
Syakila tengah menuruni anak tanggan satu persatu, ia telah memakai seragamnya dan menggendong tas. Ia pergi kearah ruang makan, terlihat disana ada Klara dan Reyhan tengah beromantisan.
"Aduhhhh, pagi-pagi kok udah romantisan aja, kalau romantisan malem aja kayak drakor jangan kayak Ayah sama Mamah, pagi-pagi buta udah kasmaran," protes Syakila yang tiba-tiba muncul ditengah Klara dan Klevin.
"Malem? Drakor?" tanya Reyhan bingung, "Adek kok nonton yang begitu, belum waktunya Dek, yang kamu lihat apa didrakor itu?" tanyanya.
"Ituuu, cium ini," tunjuk Syakila kebibir Reyhan dengan tatapan nakal, membuat Reyhan sedikit takut.
Klara yang melihatnya hanya bisa menahan tawanya, melihat wajah sang suami.
"Kamu lihatnya gimana?" tanya Reyhan dengan tubuh sedikit mundur kebelakang.
"Cuman cium aja, lanjutannya Aku skip karena nggak kuat nonton begituan," sahut Syakila.
"Maksudnya nggak kuat?" tanya Reyhan memastikan.
"Ishh Aku nggak bisa lihat begituan, jijik Aku kak, wajah mereka aja sampek kayak orang nggak bisa nafas terus agak gimana gitu,"
"Gimana apanya?" tanya Reyhan.
"Wajahnya kayak Ayah penuh *****," sahut Syakila.
Kelvin yang baru saja diruang makan dan tengah minum sembari jalan, tersedak mendengar ucapan Syakila.
Uhuk uhuk uhuk
Klara pun berdiri dan menghampiri Kelvin. Ia mengusap-usap punggung Kelvin dan memintanya duduk, "Lain kali kalau minum duduk,"
"Itu artinya Syakila nonton nggak diskip," marah Reyhan.
"Ihhh, Aku skip Kakak, waktu aku skip bagian akhirnya begitu, kayak orang krhabisan oksigen," sahut Syakila kesal.
"Kamu bilang wajahnya penuh *****?" tanya Reyhan.
"Ishh, sebelum mulai begitu kan udah kelihatan, tiap hari juga nonton Ayah sama Kak Rey begitu, tanpa Syakila nonton drakor juga udah tau," sindir Syakila.
Reyhan hanya mengehela napasnya dan Kelvin terlihat bingung melihat Adik dan Kakaknya. "Kalian ngomongin apa? pake ngomongin ***** segala," tanya Kelvin penasaran.
"ngomongin ini," sahut Syakila sembari menunjuk bibirnya.
"ASTAUGFIRULLAH, Parah lu Kak Rey, bisa-bisanya lu ajarin Adek gue yang nggak bener, Sya jangan didengerin omongannya, Kak Rey yang sekrang nggak kayak dulu, sekarang dia mes---" ucap Kelvin terhenti karena mulutnya yang disumbat roti oleh Reyhan.
Reyhan kini berada disamping Kelvin dan tengah menyiksa Kelvin dengan mulutnya yang selalu dipenuhi roti. Klara terlihat berusaha menghentikan suaminya, namun Reyhan sama sekali tidak meresponnya.
Syakila yang duduk didepan mereka beetiga, terlihat santai mengoles selai kerotinya dan memakannya, seperti orang yang tidak bersalah.
...🌸...
Syakila kini telah sampai didepan pagar rumahnya dan hendak masuk kemobil, namun terhenti karena Kelvin baru saja keluar dengan montornya.
"Dek hati-hati ya, Desy pelan-pelan bawa mobilnya," pesan Kelvin dan Ia pun pergi meninggalkan tempat.
Desy hari ini berangkat bersamaan karena letak sekolah mereka searah. Desy dan Syakila pun masuk kemobil, pergi meninggalkan tempat.
"Nih rekaman yang kita dapet kemarin malem," ucap Desy sembari memberikan handphonnya ke Syakila.
Syakila pun menerimanya dan mendengarkan isi rekaman itu. "hmm itu artinya jalan krluar kita temen Kak Kelvin kan? kalau temen Farel kayaknya nggak mungkin," sahut Syakila mendengar isi rekamannya.
"Iya, Kita juga mikirnya begitu, apa lagi semalem Sisil sempet tanya ke Juna, Siapa Farel sama temennya itu, katanya dia Farel sama temennya ketua dari geng paling tinggi, Sisil tanya detailnya kagak dikasih tau karena rahasia," sahut Desy memberitahu.
"Geng paling tinggi? geng mereka ini kayak apa dulu masalahnya?" tanya Syakila.
"Denikan anggotanya Farel, Aku lihat dari segi Deni yang anggota aja begitu, menurut gue Farel agak serem deh," sahut Desy sembary membayangkan.
"Maksud Lo Des?" tanya Syakila penasaran.
"dulu waktu pacaran sama Deni, aku nggak tau dia siapa, tapi aku nggak sengaja lihat dia sama temen-temennya berlumuran darah, Aku foto mereka dan aku kasih ke dia, dia cerita katanya itu tugas dan darah itu dari musuh yang mereka hadapi, yang paling bikin baik aku heran itu mereka berlumuran darah, tapi mereka nggak terluka, terlukan pun itu sedikit nggak sebanding sama musuhnya," curhat Desy.
Syakila tertegun mendengar cerita Desy, Ia berfikir, jika anggotanya saja seperti itu, apa lagi ketuanya? membayangkannya saja membuat tubuh gematar dan ketakutan. "Nggak, ini nggak mungkin Farel begitu," ucapnya tak percaya.
"Sya, percaya nggak percaya kita udah dapet kesimpulan, siapa Farel sebenarnya," sahut Desy dan Syakila hanya diam.
Tak lama mobil Desy pun sampai di sekolah Syakila.
"Sya, inget! jangan tunjukin kesiapa pun itu termasuk sahabat Lo juga! kalau mau rencana ini selesai secepatnya, nanti gue jemput dan kita obrolin lagi," pesan Desy.
Syakila mengangguk paham, "Thanks ya, sorry kalau ngrepotin," ucapnya dengan senyum lembut.
__ADS_1
"it's okay, no problem, ini juga menguntungkan buatku sama Sisil," sahut Desy.
(tidak apa-apa, tidak masalah)
"thank you very much," jawab Syakila sembari memeluk Desy dari samping.
(terimakasih banyak)
"Okay, cepetan gih! aku dah mau masuk nih," sahut Desy.
Syakila pun melepas pelukannya dan keluar dari mobil. Mobil Desy pun pergi meninggalkan tempat. "Mari kita mulai permainannya honey," batinnya sembari tertawa kecil karena kata terakhirnya. Ia masuk kedalam sekolah dan pergi kekelas.
...🌸...
Syakila masuk kekelas dan duduk disamping Adel, sedangkan Amira berada di depan Adel. Terilhat Tasya dkk, Farel, David dan Reza pun telah datang dikelas.
"habis pulang ngopi atau main yuk," ajak Amira.
"baru juga masuk udah mikir mau pulang aja lo Mir," sahut Adel, membuat Amira memanyunkan bibirnya lima senti.
"Aku nggak bisa, aku mau kumpul sama anak komplek, nanti dia juga jemput aku," sahut Syakila memberitahu.
"siapa yang jemput?" tanya Adel.
"kita ikut dong," ucap Amira.
"Desy yang rumahnya sampingku pas, nggak bisa wlekk," sahut Syakila diakhiri melet kearah Amira.
"pelit, kita main berdua yuk Del, Syakila udah nggak anggep kita kalau ada mereka," ucap Amira dengan nada sindir.
"Gue nggak denger," sahut Syakila sembari menutup kedua telinganya.
"dasar BUDEK," ketus Amira.
"hah, apa? Gudeg? enak tuh, tapi lain kali ajalah gue mau ngopi sama anak komplek," sahut Syakila memancing emosi Amira.
Amira pun melempar buku paketnya kearah Syakila, namun dengan lihai, Ia menghindar dan mengenai kepala Farel.
Bugh
"Wadaw, sakit kagak Bro?" tanya David.
"berdarah Rel," ucap Reza memberitahu dan Farel pun melihat tangannya yang terkena darah dari keningnya.
"Waduh gawat, cabut ahhhh," kabur Syakila dari kelas membawa baju olahraga.
"Ikut Sya," sahut Adel, mengambil baju olahraganya dan menyusul Syakila.
Amira mengambil baju olahraganya dan tersenyum kikuk ke arah Farel, "Eh Farel, sorry ya, tuh kening nggak bakal bikin lo jelek kok, sans aja, gu-gue pergi dulu ya," ucap Amira merasa bersalah dan langsung pergi menyusul Syakila serta Adel.
"Mau diobatin kagak tuh?" tanya Reza.
"nggak usah, entar juga kering sendiri," tolak Farel.
"Wihh gile, Syakila sama sekali nggak peduli njir, padahal dulu Lo jatuh aja tuh anak udah mau nangis," cibir David.
"Mungkin dia udah dikasih tau Kak Kelvin," sahut Farel.
"tapi Syakila yang gue kenal kagak begitu, barusnya dia maksa lo sampek lo buka mulut," ucap Reza.
"Dia udah tau resikonya, mangkanya dia diem dan berusaha nggak peduli," sahut David.
"Iya juga ya," sahut Reza.
"dah lah, kita ganti baju aja dulu," ajak Farel.
Farel dkk pun mengambil baju olahraganya dan pergi kekamar mandi. Tasya dkk masih ada dikelas, terlihat diwajah mereka terlukis senyum smrik.
"Apa ini ada capur tangan lo Sya?" tanya Nisa.
"nggak sama sekali," sahut Tanya.
"terus rencana lo apa?" tanya Cika.
"lihat aja nanti, Kita ganti baju dulu dan setelah itu kita mulai," sahut Tasya.
"Bentar," ucap Nisa menghentikan Tasya, "kenapa David masih sama Amira? Lo nggak mikirin Farel ajakan?" ya memastikan.
__ADS_1
"Iya, kan gue dah bilang tadi, masalah ini gue sama sekali nggak ikur campur, mangkanya David sama Reza masih baik-baik aja sama cewek mereka," sahut Tasya menjelaskan.
"hiya, sorry," ucap Nisa.
"Hmm, dah lah yuk," ajak Tasya.
Tasya dkk pun pergi dari kelas dan pergi kearah kamar mandi bersiap ganti baju.
...🌸...
Syakila dkk kini telah berada di kamar mandi dan telah berganti baju mereka menjadi baju olahraga.
"Gimana hubungan Lo sama Farel?" tanya Adel.
"Gue ikutin mau Kak Kelvin buat jauhin Farel, dari pada ketahuan, terus dikirim keluar Negeri, mending juga jauhin Farel dan tetep bisa lihat dia dari deket," sahut Syakila.
"Iya juga ya," sahut Adel.
"Lo nggak mau bertindak gitu? kita bantu deh," seru Amira.
"Iya Sya, Kita selesein masalah ini bareng-bareng aja, biar hubungan Lo sama Farel bisa deket lagi," seru Adel menyetujui ucapan Amira.
"Nggak usah, kalian fokus aja sama hubungan kalian masing-masing, banyak tikungan masalahnya," ucap Syakila.
"Cih,"
"Hmzz,"
Tasya dkk telah sampai dikamar mandi. Tasya yang mendengar obrolan Syakila dkk pun tersenyum smrik, "Ohh jadi Adel sama Amira nggak tau apa-apa, gimana perasaan mereka kalau tau yang sebenarnya, informasi bagus," batinnya senang.
FLESS BACK ON.
Malam hari tiba, terlihat Tasya tengah berdiri ditengah kerumunan anak-anak geng atau kleb, dengan jaket kulit berwarna coklat, jeans coklat tua dan topi.
Tak lama seseorang datang dari belakang, "Akhirnya Lo dateng," ucap pemuda itu.
"pasti gue dateng," sahut Tasya.
"ini yang bikin gue suka, kerja sama Lo" puji Pemuda itu.
"Den! kamu masih inget nggak sama Syakila, yang bantu kita pacaran?" tanya seorang wanita yang ada dibelakang Tasya dan pemuda itu.
"Syakila?" batin Tasya.
"Gue kesana dulu," pamit pemuda itu sembari menunjuk arah depan, arena balapan dan diangguki Tasya. Ia pun pergi dan bersalaman dengan yang lain.
"Inget, kenapa?" tanya Deni.
"Farel itu cowok Syakila, tapi hubungan mereka lagi merenggang, kamu dulukan pernah janji mau bantu Syakila, Nayla sama Sisil," ucap Desy.
"Bantu kita selediki, apa permasalahan Farel yang bikin dia menjauh dari Syakila," pinta Nayla,
"Iya Den, kasihan Syakila," tambah Sisil.
"Hmm, baiklah," ucap Deni setuju.
Tasya masih menguping pembicaraan mereka."Hmzz, dari suara kayaknya bukan Adel atau Amira, kalau mereka dapet informasi tentang latar belakang permasalahan Farel sama Syakila, bisa aja makin buruk tapi bisa juga nggak. Gue harus kasih tau ini," batinnya dan pergi meninggalkan tempat.
****
Tasya kini telah berada disuatu tempat yang sepi dan tengah menunggu seseorang.Pemuda itu datang menghampiri Tasya.
"Apa? cepet! balapannya dan mau mulai tuh," kesal pemuda itu.
"Ck, Syakila sama teman-temannya baru nyeledikin masalah retaknya hubungan Farel sama Syakila, gimana kalau Syakika tahu terus hubungan mereka makin deket?" khawatir Tasya.
"Nggak bakal, Lo ikutin rencana tadi siang aja, kalau lu lakuin rencana kita tadi siang dan ditambah hal ini, Gue yakin hubungan mereka makin rusak, berantakan," sahut Pemuda itu.
"Gimana kalau sebaliknya?" tanya Tasya.
"Rancang rencana lagi, dah lah, gue mau balapan," sahut pemuda itu pergi, "kalau lo bisa lakuin itu, gue yakin hubungan mereka hancur dan Farel berada dipelukan Lo," tambahnya sembari berjalan kearah balapan, tanpa membalikkan badan.
Tasya menghela napasnya pelan dan kembali menonton balapan.
FLESS BACK OFF.
Tasya pun pergi masuk kedalam kamar mandi dan bersiap-siap mengganti bajunya dengan baju olahraga.
__ADS_1