Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 23


__ADS_3

Hari baru telah tiba, sekarang Syakila dan kawan-kawan telah kelas sebelas. Mereka kini terlihat sedang asik mengobrol di dalan kelas XI IPS 1.


Syakila duduk disamping Adel, Amira duduk bersama David dan Farel bersama Reza.


"Ehh tau nggak Kak Klara sekarang perutnya udah gede banget, masa ya waktu Syakika pegang perutnya Kak Klara, babynya nendang-nendang rasanya geli banget," seru Syakila.


"Ihhhh beneran Sya? jadi pingin megang juga hueee," sahut Amira.


"Nggak kebayang ya, nanti kalau kita hamil dan baby kita nendang-nendang di dalam perut kita," ucap Adel sembari tersenyum-senyum sendiri.


"Ahhhhhh mauuuuuu," seru Amira.


"Hahahaa bener, penasaran rasanya kayak gimana ya?" sahut Syakila terlihat berfikir.


"Ehem masih kecil, pikirin dulu masa depan baru anak." ucap Farel dengan wajah datar.


"Ihhh Farel gimana sih, ini kan juga masa depan, emang Farel mau masa depannya hampa tanpa anak?" sahut Syakila.


"Ehh bukan gitu juga," ucap Farel.


plak


Reza menjitak belakang kepala Farel, membuat Farel mengaduh kesakitan, "Aww."


"Maksudnya, kita pikirin dulu cita-cita kita, baru kita pikirkan hal itu setelah nikah nanti," ucap Reza memberitahu.


"Ishhh Reza mah sama aja, cita-cita para perempuan itu udah pasti jadi Ibu. Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi para wanita jika sudah melahirkan anak dari rahimnya sendiri," sahut Syakila menjelaskan.


"Maksudnya profesi Sya!" kesal Reza.


"Re, kamu mau kalau istrimu mandul?" tanya Syakila.


Reza mengerutkan keningnya, ia merasa bingung, "Yaaa eng-engaklah," jawabnya ragu.


"Nahh itu tau. Apa salah kita bahas ini? kalian para cowok enak, bisa berpaling ke yang lain, Kalau kita gimana? udah jadi janda, nggak bisa punya anak pula. Mereka para perempuan yang nggak bisa punya anak, terasa mendapatkan sebuah tamparan yang keras," sahut Syakila. "Kalian jangan main-main!" pesan Syakila.


Jleb


Kata-kata Syakila membuat para anak cowok ciut.


David berbisik ke Farel, "Otaknya Syakila encer banget dah, pantes aja juara satu pararel."


"Hmm gue nggak tau harus bangga apa enggak." bisik Farel.


Reza menyenggol lengan Farel dan mendekat kearah telinganya, "Lo nggak ngarasa harga diri lo jatuh, cewek lu lebih pinter ketimbang lu," ejeknya berbisik.


"Sialan, lo aja kalah ngomong," jawab Farel berbisik.


"Sorry cewek gue nggak pinter-piter amat." bisik Reza.


"Del, kata Reza Lo Kag---" ucap Farel mengadu, namun terhenti karna mulutnya dibekap oleh Reza.


Adel mengerutkan keningnya, "Apaan nih, Zaaaaa!" tatapan tajam menuju ke arah Adel.


"Ehh i-itu tad---"


PANGGILAN UNTUK KETUA OSIS DAN WAKIL KETUA OSIS, SILAHKAN KALIAN KERUANG KEPALA SEKOLAH SEKARANG.


Terdengar pengumumman yang menggema diseluruh sekolah. Reza pun langsung menarik Syakila pergi keluar.


"Ayo Sya." ucap Reza, sembari menarik Syakila.


Syakila yang merasa tertarik hampir saja terjatuh, namun untung saja ditolong Farel.


"Woi!"


"REZA!"


Panggil Farel dan Adel bersamaan, namun Reza dan Syakila telah menghilang.

__ADS_1


🌸


Reza dan Syakila telah keluar dari kelas dan berlari menuju ke ruang Kepala Sekolah. Tak lama mereka berdua pun sampai di ruang Kepala Sekolah.


"Ishhhh Reza, sakit tau tangan Syakila." keluh Syakila, sembari mengusap lengannya yang memerah.


"Hehehe maaf Sya," ucap Reza meminta maaf.


"Okelahh, ya udah yuk masuk."


Tom tok tok


Reza mengetuk pintu dan masuk kedalam, "Assalammualaikum Bu," salam Reza dan Syakila bersamaan.


Terlihat diruangan itu, ada Ibu Kepala Sekolah dan disamping mejanya, terlihat ada juga tiga siswi yang tengah duduk di sofa.


"Waalaikumsalam. Reza, Syakila, perkenalkan mereka adalah murid baru, dari SMA ***** " ucap Bu Kepala Sekolah memperkenalkan.


Reza dan Syakila melihat ke arah murid baru itu sembari tersenyum ramah.


"Haiii, aku Syakila Wakil Ketua Osis," ucap Syakila memperkenalkan diri.


"Saya Reza, Ketua Osis." ucap Reza memberitahu.


"Ahhh gila, ganteng banget sih." batin siswi baru itu, yang memakai bando berwarna putih.


"Gue Tasya," ucap wanita cantik, putih, berambut panjang yang digerai dan berwarna hitam kecoklatan.


"Aku Cika," ucap cewek yang memakai bando putih.


"Nisa," ucap singkat cewek berambut pendek, berwarna hitam.


Syakila dan Reza mengangguk paham.


"Reza, Syakila, tolong antar mereka ke kelas kalian." pinta Bu Kepala Sekolah.


"Iya Za," jawab Bu Kelapa Sekolah.


"Baik bu," sahut Reza paham.


"Tasya, Cika, Nisa! ikut saya, saya akan antar kalian kekelas." ucap Reza.


Tasya dkk pun berdiri dan pamit ke Bu Kepala Sekolah "Permisi Bu, assalammualaikum."


Bu Kepala Sekolah tersenyum lembut, "Waalaikumsalam," jawabnya.


Syakila dan Reza pun menundukkan kepala sebentar dan tersenyum "Assalammualaikum Bu," pamit keduanya bersamaan.


"Waalaikumsalam," jawab Bu Kepala Sekolah sembari tersenyum.


Reza, Syakila dan Tasya dkk pun pergi keluar ruangan. Mereka berjalan melewati beberapa kelas dan juga lorong.


Tak lama, mereka pun sampai di kelas XI IPS 1.


"Ini kelas kalian. Aku sama Syakila masuk duluan, kalian tunggu disini." ucap Reza.


"Kapan kita masuk?" tanya Tasya.


"Setelah gue suruh masuk," ucap Reza.


"hmm"


Reza dan Syakila pun masuk kedalam kelas XI IPS 1.


"Gaess! tolong balik ketempat kalian masing-masing. Hari ini kelas kita kedatangan murid baru."


Semua penguhi kelas XI IPS 1 heboh.


"Wihhh siapa nih, cowok apa cewek ya?"

__ADS_1


"Gile, gue dah rapi belum nih, kalik aja laki gue."


"Cecan nih pasti."


"Semoga aja cecan, bosen gue cowok melulu yang baru."


"Lagi jomblo kih, butuh kontak anyar."


"Gue yakin nih, yang dateng Bini gue."


"Dih cowok lah murid barunya."


"Cewek, gue yakin."


Terdengar suara keributan para murid tentang murid baru. Reza menepuk tangan bermaksud meminta teman-temannya diam, namun tidak direspon.


Syakila yang melihatnya merasa kesal dan menarik nafasnya, "DIEMMMMMMMM!" teriaknya membuat seisi kelas menjadi diam dan tak bergerak. "Hufff, Za! lanjutin," pintanya.


"Mereka adalah murid dari SMA ****, gue sebagai Ketua Osis dan juga Ketua Kelas, mohon kerja samanya." pinta Reza.


Para murid mengangguk patuh. Reza pun memanggil ketiga murid baru tadi.


"Berarti murid barunya dari sekolah kita yang dulu kan?" tanya David.


"Entah," jawab Farel tidak peduli.


"Sialaann," kesal David.


Farel hanya diam sembari memainkan handphonnya.


Ketiga siswi itu masuk dan membuat kelas riuh.


"Wahhhh anjir cewek gue gaess."


"Otw nomor telpon."


"Siapkan kuota kalian."


"Bini gue cantik bener."


"Ahhh sial, ngapa cewek sih."


"Haisss, masih cantikan juga gue."


Terdengar komentar dari beberapa murid, David dan ketiga siswi baru itu kaget.


"David," batin Nisa.


"Anjir Nisa," batin David dan menundukan kepalanya.


"Ehh, kita sekelas sama mereka lagi," batin Cika.


David menyenggol lengan Farel, sembari menutupi wajahnya dengan buku, "Sttstsstt Rel, Farel," panggilnya pelan.


"Apaan?" tanya Farel.


"Tasya!" jawabnya pelan.


"Tasya?" tanya Farel, sembari menaikkan alis.


David menyuruh Farel melihat kearah depan kelas dengan dagunya. Farel pun melihat kearah depan.


Mata Farel dan Tasya bertemu, mereka berdua sama terkejutnya


"Farel," batin Tasya senang.


 


......Hallo gays gimana kabar kalian? Terimakasih udah baca dan like serta komennya gays😘. See youu😘......

__ADS_1


__ADS_2