Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 25


__ADS_3

Bel istirahat pun berbunyi, para murid berhamburan keluar kelas. Terlihat Syakila dkk tengah duduk di meja pojok kiri kantin. Mereka asik mengobrol, sembari menunggu pesanan dikantin.


Tasya dkk yang berada disisi lain kantin, terlihat kesal.


"Ihhhhh ternyata Reza udah punya pacar, sebel deh Cika," ucap Cika kecewa.


"Gara-gara tuh cewek, Farel jadi lupain gue. Farel yang gue kenal udah berubah karena dia." ucap kesal Tasya.


"Selagi mereka nggak pacaran, kita bisa dengan mudah rebut mereka." sahut Nisa.


"Maksud lo?" tanya Tasya.


"Mereka nggak pacaran? kamu tau dari mana?" tanya Cika bingung.


"Nah bener tuh, Lo tau dari mana mereka nggak pacaran?" tanya Tasya.


"Gue tadi...."


FLESSBACK ON.


Nisa ijin kekamar mandi ditengah pelajaran, karena sudah kebelet. Sesampainya di toilet, Nisa langsung masuk dan meyelesaikan panggilan alam.


"Gilak, gue kira dulu, Syakila bakalan pacaran loh sama Reza."


"Gue juga mikirnya juga gitu, tapi kenyataanya sama Farel, sedangkan Reza sama Adel."


"Siapa bilang mereka pacaran? orang mereka cuman temennan."


"Hah masa sih? nggak percaya gue,"


"Bener tuh, masa iya nggak pacaran? orang deket begitu kok."


"Lahhh, bag gril sama bad boy juga deket, tapi yang jadian cuman satu pasang, yang lain jomblo."


"Hmmm bener juga sih."


"Apa mungkin ya, Syakila sama Reza saling suka, tapi mereka main belakang?"


"Gue juga mikirnya gitu."


"Bener tuh, apalagi mereka kan sering berduaan."


Terdengar tiga wanita dari kelas lain, tengah merumpi. Nisa yang mendengar nya tersenyum smrik. "Itu artinya mereka semua hanya teman, hmzz informasi yang bagus." batinya.


Nisa pun keluar dari toilet dan kembali kekelas.


FLESSBACK OFF.


"Waw, informasi yang bagus." puji Cika.


"Hmmm, gue ada ide bagus." ucap Tasya smrik.


"Apa?" tanya Nisa dan Cika bersamaan.


"Ikut gue," pinta Tasya dan pergi meninggalkan tempat, dari belakang disusul Nisa serta Cika.


🌸


Tasya dkk masuk ke kelas XI IPS 1. Terlihat didalam kelas kosong, tidak ada murid.


Tasya dkk mendekat kerah meja Syakila dan Farel.


"Cika lo jagain pintu!" pinta Tasya.

__ADS_1


"Oke," sahut Cika dan langsung pergi ke luar, depan kelas.


Terlihat disisi lain, Tasya tengah membuka tas Syakila. "Nis! Lo ambil handphonnya Reza." pintanya.


"o-oke," sahut Nisa dan mulai membuka tas milik Reza.


Tasya dan Nisa pun mendapatkan handphone Syakila serta Reza.


"Mau di apain Sya?" tanya Nisa, sembari menunjukkan handphone Reza.


"Salin kode QR chat Reza." pinta Tasya, sembari menyalin kode QR chat Syakila dengan handphonnya.


Tasya pun mengeluarkan handphonnya dan menyalin kode QR Reza.


"Udah?" tanya Tasya dan dijawab anggukan oleh Nisa.


"CIKA!" panggil Tasya.


Cika yang mendengarnya, langsung berlari masuk kedalam kelas.


"Udah selesai Sya?" tanya Cika.


"Iya," sahut Tasya.


"Hmm, cuman Syakila sama Reza? David?" tanya Nisa bingung.


"Nggak perlu, dengan kedua kode QR ini aja, bukan hanya hubungan Syakila, Farel, Reza dan Adel saja yang rusak, tapi Amira sama David juga. Lo sans aja, gue nggak bakal lupain Lo." sahut Tasya.


"Oke, terus rencana Lo selanjutnya apa?" tanya Nisa.


"Tunggu nanti," sahut Tasya sembari smrik.


Cika menaiikkan alisnya kearah Nisa. Nisa hanya mengelengkan kepalanya.


🌸


"uhmm gue denger, artis Dira itu gila ya?" tanya Amira.


"Stststt diem, hati-hati kalau ngomong Mir," peringatan Adel.


"Ngapa emangnya?" tanya Amira.


"Lo lupa? itu vidio udah dihapus dan bagi yang ketahuan mencemarkan nama baiknya atau menyebarkan vidio itu, bakalan kena denda atau hukuman gitu, gue lupa." sahut Syakila.


"Bukannya yang nonton lagi dikit? kok lo bisa tau Mir?" tanya Reza.


"Bibik gue penggemarnya, dia nonton waktu itu," sahut Amira.


"Bibik Lo, nonton Full vidionya." tanya Farel.


"Iya," jawab Amira.


Terlihat Farel melihat kemata David, seperti menyuruh atau memberitahu sesuatu, dan David pun mengangguk paham.


"Sya! Gayss! gue pulang duluan ya," pamit Farel.


"Ehhh kok pulang sih Rel," sahut Syakila.


"Ada perlu Sya, maaf ya," ucap Farel.


"Ohhh oke, hati-hati ya Rel," ucap Syakila.


Farel tersenyum dan menganggukkan kepalanya. sebelum pergi, ia mengacak-acak rambut Syakila. "jangen kangen." pesannya dan langsung pergi.

__ADS_1


"ishhhh Farel," sahut Syakila tersipu malu.


"ehem ehem." Adel, Reza, Amira dan David berdeham bersamaan.


"nggak inget ya, ada kita," ucap Adel.


"Nggak di ijinin pacaran aja begini, apalagi kalau di ijinin." sindir Amira.


"Ututtututtuuu, yang cemburu ni yeee, Za! Vid! dikode tuh," ucap Syakila.


"Dih, Gue?, cemburu? nggak lahhh," ngeles Amira.


"Kita nggak ngode tuh, cemburu juga nggak." sahut Adel.


Reza mendekati Adel dan berbisik, "masa nggak cemburu? pipinya merah loh."


Blush


Wajah Adel memerah, ia mendorong wajah Reza, menjauh dari wajahnya. "ahhh jangan deket-deket gue, Lu Za." ucapnya kesal, sembari membuang muka.


Amira yang mendengar sedikit bisikkan Reza, berdecak kesal dan memakan kembali makannannya.


David tadi, menuliskan sesuatu dikertas. Ia mendorongnya kearah mangkok Amira.


Amira yang melihatnya pun menaikkan alisnya bertanya ke David. David pun mengkode dengan matanya, untuk memintanya membaca kertas itu.


Amira pun mengambil kertas itu dan mulai membacanya.


...Aku bukan orang yang romantis atau pun puitis, Aku hanya pemuda biasa yang tidak sempurna. Aku hanya ingin kamu tau, kalau cintaku ini lebih besar dari siapa pun itu. I Love Amira....


Wajah Amira memerah dan tersipu malu. David menopang kepalanya dengan tangan kirinya sembari tersenyum lembut ke arah David.


Amira melihat ke arah David, "I love you too," sahut Amira tanpa suara.


David dan Amira saling melihat dan tersenyum, sedangkan disebelah Amira, Terlihat Adel yang mengelitik pingang Reza.


Syakila yang berada didepan mereka berempat hanya bisa tersenyum bahagia dan memakan, makannannya. "Seneng juga lihat mereka begini, tapi jadi ngrasa kesepian aku, nggak ada Farel." batinnya.


🌸


Farel baru saja keluar dari ruang BK meminta surat ijin dan masuk kekelas XI IPS 1. Ia menaruh surat itu di atas meja guru dan berjalan kearah tempat duduknya.


"Lohh Rel, mau kemana?" tanya Tasya bingung melihat Farel mengambil tas.


"Gue mau pulang duluan Sya," sahut Farel.


"Ehh ada apa emangnya? tante sakit atau apa?" tanya Tasya khawatir.


"Nggak kok, Mamah gue sehat, cuman ada perlu diluar aja." ucao Farel memberitahu.


"Ohh gitu, hati-hati ya Rel." pesan Tasya.


"Iya, gue duluan ya." ucap Farel dan pergi keluar dari kelas.


"Iya," sahut Tasya.


"Renaca Lo gagal dong Sya," tanya Cika.


"Hmm, nggak lah, malah makin bagus ini." sahut Tasya.


"Kalau Farel nggak ada, gimana caranya?" tanya Nisa.


"Kan yang kita perluin cuman Reza sama Syakila." sahut Tasya.

__ADS_1


Nisa dan Cika terlihat bingung, Tasya yang menyadarinya hanya bisa menepuk jidatnya.


"Duh, ikutin aja yang gue bilang, entar lo berdua juga tau." ucap Tasya dan diangguki Nisa serta Cika.


__ADS_2