Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 19


__ADS_3

Dihalaman belakang sekolah begitu ramai. Terlihat ditengah kerumunan ada Kelvin yang tengah memukuli Reza tanpa ampun, hingga membuatnya mengeluarkan darah segar dari mulut, hidung dan pelipisnya.


Kelvin terus saja memukul dan Reza hanya diam tanpa membalasnya atau pun menghindarinya, disisi lain Aldi dan Rafi terlihat berusaha menahan Kelvin, namun mereka terus kena pukul oleh Kelvin.


Syakila dkk kini tiba dilokasi, mereka terkejud melihat Reza yang sudah babak belur tak berdaya dibawah. Syakila pun langsung lari menghampiri Kelvin, untuk menghentikannya dan diikuti Farel dari belakang.


"Amira, David, kita bantu Reza bawa ke UKS." ucap Adel dan diangguki Amira serta David.


mereka bertiga pun menghampiri Reza dan membatunya membopong ke UKS.


"Kakak berhenti Kak, kasihan Reza." ucap Syakila.


"Minggir dek, Kakak harus bikin dia mati hari ini juga." emosi Kelvin.


"Kenapa kak? Apa salah Reza? Kenapa kakak mau bunuh dia hiks hiks hiks." ucap Syakila parau.


"Jangan halangi Ka--"


"NGGAK MAU, KALAU KAKAK MAU PUKUL REZA LAGI,LANGKAHI DULU AKU." Syakila merentangkan tangannya didepan Kelvin.


Kelvin mengerutkan keningnya "Dek, apa hubungan mu sama dia, sampek kamu begini." tanya Kelvin.


"DIA SAHABATKU." ucap Syakila dengan keras dan lantang.


Reza yang sudah dibantu berjalan dengan merangkul David dan Adel, langkahnya terhenti.


"Jadi bagimu, aku ini hanya sahabatmu." batin Reza sedih.


Adel, Amira dan David mengerti perasaan Reza. Mereka tau Reza terluka mendengar ucapan Syakila.


"Woi malah diem, jangan bilang lo mau pingsan. Lo tahan jangan sampek lo pingsan disini, gue nggak bakal kuat ngendong elu." ucap David mengalihkan.


Plak


Amira menjitak belakang kepala David begitu keras "Lo ya, bisa-bisanya bercanda dikondisi kayak gini." kesel amira


"lah tiba-tiba nih anak diem, bisa ajakan dia ngrasa pusing mau pingsan." sahut David.


"Haissssss"


Reza terlihat tersenyum kecil. "Apa kau terhibur?" tanya Adel.


"Apa cuman perasaan gue, nih cowok tadi ngalihin perhatian kita?" bisik Reza.


Adel tertawa kecil "entahlah." mereka pun melanjutkan pergi ke UKS mengantar Reza.


***


disisi lain Syakila dan Kelvin terlihat sedang berpelukan, Kelvin Akhirnya melepas Reza dan menenangkan si Adek.Sedangkan Aldi,Rafi dan Farel tengah melihat dari arah belakang Kelvin.


"Duhhh sakit bener tonjokannya kelvin." keluh Aldi memegangi pipi kanannya yang lebam


"Lo masih mending kena pukul, lah gue ditendang diperut njir." Rafi terus memegangi perutnya yang terasa mules dan nyeri.


"Wkwkwk enak bro." tanya Aldi sembari cekikkan.


"Enak pala lo peyang, mules begini dibilang enak." protes Rafi sembari menoyor kepala Aldi.

__ADS_1


Farel yang ada disamping Aldi hanya bisa menahan tawanya. Aldi dan Rafi menoleh kearah Farel.


"Gue denger lo pacarnya Syakila?" tanya Aldi.


Farel menoleh kearah Aldi "udah putus kak."


"Wehh beneran putus." ucap Aldi tak percaya.


"Beneran, lo berdua pacaran belum ada sehari?" tanya Rafi memastikan.


Farel menggangguk "iya bener."


"Ckck kok ngakak ye." ucap Aldi tertawa


"Hahahaaaa ada ya, siangnya pacaran, malamnya diputusin?' tanya Refi yang ikut terkekeh.


" Hemm " Farel


Aldi dan Rafi masih saja tertawa. "Hahahha nasib lo apes banget dah. Belum juga nikmatin jadi pasangan udah diputusin aja Hahahaaaa." seru Aldi.


"Hahahaa bener-bener, belum ngerti rasanya disayang, dimanja apalagi yang itu tuh." ucap Rafi.


Kelvin dan Syakila sudah sedari tadi melepas pelukannya dan melihat kearah Aldi serta Rafi. Syakila menekuk wajahnya, ia kesal mendengar ucapan Rafi dan Aldi yang menertawakan nasib apes mereka.


Kelvin mengahmpiri sahatnya itu dan menoyor belakanng kepala kedua sahabatnya secara bersamaan.


Plak


"Aduhh" Aldi dan Rafi mengaduh kesakitan dan mengusap-usap belakang kepala mereka.


"Balik kekelas" ucap Kelvin dan pergi begitu saja meninggalkan sahabatnya.


Farel menghampiri Syakila "Kenapa hemm? kok wajahnya ditekuk gitu."tanya Farel lembut.


"Syakila kesel, baru juga pacaran sama Farel sebentar, udah disuruh putus aja." kesel Syakila sambil manyun.


"lucu banget kalau lagi manyun gini." batin Farel "Kita kan masih bisa deket, walaupun nggak pacaran." ucap Farel lembut.


"Ihhhhh tapikan kita belum sempat ngerasain hubungan kayak orang pacaran." keluh Syakila.


"Maksudnya?" tanya Farel


"Ihhhh Farellllllll, Farel pura-pura nggak tau, apa emang nggak tau sih. Masa nggak ngerti " kesel Syakila.


"Bukannya Syakila nggak ngerti ya hal-hal begituan?, apa gue yang salah?" batinnya bertanya-tanya. "Aku beneran nggak ngerti Sya." ucap Farel.


Syakila kesal dan mengerutkan keningnya "Kayak yang dibilang kak Rafi tadi loh, disayang, dimanja, begituan." sahutnya.


Farel sangat paham apa yang dimaksud Rafi, tapi ia yakin pemahaman Rafi dan Syakila berbeda "contohnya?" tanya Farel.


"makan es krim berdua, disayang-sayang, dkasih perhatian kayak Farel lagi apa?Syakila kangen, Farel sakit?nanti Syakila jenguk kerumah ya, sekalian bawain bubur buat Farel, nyuapin Farel, ngerangkul, berpelukan, digendong ala bridal style atau dibelakang, teruass apa lagi ya." Syakila berfikir "Ahhh iya main berdua bareng, makana berdua, caupellan dan masih banyak lagi deh." ucap Syakila.


Farel tersenyum dugaanya tidak salah, Syakila masihlah orang yang awal ia kenal. Farel mengagguk "Aku mengerti, jadi Syakila mau Farel lakuin itu?" tanya Farel.


Syakila manyun ples kesel "Nggak, nggak sama sekali." ucapnya sembari memalingkan wajah.


Farel tersenyum melihat Syakila yang terlihat ngambek. Ia pun langsung menggendong Syakila ala bridal style.

__ADS_1


"Kyaaaa" kaget Syakila.


"Apa kamu senang? kalau kamu seneng, Farel janji akan beri kamu kebahagian yang seperti kamu mau tadi, walaupun Syakila bukan pacar Farel." ucap Farel dan tersenyum lembut.


Wajah Syakila memerah, ia tersenyum maou dan juga terharu. Jantungnya terus berdetak cukup keras, ia menutup wajahnya karena malu dilihat Farel.


Farel hanya tersenyum melihat tingkah Syakila yang salting karena ulahnya.


tling


Farel mendapat ide.Ia berputar sembari mengedong Syakila. Syakila keget dan menjadi takut, ia merekatkan tanganya keleher Farel "FAREL BERHENTI AAAAA." teriaknya.


Farel pun berhenti dan tertawa kecil. Syakila melepas rekattannya dan memukul dada bidang Farel "Farel nyebelinnnnnnn." ucapnya.


"hahahaaa maaf, tapi kamu sukakan?" ucap Farel sembari tersenym dan tertawa kecil.


Syakila manyun dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Farel "suka" ucapnya pelan dan malu, namun masih bisa didengar Farel.


Farel tersenyum "mau Farel anter sampe kelas?" tawar Farel.


"nggak, Syakila jalan aja. Nggak enak nanti dilihat banyak guru sama murid." ucap Syakila dan diangguki Farel.


Farel pun menuruni Syakila dan pergi bersama-sama ke kelas.


🌸


Adel, Reza, Amira dan David telah sampai di UKS. Reza dibaringkan disalah satu ranjang.


"Gue beliin teh hangat dulu ya, sama roti." ucap Amiradan diangguki Adel "Vid temenin gue." ucapnya sembari menarik tangan David.


"Woi sabar napa." tegur David, namun tidak digubris olehnya.


David dan Amira pun pergi kekantin, meninggalkan Adel berdua bersama Reza.


"Gue ambilin obat dulu." ucap Adel memberitahu. ia pergi kearah kotak p3k dan membawanya keatas meja samping ranjang Reza.


Adel mulai mengobati dari pelipisnya dahulu. "Ah ahhh aaaa" keluh Reza kesakitan.


"tahan diki Re." Adel terus mengobati dan Reza terus menahan rasa sakitnya.


"Untung para guru lagi rapat, kalau nggak, elu bakal dicabut jadi kandidat calon ketos." ucap Adel sembari mengobati dan Reza hanya diam saja.


"Kok bisa sih lo berantem sama kak Kelvin, sampek kayak begini." tanya Adel.


"aw panjang ceritanya." jawab Reza sambil mengernyit kesakitan.


"Apa bersangkutan dengan Syakila?" tanya Adel.


"Nggak" jawab Reza.


"Kalau bukan tentang Syakila terus tentang apa? sampek Kak Kelvin semarah itu?" tanya Adel penasaran.


Reza melihat kearah Adel, mereka saling bertatapan "Karnaaaa gue....."


 


... ***************************...

__ADS_1


okok sampek sini dulu, mataku dah nggak kuat😁


__ADS_2