereka saling menyayangi dan mencintai, banyak orang diluar sana iri sama mereka. Mereka hanya melihat luarnya saja tanpa tahu dalamnya. Pernikahan Om Yohan dan Tante Niya itu nggak direstui sama orang tua Om Yohan, sampai sekarang pun Nenek Kakek Syakila masih membenci Tante Niya. Awalmya Kak Rey, Kak Kelvin sama Syakila itu nggak diterima dikekuarga itu, namun melihat mereka tumbuh menjadi anak yang pintar dan cantik, tampan. Mereka diterima dikeluarga itu, tapi hanya mereka, tante Niya masih saja tidak diterima. Cacian, hinaan, makian dari keluarganya, sampek sekarang masih diterima Tante Niya." ucap memberitahu dengan suara parau,
"Itu didalam keluarga, belum masalah luarnya. Adel, kisah keluarganya hampir sama kayak gue, tapi masih mending gue. Adel udah tiga tahun ini nggak ketemu orang tuanya, mereka hanya saling memberi kabar lewat handphone, itu pun jarang dibales karna kedua orang tuanya sibuk. Bayangin aja, Lo hidup tiga tahun sendirian tanpa keluarga, gimana rasanya? untuk ambil raport aja itu asisten ayahnya atau pembantunya, dihari kelulusan sekolah juga yang nemenin pembantunya. Lo bisa lihatkan? dari kita bertiga, siapa yang lebih dewasa dan mandiri? Kita semua punya masalah Vid. Kita juga saling curhat tapi curhat kita bukan tentang cinta, melainkan hal lain. Lo pahamkan maksud gue?"
David mengangguk paham, ia merasa bersalah dan sedih, Ia tidak menyangka dibalik senyum Syakila dan dibalik kemandirian Adel ada hal seperti itu, "Sorry Mir," ucap David meminta maaf.
Amira mengangguk dan menghapus air matanya.
Pesanan pun datang, mereka menerimanya dan pergi ke UKS.
🌸
Terlihat di UKS Reza dan Adel tengah mengobrol dan tak lama Amira serta David datang sembari membawa teh hangat dan bubur.
Adel menerima bubur dan teh hangat yang diberikan Amira, "makasih Mir," ucap Adel sembari tersenyum.
"Lah cuma Amira doang nih," sahut David.
Adel terkekeh, "makasih Vid," ucapnya.
"Oke."
"Gimana Za, sakit nggak? kalau masih sakit, kita kerumah sakit aja sekalian bolos wkkwkwk," tawar Amira.
"Ide bagus tuh, ayoklah kita gaskeun sekarang." seru David.
Reza melempar tisue yang ada di meja samping kearah David.
tuk
"Awwww sakit GOBLOK," keluh David dan diakhir kata sedikit ngegas.
"Bolos aja sono, gue laporin lo ke BK," ancam Reza.
"Ck kagak asik lo," ucap David.
Reza diam dan tidak peduli. Adel memberikan teh hangat ke Reza dan mebantunya secara hati-hati.
"Berasa jadi obat nyamuk dah gue," bisik Amira ditelinga David.
__ADS_1
"cabut yuk, ogah gue jadi setannya," bisik David.
"lah kok setan?"
"orang ketiganya kan setan."
"ohh iya."
Selesai berbisik mereka memutuskan langsung pergi tanpa pamit.
Adel yang melihat kepergian Amira dan David pun menghentikannya, "Kalian mau kemana?" tanyanya.
Amira dan David yang telah sampai didepan pintu ruang UKS pun berhenti "mau cabut," jawab keduanya bersamaan dan melanjutkan pergi kekelas.
"Lo juga kekelas aja nggak papa, nanti mamah gue kesini jemput," ucap Reza lemah.
"Serius lo? berarti lo langsung pulang dong," tanya Adel.
Reza mengangguk pelan "Iya."
"Oke deh, jangan lupa buburnya dimakan," pesan Adel.
"iya," jawab Reza sembari tersenyum lembut dan Adel pun pergi kembali kekelas.
🌸
Terlihat dikelas X IPS 4, begitu ramai karena kelas masih jamkos. Syakila hanya diam sembari membaca buku dan Farel yang duduk dibelakangnya juga diam sembari memainkan game online dengan anak lain.
Amira, Adel dan David masuk ke kelas bersamaan, sebelum masuk Amira menendang pintu kelas dengan begitu keras.
Brakkkkk
Kyaaaa
Beberapa murid terlihat bertirak karena kaget.
Farel yang kaget spontan melempar handphonnya dan rusak. Handphonnya mati dan kacanya retak, "Hadehhhhh," keluhnya sembari mengambil handphone.
Syakila menoleh kearah Farel, "Bisa hidup nggak Rel?" tanyanya dan dijawab Farel dengan menggelengkan kepala, "terus gimana dong?"
Amira, Adel dan David baru saja duduk ditempatnya, banyak anak-anak yang memerahi mereka, namun mereka hanya cekikikan saja.
"Hmmm, nanti sehabis pulang, aku langsung beli yang baru," ucap Farel yang tengah duduk dibangkunya.
David mengernyitkan dahinya, "Ada apaan nih? tuh hp ngapa retak begitu?" tanyanya.
Belum sempat Farel jawab, sudah dijawab oleh Syakila, "Gara-gara kalianlah, siapa tadi yang nendang pintu?" tanyanya marah.
Adel dan David langsung menunjuk Amira bersamaan. Amira yang merasa tertunjuk menjadi bingung dan salfok.
Syakila langsung memberikan tatapan tajam ke arah Amira, Amira hanya menyengir "Kok lo marah sih Sya, harusnyakan Adel yang marah." ucapnya, "Ehh iya, ngapa tadi lo nggak samperin Reza?" tanyanya.
"Bentar-bentar ngapa gue yang kena ya? gue dari tadi diem lo." tanya Adel tidak terima.
"Lo kan sama Farel deket," sahut Amira.
"Mana ada, ngarang lo," Kesal Adel dan menjitak kepala Amira.
"Aww," keluh Amira mengaduh kesakitan.
"Gue tadi udah ke UKS, tapi nggak jadi, gue lupa ada tugas yang belum gue kerjain. Ya udah gue langsung kekelas ngerjain," ngeles Syakila.
"Ohh gitu. Nirun Sya," ucap Amira sembari nyengir.
__ADS_1
"hmm," Syakila memberikan buku tugasnya ke Amira.
"Makasihhhhhhh, Syakila emang sahabat gue yang terbaik." seru Amira sembari mengambil bukunya.
"Hilihh kalau nirun aja nomor satu," sindir Adel.
"Diem lu," pinta Amira yang mulai menyalin jawabannya.
"Ck," Adel berdecak sebal.
"Gue mau tanya, sebenernya yang deket sama Reza itu elo atau Syakila," tanya David ke Adel dan Syakila.
"Syakila sama gue, bukan Reza," ucap Farel memberitahu dan membuat Syakila tersenyum malu.
"Hah maksudnya?" tanya David bingung.
"Aku sama Farel kemarin udah jadian, tapi kemarin malam disuruh Ayah putus," sahut Syakila.
"APA," teriak David dan Amira bersamaan. Adel hanya bersikap biasa, karena ia tahu Farel suka Syakila.
"Terus Del, lo gimana?" tanya Amira khawatir, ia takut persahabatannya hancur.
"Gue cuman sekedar suka biasa kok," sahut Adel.
"Lo tau dari mana? kalau lo cuman suka bukan cinta?" tanya Amira.
"Bukannya ada yang pernah bilang ya? kalau cinta udah pasti suka, kalau suka belum pasti cinta. Gue udah pastikan dan benar, gue cuman suka aja sama Farel nggak cinta," ucap Adel santai.
"Hah, cinta udah pasti suka, kalau suka belum tentu cinta? bingung gue," Ucap Amira bingung, sembari menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Dih kayak begituan nggak paham, giliran delapan belas pless paham," sindir Adel dan mendapat timpukkan buku dari Amira diwajahnya.
"Lo bisa diem kagak sih, kalau temen-temen mikir yang ngak-ngak gimana?" emosi Amira.
"Dihh."
"Udahlah, jangan pada ribut," ucap Syakila memisahkan keduanya.
Amira mengembalikan buku Syakila, "Makasih," ucapnya dan kembali kebangkunya.
"Ngambekan," sindir Adel.
"bodo amat," ucap Amira tanpa menolehkan wajahnya.
"hemm beneran ngambek nih, gue ada niatan mau kecafe sity tapi nggak jadi deh." ucap Adel
Amira langsung menoleh, "kok nggak jadi sih," tanyanya.
"Lo kan marah."
"Nggak kok, jadi yaaa," ucap Amira dengan wajah memohon.
"Iya," jawab Adel sembari tersenyum.
"Emang dicafe sity ada apaan?" tanya David.
"Cogan," ucap Syakila, Adel dan Amira bersamaan.
"Astaga gue kira apaan, nyesel gue tanya," ucap David kecewa.
"kamu ikut Sya?" tanya Farel ke Syakila.
"Nggak," jawab Syakila.
__ADS_1
Farel mengangguk dan tak lama bel jam kedua pun berbunyi.
Para guru datang kekelas masing-masing dan mulai mengajar.