
"DESY!" pangil Deni yang baru saja tiba. Ia terlihat panik dan khawatir. Tak lama seseorang dari belakang memukulnya dengan balok kayu, hingga membuatnya jatuh pingsang.
Desy, Syakila dan Nayla terkejud dan melihat ke arah orang tersebut. Terlihat Sisil berdiri di ambang pintu dan membuang balok kayu yang ia pegang tadi. Ia berlari dan memeluk ke tiga temannya.
"Hiksss, maaf aku telatt, hueeee," ucap Sisil.
"Hiks, nggak papa Sil," sahut Nayla.
Mereka pun melepas pelukannya. Sisil melihat ke arah pakaian Nayla dan Sisil yang terlihat berantakan dan terbuka.
"Kenapaaa, baju kalian begitu?" tanya Sisil.
Desy dan Nayla hanya diam saja. Syakila pun mendekat ke arah Sisil dan berbisik di telinganya. Sisil yang mendengarnya terkejud. Ia menoleh ke arah Farel yang tengah menghajar anggotanya.
"FAREL!" panggil Sisil dan Farel menghentikan aktivitasnya, "Lo kira dengan habisin mereka, harga diri dan kesucian temen gue balik HAH," marahnya.
Farel diam tak menjawab. Ia tau maksud Sisil. Ia juga merasa kesal dan marah atas anggotanya perbuat.
"INI, COWOK YANG LO SUKA SYA? MATA LO DIMANA? LIHATTTT, COWOK YANG LO SUKA UDAH BIKIN TEMEN LO DILECEHIN!" seru Sisil bernada tinggi.
Syakila yang mendengar pun menjadi menangis. Ia jatuh terduduk, "Hiksss, hikss maaa ma-maaf, gara-gara aku kalian harus ngalamin ini, maafin aku, hiks hiisss," ucapnya parau.
Desy dan Nayla tidak bisa berkata apa-apa lagi. Mereka berdua masih saja menangis.
"Desy, Nayla, ayo kita pulang!" ajak Sisil sembari menarik paksa mereka berdua.
Syakila menahan Sisil dengan menggegam tangannya, "Hikss, maafin Gue Sil," ucapnya.
Sisil menghepas tangan Syakila dengan kasar, "Mulai saat ini juga, jangan deket-deket sama kita dan santai aja, hal ini bakalan kita rahasiain, selamat bermesraan dengan cowok me-su* lo," ucapnya dan mereka bertiga pun pergi meninggalkan tempat.
Syakila menangis sembari meremas bajunya. Farel yang melihatnya ikut sedih. Ia pun pergi menghampirinya dan memegang punggungnya.
Syakila langsung menoleh dan melihat ke arah Farel. Ia menyingkirkan tangan Farel dari tubuhnya, "Jangan sentuh gue!" pintanya.
Syakila berdiri dan hendak pergi, namun tangannya di pegang oleh Farel.
"Sorry Sya, gara-gara aku, kamu jadi kayak gini," ucap Farel.
Syakila langsung membalikkan badannya sembari menendang wajah Farel dengan salah satu kakinya.
Brukkk
Farel jatuh tersungkur dengan hidung yang mimisan.
"GUE JIJIK SAMA LO REL, JANGAN PERNAH LO SENTUH ATAU PANGGIL NAMA GUE LAGI!" bentak Syakila dan pergi meninggalkan Farel sendiri.
Farel mengejar Syakila, "Sya, aku anter ya," tawarnya.
Syakila diam tak membalas. Ia pergi menghampiri mobil Farel dan membawanya ke rumah.
Farel terkejud, ia mengecek kantongnya, "Mana kunci gue? sejak kapan tuh kunci ada di Syakila," tanyanya pada dirinya sendiri. Ia bingung.
......FLESSBACK ON.......
Syakila berdiri dan hendak pergi, namun tangannya di pegang oleh Farel.
"Sorry Sya, gara-gara aku, kamu jadi kayak gini," ucap Farel.
__ADS_1
"Gimana cara gue pulang?" batin Syakila.
cling
Syakila mendapatkan ide. Ia angsung membalikkan badannya, sembari menendang wajah Farel dengan salah satu kakinya.
Brukkk
Farel jatuh tersungkur dengan hidung yang mimisan. Kunci mobilnya pun jatuh, dengan secepat kilat Syakila lanhsung menginjaknya dan menendang kunci hingga keluar dari markas.
"GUE JIJIK SAMA LO REL, JANGAN PERNAH LO SENTUH ATAU PANGGIL NAMA GUE LAGI!" bentak Syakila dan pergi meninggalkan Farel sendiri. ia berlari dan langsung mengambil kunci itu, sebelum Farel mengejarnya.
...FLESSBACK OFF....
Farel terlihat mengacak-acak rambutnya dan masuk ke dalam. Ia mengambil pistol dan menembak satu persatu anggotanya. Cipratan darah mulai memenuhi ruangan dan mengotori pakaiannya.
Deni yang baru saja terbangun, terkejud. Ia berdiri dan langsung menghampiri Farel, "REL SADAR!" teriaknya sembari menahan tubuh Farel.
Farel meraih tangan Deni dan langsung membantingnya. Deni pun langsung jatuh pingsan karena benturan yang kuat.
...🌸...
Syakila tengah mengemudikan mobilnya dengan laju. Jalan yang sepi membuatnya mudah membawa mobil itu dengan kecepatan yang tinggi. Ia terlihat sedang menangis dan memukul setir mobil itu.
Syakila mengingat, bagaimana anggotanya Farel yang tengah memperkosa Desy dan Nayla. Ingatan itu terus muncul hingga membuatnya down. Wajah takut, sedih, dan terluka yang ia lihat di wajah Desy dan Nayla, membuat dadanya sesak.
"FAREL BODOH! GUE JIJIK SAMA LO, GUE JIJIK, DASAR BRENGSEK, BAJIN*AN," seru Syakila sembari memukuli setir mobil.
Tinnnnnnn
Tak lama truk pun datang dari arah lain. Syakila yang syok langsung membanting setirnya dan alhasil, ia menabrak pinngiran jalan dengan begitu keras.
BRAKKK
°°°°°°
Farel kini telah berada di jalan yang sepi dan hanya ada beberapa kemdaraan. Ia mengambil kunci montor Deni dari kantongnya dan mulai mengendarainya. Ia mengendarai montornya dengan sangat kencang. Terlihat ia dengan mudahnya menyalip satu per satu kendaraan yang lewat.
Farel seketika kaget karena ada mobil yang tiba-tiba berhenti. Ia pun yang tidak sempat ngerem, karena jarak yang begitu dekat, membuatnya harus menabrak mobil itu. Ia terpental jauh dan berguling-guling di jalan. Helemnya saja sampek terlepas dan montornya pun hancur.
BRAKKK
Farel tidak sadarkan diri, ia pingsan di tengah jalan. Para warga yang rumahnya ada di sekitaran jalan langsung keluar dan menolong dirinya.
Para warga yang ada di lokasi Syakila maupun Farel terlihat panik. Beberapa polisi, wartawan dan ambulans punmulai berdatangan satu persatu. Semua setasiun televisi pun mulai heboh dengan berita live malam ini.
...🌸...
Pyarrr
Niya yang tengah minum tanpa sengaja melepas gelasnya dan membuatnya terjatuh.
"Kenapa Mah?" tanya Yohan yang panik karena sang istri tiba-tiba berubah.
"Kenapa firasatku nggak enak ya," ucap Niya sembari memegangi dadanya.
__ADS_1
"Sama Ni, tiba-tiba aku jadi khawatir sama Farel," ucap Mila khawatir.
Yohan dan Ardi saling melihat. Mereka pun merasakan hal yang sama. Kelvin dan Reyhan juga mulai gelisah.
Tak lama Tv yang tadinya iklan berubah menjadi berita.
..."Malam ini telah terjadi kecelakaan di dua tempat dengan waktu yang berbeda tipis, lokasi kejadian ada di Jalan Ciputrat dan Jalan Mahelang, korbannya adalah seorang gadis remaja dengan mobilnya dan Pemuda yang mengenai montor," ucap Repoter itu dan di layar Tv terlihat mobil biru serta montor kuning, beserta korban yang wajahnya di buramkan....
"FARELLLL!" teriak Mila sembari berdiri, seketika ia merasa sesak napas dan jatuh pingsan.
Ardi pun dengan sigap menangkapnya, "Milll, bangun Mil!" ucapnya khawatir.
Niya mulai menangis, "Jangan bilang itu Syakila hiks hiks, jangannnnn, jangan bilang kalau itu Syakila hiks hiks hiks," ucapnya parau.
Yohan menghela napasnya pelan dan menenangkan dirinya. Kelvin dan Reyhan terlihat bingung.
"Bentar, kenapa korbanya pisah? jalannya aja nggak searah?" tanya Kelvin.
"Om Ardi, montor kuning itu punya Farel?" tanya Reyhan.
"Bukan montor, tapi mobil biru," sahut Ardi.
"Apa beritanya salah, tapi gambarnya jelas yang mobil itu cewek," bingung Kelvin.
"Jangan-jangan itu bener Syakila sama Farel," tebak Reyhan.
"Kalau itu mereka kenapa mereka bisa pisah dan dijalan yang nggak searah?" tanya Yohan sembari mengusap lembut rambut Niya.
AYAHHHHH, ADA TELPON NIH, ANGKAT DULU YAHHHH, AYAHHH.
Telpon Yohan berbunyi. Ia pun segera mengangkat telponya.
...CALLING ON....
08******* : Assalammualaikum Pak, apakah anda Ayah dari korban yang atas nama Anastasya Syakila.
Yohan : Iya benar, ada apa ya?
08****** : Korban atas nama Anastasya Syakila, telah mengalami kecelakaan mobil yang berat, korban kini telah berada di Rumah Sakit Mestakara, dalam kondisi yang kritis.
Yohan : Sa-saya akan kesana secepatnya, saya minta lakukan sesuatu untuk putri saya secepatnya, masalah biaya tidak perlu khawatir, pasti akan saya bayar berapa pun itu.
08****** : Baik Pak.
...CALLING OFF....
Yohan mematikan telponya, "Berita itu bener, korban yangada di mobil itu Syakila, kondisinya sekarang kritis," ucapnya memberitau.
"Hiksss, Syakilaaaaa," tangis Niya semakin dalam. Beberapa tulangnya terasa patah, tubuhnya pun mulai lemas.
Tak lama Ardi pun menerima telpon dari Rumah Sakit yang sama. Ardi dan Yohan pun memutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit, bersama Kelvin dan Niya.
Reyhan sementara masih di Rumah Sakit Bunda menunggu Klara dan Mila. Terlihat Mila di periksa oleh Dokter di ruang inap Klara.
...🌸...
...Oke guys sampek sini dulu, pendek ya? sengaja😁, Alhamdulillah bisa up. See you guys....
__ADS_1
...nggak banyak omong dulu, karena dipantau bokap. ngetik ininjuga ngebut. jadi maaf kalau terlalu singkat....