Kisah Cinta Syakila

Kisah Cinta Syakila
part 15


__ADS_3

Arah jarum jam menunjukkan jam lima sore.Syakila hari ini ingin pergi kemasjid bersama teman-temannya untuk persiapan pengajian nanti.Ia memakai setelan baju muslimah berwana merah dan hijab ping.


Syakila keluar dari kamarnya dan menuruni tangga.


"Mau kemana dek?" tanya Kelvin yang berada dibelakang Syakila


Terlihat kelvin memakai baju koko putih abu-abu dang celana panjang hitam, membuat ketampannya semakin bertambah.


Syakila berhenti dan Kelvin pun menghampirinya "Mau kemasjid kak, Kakak sendiri?"


mereka pun melanjutkan langkahnya dan berjalan berdampingan menuruni tangga sembari mengobrol.


"Mau kemesjid juga, katanya sekalian rapat." ucap Kelvin dan Syakila mengangguk


*Kelvin adalah ketua muda-mudi dikompleks dan juga Ketua dalam pengurus masjid.


Sesampainya dilantai bawah mereka langsung pergi menuju ruang tamu karna disana ada Yohan dan Niya.


"Udah mau berangkat?" tanya Yohan


"Belum yah" jawab Kelvin setelah duduk disofa


"Kenapa belum? cepetan sana keburu Adzan." ucap Yohan


Syakila berdiri disamping sofa Kelvin.Ia membungkukan badannya "Kak tumben ayah cerewet." bisiknya ditelinga Kelvin


"Lagi pms kali dek." bisik Kelvin


Syakila mengerutkan keningnya dan kembali berdiri tegak "Ngarang banget sih" ucapnya setelah itu bersalaman dengan Yohan dan Niya.


Niya sedari tadi hanya diam dan Syakila juga tidak berniat ingin lama-lama disini, karna teman-temannya telah menunggu diluar.


Yohan melirik Kelvin "Kamu nggak pergi?"


"Nunggu kak Rey turun dulu biar kalian nggak berulah." jawab Kelvin sinis, membuat Yohan kesal.


"Kita udah tua kalik Vin." ucap Yohan


"kalau begini aja bilang tua kalau udah berulah lupa umur." jawab Kelvin


"Awas aja kamu, kalau besok kamu udah nikah Ayah racunin cucuk ayah buat jauhin kamu sama istrimu nanti." ancam Yohan


"Sebelum ayah racunin udah aku jauhin dari ayah." jawab Kelvin


"Ayah samperin"


"Kelvin sembunyiin"


"Ayah cari"


"Coba aja kalau bisa"


"pasti bisa"


"masaaaa"


"Nantangin?"


"Nggak"


Yohan ingin membalas namun mulutnya dibekap oleh Niya "Husss diem, Kelvin cepet kemasjid sana kamu pasti ditungguin mereka."


"hiya mah" Kelvin menyalami Niya dan mencium kening serta kudua pipinya.


Kelvin pun keluar rumah dan pergi kemasjid.


๐ŸŒธ


Syakila, Desi, Nayla dan Sisil berjalan berdampingan menuju kemasjid


"Menurutku dibanding Lisa gue lebih suka Rani." ucap Desi


*Rani adalah tetangga depan rumah Syakila dan samping rumah Nayla.Anaknya pemalu, tidak banya bicara, dan cantik.


"Hmm bener aku setuju. Sayangnya Rani jarang keluar rumah karna pemalu jadi nggak banyak orang tau." ucap sisil


"Bener tuh, aku slalu denger dia ngaji suaranya bagusss banget dari teras kamarku.Mau gue panggil tapi takutnya dia nggak respon." Ucap Nayla


"Kata kak Kelvin juga gitu, dia aja udah dapet beberapa piala dan juara." ucap Syakila.


"Dateng nggak ya dia, dari pada lisa yang baca mending Ranikan?" ucap Desi


"Kayaknya dateng deh tadi aku lihat dia udah pakai baju muslim kok." jawab Nayla

__ADS_1


"Bagus donk ki---" ucap Sisil terpotong


"Assalammualaikum warahmatullahhi wabarakatuh" salam Lisa yang baru saja tiba.


Sekarang Syakila dkk serta Lisa telah berada didepan masjid.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatu" Ucap Syakila dkk bersamaan.


"Sicaper dateng"batin Desi tidak suka


"Udah lama nggak ketemu ya" ucap Lisa tersenyum lembut


"Iya apa kabar?" ucap Nayla


"Alhamdulillah baik. Ayo masuk bareng-bareng"


"nggak tanya balik njir" batin Desi kesal


Syakila dkk mengangguk dan masuk bersamaan.


"Assalammualaikum warahmatullahhi wabarakatuh" ucap mereka berlima bersamaan.


Pemuda yang seumuran dengan Kelvin menghampiri Syakila dkk dan Lisa "Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatu, Akhirnya kalian dateng juga Kakak tunggu dari tadi" ucao pemuda itu yang bernama Jino


"Kakak nunggu lama." tanya Lisa sopan dan lembut


Jino tersenyum lembut kepada Lisa"Nggak dek." dan melihat kearah Syakila dkk " Alhamdulillah kalian datang, kegiatan ini bagus buat kalian, dari pada main mending juga kemasjid bantu-bantu dapet pahala benarkan Lisa." ucapnya


Lisa tersenyum dan mengangguk "Iya kak, Alhamdulillah mereka dateng dan mau berbuat kebaikan." ucapnya diakhiri senyum ramah keSyakila dkk.


"Sialannn mereka kira kita sedosa itu" batin Desy kesal


"sabarr yang dibilang dia juga bener, ambil hikmahnya aja." ucap Nayla dalam hati menahan amarah


"uhhh dasar pasangan nggak ngaca." batin sisil kesal


"untung dimesjid" batin Syakila


"Ngapain didepan pintu mau jadi pawang pintu" ucap Roi wakil ketua pengurus masjid dan muda-mudi. Ia juga kakel Nayla.


Roi kelas 12 sama seperti Jino dan Kelvin, sedangkan Nayla, Desy dan Lisa kelas 11, dan


Sisil sama seperti Syakila Kelas 10.


Jino kikuk "Udah Vin, tinggal natain makanan sama minummannya nanti." ucapnya


Kelvin mengagguk "untuk yang baca Al-Qur'an biar Rani, tadi kita udah bilang kedia dan dianya juga mau." ucap Kelvin


Syakila dkk yang mendengarnya tersenyum ceria.


"Yang isi ceramah Roi sama Nayla" Tambah Kelvin.


Senyun Syakila dkk semakin mengembang dan begitu bahagia kecuali Nayla. Nayla merasa baru saja tersambar petir, ia kaget.


"ehh aku?" tanya Nayla menunjuk dirinya


Roi dan Kelvin mengangguk. "Nanti temui kakak sebentar buat bahas ceramah yang mau kita sampein." ucap Roi dan mereka berdua pun pergi mengecek yang lainnya.


"wihhhh gila Nay lo ternyata bisa juga ceramah, ahhhhhg gue hangga." ucap desy memeluk Nayla dengan semangat kekanan dan kekiri.


Sisil dan Syakila pun juga sama bahagianya


"Kakak tau kamu bisa mangkanya kamu dipilih. Semangat ya kami semua ada dibelakangmu untuk mendukungmu" ucap Syakila menyemangati.


"iya Nay kami slalu ada buat kamu." ucap sisil.


Jino telah meninggalkan tempat mengikuti Kelvin dan Roi dari belakang. Sedangkan Lisa ia terlihat mengepalkan tangannya dan kesal "Kenapa Nayla dan Rani harusnya aku yang baca dan mengisi pengajian ini. Kak Kelvin dan Kak Roi pasti dihasut oleh mereka berempat.Awas aja nanti." Lisa pergi meninggalkan mereka berempat.


Syakila yang melihat kepergian Lisa memutuskan untuk diam-diam mengikutinya, selagi teman-temannya tidak menyadari.


๐ŸŒธ


Lisa terlihat menarik tangan Jino dan mengajaknya pergi kebelakang masjid. Dibelakang masjid terlihat beberapa tumbuh-tubuhan dan juga kursi panjang.


"Kakkk apa-apaan ini. Kenapa aku nggak ikut partisipasi dalam pengajian?" tanya Lisa marah


"Lisa tenangin dirimu dulu. Kata Roi, bulan kemarin Sekolahnya mengadakan lomba pidato Nayla yang mewakili kelas menang juara satu jadi di---" ucap Jino terpotong


"Apa hubungannya kak?" potong Lisa dengan nada amarah


"Nayla membawakan pidato tentang agama, bukan pidato biasa, dipidato itu juga kata Roi dia juga memberi bukti ayat-ayatnya dan contoh yang tepat."


"Aku kan juga begitu kak selama ini apa salahku sapai diganti."

__ADS_1


"Nggak diganti sayang. hanya memberi kesempatan pada pemula. Lisa kan anak baik dan Shalekhah masa marah cuman karna ini nanti Allah marah lo?" ucap Jino lembut serta senyum kepada Lisa sembari merapikan jilbab Lisa.


Lisa tersenyum dan menggegan tangan kanan Jino "Kakak memang yang terbaik, maaf Lisa emosi" ucapnya diakhiri mencium tangan jino.


Jino membalas dengan mencium Keningnya dan Mereka berduapun berakhir pelukan.


Dilain sisi Syakila yang sedang bersembunyi dibalik tembok telah melihat semuanya tanpa pasangan itu sadari.Karna merasa tidak ada yang penting Syakila pergi menghampiri teman-temannya.


Disisi lain juga Niya dan ibu-ibu kompleks tengah melihat pasangan yang saat ini terlihat bermesraan tanpa diketahui Syakila,Lisa dan Jino.


Setelah mereka berpelukan pasangan itu berciuman.Bukan ciuman biasa melainkan ciuman bibir.


Para ibu-ibu kompleks kaget mereka kecewa telah berharap dan membanding-bandingkan anaknya dengan Lisa.Mereka tidak menyangka anak yang mereka kira Shalekhah melakukan hal itu.Hancur sudah hati mereka. Mereka pun memutuskan pergi masuk kemasjid karna tidak ingin melihat hal itu kembali.


๐ŸŒธ


Adzan maghrib berkumandang dan semua warga komples Anggrek pun merapikan barisan mereka bersiap shalat.


Selesai Shalat pengajian pun dimulai. terlihat beberapa pembukaan yang disampaikan kak Kelvin untuk memulai pengajian.


Pembukaan selesai Rani pun membacakan surat An-naba dan surat abasa.


Para warga takjub karna Rani membacakanya tanpa salah sedikitpun padahal tidak memakai Al-Qur'an dan juga suaranya begitu indah serta terasa lembut membuat para pendengar merasa nyaman.


selesai Rani mengahafal surat-surat itu pujian-pujian dari para warga pun keluar.


Setelah itu acara berikutnya adalah isi pengajian, Kak Roi dan Nayla berceramah bertemakan keluarga.


Banyak para warga yang mendengar merasa sadar dan berusaha memperbaikinya.


Roi dan Nayla pun selesai berceramah dan kembali ketempat awal mereka.


"Nay tadi bagus banget, kamu kelihatan kaya bu ustadzah." ucap Desy


"Bener, Nayla tadi kayak ustadzah keren." ucap Sisil memberi jempol.


"Temanya bagus banget.Pasti banyak orang tua yang akan luangkan waktunya buat keluarga mereka dan juga banyak orang tua yang nggak banding-bandingin anak mereka dengan anak orang lain." ucap Syakila


"Iya itu bener Sya. Tujuan kak Roi juga itu, semoga bisa tersampaikan kepada mereka semua." ucap Nayla


"Wihh ide kak Roi toh" ucap Desy


"Nayla mengangguk "iya"


"Acara selanjutnya penyampain kegiatan baru yang ingin disampaikan oleh adek Lisa, dipersilahkan." Ucap Kelvin


Lisa pun maju kedepan "Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatu" salamnya


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh" ucap para warga bersamaan.


"Saya ingin menyampaikan pendapat untuk membuat kegiatan baru dimana kegiatan ini akan berisi perkumpullan anak remaja untuk melakukan kegiatan seperti mengaji dan membersihkan mesjid bersamaan setiap hari libur serta tiap bulan sekali kami akan memberikan barang-barang kami yang tidak terpakai kepanti asuhan. Melaakukan kegiatan sosial dipanti asuhan." Ucap Lisa


para warga setuju dan bangga.Sebagian warga memuji kemulian hati Lisa kecuali para ibu-ibu, mereka hanya tersenyum palsu tidak ada pujian yang terlontar dimulut mereka.Pandangan mereka tentang Lisa telah berubah.


"Tumbennn mami nggak muji-muji Lisa dan nyidir aku biasanyakan gitu." Ucap Desy


"Iya, mamahku juga nggak terlihat begitu senang dengan Lisa biasanya juga bahagia dan wajahnya berbinar." ucap Sisil


"Kayaknya bukan ibu kita aja, ibu-ibu yang lain juga kecuali ibunya Rani sama Lisa." ucap Nayla


"Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Syakila


"Kayaknya sih iya" ucap Nayla


"Hem mungkin mommy kita semua udah jatuh cinta sama Rani, buktinya tadi para ibu-ibu kelihatan terkagum-kagum sama Rani." ucao Desy


"bener juga itu" ucap Sisil setuju dengan Desy


"masa iya cuman karna Rani mereka semua langsung berpaling hati?" ucap Nayla bertanya-tanya dalam hati


"Pasti ada yang telah terjadi sehingga bikin para ibu-ibu berubah seperti ini." batin Syakila.


Pengajian pun selesai, Adzan Isyapun dikumandangkan.Para warga bersiap-siap dan kembali bershalat.


Setelah selesai Shalat para warga kembali kerumah masing-masing.


-------------------------------------๐ŸŒธ---------------------------------


Hallo para pembaca maaf ya kalau ada yang salah kata dan ceritanya tidak menarik.


Ini Novel pertamuka jadi mohon dimaafkan jika ada kesalahan. Cerita nggak bagus, aneh atau salah karakter dan penulisan bisa kalian komentari aku nggak akan marah kok๐Ÿ˜


Makasih udah baca novelku๐Ÿ˜˜ dan Terimakasih banyak untuk yang udah like, komen dan favoritin ๐Ÿ˜˜ love you sekebon๐Ÿ˜˜

__ADS_1


See you ๐Ÿ˜˜


__ADS_2